Laporan: Tim Lpt
JEMBRANA , BALI KINI – Penanganan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui penyaluran bantuan vaksin dan alat kesehatan, Sabtu (17/1).
Intervensi ini menjadi langkah strategis Pemkab Jembrana dalam mengendalikan temuan kasus yang muncul di Kecamatan Negara dan Melaya.
Bantuan diserahkan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), di Balai Tempek III, Br. Tunas Mekar, Ds. Manistutu, Melaya.
Bantuan tersebut terdiri dari 500 dosis vaksin LSD, 500 tube EDTA, 500 tube plain, 500 needle, serta dukungan obat-obatan dan disinfektan.
Bupati I Made Kembang Hartawan menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu peternak di Jembrana.
"Hari ini kita menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) atau lato-lato ya, benjol-benjol. Jadi ini lengkap, komplit. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan. Ya, terima kasih. Jadi pemerintah pusat diserahkan ke provinsi dan diserahkan kepada kami ," ujarnya
Pihaknya juga menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ekonomi masyarakat peternak.
"Ini adalah salah satu upaya kita untuk mempercepat menangani menyebarnya penyakit LSD pada sapi. Jadi kolaborasi yang luar biasa hari ini, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga dengan upaya yang luar biasa ini, segera penyakit LSD ini bisa kita selesaikan," tegasnya.
Sementara, Direktur Kesehatan Hewan, drh. Hendra Wibawa, memberikan instruksi teknis kepada para peternak dan petugas di lapangan guna memutus rantai penularan.
"Saya minta para peternak segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit ternak. Petugas akan langsung memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat," ujarnya
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kandang untuk mengusir serangga pembawa virus.
"LSD ini disebarkan melalui nyamuk dan lalat. Jadi, pemilik ternak harus rajin membersihkan kandang agar tidak lembab, gunakan insektisida bila perlu, dan batasi lalu lintas ternak yang keluar-masuk," tambahnya.
Trakhir, Pihaknya menekankan pentingnya benteng perlindungan melalui vaksinasi.
"Vaksinasi darurat ini sangat penting untuk membentengi hewan di daerah yang tertular. Kami minta tim terpadu di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak agar proses pengendalian ini berjalan cepat dan tepat sasaran," pungkasnya.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram