-->

Rabu, 08 Desember 2021

Wawali Arya Wibawa Ajak Generasi Muda Ikut Memerangi Peredaran Gelap Narkoba


BALI KINI ■ Permasalahan narkotika merupakan satu diantara permasalahan global yang selalu menjadi perhatian serius bagi negara-negara di seluruh dunia mengingat kondisinya yang sampai saat ini belum mampu ditangani dengan baik dan cenderung mengalami peningkatan. Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Desa Pemogan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika, pada Selasa (7/12) di Desa Pemogan

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Brigjen. Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha serta OPD terkait

Ketua Panitia I Nyoman Gede Wiryanata mengatakan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat sehingga membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa.

“ Terhadap kondisi tersebut IBM Desa Pemogan besama Yayasan Bali Samsara mengadakan penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahguanaan Peredaran Gelap Narkoba serta mengajak masyarakat untuk memerangi narkoba,” ujar Wiryanata

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Brigjen. Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra mengapresiasi pemerintah Kota Denpasar karena merupakan salah satu pemerintah yang aktif dalam upaya pendekatan soft power yaitu upaya pecegahan, upaya pemberdayaan dan rehabilitasi dimana salah satu program Desa Pemogan yaitu Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) yang merupakan percontohan Desa di Indonesia.

”Besama IBM Desa Pemogan diharapkan menjadi ujung tombak untuk melakukan upaya soft power kepada masyarakat sehingga upaya yang telah dilakukan menjadi inspirasi bagi desa-desa yang lain dalam menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa turut mengapresiasi masyarakat Desa Pemogan yang telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika serta mengapresiasi terhadap kepedulian masyarakat terhadap generasi muda.

“Jadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai momentum untuk menggerakkan dan mendorong segenap komponen bangsa khususnya di desa Pemogan dan di kota Denpasar pada umumnya, sekaligus membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba/narkotika dan kembali mengingatkan masyarakat bahwa narkoba/narkotika masih menjadi momok yang mengancam kehidupan manusia secara global. Saya mengajak generasi muda untuk ikut bersama sama memerangi peredaran gelap narkoba,” ujar Arya Wibawa

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa mengatakan Pemerintah Kota Denpasar akan terus berkomitmen menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dan berharap kegiatan ini dilaksanakan di Desa/Kelurahan lain yang ada di Kota Denpasar.

“Kedepan Pemerintah Kota Denpasar akan memberikan ruang dan kegiatan-kegiatan positif untuk mantan pengguna narkoba yang telah direhabilitasi untuk mengekspresikan diri dengan kegiatan kegiatan yang positif,” pungkas Arya Wibawa (dps)

Selasa, 07 Desember 2021

Sat Pol PP Kota Denpasar Raih Penghargaan dari Kemendagri RI


BALI KINI ■ Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar meraih penghargaan dari Kementrian Dalam Negeri RI. Penghargaan ini diberikan atas Kedisiplinan dan Keaktifan Laporan Pelaksanaan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Penyerahan dilaksanakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri RI, Safrizal ZA yang diterima Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga di Jakarta, Selasa (7/12).

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, penghargaan ini dibagi atas tiga kategori utama. Yakni Kategori Penegakan Perda, Kategori Bidang Kelinmasan, dan Kategori Penanganan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Kita bersyukur saat ini Sat Pol PP Kota Denpasar mendapatkan penghargaan Kategori Kedisiplinan dan Keaktifan Laporan Pelaksanaan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penghargaan ini tak lepas dari Komitmen Pemkot Denpasar bersama seluruh stakeholder dan masyarakat dalam mendukung penegakan prokes. Bahkan hingga saat ini Tim Gabungan dan Sat Pol PP Kota Denpasar secara rutin melaksanakan Sidak Protokes Covid-19 di beberapa wilayah Kota Denpasar.

“Hal ini tidak lepas dari komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung penegakan protokol kesehatan yang kami laksanakan secar rutin dengan menggelar sidak prokes di setiap wilayah Kota Denpasar,” ujarnya

"Dengan capaian penghargaan ini tentunya menjadi cambuk sekaligus bekal motivasi untuk terus berbenah guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, khususnya Sat Pol PP sehingga pelayanan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," imbuhnya. (Ags/HumasDps). 

Kasus Sembuh 2 Orang dan Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang


BALI KINI ■ Meski kasus sembuh terus bertambah, kasus positif Covid-19 masih terjadi di Kota Denpasar. Berdasarkan data resmi pada Selasa (7/12) diketahui penambahan kasus sembuh sebanyak 2 orang dan kasus positif covid-19 bertambah 3 orang. Meski demikian, kasus meninggal dunia kembali nihil.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.921 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.843 orang  (97,16) persen), meninggal dunia sebanyak 1.001 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 77 orang (0,20 persen).   

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid 19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan virus covid 19 masih ditemukan, oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM ," ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. 

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai   

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.    

"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (HumasDps).

Denfest ke-14 Siap Digelar Jaya Negara: Program Padat Karya Berbasis Seni Budaya


Denpasar , Bali Kini -
Denpasar Festival atau Denfest yang diinisiasi Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata yang memasuki tahun ke-14 siap digelar. Hal tersebut terungkap dalam konfrensi pers Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama awak media cetak, online dan elektronik di Kota Denapsar, Selasa (7/12) di Gedung Dharma Negara Alaya. 

Hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana,  Kadis Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai.

Lebih lanjut Jaya Negara menyampaikan 

secara spesifik tema tahun ini adalah Arsa Wijaya yakni "Kemenangan Harapan".  Tema ini menjadi petanda dan perayaan bahwa kreativitas adalah kekuatan untuk mengatasi kesulitan, terutama dalam krisis multidimensi  pandemi Covid-19. 

Program Denfest tahun ini merupakan ruang dan kreativitas bagi kreator dan pelaku UKM sebagai program padat karya berbasis seni budaya. Pada gelaran Denfest dimasa pandemi saat ini tidak hanya mementingkan aspek hiburna namun memberikan kesempatan kepada para seniman dan kreator yang keterlibatannya tahun ini mencapai 1400 seniman, musisi, hingga UKM Denpasar. 

Dijelaskan Jaya Negara bahwa Denfest sebgaai event tahunan Denpasar telah terkurasi dan terpilih sebga salah satu festival berskala nasional dari gelaran bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN) dari  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Terpilihnya Denfest tidak terlepas dari konseptualisasi yang bertemu pada aspek kreativitas berbasis inovasi dan teknologi digital, aspek kolaborasi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat dan juga aspek penerapan protokol kesehatan, CHSE yaitu cleanliness atau kebersihan, Health yakni kesehatan, safety yakni keamanan dan Environment Sustainability atau kelestarian lingkungan yang ketat. Pelaksanaan tahun ini tidak lagi dipusatkan di Patung Catur Muka, namun dilaksnaakan menyebar di empat Kecamatan. Yang memiputi acara serimonial secara ofline di Gedung Dharma Negara Alaya, selanjutnya event juga dilaksanakan di , Plaza Pasar Badung, Wantilan Desa Adat Poh Gading di Kecamatan Denpasar Utara, Banjar Abasan Tegal Buah untuk Kecamatan Denpasar Barat, Wantilan Pengerebongan Kesiman Petikan  Kecamatan Denpasar Timur, Wantilan Desa Adat Renon Kecamatan Denpasar Selatan dan Pantai Merthasari Muntig Siokan Sanur. "Sebaran lokasi ini untuk membatasi munculnya kerumunan yang rentan dalam masa pandemi, sehingga diharapkan pelaksanaan Denfest dapat berjalan aman, lancar dan sehat," ujarnya

Sementara Kadis Pariwisata Dezire Mulyani menyampaikan pelaksanana Denfest berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 23 Desember mendatang. Setiap lokasi kegiatan Denfest menurut Dezire telah didata dan disesuaikan kebutuhan terhadap daya dukung yang tersedia dengan proses terdeteksi melalui pemindaian Kode Reaksi Cepat (QR Code) peduli lindungi. Sehingga diharapkan seluruh element masyarakat merasa aman dan nyaman selama menyaksikan maupun mengunjungi Denfest dengan disiplin prokes. Denfest mendorong adaptasi partisipasi dan penonton agar menikmati secara virtual melalui live streaming yang disiarkan pada kanal youtube kreativi denpasar. "Kehadiran masyarakat Denpasar dalam setiap agenda Denfest wajib memenuhi prokes dan mewajibkan mengunduh aplikasi peduli lindungi," ujarnya. Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa menambahkan bahwa semua seniman, Musisi dan pengisi acara sebelum tampil akan di swab antigen.[rl]


Denpasar Dengan “Menyama Braya Podcast Wakil Walikota Denpasar Di Fisip Warmadewa


Denpasar, Bali Kini  –
Denpasar maju dapat diwujudkan dengan prinsip Vasudhaiva Kutumbakam atau  “Menyama Braya”. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa pada Podcast dengan host  Nyoman Gede Sudiantara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip), Universitas Warmadewa di Kampus Warmadewa, Selasa (07/12). 


Podcast berjalan dengan ringan  dan saling mengajukan pertanyaan. Gede Sudiantara mengajukan pertanyaan kepada Arya Wibawa tentang tantangan yang dihadapi ketika menjadi Wakil Walikota di tengah pandemi Covid-19. 


Menanggapi hal tersebut, Arya Wibawa menyampaikan sesuai dengan prinsip “Menyama Braya” seberat apapun tantangan yang dihadapi maka hadapi bersama-sama. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif masyarakat menyukseskan program vaksininasi. Partisipasi masyarakat dan seluruh OPD untuk membantu UMKM dan Ekonomi Kerakyatan. Dengan partisipasi aktif dari seluruh Stakeholder, Denpasar telah melewati puncak pandemi di Bulan Juli. 


“Tentu tidak mudah, tapi perlu digaris bawahi pandemi tidak menjadi kendala bagi kami dalam melakukan pelayanan publik. Dari awal spirit kami adalah Sewaka Dharma dan Vasudhaiva Kutumbakam. Kami melayani masyarakat dengan pengabdian dan pelayanan tulus  dan kami membangun Denpasar bersama masyarakat, akademisi, dan komunitas,” ujar Arya Wibawa


Gede Sudiantara mengajukan pertanyaan kembali, pada saat PPKM Darurat ditetapkan banyak masyarakat yang mengadu kesulitan berjualan karena waktu berjualan dibatasi sampai jam 20.00 dan tidak boleh makan ditempat, kemudian kebijakan yang diambil pemerintah kota Denpasar. 


Arya Wibawa menyampaikan bahwa ada beberapa kebijakan yang telah kami ambil. Pertama, mendorong terus vaksinasi untuk mencapai herd immunity, Kedua, menyediakan Isolasi terpusat untuk mempercepat penanganan, Ketiga meminta seluruh OPD untuk membantu perekonomian masyarakat dengan cara berbelanja di UMKM yqng ada di masing masing Desa dan Kelurahan di Kota Denpasar.  


Arya Wibawa menambahkan, dengan komitmen yang telah dilakukan tersebut,Denpasar saat ini telah ditetapkan PPKM Level 2 oleh Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, Pemkot Denpasar senantiasa selalu hadir untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat


Disinggung mengenai penataan kawasan Sanur, Arya Wibawa menyampaikan, penataan kawasan sanur dimulai dari pembangunan  Walk Way sepanjang 6,8 Km yang ditarget rampung pada 31 Desember 2021. Kemudian untuk penataan infrastruktur pantai Sanur ditarget rampung pada September 2022.


“Pemkot Denpasar memiliki mimpi yang besar terkait penataan Sanur ke depan. Sanur yang telah berkontribusi pada PAD sektor pariwisata hotel dan restoran kurang lebih 75 persen memang layak untuk diberikan apresiasi, sehingga ke depan kawasan Sanur yang merupakan jantung Denpasar tidak hanya cantik secara nasional juga menarik secara global," katanya [rls]

Senin, 06 Desember 2021

Forkopimda Denpasar Sinergikan Langkah Antisipasi Penyebaran Covid-19


Denpasar - Jelang perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2022 ditengah adanya varian baru “Omicron” saat ini, Forkopimda Kota Denpasar bergerak cepat mengantisipasi potensi peningkatan Kasus Covid-19 Terkait Libur Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Antisipasi ini dilakukan dengan digelar Rapat Strategis terkait pembahasan Nataru pada Senin (06/12) dihadiri unsur Pemerintah Kota Denpasar, unsur TNI, Polri, Majelis Madya Desa  Adat dan Saba Upadesa di Gedung Praja Utama, Kantor Walikota Denpasar. Masing-masing peserta rapat menjabarkan rencana terkait antisipasi penyebaran Covid-19 jelang Libur Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

Pemerintah Kota Denpasar, yang pada kesempatan tersebut dihadiri Wakil Walikota,  Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan bahwa pertemuan kali ini menjadi kesempatan bagi pemangku kepentingan di Kota Denpasar bagaimana bersama dapat merancang strategi terkait dan merumuskan langkah antisipasi keramaian yang mungkin terjadi saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 nanti. Bisa disampaikan hingga saat ini, Kota Denpasar masih berstatus Level 2 Covid-19. Hal ini bisa dicapai berkat kerjasama seluruh pihak dalam menekan penyebaran covid-19 melalui bebagai macam prorgam strategis, terlebih lagi pergerakan penduduk keluar masuk Kota Denpasar yang lumayan tinggi setiap harinya,” ujar Arya Wibawa.

Mudah mudahan secara bertahap selama dua bulan ini akan dipantau terus dan diharapkan pasca tahun baru status level 2  akan bisa  turun menjadi status level 1. “Seluruh peserta rapat menyepakati untuk bersama sama bergerak dan mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan dengan lebih ketat termasuk di obyek obyek wisata pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya,” kata Arya Wibawa.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1161 Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana menyampaikan optimalisasi vaksin menjadi kunci menghadapi adanya gelombang 3 saat Nataru. “ Perlu peningkatan upaya 3T atau tindakan melakukan tes Covid-19 (testing), penelurusan kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19,” ujarnya.

Kemudian Ketua Majelis Madya Desa Adat Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana mendukung langkah Forkopimda Kota Denpasar dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 jelang Libur Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022. “Tentunya agar masyarakat dapat merayakan hari Natal dan menyambut Tahun Baru 2022 dengan damai dan aman, sehingga kasus Covid-19 dapat semakin ditekan di Kota Denpasar,” katanya. 

Sementara Wakapolresta Denpasar  AKBP Wayan Jiartana mengatakan pihaknya dalam menghadapi Libur Nataru akan menggelar operasi Lilin serta atensi tempat peribadatan bagi umat Kristen sehingga bisa  berjalan  dengan lancar serta penerapan protokol kesehatan dengan ketat.

Tekan Penularan Covid 19, Tim Yustisi Denpasar Gelar Penertiban di Ruas-Ruas Jalan Protokol


BALI KINI ■ Dalam upaya menekan penularan covid 19, Tim Yustisi Kota Denpasar melaksanakan penertiban di ruas-ruas jalan  protokol di Kota Denpasar Senin (6/12).

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, untuk menekan penyebaran kasus penularan covid 19 pihaknya  gencar melakukan penertiban prokes.  Untuk penertiban kali ini dilaksanakan di ruas-ruas jalan di Kota Denpasar.

Hal itu dilakukan karena sebagian pelanggar yang terjaring sebelumnya banyak yang  terjaring di ruas -ruas jalan. Dalam upaya mekan penularan covid 19 penertiban juga dilakukan secara mobiling di seluruh wilayah di Kota Denpasar. "Untuk saat ini penertiban secara mobiling  di laksanakan di Jalan Gajah Mada Denpasar," ungkap Sayoga 

Penertiban secara mobiling juga dimanfaatkan untuk mengimbau masyarakat agar selalu taat pada protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker jika beraktifitas di luar rumah.

Dalam  penertiban tersebut Sayoga mengaku pihaknya menjaring  3 orang pelanggar karena salah menggunakan masker. Sebagai efek jera pelanggar diberikan pembinaan agar kesalahannya tidak di ulang kembali.

■ dps
 

Minggu, 05 Desember 2021

Jaya Negara: Amalkan Prinsip Dasar PMI, Dharma Bhaktikan Tugas Untuk Masyarakat Luas


BALI KINI ■  Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar Periode Tahun 2021-2026 dikukuhkan secara resmi. Pengukuhan dilaksanakan Ketua PMI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra yang disaksikan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Sabtu (4/12).

Dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didapuk menjadi Pelindung PMI Kota Denpasar, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus dan dr. I Made Sudhana Satrigraha dikukuhkan sebagai Dewan Kehormatan PMI Kota Denpasar Periode Tahun 2021-2026 sesuai dengan hasil Muskot PMI ke-V. Tampak hadir Perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya dan OPD terkait di dilingkungan Pemkot Denpasar.

Usai pelantikan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar Periode Tahun 2021-2026. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran Pengurus PMI Kota Denpasar yang telah memasuki masa Purnabhakti.

Jaya Negara menekankan, seluruh Pengurus PMI Kota Denpasar yang baru dilantik agar senantiasa mengamalkan tujuh prinsip dasar palang merah internasional dan bulan sabit merah. Sehingga kedepanya dapat terus mengabdi dan berkontribusi dalam membantu masyarakat luas.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar Periode Tahun 2021-2026 serta terimakasih kepada pengurus yang telah purnabhakti, semoga kedepan PMI Kota Denpasar dapat mendharma bhaktikan tugas kepengurusan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Jaya Negara

Ketua PMI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra mengatakan bahwa kedepanya PMI Kota Denpasar dan PMI Provinsi Bali agar senantiasa membangun sinergitas. Hal ini utamanya guna mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya juga mendorong PMI Kabupaten/Kota di Bali untuk terus memberikan pemahaman, edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, utamanya di masa pandemi Covid-19 saat ini yang memerlukan kerjasama semua pihak.

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Dewan Kehormatan PMI dr. I Made Sudhana Satrigraha mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya yang diberikan. Tentunya amanah ini akan senantiasa diamankan, dipkul serta dipertanggungjawabkan dengan baik.

Arya Wibawa menjelaskan, dalam perjalanannya selama ini, tiada henti-hentinya mohon bimbingan kepada Walikota Denpasar serta seluruh Jajaran PMI Provinsi Bali. Sehingga tujuan atau visi misi PMI dapat kita wujudkan bersama.

“Kepada seluruh jajaran kepengurusan PMI Kota Denpasar yang baru dikukuhkan, mari kita bersama menjalankan amanah ini dengan baik, dukungan dan kerjasama yang baik dari teman-teman bersama seluruh relawan dan stakeholder sangat penting untuk mewujudkan visi misi PMI kedepanya,” jelasnya

“Amanah ini akan menjadi indah dan berjalan dengan baik kita kita mampu dan mau menjalin silaturahmi dan bekerjasama dalam menjalankan tugas dan fungsi PMI tanpa membedakan,” imbuhnya. (Ags/Dps). 

Satpol-PP Kota Denpasar Siang Malam Terus Gencarkan Sosialisasi dan Pemantauan Prokes


Denpasar - Satpol-PP Kota Denpasar terus menggiatkan pendisiplinan protokol kesehatan PPKM level II di Kota Denpasar. Ini terlihat pada Jumat (3/12) malam.

Kasatpol - PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga saat dihubungi terpisah mengatakan dalam memantau ketaatan penerapan protokol kesehatan di masyarakat pihaknya siang malam terus melakukan pemantaua. Kegiatan yang dilaksanakan baik secara stationer maupun mobile menyasar diseputaran ruas- ruas jalan yang ada di Kota Denpasar.

"Dalam giat ini tim yustisi telah menjaring total sebanyak empat orang pelanggar yang tidak memakai masker dengan benar. 

"Tim hanya membina dengan mengingatkan yang bersangkutan untuk mematuhi protokol kesehatan terutama penggunaan maskernya. Kami menghimbau masyarakat yang beraktifitas untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Kami sangat berharap masyarakat untuk tidak mengendurkan penerapan protokol kesehatan demi menekan laju penyebaran covid -19 di Kota Denpasar," sebutnya.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk tidak mengendurkan kedisplinan menerapkan protokol kesehatan. Inilah cara paling mudah dan efektif menekan penyebaran covid-19," ajak Dewa Rai. (Esa/dps) 

Jumat, 03 Desember 2021

Tim Yustisi Denpasar Jaring 11 Orang Pelanggar Prokes di Kelurahan Kesiman


Denpasar – Tim Yustisi Kota Denpasar kembali melaksanakan giat pemantauan dan penertiban penerapan disiplin serta penegakan hukum protokol kesehatan dalam rangka Penerapan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Denpasar. Kegiatan kali dilaksanakan di Traffic Light Jalan WR. Supratman - Jalan Surabi, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Kamis (2/12).

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Anom Sayoga, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan guna lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mkenerapkan prokes terkait penerapan PPKM Level 2 di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dikatakannya, penertiban kali ini dilaksanakan di Jalan WR. Supratman - Jalan Surabi, Kelurahan Kesiman dengan menyasar warga atau masyarakat yang melintas dan melanggar aturan dan belum mentaati prokes.

“Selama pemantauan kami telah menjaring sebanyak 11 orang pelanggar prokes. 3 orang diantaranya tidak menggunakan masker sehingga kami kenakan sanksi denda administrasi. Dan untuk 8 orang pelanggar lainnya yang menggunakan masker dengan tidak benar kami berikan edukasi terkait penggunaan sarana prokes dan sanksi fisik berupa push up sehingga mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.

"Kami berharap kepada masyarakat agar selalu taat dan wajib menggunakan masker atau sarana prokes lainnya saat bepergian atau beraktivitas di luar rumah sehingga dapat meminimalisir angka penyebaran virus covid 19. Terlebih saat ini kasus penyebaran virus di Kota Denpasar telah memasuki zonasi tahap PPKM level 2, sehingga kedepannya tidak ada lagi kenaikan level dan  penyebaran virus covid 19 di Kota Denpasar dapat terus terkendali ,” pungkas Dewa Sayoga.

Lagi, Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 7 Orang


BALI KINI ■  Kasus sembuh dan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar mengalami penambahan yang sama pada Kamis (2/12). Dimana diketahui kasus sembuh dan kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 7 orang. Namun demikian diketahui kasus meninggal dunia bertambah 1 orang. 

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.908 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.817 orang  (97,12) persen), meninggal dunia sebanyak 1.001 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 90 orang (0,24 persen).   

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid 19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan virus covid 19 masih ditemukan, oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM ," ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. 

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai   

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.    

"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (Dps).

Kamis, 02 Desember 2021

Walikota Jaya Negara Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Mangrove Conservation Forest Denpasar


BALI KINI ■ Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan Kunjungan Kerja di Provinsi Bali pada Kamis (2/12). Mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Bali, Presiden Jokowi langsung meninjau Mangrove Conservation Forest di Pemogan, Denpasar. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini disambut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana saat meninjau hutan mangrove tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove  Hartono dan Gubernur Bali Wayan Koster. 

Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo mengatakan, hutan mangrove yang disiapkan untuk dikunjungi oleh para pemimpin delegasi KTT Group of Twenty (G20) pada 2022 mendatang ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam penanganan perubahan iklim. 

"Ini akan menunjukkan nantinya keseriusan kita merestorasi hutan mangrove, merehabilitasi hutan mangrove, merestorasi hutan gambut, dan merestorasi lahan-lahan kritis yang ada di negara kita. Saya kira komitmen itu yang ingin kita tunjukkan secara konkret, secara riil di lapangan. Nanti 20 kepala negara akan kita ajak semuanya ke sini,” tutur Presiden.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dyah Murtiningsih menuturkan bahwa rehabilitasi mangrove ini merupakan bentuk kerja sama dengan berbagai pihak. Pihaknya optimistis hutan mangrove tersebut akan siap dikunjungi para pemimpin delegasi G20.

“Kita juga sudah mengundang para ahli untuk membahas terkait dengan persemaian mangrove yang akan kita bangun di sini. Kita optimistis, yakin karena dengan bersama-sama dengan kementerian yang lain juga kita akan bersama-sama membangun, sehingga pada saatnya pada bulan Oktober kita sudah akan siap untuk menerima kunjungan dari anggota G20,” ucapnya.

Sementara Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai ditemui usai menerima Kunjungan Presiden  RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengatakan  kunjungan Presiden di Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar menjadi angin segar untuk membuktikan bahwa Bali, khususnya Kota Denpasar aman untuk dikunjungi.

Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan KTT G20 menjadi momentum untuk memperkenalkan Kota Denpasar kepada dunia internasional bahwa Denpasar aman. Hal ini terlebih beberapa kawasan di Kota Denpasar menjadi venue kunjungan Pemimpin Delegasi KTT G20.

“ Agenda KTT G20 ini tentunya menjadi momentum untuk memperkenalkan Kota Denpasar kepada dunia, semoga pelaksanaanya nanti dapat memberikan dampak positif kebangkitan pariwisata dan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas kesehatan masyarakat di masa pandemi,” ujar Jaya Negara. (Ags/Dps). 

Rabu, 01 Desember 2021

Bawa 43 Kg Ganja, Pria Asal Banyuwangi Ini Dituntut 19 Tahun


BALI KINI ■ Siswoyo pria asal Banyuwangi yang punya banyak nama samaran dengan alias Gawok alias Giwok alias Carlo, oleh Jaksa Kejati Bali diajukan tuntutan hukum selama 19 tahun penjara.

Tuntutan yang dibacakan Jaksa I Putu Sugiawan,SH secara virtual itu terkait kepemilikan ganja yang dimasukkan dalam karung beras yang beratnya lebih dari 43 kg. 

Terdakwa sendiri diketahui sebagai pemasok ganja yang disalurkan kepara pengedar dan kurir di Bali. Hal itu sebagaimana terungkap dalam amar tuntutan jaksa dari drama penangkapannya oleh petugaa BNNP Bali. 

Berawal dari ditangkapnya seorang napi Lapas Kerobokan bernama Putu Gede Sudiarsa alias Bagong. Dari pengembangan ini, Bagong menyebut nama seorang yang selama ini menjadi tangan terdakwa diluaran, yaitu seorang kurir, I Putu Yuda Pramana. 

Dari sinilah, petugas berhasil mengamankan terdakwa di rumahnya Dusun Krajan RT/RW 002/003 Kelurahan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur pada pada Sabtu (12/6/2021) dini hari.

Bersamaan penangkapan itu, petugas BNNP Bali berhasil mengamankan 6 kilogram ganja yang diselundupkan Yuda dari Banyuwangi ke Bali memulai jalur darat. Yuda mengaku ganja itu milik narapidana bernama Putu Gede Sudiarsa alias Bagong.

Sementara itu terdakwa mengaku telah mengirim paket ganja miliknya sebanyak 43 Kg ke Bali mengunakan truk ekspedisi. Lalu, petugas melakukan pemantauan terhadap truk ekspedisi yang dimaksud dan berhasil diamankan saat proses pemeriksaan barang di Terminal Tipe-A Mengwi, Badung.

"Saat itu petugas menemukan 22 paket ganja dengan modus disembunyikan di dalam karung pakaian bekas. Total barang bukti ganja yang disita polisi yakni 43.771 gram," Sebut Jaksa.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di mana, terdakwa berperan sebagai penjual Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman berupa ganja sebanyak 43 Kilogram. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Siswoyo alias Gawok alis Giwok alias Carlo dengan penjara selama 19 tahun, dan denda Rp 5 miliar subsideir 1 tahun penjara," pinta Jaksa Sugiawan ke majelis hakim. (Red)

Selasa, 30 November 2021

Kasus Meninggal Dunia Nihil, Sebanyak 3 Orang Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh


BALI KINI ■ Kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar secara konsisten terus bertambah. Berdasarkan data resmi pada Selasa (30/11) diketahui kasus meninggal dunia kembali nihil. Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 3 orang. Namun demikian diketahui kasus  positif Covid-19 bertambah sebanyak 1 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.900 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.808 orang  (97,12) persen), meninggal dunia sebanyak 1.000 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 92 orang (0,24 persen).   

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid 19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan virus covid 19 masih ditemukan, oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM ," ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. 

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai   

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.    

"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (Dps)

Tim Yustisi Kembali Jaring 56 orang Pelanggar Prokes


BALI KINI ■ Pelanggar protokol kesehatan dalam pelaksanaan PPKM Level 2 masih ditemukan. Hal ini disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat usai penertiban prokes di Pertigaan  Jalan Kemuda - Jalan Seroja -  Padma Kelurahan Tonja Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (29/11).

Menurut Sayoga dalam penertiban ini terjaring 56 orang pelanggaran masker dengan rincian diperingati atau dibina  36 orang karena salah menggunakan masker dan didenda 20 orang karena tidak menggunakan masker. 

"Setiap penertiban  pelanggar prokes  kami  selalu menemukan masyarakat yang melakukan pelanggaran,"  ungkap Sayoga.

Selain sanksi  berupa denda bagi yang melakukan pelanggaran pihaknya juga  memberikan  hukuman fisik berupa push up ditempat.

Dalam upaya menekan penularan covid 19 sebagai penegak perda pihaknya akan semakin ketat melakukan penertiban diseluruh wilayah dan tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian. 

Dalam penertiban pihaknya juga akan memberikan.  memberikan edukasi agar selalu mentaati protokol kesehatan salah satunya selalu menggunakan masker setiap beraktivitas diluar rumah.

Dengan langkah itu diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mentaati protokol kesehatan. (dps)

Senin, 29 November 2021

Wawali Arya Wibawa Tutup INNOPA Harapkan Dapat Lahirkan Inovator Handal


BALI KINI ■ Telah usainya kegiatan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA ) Indonesia  Inventors Day Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa menutup kegiatan tersebut pada Senin (29/11) di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang. 

President of Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), Erricha Insan Pratisi mengatakan, Indonesia Inventors Day atau IID adalah ajang tingkat internasional telah usai dan para penemu lokal dan internasional juga ilmuwan riset untuk telah mempresentasikan hasil penemuannya. Inovator-inovator muda telah  memamerkan dan berkompetisi. Para peserta telah memamerkan produk akhir, sampel, prototipe atau mock-up yang dipresentasikan di Indonesia Inventors Day. 

Wawali Arya Wibawa mengapresiasi kegiatan kreatif dan inovasi beberapa siswa dengan ratusan proyek inovasi yang dibuat oleh inovator muda, bahkan dari siswa SD. Anak - Anak sudah mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi sejak kecil. 

"Apabila kegiatan positif ini dilaksanakan kembali dengan pengawasan orang tua, guru dan pemerintah kelak indonesia akan mampu memiliki orang sekelas Mark Zuckeberg, Steve Jobs, Bill Gates dan inovator terkenal lainnya yang dapat mengharumkan Indonesia di kancah internasional ," ujar Arya Wibawa

Lebih lanjut, Arya Wibawa sangat menghargai semua pihak yang turut berpartisipasi dalam menyelesaikan pekerjaan besar dan suksesnya acara ini. Meskipun dalam keadaan pandemi masih banyak inovator-inovator muda berkumpul menunjukan ide kreatif satu sama lain dan memiliki motivasi untuk menjadi ilmuan sejak dini. 

"Harapan kedepan inovator-inovator muda tidak berhenti disini dan diharapkan kedepan dapat melihat ide-ide yang dilaksanakan bermanfaat bagi masyarakat atau lebih jauh ke indonesia bahkan dunia," ujar Arya Wibawa

Sebanyak 11 Orang Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh


BALI KINI ■ Kota Denpasar kembali mencatatkan nihil kasus meninggal dunia pada Senin (29/11). Kondisi ini dibarengi dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 11 orang dan kasus meninggal dunia kembali nihil. Namun demikian diketahui kasus  positif Covid-19 bertambah sebanyak 7 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 37.899 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.805 orang  (97,11) persen), meninggal dunia sebanyak 1.000 orang (2,64 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 94 orang (0,25 persen).   

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, kendati kasus covid 19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan virus covid 19 masih ditemukan, oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM ," ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.  Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas. 

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19," ajak Dewa Rai   

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. 
 
"Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (Dps).

Minggu, 28 November 2021

Tim Yustisi Bina 4 Orang Pelanggar Prokes di Pasar Tumpah


BALI KINI ■ Tim Yustisi Denpasar terus gencar melakukan   penertiban protokol kesehatan dalam pelaksanaan PPKM Level 2  di beberapa Pasar Tumpah yang ada di Kota Denpasar seperti pada  Minggu (28/11).

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, penertiban di Pasar Tumpah Jalan Gunung Kawi Denpasar dan  Pasar Tumpah Jalan Kartini. 

Penertiban ini juga dilakukan di Lapangan Puputan Badung. Serta penertiban secara   mobiling yang dilaksanakan dengan keliling menuju jalan-jalan yang berpotensi terjadinya keramaian dan  pelanggaran prokes. Dalam kegiatan mobiling juga dilaksanakan calling disepanjang jalan yang dilalui mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin dan taat prokes. 

Menurutnya dalam penertiban tersebut pihaknya menjaring 4 orang yang salah menggunakan masker. "Dari 4 orang pelanggar sebanyak 3 orang dijaring di Pasar Tumpah Jalan Gunung Kawi dan 1 Orang di Pasar Tumpah Jalan Kartini, untuk memberikan efek jera pelanggar juga diberikan hukuman fisik berupa push up di tempat," ungkapnya.

Mengingat masih ditemukannya  penularan covid 19, Sayoga mengaku akan melakukan penertiban secara gencar dan berkelanjutan sehingga penularan covid 19 dapat ditekan dan terkendali. "Dengan begitu kami berharap   pandemi ini cepat berlalu," katanya.(dps)

Wawali Arya Wibawa Hadiri Tradisi Ngerebong Desa Adat Kesiman


BALI KINI ■ Desa Adat Kesiman Kota Denpasar menggelar Tradisi Ngerebong di Pura Agung Petilan bertepatan dengan Redite Pon Wuku Medangsia, Minggu (28/11). Tradisi rutin setiap enam bulan sekali ini dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka, Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, serta prajuru Desa Adat Kesiman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna saat dijumpai disela Pelaksanaan Tradisi Ngerebong menjelaskan, konsep Pengerebongan ini adalah dari kata Ngerebu yang berarti suatu pesta oleh raja kepada rakyatnya dengan tatanan yang ada di Desa Kesiman dengan Tata Dewa nya melaksanakan Tata Keraton. Artinya Sang Pencipta dipersonifikasikan seperti tatanan keraton, ada raja, patih, dan seterusnya.

“Ini membaur dalam satu rangkaian kegiatan dan ada Napak Pertiwi penyatuan dari unsur pertiwi dan akasa dengan Ngereh Lemah, dengan Ngiterin Bhuana di wantilan Pura Agung Petilan sebagai porosnya,” ucapnya.

“Dari luar Desa Adat Kesiman ada dari Pemogan, Sawangan, Sanur, Bekul, dan beberapa desa lagi, itu waktu persembahyangannya menyesuaikan,” imbuhnya.

Wisna menjelaskan, ritual Pengerebongan ini adalah warisan budaya tak benda yang telah diakui dan terdaftar oleh negara, melalui keputusan Mendikbud tanggal 10 Oktober 2018.

Bendesa Adat Ketut Wisna juga mengatakan ritual yang berlangsung sehari ini diikuti oleh 31 banjar di wilayah Desa Adat Kesiman serta pelawatan Ida Bhatara dari beberapa Pura di luar wilayah Kesiman yang memiliki keterkaitan dengan Kesiman antara lain Sanur, Bukit Jimbaran, Pamogan, Bekul, Tohpati.

Dalam prosesi Ngrebong,  dimulai dengan mengitari wantilan Pura Agung Petilan sebanyak 3 kali. Saat mengitari wantilan inilah kerauhan massal terjadi. Hingga beberapa pemedek yang mengalami kerauhan akan menusukan sebilah keris ke bagian tubuhnya yang dikenal dengan istilah ngurek.

Sementara itu Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa berharap pelaksanaan Tradisi Ngerebong di Desa Adat Kesiman Kota Denpasar ini dapat menyeimbangkan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa

“Pelaksanaan Yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat  beragama. Diharapkan upacara Yadnya Ngerebong ini dapat memberikan energi Dharma yang dapat memancarkan hal positif bagi jagat Bali serta menetralisir hal- hal negatif melihat berbagai macam situasi yang terjadi dewasa ini demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,” ujarnya. (Ags/Dps).

Sabtu, 27 November 2021

Wawali Arya Wibawa Buka Indonesia Invetors Day 2021


BALI KINI ■ Indonesian Invention and Innovation Promotion Association atau disebut INNOPA merupakan asosiasi yang bergerak di bidang pengembangan dan inovasi di Indonesia. INNOPA dibentuk sebagai penghubung untuk para inovator Indonesia dalam menunjukkan ide dan produk inovatif mereka ke tingkat internasional.

Kegiatan ini di buka Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang ditandai dengan pemukulan gong, pada Sabtu (27/11) di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang.

Wawali Arya Wibawa mengatakan, perkembangan inovasi, Ilmu pengetahuan, dan Teknologi telah menjadi salah satu fokus utama bagi pemerintah Kota Denpasar selama beberapa tahun terakhir. 

"Sejak tahun 2010, pemerintah kota Denpasar telah melaksanakan berbagai program Inovatif untuk memacu kreativitas generasi milenial, dan upaya ini berhasil membuat kota Denpasar menjadi kota paling kreatif dan inovatif di indonesia, dua kali berturut-turut pada tahun 2019 dan tahun 2020," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap Inovasi dan kreativitas di Denpasar, dibangun pusat kreatifitas generasi muda yang disebut Gedung Dharma Negara Alaya. Tempat ini dibangun untuk meningkatkan Kreativitas dan inovasi masyarakat Denpasar.

Selain itu, Kota Denpasar sebagai ibukota provinsi Bali, sangat tergantung kepada sektor pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sumber daya manusia yang lebih baik untuk mengatasi persaingan global, khususnya di masa pandemik ini, serta tetap membuat kota denpasar mampu berdiri dan bersaing dengan kota kota  lainnya.

Pemerintah Kota Denpasar mendukung segala kegiatan yang positif yang dapat memberdayakan masyarakat Kota Denpasar, khususnya generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya. Kegiatan Indonesia inventors day sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar, yaitu "Kota Kreatif Berbasis budaya Menuju Denpasar Maju".

Acara ini, berkolaborasi dengan Innopa diharapkan dapat menjadi platform untuk memperkenalkan produk kreatif lokal, terutama dari usaha mikro, kecil, dan menengah Kota Denpasar.

Sementara President of Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), Erricha Insan Pratisi mengatakan, Indonesia Inventors Day atau IID adalah ajang tingkat internasional bagi para penemu lokal dan internasional juga ilmuwan riset untuk mempresentasikan hasil penemuannya. 

"Adapun fokus dalam ajang ini adalah pameran dan kompetisi. Para peserta dapat membawa produk akhir, sampel, prototipe atau mock-up untuk dipresentasikan di Indonesia Inventors Day," pungkasnya. (ays/dps).

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved