-->

Senin, 21 September 2026

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar


Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Tumpek Uye (Tumpek Kandang) dengan melepas 200 ekor tukik di lokasi Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu (5/9).

Aksi pelepasliaran satwa ini diikuti langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Turut hadir perwakilan Forkopimda, jajaran pejabat Pemkab Jembrana, dan masyarakat pemerhati penyu.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata pemuliaan terhadap satwa dan lingkungan sesuai makna Tumpek Kandang.

"Hari ini kita melaksanakan pelepasan tukik memperingati hari Tumpek Kandang. Jadi ini sebagai upaya kita merawat hewan, menjaga kehidupan, dan menjaga keseimbangan alam kita. Kalau kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita," ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menjelaskan bahwa seluruh tukik yang dilepasliarkan merupakan spesies penyu lekang yang baru menetas.

"Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin," jelas Anom.

Ia menambahkan bahwa pihak konservasi selalu berpegang teguh pada prinsip pelestarian alam tanpa eksploitasi agar rantai ekosistem tetap terjaga secara alami.

"Kurma Asih melakukan konservasi. Tidak ada eksploitasi, dia perlakuannya tidak merasa disiksa, dia tidak boleh ditahan. Soalnya secara nalurinya dia kan satwa liar," tegasnya.

Peringatan Tumpek Kandang ini diharapkan dapat terus membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Jembrana untuk aktif menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem pesisir pada khususnya.
(*)

Sabtu, 22 Agustus 2026

Bawa Tenun Khas Daerah Jadi Lifestyle Gen Z, Duta Tenun Jembrana 2026 Terpilih

Jembrana , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Pemilihan Duta Tenun Jembrana 2026 di Panggung Pameran Semarak Jembrana, Area Parkir Pemkab Jembrana, Jumat (21/8). Ajang ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam melestarikan, mempromosikan, serta mempopulerkan tenun khas Jembrana agar kian diminati anak muda.

Persaingan ketat menyajikan aksi luar biasa dari 10 finalis yang dinilai berdasarkan unjuk bakat, kerapian busana, catwalk, hingga performa panggung. Setelah melalui sesi tanya jawab tahap awal, empat finalis terbaik berhasil melaju ke babak puncak. Pada babak akhir ini, para finalis diuji wawasannya seputar dunia tenun oleh dewan juri serta Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan.

Dari hasil penilaian menyeluruh, Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi dari SMA Negeri 1 Negara resmi dinobatkan sebagai Duta Tenun Jembrana 2026. Tropi dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana, didampingi Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Jembrana.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jembrana, drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya regenerasi pencinta tenun. Pihaknya berharap Duta Tenun terpilih mampu membawa Tenun Jembrana melampaui batas penggunaan busana adat semata, hingga menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z dan Generasi Alpha.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan Duta Tenun Jembrana ini akan lebih membangkitkan semangat anak-anak kita, khususnya mereka yang akan menjadi duta untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan mengangkat tenunan Jembrana," ucapnya.

Sementara itu, Duta Tenun Jembrana 2026 terpilih, Anak Agung Istri Canakya Kusuma Dewi, mengungkapkan rasa bangga sekaligus kesiapannya mengemban amanah tersebut. Sebagai langkah nyata, ia menyiapkan program untuk mengajak anak muda bangga mengenakan karya tenun lokal sebagai warisan budaya bangsa.

"Yang kami akan lakukan adalah memperkenalkan tenun kepada para generasi muda, agar semakin cinta  dan bangga menggunakan kain tenun selaku warisan dari budaya Kabupaten Jembrana", pungkasnya.

Jumat, 07 Agustus 2026

Kuota Beasiswa Jembrana Turun, Bupati Kembang: Tahap 2 Kita Usahakan Tambah


Jembrana , Bali Kini - Anggaran pendidikan khususnya beasiswa prestasi bagi mahasiswa asal Kabupaten Jembrana mengalami penurunan pada tahun ini. 


Kondisi tersebut terjadi akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada efisiensi anggaran daerah, sehingga kuota mahasiswa penerima bantuan terpaksa berkurang.


Menanggapi hal itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para mahasiswa atas situasi sulit yang harus dihadapi pada periode anggaran kali ini.


"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa asal Jembrana. Situasi ini terjadi karena adanya penurunan dana transfer dari pusat yang berdampak langsung pada kemampuan anggaran daerah, termasuk kuota penerimaan untuk beasiswa prestasi," ujar Bupati Kembang saat penyerahan penghargaan kepada ratusan Mahasiswa Berprestasi, Pemuda Berprestasi yang Menempuh Pendidikan Tinggi di Kabupaten Jembrana dan di UT (Universitas Terbuka), serta bantuan biaya pendidikan kepada Mahasiswa Kurang Mampu untuk Nilai
Semester Ganjil Tahun 2026 bertempat di Mendopo Kesari, Jumat (7/8/2026).


Kembang menyebut ditahun 2025 saat pertama menjabat bersama Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, Ia menganggarkan sebanyak Rp. 7,2 miliar dengan serapan sebanyak 1.814 mahasiswa pada semester ganjil dan 1599 pada semester genap.


Nilai besaran beasiswa juga meningkat dari sebelumnya, dari Rp. 3 juta menjadi Rp. 4,5 juta untuk mahasiswa berprestasi yang kuliah di luar Jembrana. Termasuk yang baru yakni pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal Jembrana yang kuliah didalam daerah sebesar Rp. 1,5 juta dan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa kurang mampu sebesar Rp. 4,5 juta.


"Mengacu dari trend turunnya dana transfer pusat kedaerah, bahkan DAK (Dana Alokasi Khusus) Pendidikan juga di nol-kan sehingga mengharuskan efesiensi anggaran disegala lini. Untuk itu, pada tahun 2026,  kita menganggarkan beasiswa menjadi Rp. 3,43 Miliar, juga akan berdampak pada penurunan kuota penerimaan," ungkap Bupati Kembang.


Namun demikian, Bupati asal Desa Pangyangan tersebut memberi harapan dan semangat baru bagi para mahasiswa, ditahap kedua pemberian beasiswa nanti pada semester genap, Ia mengupayakan akan menambah porsi anggaran sehingga kuota penerima juga bertambah.


"Adik-adik tidak usah khwatir, tetap belajar dengan baik, kita terus berupaya semaksimalnya, untuk menambah anggaran di ditahap kedua pemberian beasiswa, sehingga yang tidak memperoleh, akan mendapatkan ditahap kedua," ucap Kembang.


Bupati Kembang juga memastikan komitmennya untuk kembali meningkatkan anggaran beasiswa pada tahun depan melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 


"Sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Untuk menutup celah keterbatasan dana pusat, kami siap tancap gas menggenjot potensi PAD dari berbagai sektor unggulan," imbuhnya.


Disisi lain, Kadis Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra memaparkan untuk jumlah pemohon beasiswa  berprestasi via aplikasi SiBaja banyaknya 988 orang yang kemudian dinyatakan lolos memenuhi syarat sebanyak 907 orang dari 327 kuota yang tersedia.


Untuk mahasiswa yang lolos terdiri dari Fakultas Kedokteran sebanyak 25 orang dengan IPK tertinggi 3,44 kemudian Fakultas Teknik sebanyak 40 orang dengan IPK tertinggi 3,43 dan Fakultas Non Teknik dan Kedokteran sebanyak 262 dengan IPK tertinggi 3,98.


Kemudian jumlah mahasiswa Jembrana yang berkuliah di UT (Universitas Terbuka) yang mendaftar secara online sebanyak 42 orang dan dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 41 orang, dari kuota yang tersedia sebanyak 35 orang dengan IPK tertinggi 3,53.


Sedangkan untuk jumlah mahasiswa Jembrana yang berkuliah didalam daerah (Jembrana) yang memohon beasiswa sebanyak 104 orang dan dinyatakan lolos sebanyak 86 orang dari kuota yang tersedia sebanyak 35 orang dengan IPK tertinggi 3,83.


Terakhir untuk, bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa kurang mampu yang mendaftar sebanyak 10 orang yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 7 orang dari kuota yang tersedia sebanyak 30 orang.


"Melihat pemohon yang lolos melebihi dari kuota yang ada, sehinggga dilakukan perengkingan sesuai dengan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 15 tahun 2025 tentnah perubahan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 31 Tahun 2022, pada Bab IV Pasal 7 Angka 7. Hanya bantuan biaya pendidikan (mahasiswa kurang mampu) yang tidak memenuhi target," pungkasnya. 

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, jajaran Asisten Sekda serta Kepala OPD dilingkungan Pemkab Jembrana. ( * )

Senin, 03 Agustus 2026

5 Perusahaan Jepang Gelar Seleksi Mengemudi Calon Pekerja Migran Jembrana

Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen memperluas akses lapangan kerja internasional bagi masyarakat. Bertempat di Area Parkir GOR Kresna Jvara, sebanyak lima perusahaan asal Jepang menggelar uji kecakapan mengemudi (*driving test*) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jembrana melalui fasilitasi LPK Fuji Academy, Minggu (2/8/2026). Kegiatan seleksi lapangan ini difokuskan bagi calon pekerja yang diproyeksikan mengisi kuota program pekerja berkeahlian khusus atau *Tokutei Ginou* (*Specified Skilled Worker*/SSW) di Jepang.

Wakil Direktur Fuji Academy, Yosrizal, menjelaskan bahwa tahapan yang dilaksanakan hari ini merupakan seleksi awal untuk menguji ketangkasan operasional dan kesiapan fisik calon pekerja sebelum memasuki tahap administrasi dan akademik lanjutan.

"Untuk kegiatan hari ini kita ada melakukan tes driving khusus program Tokutei Ginou yang dites langsung oleh lima perusahaan asal Jepang. Tahap awal ini difokuskan pada tes mengemudi dan tes matematika di GOR Kresna Jvara, sedangkan untuk tahapan wawancara mendalam dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Jembrana," ujar Yosrizal di lokasi kegiatan.

Yosrizal menambahkan, total peserta yang mengikuti seleksi tahap awal ini terdiri dari dua kelompok. Sebanyak 11 orang merupakan peserta didik binaan kolaborasi antara Fuji Academy dengan Pemkab Jembrana yang saat ini aktif menempuh pelatihan di BLK Jembrana. Sementara 11 orang lainnya didatangkan dari luar yang turut dipromosikan untuk mengarungi proses seleksi serupa. Bagi peserta dari luar yang dinyatakan lolos, nantinya akan diarahkan untuk mengikuti pembelajaran intensif di Fuji Academy maupun BLK Jembrana.

Standar pendidikan yang diterapkan Fuji Academy dalam mempersiapkan para CPMI Tokutei Ginou memakan waktu total sekitar 6 bulan. Dalam rentang waktu tersebut, peserta diwajibkan menguasai sejumlah kompetensi. Seperti penguasaan Bahasa Jepang dasar setara level N5 (internal Fuji Academy). Sertifikasi resmi bahasa Jepang JFT-Basic N4 dan Sertifikasi Keahlian (SSW) sesuai dengan bidang keahlian kerja yang dilamar di Jepang.

Setelah melewati tes mengemudi, matematika, dan wawancara, peserta yang dinyatakan lulus oleh pihak perusahaan akan menandatangani kontrak awal. Selanjutnya, mereka akan difasilitasi dalam verifikasi dokumen, pemantauan perkembangan bahasa, pengurusan Certificate of Eligibility (COE), hingga penerbitan visa kerja dari Pemerintah Jepang sebelum resmi diberangkatkan.


Sementara itu, Presiden Fuji Academy, Araki, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan potensi warga Jembrana.

"Kami selalu terbuka bagi warga Jembrana, terutama para siswa yang belajar di BLK Jembrana. Saat ini tersedia banyak peluang kerja (job order) dari Jepang. Bagi masyarakat yang berminat bekerja di Jepang, silakan menghubungi kami," ungkap Araki.
(*)

Senin, 27 Juli 2026

Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure Tandai Dimulainya Festival Semarak Jembrana 2026.

Jembrana , Bali Kini  – Mengawali Festival  Semarak  Jembrana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131 Kota Negara di Kabupaten Jembrana. Digelar Jembrana Dual Purpose Fun Rally Adventure pada Minggu (26/7/2026) menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju Festival Semarak Jembrana 2026, agenda utama Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali.

Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang otomotif tersebut dengan menelusuri rute yang menyuguhkan keindahan alam dan pesona Jembrana.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna yang juga selaku Ketua KONI Jembrana menyampaikan event ini merupakan wadah bagi komunitas pecinta motor dual purpose untuk menyalurkan hobi dan mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempromosikan potensi pariwisata serta destinasi unggulan yang dimiliki Kabupaten Jembrana.
"Jembrana memiliki bentang alam yang luar biasa indah mulai dari kawasan pesisir, perbukitan, hingga pedesaan yang asri. Untuk peserta yang dari luar jembrana kami ucapkan selamat menikmati keindahan alam jembrana sekaligus ikut mempromosikanya kepada masyarakat luas dan barang tentu semakin banyak orang mengenal jembrana semakin besar pula peluang berkembangnya sektor UMKM, dan ekonomi Kreatif daerah kita," ucapnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum awal yang menandai dimulainya kemeriahan peringatan HUT ke-131 Kota Negara. Berbagai agenda telah disiapkan untuk menyemarakkan perayaan tersebut, dengan Festival Semarak Jembrana 2026 sebagai puncak rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada 14–23 Agustus 2026. Selama sepuluh hari, masyarakat akan disuguhkan beragam kegiatan, mulai dari pementasan seni dan budaya, perlombaan olahraga, pameran UMKM dan ekonomi kreatif, hiburan rakyat, hingga berbagai atraksi menarik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menambahkan Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kebanggaan terhadap daerah semakin tumbuh di tengah masyarakat.

"Festival Semarak Jembrana 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi Kota Negara, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah, mempromosikan potensi lokal, serta memperkuat citra Jembrana sebagai daerah yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat," tandas Wabup Ipat. ( * )

Jumat, 22 Mei 2026

Target Rampung 31 Mei, Bupati Jembrana instruksikan Penyaluran Bantuan CPP Pusat Terapkan Sistem Jemput BolaJembrana

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) seberat 219,72 ton beras dan 43.944 liter minyak goreng di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, Rabu (20/5/2026). 

Bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BULOG Bali alokasi periode Februari–Maret 2026 ini diserahkan langsung kepada 10.986 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

​Dalam arahannya, Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah situasi ekonomi yang menantang ini adalah untuk meringankan beban hidup masyarakat rentan.
​Setiap KPM menerima jatah untuk dua bulan sekaligus, dengan rincian 20 kg beras (10 kg per bulan) dan 4 liter minyak goreng. Bupati Kembang menilai jumlah tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.


​"Sekarang hidup berat, pemerintah hadir untuk memberikan bantuan. Dengan adanya bantuan beras dan minyak ini, uang yang Bapak/Ibu miliki bisa dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya. Gunakan uangnya untuk kepentingan pendidikan anak, seperti membeli pulpen, buku, dan alat tulis. Jangan sekali-kali dipakai untuk memasang togel (judi)," tegas Bupati Kembang di hadapan warga penerima manfaat.


​Bantuan pangan yang bersumber dari Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI ini ditargetkan rampung disalurkan pada 31 Mei 2026. Kendati demikian, terdapat aturan batas waktu pengambilan selama 5 hari di tingkat desa/kelurahan sebelum bantuan dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan.

​Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Kembang menginstruksikan para Kepala Dusun (Kliang Banjar) untuk proaktif dan menerapkan sistem jemput bola agar bantuan tepat sasaran serta tepat waktu.


​"Saya harap kepada para Kliang Banjar, kalau ada warga yang belum mengambil bantuannya dalam batas waktu 5 hari, tolong antarkan langsung ke rumahnya. Jangan langsung diganti, utamakan dulu hak mereka yang sudah terdata," pungkasnya. ( * )
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved