-->

Iklan

Menu Bawah

Tekan Penyebaran Rabies, Pemkab Jembrana Gelar Vaksinasi Massal

BaliKini.Net
Selasa, 23 Juni 2020, 16.36 WIB Last Updated 2020-06-23T09:36:33Z
Jembrana,BaliKini.Net - Guna menekan peningkatan  kasus rabies, Pemkab Jembrana menggelar vaksinasi massal bertempat di Kantor Desa Mendoyo Dauh Tukad. Vaksinasi dilakukan terhadap ratusan anjing-anjing peliharaan warga masyarakat yang ada di desa itu. Sebagai catatan, Desa Mendoyo Dauh Tukad tergolong daerah “zona merah rabies”, selain desa Tuwed serta Kelurahang Sangkaragung di Jembrana .

Pelaksanaan vaksinasi rabies juga dipantau langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, selasa (23/6)

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama mengatakan , saat ini tingkat populasi ternak anjing di Kabupaten Jembrana mencapai 46.955 ekor. Dari jumlah populasi itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jembrana saat ini baru bisa melakukan vaksinasi sebanyak 42.082 ekor atau 89,62 persen saja.

Sementara untuk kasus gigitan selama 2(dua) tahun terakhir 2018-2019 trendnya mengalami peningkatan, bahkan di tahun 2020 ini kasus gigitan yang telah dinyatakan positif sebanyak 4 kasus.

“Vaksinasi ini untuk mencegah meluasnya kasus , khususnya didaerah berkategori zona merah rabies. Kita fasilitasi vaksin, terhadap ratusan anjing-anjing peliharaan warga masyarakat yang ada di wilayah desa Mendoyo Dauh Tukad Kecamatan Mendoyo. Kita targetkan seluruh anjing dari populasi 825 di Mendoyo Dauh Tukad bisa diberikan vaksin,  “kata Sutama .

Hewan peliharaan  yang telah divaksin diberi tanda dan pemilik diberi kartu vaksinasi yang bisa dibawa jika hewan membutuhkan konsultasi kesehatan hewan atau pengobatan lain di pusat kesehatan hewan (Puskeswan) setempat. Selain itu juga untuk mengetahui riwayat penanganan kesehatan hewan peliharaan .  

Sementara Bupati Jembrana Bupati I Putu Artha dihadapan para pemilik hewan peliharaan menyoroti jumlah  populasi ternak anjing di kabupaten Jembrana hendaknya diimbangi dengan memperhatikan betul faktor kesehatan. Karena itu, Ia mengimbau bagi pemilik anjing peliharaan, disamping memelihara dengan baik, juga wajib merawat anjing salah satunya secara disiplin melakukan vaksinasi.

“Jika dilihat angka  kasus secara kumulatif , setiap tahunnya selalu  terjadi kasus positif rabies. Bahkan tahun 2020 ini sudah ada sebanyak 4 (empat) kasus. Jadi saya ingatkan, bagi pemilik anjing peliharaan, wajib melakukan vaksin kepada anjing-anjingnya secara berkala. Itu cara kita meminimalisir penyebaran kasus, “ tegas Artha.

Terkait dengan vaksninasi kepada populasi anjing di Jembrana yang belum mencapai 100 persen, Bupati Artha minta masyarakat selalu waspada. Kepada pihak Dinas serta desa masing-masing   agar sigap dan cepat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Terutama potensi penularan dari anjing liar.

”Kalau dilihat dari data yang disampaikan Dinas Pertanian dan peternakan tingkat populasi anjing yang belum tervaksinasi jumlahnya masih tersisa sekitar 10,38 persen. Untuk itu  waspadai populasi anjing liar diwilayah masing-masing. Lakukan langkah cepat dan tanggap sehingga anjing liar itu tidak mebahayakan warga, “ katanya .

Selain mewaspadai penularan virus, Bupati Artha juga wanti-wanti minta kepada masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan agar masyarakat terhindar dari wabah Covid-19,

”Saat ini bangsa kita sedang mengalami masa sulit akibat Covid-19. Agar masyarakat terhindar dari virus corona itu, saya wanti-wanti minta kepada semua warga masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan, rajin cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak serta selalu hidup bersih dan sehat,” imbaunya.

Dari data yang disampaikan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, jumlah kasus gigitan anjing tahun 2018 sebanyak 2841 kasus gigitan. Angka itu naik pada tahun 2019 menjadi 3730 kasus.

Sedangkan untuk kasus positif rabies, pada tahun 2016 sebanyak 24 kasus, 2017 menjadi 14 kasus, 2018 sebanyak 12 kasus, 2019 menjadi 10 kasus, sedangkan pada tahun 2020 hingga bulan juni  ini total kasus positif di Jembrana sebanyak 4 kasus. (Ekawiasa/ R1)
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+