-->

Minggu, 15 Maret 2026

Jumat, 13 Maret 2026

Pertama kali, Jembrana Gelar Rakor Besar Lintas Sektoral Bahas Pembangunan Strategis

NEGARA, JEMBRANA BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Jembrana melakukan terobosan baru dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Konsolidasi lintas sektoral berskala besar pada Jumat (13/03/2026). Bertempat di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
Pertemuan ini menghadirkan 816 peserta yang merupakan perangkat kewilayahan ,desa adat serta tokoh masyarakat sebagai  garda terdepan pemerintahan .Pertemuan  ini memberikan Pemaparan Strategis, Dari Ketahanan Pangan hingga Investasi . 

Sementara materi rakor disampaikan langsung oleh jajaran Forkopimda, pejabat daerah,  kepala instansi vertikal hingga perumda.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Jembrana untuk menyatukan frekuensi , menyatukan barisan dalam menyambut transformasi ekonomi besar-besaran yang tengah berlangsung di wilayah Bali Barat.

Dalam arahannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menekankan bahwa pembangunan Jembrana tidak boleh dilakukan secara parsial atau bekerja sendiri-sendiri. Ia menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat lingkungan hingga dinas, untuk bergerak dalam satu komando yang selaras.

"Kita berkumpul hari ini untuk melihat dengan jernih apa yang sedang terjadi di Jembrana saat ini dan ke mana arah masa depan kita. Semuanya harus bergerak bersama, berpikir bersama, dan bekerja bersama," tegas Bupati Kembang Hartawan di hadapan ratusan peserta.

Rakor ini berfungsi sebagai wadah konsolidasi data dan rencana strategis yang dipaparkan oleh para ahli dan pimpinan instansi vertikal, di antaranya:
 
Materi Ketahanan dan Keamanan, oleh Dandim 1617 Jembrana memaparkan Program Strategis Nasional (MBG dan KDMP), sementara Kapolres Jembrana memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.

 Materi besar mendasar lainnya Transformasi Ekonomi Berbasis Data oleh BPS Jembrana menyajikan data makro ekonomi sebagai fondasi kebijakan pemerintah yang akurat.
 
Sementara Progres pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang diproyeksikan menjadi pusat perikanan internasional, serta rencana proyek Kerthi Bali Semesta (KBS) di Pekutatan yang mencakup pengembangan Golf & Resort . Termasuk beberapa rencana inevstasi pihak ketiga dan swasta yang segera beroperasi di Jembrana juga ikut dibahas. 

 Dari sisi Infrastruktur Penunjang, 
Kepastian pasokan listrik dari PLN dan ketersediaan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati guna mendukung ekosistem industri dan investasi baru. 

Sementara untuk peningkatan SDM, Rencana pendirian Sekolah Widyalaya oleh Kemenag Jembrana di Penyaringan serta laporan investasi hijau berkelanjutan dari KPH Bali Barat.

Tak kalah menariknya persoalan sampah dan pentaaan wilayah kelingkungan sebagai lingkup terkecil juga ikut dibahas. Kali ini menghadirikan pemateri mengacu pda sukses story inovasi banjar warnasari kelod kecamatan Melaya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber. 

Bupati menutup koordinasi dengan optimisme tinggi bahwa keterlibatan aktif dari Kelian Adat dan Kepala Lingkungan sangat vital dalam menjembatani program pemerintah ke masyarakat luas. Ia yakin, dengan sinergi ini, peluang strategis yang ada akan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Jika semua peluang ini dikelola dengan baik, saya yakin Jembrana akan mengalami lonjakan kemajuan yang signifikan," pungkasnya. ( * )

Sabtu, 17 Januari 2026

Percepat Penanganan LSD, Pemkab Jembrana Terima Bantuan Vaksin dan Logistik Medis dari Pusat.

Laporan: Tim Lpt 
JEMBRANA , BALI KINI – Penanganan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui penyaluran bantuan vaksin dan alat kesehatan, Sabtu (17/1). 

Intervensi ini menjadi langkah strategis Pemkab Jembrana dalam mengendalikan temuan kasus yang muncul di Kecamatan Negara dan Melaya.

Bantuan diserahkan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), di Balai Tempek III, Br. Tunas Mekar, Ds. Manistutu, Melaya. 

Bantuan tersebut terdiri dari 500 dosis vaksin LSD, 500 tube EDTA, 500 tube plain, 500 needle, serta dukungan obat-obatan dan disinfektan.

Bupati I Made Kembang Hartawan menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu peternak di Jembrana.

"Hari ini kita menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) atau lato-lato ya, benjol-benjol. Jadi ini lengkap, komplit. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan. Ya, terima kasih. Jadi pemerintah pusat diserahkan ke provinsi dan diserahkan kepada kami ," ujarnya

Pihaknya juga menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ekonomi masyarakat peternak.

"Ini adalah salah satu upaya kita untuk mempercepat menangani menyebarnya penyakit LSD pada sapi. Jadi kolaborasi yang luar biasa hari ini, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga dengan upaya yang luar biasa ini, segera penyakit LSD ini bisa kita selesaikan," tegasnya.

Sementara, Direktur Kesehatan Hewan, drh. Hendra Wibawa, memberikan instruksi teknis kepada para peternak dan petugas di lapangan guna memutus rantai penularan. 

"Saya minta para peternak segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit ternak. Petugas akan langsung memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat," ujarnya 

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kandang untuk mengusir serangga pembawa virus.

"LSD ini disebarkan melalui nyamuk dan lalat. Jadi, pemilik ternak harus rajin membersihkan kandang agar tidak lembab, gunakan insektisida bila perlu, dan batasi lalu lintas ternak yang keluar-masuk," tambahnya.

Trakhir, Pihaknya menekankan pentingnya benteng perlindungan melalui vaksinasi. 

"Vaksinasi darurat ini sangat penting untuk membentengi hewan di daerah yang tertular. Kami minta tim terpadu di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak agar proses pengendalian ini berjalan cepat dan tepat sasaran," pungkasnya. 

Kompak, Bupati dan Wabup Jembrana Terjun langsung pimpin Gotong Royong pasca Banjir di Pekutatan

LAPORAN REPORTER : AJB / TIM LPT 
JEMBRANA , BALI KINI  – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menunjukkan aksi nyata dalam merespons bencana banjir yang melanda Banjar Pasar (Lapangan Bawah), Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jumat (16/1).

Tidak hanya hadir untuk memantau, kedua pucuk pimpinan Kabupaten Jembrana tersebut langsung  ikut bergotong royong bersama warga. Dengan menggunakan alat seadanya, Bupati dan Wabup bahu-membahu membersihkan endapan lumpur yang masuk ke dalam rumah-rumah warga terdampak.

Dalam sela-sela kegiatan tersebut, Bupati Kembang menyampaikan rasa prihatinnya sekaligus memberikan penguatan moral kepada masyarakat.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab dan rasa kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi musibah ini. Fokus utama kita hari ini adalah pembersihan lingkungan agar sirkulasi air kembali normal dan rumah warga layak ditempati kembali. Saya sudah perintahkan jajaran BPBD dan Dinas Sosial untuk stand by, jangan sampai ada warga yang kelaparan karena perlengkapan masaknya rusak," tegasnya.

Pihaknya juga menambahkan bahwa penanganan banjir ini akan dilakukan secara komprehensif, tidak hanya jangka pendek tetapi juga mengevaluasi penyebab banjir di wilayah tersebut.

"Selain bantuan darurat, saya instruksikan dinas terkait untuk segera mengkaji sistem drainase di sini. Kita harus cari solusi permanen agar saat intensitas hujan tinggi, wilayah Lapangan Bawah ini tidak lagi menjadi langganan banjir," imbuhnya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan skala prioritas sesuai SOP kebencanaan.

"Untuk tahap awal, kami salurkan 46 paket sembako. Kami menyadari banyak warga yang berasnya terendam atau peralatan dapurnya belum bisa digunakan, sehingga bantuan logistik dasar ini menjadi sangat krusial," jelas Agus Artana.

Terkait kerusakan fisik, BPBD mencatat terdapat kerusakan pada dua unit dapur, satu kamar mandi, dan satu tembok penyengker.

"Data kerusakan ini akan segera kami proses. Kami akan koordinasikan usulan perbaikannya, baik ke tingkat Provinsi, Kabupaten, maupun melalui sinergi dengan PMI. Kita akan lihat klasifikasi kerusakannya untuk menentukan skema bantuan yang paling tepat," tutupnya.

Aksi gotong royong ini melibatkan unsur TNI/Polri, relawan, dan perangkat desa setempat, sebagai bentuk sinergi dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Desa Pekutatan. 

Rabu, 14 Januari 2026

Prajuru MDA Kecamatan se-Jembrana Dikukuhkan, Bupati Tekankan Pengabdian Skala-Niskala

Laporan : Tim Liputan 
Jembrana Bali Kini  , Bali Kini – Prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan se-Kabupaten Jembrana masa ayahan Isaka Warsa 1947–1952 atau periode 2026–2031 resmi dikukuhkan, Rabu (14/1). Pengukuhan berlangsung di Gedung Ballroom Ir. Soekarno. 

Adapun prajuru yang dikukuhkan masing-masing Ketua MDA Kecamatan Pekutatan I Kadek Suentra, Ketua MDA Kecamatan Mendoyo I Wayan Gelgel, Ketua MDA Kecamatan Jembrana I Ketut Wardana, Ketua MDA Kecamatan Negara I Negah Sudama, serta Ketua MDA Kecamatan Melaya I Wayan Reden.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pengukuhan prajuru MDA tidak sekadar seremonial, melainkan merupakan wujud nyata pengabdian suci kepada adat, baik secara sekala maupun niskala.

Menurutnya, tugas prajuru MDA tidaklah ringan, bahkan setara dengan tugas bendesa adat. Prajuru tidak hanya berkaitan dengan awig-awig, tetapi juga dituntut mampu mengayomi, memfasilitasi, serta menyelesaikan berbagai persoalan adat di masyarakat.
“Saya tahu tugas prajuru itu berat, sama beratnya seperti bendesa. Tidak hanya bicara awig-awig, tetapi banyak hal yang harus dihadapi. Harus mampu mengayomi dan memfasilitasi. Ini luar biasa,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

Ia pun mengapresiasi keikhlasan seluruh prajuru yang telah bersedia ngayah di bidang adat. Bupati berharap ke depan prajuru MDA dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi menjaga keharmonisan dan kelestarian adat istiadat di Jembrana.
“Saya ucapkan selamat sudah ikut ngayah di adat. Mari kita bekerja sama, bersinergi, dan berjalan beriringan,” tandasnya. 

Lobi Pusat, Bupati Jembrana kawal langsung anggaran prioritas di Kemendagri

Laporan Reporter : Ajb Tim Lpt 
Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (13/1) di Jakarta. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kembang  diterima langsung oleh Direktur Jenderal Bina Bangda Kemendagri Restuardy Daud .

Pertemuan ini dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai usulan strategis pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sekaligus percepatan target infrastruktur didaerah. 

Bupati Kembang menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan daerah dengan prioritas nasional, terutama pada sektor infrastruktur dasar. 
Beberapa sektor yang menjadi perhatian utama meliputi pembangunan dan pemeliharaan jalan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan kawasan ekonomi pedesaan dan pesisir.

“Pembangunan Jembrana membutuhkan dukungan anggaran yang kuat, tidak hanya dari APBD, tetapi juga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program strategis kementerian. Aspirasi ini kami sampaikan langsung sebagai bentuk ikhtiar memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Kembang Hartawan didampingi Wabup Patriana Krisna  dilokasi acara. 

Dibidang pendidikan, Pemkab Jembrana mengusulkan rehabilitasi sedang hingga berat ruang kelas sekolah sebanyak 10 unit dengan anggaran Rp7,8 miliar lebih, serta pembangunan ruang kelas baru sebanyak lima unit senilai Rp6,5 miliar lebih.
Sementara di bidang kesehatan, usulan meliputi pengelolaan Jaminan Kesehatan Masyarakat ( BPJS) dengan kebutuhan anggaran Rp16 miliar selama tiga bulan . Lainnya,  pemeliharaan dan rehabilitasi sarana prasarana pendukung gedung puskesmas pembantu (pustu) dengan nilai Rp14,24 miliar.

Pada urusan pekerjaan umum, usulan mencakup peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan sebesar Rp22 miliar, pembangunan sumur dalam dan jaringan perpipaan serta rehabilitasi jaringan irigasi permukaan senilai Rp31,04 miliar. Selain itu, diusulkan pula pemeliharaan berkala jalan sepanjang 41,79 kilometer dengan anggaran Rp83,58 miliar, pembangunan jembatan Rp7,7 miliar, serta penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan senilai Rp36,33 miliar.

Pemkab Jembrana juga mengajukan usulan di bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, khususnya pencegahan kebakaran melalui pengadaan mobil layanan darurat reaksi cepat dan mobil pemadam kebakaran. Di sektor perhubungan, usulan diarahkan pada penyediaan perlengkapan jalan di ruas jalan kabupaten/kota.

Pihak Ditjen Bina Bangda Kemendagri menyambut positif langkah proaktif Pemkab Jembrana tersebut. Dirjen Bina Bangda menegaskan pentingnya kesesuaian dokumen perencanaan daerah, khususnya RKPD, dengan arah dan target pembangunan nasional agar usulan dapat diproses dan direalisasikan pada tahun anggaran berjalan maupun tahun berikutnya. 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved