-->

Jumat, 22 Mei 2026

Target Rampung 31 Mei, Bupati Jembrana instruksikan Penyaluran Bantuan CPP Pusat Terapkan Sistem Jemput BolaJembrana

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) seberat 219,72 ton beras dan 43.944 liter minyak goreng di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, Rabu (20/5/2026). 

Bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BULOG Bali alokasi periode Februari–Maret 2026 ini diserahkan langsung kepada 10.986 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

​Dalam arahannya, Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah situasi ekonomi yang menantang ini adalah untuk meringankan beban hidup masyarakat rentan.
​Setiap KPM menerima jatah untuk dua bulan sekaligus, dengan rincian 20 kg beras (10 kg per bulan) dan 4 liter minyak goreng. Bupati Kembang menilai jumlah tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.


​"Sekarang hidup berat, pemerintah hadir untuk memberikan bantuan. Dengan adanya bantuan beras dan minyak ini, uang yang Bapak/Ibu miliki bisa dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya. Gunakan uangnya untuk kepentingan pendidikan anak, seperti membeli pulpen, buku, dan alat tulis. Jangan sekali-kali dipakai untuk memasang togel (judi)," tegas Bupati Kembang di hadapan warga penerima manfaat.


​Bantuan pangan yang bersumber dari Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI ini ditargetkan rampung disalurkan pada 31 Mei 2026. Kendati demikian, terdapat aturan batas waktu pengambilan selama 5 hari di tingkat desa/kelurahan sebelum bantuan dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan.

​Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Kembang menginstruksikan para Kepala Dusun (Kliang Banjar) untuk proaktif dan menerapkan sistem jemput bola agar bantuan tepat sasaran serta tepat waktu.


​"Saya harap kepada para Kliang Banjar, kalau ada warga yang belum mengambil bantuannya dalam batas waktu 5 hari, tolong antarkan langsung ke rumahnya. Jangan langsung diganti, utamakan dulu hak mereka yang sudah terdata," pungkasnya. ( * )

Pemkab Jembrana Gelar High Level Meeting​Percepat Diigitalisasi Peningkatan PAD

JEMBRANA , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui transformasi digital. Langkah strategis ini dibahas secara mendalam dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah dan Optimalisasi PAD Kabupaten Jembrana yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Jembrana pada Selasa, 19 Mei 2026.
Rapat krusial ini dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana, Kapolres Jembrana, Sekretaris Daerah (Sekda), perwakilan Kejaksaan Negeri, serta Ketua Bank BPD Bali Cabang Negara.
Dalam arahannya, Bupati Jembrana menekankan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak terjebak dalam rutinitas, melainkan aktif melahirkan inovasi guna mendongkrak pendapatan daerah. Selain itu, OPD diminta proaktif membangun jaringan di tingkat pusat demi mengamankan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang lebih besar.
Namun lanhkah ini diminta tetap bijak , tanpa beratkan masyarakat kecil . 

​"Inovasi digitalisasi adalah kunci. Namun, saya ingatkan kepada seluruh tim agar upaya peningkatan PAD ini dilakukan secara bijak. Jangan sampai langkah-langkah yang kita ambil justru memberatkan masyarakat kecil," tegas Bupati Jembrana.

​Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) telah mengimplementasikan sejumlah program strategis, di antaranya:
​1. Peningkatan SDM & Tata Kelola Pajak
• ​Pelatihan Aparatur: Mengirim ASN BPKAD untuk mengikuti pelatihan Kedinasan di bawah Kementerian Keuangan RI, meliputi Pelatihan Pemeriksa (Maret 2026) dan Pelatihan Penggalian Potensi Pajak & Retribusi Daerah (April 2026). Selanjutnya, Pelatihan Penilai Pajak dan Juru Sita akan dilaksanakan pada Agustus 2026.

• ​Kerjasama Kedinasan: Menjalin kerja sama pembibitan lulusan STAN untuk ditempatkan di Pemkab Jembrana.

• ​Perluasan Database Pajak: Menyusun Surat Edaran pendataan Wajib Pajak (WP) baru untuk berbagai sektor PBJT (Hotel, Makanan/Minuman, Hiburan, Parkir, Air Tanah, dan Reklame).

​2. Inovasi Digitalisasi & Sinergi Instansi
• ​Uji Coba EFD: Memasang Electronic Finance Device (EFD) pada WP Hotel dan Restoran, bekerja sama dengan CSR BPD Bali Cabang Negara dan PT Cartens.
• ​Gebyar PBB-P2: Menjemput bola melalui pembayaran PBB-P2 langsung di banjar-banjar se-Kabupaten Jembrana yang telah berjalan sejak awal April 2026.

• ​Sinergi Data dengan Polres: Merancang kerja sama dengan Polres Jembrana untuk sinkronisasi data kedatangan tamu asing di hotel/villa demi transparansi pajak.

• ​Optimalisasi Pajak Kendaraan: Bersama tim gabungan rutin menggelar operasi kendaraan (2 kali sebulan), Samsat Keliling, hingga penagihan door to door ke desa-desa. Termasuk melakukan pendataan kepemilikan kendaraan bagi seluruh ASN Pemkab Jembrana berdasarkan NIK dan NIP.

​3. Implementasi TP2DD (Elektronifikasi Transaksi)
• ​Penerapan e-retribusi parkir Manuver dan Parkir Terminal Penumpang Gilimanuk sejak Februari 2026.
• ​Realisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) domestik pada beberapa OPD perintis (BPKAD, Dinas LHPKP, Dinas PUPR Perhubungan, Dinas PMPTSP, dan Dinas Koperasi, UKM, & Perdagangan) dengan total realisasi mencapai Rp44.415.832,- per Mei 2026. Proses aktivasi ke OPD lainnya terus dilakukan secara bertahap oleh BPD Bali.

​Menatap triwulan kedua tahun 2026, Pemkab Jembrana telah menyusun 6 agenda kerja cepat demi memperluas ekosistem digital:
Pertama , Menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) khusus yang berfokus pada evaluasi dan pengembangan e-Retribusi.
Kedua , Melakukan penyerahan KKP secara simbolis bagi OPD yang belum mengaktifkannya.
Ketiga , Meluncurkan rencana e-Retribusi di TPI Pengambengan.
Keempat , Mengimplementasikan e-Retribusi di sejumlah Puskesmas yang belum menerapkan sistem digital.
Kelima, Memperkuat peran LPD dan Bumdes sebagai penyedia jasa layanan pembayaran daerah berbasis e-link.

Terakhir dengan Menggencarkan sosialisasi pembayaran online melalui video edukasi, bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Jembrana.
" Melalui sinergi lintas sektor dan digitalisasi yang terintegrasi, Pemkab Jembrana optimis mampu menciptakan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, sekaligus mendorong kemandirian fiskal daerah tanpa membebani masyarakat," ujar Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi. (* )

Selasa, 19 Mei 2026

Buka Muskab IV, Bupati Jembrana Ajak LPD Sukseskan Subsidi Kredit PMI

JEMBRANA , BALI KINI – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Jembrana pada Senin (18/5/2026). Acara yang mempertemukan seluruh pengurus LPD se-Kabupaten Jembrana ini digelar di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno dengan fokus utama penguatan sinergi program daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menekankan pentingnya transformasi pelayanan di tubuh LPD. Menurutnya, daya saing LPD saat ini tidak lagi sekadar diukur dari murahnya suku bunga, melainkan dari rasa aman, kenyamanan, serta kecepatan pelayanan yang prima bagi nasabah.

Lebih dari itu, Bupati mendorong LPD untuk mengambil peran strategis dalam menyukseskan program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana, khususnya Program Dana Talangan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang disubsidi penuh tanpa bunga dan tanpa jaminan.

" LPD harus bisa tanggap dan menyesuaikan diri dengan situasi daerah, regional, maupun internasional. Seperti kita di Jembrana, saya harap LPD menjadi garda terdepan yang bekerja sama dengan Pemkab untuk menyalurkan kredit talangan PMI ini. Ini adalah wujud nyata LPD hadir untuk krama," ujar Bupati Kembang.

Melalui sinergi ini, LPD diharapkan dapat mempermudah proses pembiayaan keberangkatan para calon PMI asal Jembrana. Dukungan subsidi dari Pemkab Jembrana akan memastikan beban bunga dan jaminan tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat adat yang ingin mengubah nasib di luar negeri.



Merespons arahan tersebut, Ketua BKS-LPD Kabupaten Jembrana, I Kadek Arnaya, menyatakan kesiapan seluruh jajaran LPD di Jembrana untuk menyukseskan program prorakyat tersebut. Saat ini, Kabupaten Jembrana memiliki modal sosial yang kuat dengan jaringan 64 LPD dan total 407 karyawan yang tersebar di berbagai desa adat.

Kadek Arnaya menjelaskan bahwa pelaksanaan Muskab IV tahun 2026 ini didasarkan pada regulasi resmi, yaitu:
 Perda Nomor 3 Tahun 2017** tentang Lembaga Perkreditan Desa (Pasal 48 ayat 2).
 Sedangkan AD/ART BKS-LPD Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana.
 
Sejalan dengan tantangan baru tersebut, Muskab kali ini mengusung tema: Melalui MUSKAB BKS-LPD Kabupaten Jembrana kita tingkatkan Persatuan dan Kebersamaan untuk memperkuat Peran dan Fungsi LPD dalam memperkuat Ekonomi Adat untuk Kesejahteraan Krama Desa.

Di akhir laporannya, I Kadek Arnaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas komitmen dan dukungan penuh yang selama ini diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.
"Terima kasih atas dukungan, masukan, dan saran dari Bapak Bupati Jembrana. Dengan adanya program bersama seperti kredit talangan PMI tanpa bunga dan jaminan ini, kami optimis LPD dapat terus berkontribusi nyata dan semakin dirasakan manfaatnya bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jembrana," pungkas Kadek Arnaya. ( *)

Bupati Kembang Rangkul Pensiunan, Ajak Bangun Daerah Melalui Berbagi Pengalaman dan Masukan


Jembrana , Bali Kini
  - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara khusus mengajak para pensiunan untuk tidak berhenti berkarya, melainkan tetap ikut membangun daerah lewat sumbangsih pengalaman matang dan masukan-masukan strategis mereka.

Baginya, pengalaman matang dan pemikiran yang dimiliki para anggota PPI justru menjadi aset berharga yang masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mengeksekusi berbagai program daerah.

Ajakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Kembang saat hadir bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna di tengah kemeriahan HUT ke-3 Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Jembrana. 

Acara yang digelar di Gedung Pendopo Kesari, Kecamatan Negara, Minggu (17/5/2026) pagi itu seketika riuh oleh tawa dan canda bernada nostalgia.

"Pengalaman bapak dan ibu sekalian adalah guru terbaik. Kami yang masih aktif di pemerintahan tentu sangat membuka diri terhadap masukan, ide, dan wejangan demi membawa Jembrana ke arah yang lebih baik," ungkap Bupati Kembang.

Di usia PPI Jembrana yang ketiga ini, Bupati Kembang juga berharap organisasi ini terus menjadi wadah perekat silaturahmi yang solid. Fokusnya bukan hanya tentang kontribusi pemikiran, melainkan juga menjaga kesehatan mental dan fisik para purnatugas.

"Selain menyumbang pemikiran, yang paling utama adalah bapak dan ibu harus tetap bahagia dan sehat. Forum seperti ini penting agar di masa tua tetap aktif bergerak dan menjaga kebugaran," tambah Kembang.

Sementara itu, Ketua Panitia, IGN Sudiarsa menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran orang nomor satu di Jembrana tersebut. 

Sudiarsa menyebut, perayaan hari jadi yang ketiga ini sengaja dikemas dengan berbagai kegiatan positif guna menjaga kesehatan fisik dan mental para anggota.

Acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Kembang yang diserahkan kepada pengurus PPI Kabupaten Jembrana sebagai simbol rasa syukur atas eksistensi organisasi yang telah menginjak usia tiga tahun. 

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Persatuan Pensiunan Indonesia Provinsi Bali, I Gusti Made Sunendra, Mantan Bupati Jembrana (2000-2010), Prof. Dr. drg. I Gede Winasa, Sekda I Made Budiasa, serta stakeholder lainnya.  (*)

Jumat, 15 Mei 2026

Lepas 10 Siswa Magang ke Jepang, Wabup Ipat Pesan Jaga Nama Baik Jembrana

Jembrana , Bali Kini – Sebanyak 10 tenaga kerja magang resmi dilepas untuk mengikuti program magang ke Jepang di LPK Yuki Duta Pertiwi, Kamis (14/5). Pelepasan para peserta magang tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).
Wabup Ipat berharap seluruh ilmu dan keterampilan yang telah diberikan oleh LPK dapat menjadi bekal selama bekerja di negeri sakura. Ia juga mendoakan para peserta magang mampu meraih keberhasilan dan kesuksesan selama berada di luar negeri.
“Mudah-mudahan apa yang diajarkan oleh LPK bisa menjadi bekal di sana. Harapan dari wali dan orang tua tentu adik-adik ini bisa berhasil dan sukses di negeri orang,” ujarnya.

Menurutnya, bekerja di luar negeri kini menjadi salah satu cita-cita banyak anak muda. Selain Jepang, ada pula yang memilih bekerja di kapal pesiar dengan harapan memperoleh penghasilan yang lebih baik dibandingkan bekerja di daerah sendiri.

Namun demikian, Wabup Ipat mengingatkan agar para peserta magang mampu memanfaatkan penghasilan dengan bijak. Selain untuk membantu keluarga, mereka juga diminta tetap menjaga nama baik daerah selama berada di luar negeri.
“Yang paling penting ketika sudah mendapatkan penghasilan adalah bagaimana cara menggunakannya dengan baik. Selain berhasil mencari nafkah, yang terpenting juga bagaimana adik-adik ini bisa menjaga nama baik Jembrana,” tegasnya.


Sementara itu, salah satu siswi LPK Yuki Duta Pertiwi yang akan berangkat ke Jepang, Ni Wayan Andreasih, mewakili seluruh peserta magang menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Jembrana atas program dana talangan yang diberikan kepada calon peserta magang.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban biaya keberangkatan yang harus ditanggung keluarga.
“Secara pribadi saya merasa sangat terbantu dan beban orang tua saya menjadi lebih ringan dalam biaya keberangkatan. Saya berharap program ini bisa terus berkelanjutan sehingga adik-adik yang ingin magang ke Jepang juga dapat menikmati manfaatnya,” ungkapnya. (* Ra)

Wabup Ipat Hadiri Pujawali Pura Melanting Pasar Umum Negara, Doakan Stabilitas Ekonomi Jembrana

Jembrana , Bali Kini - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perdagangan, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Wabup Ipat), hadir melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Pujawali di Pura Melanting Pasar Umum Negara, Rabu (13/5). Prosesi yang jatuh tepat pada *Rahina Buda Kliwon Gumbreg* ini menjadi momentum spiritual krusial bagi stabilitas ekonomi masyarakat di Bumi Makepung.

Pura Melanting, yang secara filosofis merupakan *stana* Dewa Kemakmuran, menjadi pusat konsentrasi doa bagi para pedagang dan pengelola pasar. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ipat menekankan bahwa keberadaan pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi fisik, melainkan jantung kehidupan sosial-ekonomi daerah yang harus dijaga keseimbangannya, baik secara *sekala* (lahiriah) maupun *niskala* (batiniah).

"Piodalan ini adalah bentuk rasa syukur kita sekaligus permohonan agar pusat perekonomian Jembrana ini selalu diberkati. Kami berharap, vibrasi positif dari doa bersama ini dapat membangkitkan semangat para pedagang untuk terus produktif," ujar Wabup Ipat usai prosesi persembahyangan .

Lebih lanjut, Wabup Ipat menyoroti pentingnya aspek pelayanan dan kepuasan pelanggan dalam ekosistem pasar. Menurutnya, pasar yang nyaman dan memiliki aura positif akan secara otomatis menarik minat masyarakat untuk berbelanja, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang lokal.

"Jika suasana pasar harmonis dan spiritualitasnya terjaga, pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih baik. Kita ingin masyarakat merasa puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan harga yang stabil serta suasana yang kondusif," imbuhnya.

Kehadiran orang nomor dua di Jembrana ini juga didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dinas terkait. Selain mengikuti prosesi keagamaan, kehadiran jajaran pemerintah ini sekaligus bertujuan untuk memantau perkembangan sarana dan prasarana pasar. Hal ini dilakukan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya pasca-renovasi dan penataan kawasan Pasar Umum Negara yang kini tampil lebih modern dan tertata.

Senada dengan Wabup, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUP) Jembrana, I Made Harta Wijaya, menjelaskan bahwa piodalan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
"Kegiatan ini rutin dengan anggaran sebesar Rp13 juta. Tujuannya jelas, untuk menjaga energi positif di lingkungan pasar agar pelayanan jual-beli di Pasar Umum Negara semakin membaik dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak," pungkas Harta Wijaya.
Dengan terlaksananya pujawali ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap sinergi antara kerja keras pedagang dan restu spiritual dapat membawa kemakmuran yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. ( * )

Jumat, 08 Mei 2026

Bupati Jembrana Lepas 90 Calon Jamaah Haji, Pemkab Tingkatkan Fasilitas Akomodasi di Surabaya

JEMBRANA , BALI KINI – Bupati Jembrana secara resmi melepas keberangkatan 90 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Jembrana tahun 1447 H / 2026 M bertempat di halaman Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Jumat (8/5). Dalam pelepasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen meningkatkan pelayanan bagi jamaah dengan menambah fasilitas bantuan akomodasi selama perjalanan menuju embarkasi.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah daerah tidak hanya memfasilitasi transportasi bus menuju Surabaya, tetapi juga menambah bantuan biaya menginap satu malam di hotel saat tiba di Surabaya sebelum jamaah memasuki asrama haji.

​"Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi bentuk perhatian dan kebersamaan pemerintah daerah dengan masyarakat. Kami ingin para jamaah berangkat dengan perasaan tenang, nyaman, dan bahagia sehingga bisa lebih fokus mempersiapkan ibadah," ujar Bupati di hadapan para jamaah dan keluarga yang memadati lokasi acara.
Bupati Kembang Hartawan dinobati sebagai Duta Sahabat Haji atas Apresiasi dan Kontribusi Nyata Kepada Jemaah Haji Jembrana oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Dan Umrah Provinsi Bali. 

​Bupati juga menitipkan pesan agar para jamaah senantiasa menjaga kesehatan serta menjaga nama baik Kabupaten Jembrana selama berada di Tanah Suci. Beliau berharap jamaah asal Jembrana dikenal sebagai jamaah yang ramah, tertib, dan penuh toleransi.
"Saya titip doa untuk Kabupaten Jembrana. Doakan agar masyarakat kita sehat, ekonomi semakin baik, generasi muda sukses, serta daerah kita tetap aman dan harmonis," imbuhnya.
​Berdasarkan laporan teknis, jamaah haji Kabupaten Jembrana tahun ini merupakan bagian dari kuota Provinsi Bali yang berjumlah total 698 orang. Sebanyak 90 orang jamaah asal Jembrana tersebut terdiri dari 46 pria dan 44 wanita dengan rincian per kecamatan sebagai berikut:
• ​Kecamatan Negara: 38 orang
• ​Kecamatan Melaya: 27 orang
• ​Kecamatan Jembrana: 12 orang
• ​Kecamatan Mendoyo: 11 orang
• ​Kecamatan Pekutatan: 2 orang
​Tercatat, jamaah termuda atas nama Junda Fajlurrohman Izzudin (27 tahun) dan jamaah tertua atas nama Sakdan (84 tahun), keduanya berasal dari Kecamatan Melaya. Secara profesi, jamaah tahun ini didominasi oleh PNS (23 orang), disusul sektor swasta (22 orang), dan Ibu Rumah Tangga (17 orang).
​Rombongan jamaah haji Jembrana yang tergabung dalam Rombongan 6, 7, dan 8 Kloter 70 SUB ini dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 07.05 WIB. Guna memastikan kelancaran, Pemkab Jembrana telah menyiapkan 3 unit bus pengantar yang seluruh biayanya ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

​Meningkatnya jumlah antrean haji di Jembrana yang kini mencapai 2.684 orang dengan masa tunggu hingga 29 tahun disebut Bupati sebagai indikator positif meningkatnya kesadaran religius sekaligus perkembangan ekonomi masyarakat Jembrana yang semakin membaik.

Minggu, 15 Maret 2026

Jumat, 13 Maret 2026

Pertama kali, Jembrana Gelar Rakor Besar Lintas Sektoral Bahas Pembangunan Strategis

NEGARA, JEMBRANA BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Jembrana melakukan terobosan baru dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Konsolidasi lintas sektoral berskala besar pada Jumat (13/03/2026). Bertempat di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
Pertemuan ini menghadirkan 816 peserta yang merupakan perangkat kewilayahan ,desa adat serta tokoh masyarakat sebagai  garda terdepan pemerintahan .Pertemuan  ini memberikan Pemaparan Strategis, Dari Ketahanan Pangan hingga Investasi . 

Sementara materi rakor disampaikan langsung oleh jajaran Forkopimda, pejabat daerah,  kepala instansi vertikal hingga perumda.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Jembrana untuk menyatukan frekuensi , menyatukan barisan dalam menyambut transformasi ekonomi besar-besaran yang tengah berlangsung di wilayah Bali Barat.

Dalam arahannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menekankan bahwa pembangunan Jembrana tidak boleh dilakukan secara parsial atau bekerja sendiri-sendiri. Ia menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat lingkungan hingga dinas, untuk bergerak dalam satu komando yang selaras.

"Kita berkumpul hari ini untuk melihat dengan jernih apa yang sedang terjadi di Jembrana saat ini dan ke mana arah masa depan kita. Semuanya harus bergerak bersama, berpikir bersama, dan bekerja bersama," tegas Bupati Kembang Hartawan di hadapan ratusan peserta.

Rakor ini berfungsi sebagai wadah konsolidasi data dan rencana strategis yang dipaparkan oleh para ahli dan pimpinan instansi vertikal, di antaranya:
 
Materi Ketahanan dan Keamanan, oleh Dandim 1617 Jembrana memaparkan Program Strategis Nasional (MBG dan KDMP), sementara Kapolres Jembrana memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H.

 Materi besar mendasar lainnya Transformasi Ekonomi Berbasis Data oleh BPS Jembrana menyajikan data makro ekonomi sebagai fondasi kebijakan pemerintah yang akurat.
 
Sementara Progres pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang diproyeksikan menjadi pusat perikanan internasional, serta rencana proyek Kerthi Bali Semesta (KBS) di Pekutatan yang mencakup pengembangan Golf & Resort . Termasuk beberapa rencana inevstasi pihak ketiga dan swasta yang segera beroperasi di Jembrana juga ikut dibahas. 

 Dari sisi Infrastruktur Penunjang, 
Kepastian pasokan listrik dari PLN dan ketersediaan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati guna mendukung ekosistem industri dan investasi baru. 

Sementara untuk peningkatan SDM, Rencana pendirian Sekolah Widyalaya oleh Kemenag Jembrana di Penyaringan serta laporan investasi hijau berkelanjutan dari KPH Bali Barat.

Tak kalah menariknya persoalan sampah dan pentaaan wilayah kelingkungan sebagai lingkup terkecil juga ikut dibahas. Kali ini menghadirikan pemateri mengacu pda sukses story inovasi banjar warnasari kelod kecamatan Melaya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber. 

Bupati menutup koordinasi dengan optimisme tinggi bahwa keterlibatan aktif dari Kelian Adat dan Kepala Lingkungan sangat vital dalam menjembatani program pemerintah ke masyarakat luas. Ia yakin, dengan sinergi ini, peluang strategis yang ada akan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Jika semua peluang ini dikelola dengan baik, saya yakin Jembrana akan mengalami lonjakan kemajuan yang signifikan," pungkasnya. ( * )

Sabtu, 17 Januari 2026

Percepat Penanganan LSD, Pemkab Jembrana Terima Bantuan Vaksin dan Logistik Medis dari Pusat.

Laporan: Tim Lpt 
JEMBRANA , BALI KINI – Penanganan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui penyaluran bantuan vaksin dan alat kesehatan, Sabtu (17/1). 

Intervensi ini menjadi langkah strategis Pemkab Jembrana dalam mengendalikan temuan kasus yang muncul di Kecamatan Negara dan Melaya.

Bantuan diserahkan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, M.Si., Ph.D., kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), di Balai Tempek III, Br. Tunas Mekar, Ds. Manistutu, Melaya. 

Bantuan tersebut terdiri dari 500 dosis vaksin LSD, 500 tube EDTA, 500 tube plain, 500 needle, serta dukungan obat-obatan dan disinfektan.

Bupati I Made Kembang Hartawan menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu peternak di Jembrana.

"Hari ini kita menerima peralatan lengkap untuk mencegah penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) atau lato-lato ya, benjol-benjol. Jadi ini lengkap, komplit. Ada vaksin, obat-obatan, multivitamin, dan juga disinfektan. Ya, terima kasih. Jadi pemerintah pusat diserahkan ke provinsi dan diserahkan kepada kami ," ujarnya

Pihaknya juga menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ekonomi masyarakat peternak.

"Ini adalah salah satu upaya kita untuk mempercepat menangani menyebarnya penyakit LSD pada sapi. Jadi kolaborasi yang luar biasa hari ini, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga dengan upaya yang luar biasa ini, segera penyakit LSD ini bisa kita selesaikan," tegasnya.

Sementara, Direktur Kesehatan Hewan, drh. Hendra Wibawa, memberikan instruksi teknis kepada para peternak dan petugas di lapangan guna memutus rantai penularan. 

"Saya minta para peternak segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit ternak. Petugas akan langsung memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat," ujarnya 

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kandang untuk mengusir serangga pembawa virus.

"LSD ini disebarkan melalui nyamuk dan lalat. Jadi, pemilik ternak harus rajin membersihkan kandang agar tidak lembab, gunakan insektisida bila perlu, dan batasi lalu lintas ternak yang keluar-masuk," tambahnya.

Trakhir, Pihaknya menekankan pentingnya benteng perlindungan melalui vaksinasi. 

"Vaksinasi darurat ini sangat penting untuk membentengi hewan di daerah yang tertular. Kami minta tim terpadu di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak agar proses pengendalian ini berjalan cepat dan tepat sasaran," pungkasnya. 

Kompak, Bupati dan Wabup Jembrana Terjun langsung pimpin Gotong Royong pasca Banjir di Pekutatan

LAPORAN REPORTER : AJB / TIM LPT 
JEMBRANA , BALI KINI  – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menunjukkan aksi nyata dalam merespons bencana banjir yang melanda Banjar Pasar (Lapangan Bawah), Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jumat (16/1).

Tidak hanya hadir untuk memantau, kedua pucuk pimpinan Kabupaten Jembrana tersebut langsung  ikut bergotong royong bersama warga. Dengan menggunakan alat seadanya, Bupati dan Wabup bahu-membahu membersihkan endapan lumpur yang masuk ke dalam rumah-rumah warga terdampak.

Dalam sela-sela kegiatan tersebut, Bupati Kembang menyampaikan rasa prihatinnya sekaligus memberikan penguatan moral kepada masyarakat.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab dan rasa kemanusiaan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi musibah ini. Fokus utama kita hari ini adalah pembersihan lingkungan agar sirkulasi air kembali normal dan rumah warga layak ditempati kembali. Saya sudah perintahkan jajaran BPBD dan Dinas Sosial untuk stand by, jangan sampai ada warga yang kelaparan karena perlengkapan masaknya rusak," tegasnya.

Pihaknya juga menambahkan bahwa penanganan banjir ini akan dilakukan secara komprehensif, tidak hanya jangka pendek tetapi juga mengevaluasi penyebab banjir di wilayah tersebut.

"Selain bantuan darurat, saya instruksikan dinas terkait untuk segera mengkaji sistem drainase di sini. Kita harus cari solusi permanen agar saat intensitas hujan tinggi, wilayah Lapangan Bawah ini tidak lagi menjadi langganan banjir," imbuhnya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan skala prioritas sesuai SOP kebencanaan.

"Untuk tahap awal, kami salurkan 46 paket sembako. Kami menyadari banyak warga yang berasnya terendam atau peralatan dapurnya belum bisa digunakan, sehingga bantuan logistik dasar ini menjadi sangat krusial," jelas Agus Artana.

Terkait kerusakan fisik, BPBD mencatat terdapat kerusakan pada dua unit dapur, satu kamar mandi, dan satu tembok penyengker.

"Data kerusakan ini akan segera kami proses. Kami akan koordinasikan usulan perbaikannya, baik ke tingkat Provinsi, Kabupaten, maupun melalui sinergi dengan PMI. Kita akan lihat klasifikasi kerusakannya untuk menentukan skema bantuan yang paling tepat," tutupnya.

Aksi gotong royong ini melibatkan unsur TNI/Polri, relawan, dan perangkat desa setempat, sebagai bentuk sinergi dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Desa Pekutatan. 

Rabu, 14 Januari 2026

Prajuru MDA Kecamatan se-Jembrana Dikukuhkan, Bupati Tekankan Pengabdian Skala-Niskala

Laporan : Tim Liputan 
Jembrana Bali Kini  , Bali Kini – Prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan se-Kabupaten Jembrana masa ayahan Isaka Warsa 1947–1952 atau periode 2026–2031 resmi dikukuhkan, Rabu (14/1). Pengukuhan berlangsung di Gedung Ballroom Ir. Soekarno. 

Adapun prajuru yang dikukuhkan masing-masing Ketua MDA Kecamatan Pekutatan I Kadek Suentra, Ketua MDA Kecamatan Mendoyo I Wayan Gelgel, Ketua MDA Kecamatan Jembrana I Ketut Wardana, Ketua MDA Kecamatan Negara I Negah Sudama, serta Ketua MDA Kecamatan Melaya I Wayan Reden.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pengukuhan prajuru MDA tidak sekadar seremonial, melainkan merupakan wujud nyata pengabdian suci kepada adat, baik secara sekala maupun niskala.

Menurutnya, tugas prajuru MDA tidaklah ringan, bahkan setara dengan tugas bendesa adat. Prajuru tidak hanya berkaitan dengan awig-awig, tetapi juga dituntut mampu mengayomi, memfasilitasi, serta menyelesaikan berbagai persoalan adat di masyarakat.
“Saya tahu tugas prajuru itu berat, sama beratnya seperti bendesa. Tidak hanya bicara awig-awig, tetapi banyak hal yang harus dihadapi. Harus mampu mengayomi dan memfasilitasi. Ini luar biasa,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

Ia pun mengapresiasi keikhlasan seluruh prajuru yang telah bersedia ngayah di bidang adat. Bupati berharap ke depan prajuru MDA dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi menjaga keharmonisan dan kelestarian adat istiadat di Jembrana.
“Saya ucapkan selamat sudah ikut ngayah di adat. Mari kita bekerja sama, bersinergi, dan berjalan beriringan,” tandasnya. 

Lobi Pusat, Bupati Jembrana kawal langsung anggaran prioritas di Kemendagri

Laporan Reporter : Ajb Tim Lpt 
Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (13/1) di Jakarta. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kembang  diterima langsung oleh Direktur Jenderal Bina Bangda Kemendagri Restuardy Daud .

Pertemuan ini dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai usulan strategis pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sekaligus percepatan target infrastruktur didaerah. 

Bupati Kembang menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan daerah dengan prioritas nasional, terutama pada sektor infrastruktur dasar. 
Beberapa sektor yang menjadi perhatian utama meliputi pembangunan dan pemeliharaan jalan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan kawasan ekonomi pedesaan dan pesisir.

“Pembangunan Jembrana membutuhkan dukungan anggaran yang kuat, tidak hanya dari APBD, tetapi juga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program strategis kementerian. Aspirasi ini kami sampaikan langsung sebagai bentuk ikhtiar memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Kembang Hartawan didampingi Wabup Patriana Krisna  dilokasi acara. 

Dibidang pendidikan, Pemkab Jembrana mengusulkan rehabilitasi sedang hingga berat ruang kelas sekolah sebanyak 10 unit dengan anggaran Rp7,8 miliar lebih, serta pembangunan ruang kelas baru sebanyak lima unit senilai Rp6,5 miliar lebih.
Sementara di bidang kesehatan, usulan meliputi pengelolaan Jaminan Kesehatan Masyarakat ( BPJS) dengan kebutuhan anggaran Rp16 miliar selama tiga bulan . Lainnya,  pemeliharaan dan rehabilitasi sarana prasarana pendukung gedung puskesmas pembantu (pustu) dengan nilai Rp14,24 miliar.

Pada urusan pekerjaan umum, usulan mencakup peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan sebesar Rp22 miliar, pembangunan sumur dalam dan jaringan perpipaan serta rehabilitasi jaringan irigasi permukaan senilai Rp31,04 miliar. Selain itu, diusulkan pula pemeliharaan berkala jalan sepanjang 41,79 kilometer dengan anggaran Rp83,58 miliar, pembangunan jembatan Rp7,7 miliar, serta penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan senilai Rp36,33 miliar.

Pemkab Jembrana juga mengajukan usulan di bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, khususnya pencegahan kebakaran melalui pengadaan mobil layanan darurat reaksi cepat dan mobil pemadam kebakaran. Di sektor perhubungan, usulan diarahkan pada penyediaan perlengkapan jalan di ruas jalan kabupaten/kota.

Pihak Ditjen Bina Bangda Kemendagri menyambut positif langkah proaktif Pemkab Jembrana tersebut. Dirjen Bina Bangda menegaskan pentingnya kesesuaian dokumen perencanaan daerah, khususnya RKPD, dengan arah dan target pembangunan nasional agar usulan dapat diproses dan direalisasikan pada tahun anggaran berjalan maupun tahun berikutnya. 

Senin, 12 Januari 2026

Bupati Kembang: Sentralisasi Kendaraan Jadi Strategi Pemkab Jembrana Tekan Efisiensi di Tengah Keterbatasan Fiskal

NEGARA, JEMBRANA BALI KINI – Menghapi tantangan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mengambil langkah berani dengan menerapkan kebijakan Sentralisasi Kendaraan Dinas. Strategi ini dirancang untuk memangkas belanja operasional yang tidak mendesak dan memastikan setiap aset daerah bekerja secara maksimal untuk pelayanan masyarakat.


Bupati Jembrana  I Made Kembang Hartawan dihubungi  senin (12/1) mengatakan kebijakan  sentralisasi atau sistem pooling kendaraan ini merupakan respons  pemerintah daerah terhadap 
keterbatasan anggaran. Dengan menarik pengelolaan kendaraan ke satu titik( dipegang satu sub bagian umum sekretariat daerah ) , Pemkab Jembrana memproyeksikan ada penghematan pada pos pemeliharaan, dan BBM. Jika dulu anggaran tersebut tersebar ditiap dinas sekarang pengawasannya terpusat. 

Tak kalah pentingnya tujuannya sebagai fungsi kontrol dan pengawasan agar semua aset daerah itu terpakai efektif dan efisien. 

" tentu tujuan yang kita harapkan ada efisiensi dibiaya operasional, mempermudah fungsi kontrol terhadap penggunaan aset , umur aset termasuk skala prioritas penggunaan, " ujar Bupati Kembang. 


Ia menambahkan langkah ini juga bagian strategi menjaga keuangan daerah ditengah keterbatasan fiskal.
Bupati optimis mampu menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Bupati Jembrana menyatakan bahwa efisiensi adalah harga mati di tengah ruang fiskal yang terbatas.
"Kita harus cerdas dalam mengelola setiap rupiah. Sentralisasi kendaraan bukan sekadar soal pengaturan parkir, tapi soal disiplin anggaran. Kita mengalihkan beban biaya rutin yang tinggi menjadi anggaran yang bisa digunakan untuk jaminan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur masyarakat," tegasnya.


Kebijakan sentralisasi ini akan didukung  
Inovasi berupa  transformasi digital birokrasi di Jembrana. 
Artinya , pergerakan kendaraan akan dipantau secara real-time untuk memastikan akuntabilitas perjalanan dinas.

Ke depan, kebijakan ini akan terus dievaluasi guna memastikan efektivitas pelaksanaannya serta memberikan manfaat maksimal bagi tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah. (*)

Bupati Kembang: Sentralisasi Kendaraan Jadi Strategi Pemkab Jembrana Tekan Efisiensi di Tengah Keterbatasan Fiskal

NEGARA, JEMBRANA BALI KINI – Menghapi tantangan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mengambil langkah berani dengan menerapkan kebijakan Sentralisasi Kendaraan Dinas. Strategi ini dirancang untuk memangkas belanja operasional yang tidak mendesak dan memastikan setiap aset daerah bekerja secara maksimal untuk pelayanan masyarakat.


Bupati Jembrana  I Made Kembang Hartawan dihubungi  senin (12/1) mengatakan kebijakan  sentralisasi atau sistem pooling kendaraan ini merupakan respons  pemerintah daerah terhadap 
keterbatasan anggaran. Dengan menarik pengelolaan kendaraan ke satu titik( dipegang satu sub bagian umum sekretariat daerah ) , Pemkab Jembrana memproyeksikan ada penghematan pada pos pemeliharaan, dan BBM. Jika dulu anggaran tersebut tersebar ditiap dinas sekarang pengawasannya terpusat. 

Tak kalah pentingnya tujuannya sebagai fungsi kontrol dan pengawasan agar semua aset daerah itu terpakai efektif dan efisien. 

" tentu tujuan yang kita harapkan ada efisiensi dibiaya operasional, mempermudah fungsi kontrol terhadap penggunaan aset , umur aset termasuk skala prioritas penggunaan, " ujar Bupati Kembang. 


Ia menambahkan langkah ini juga bagian strategi menjaga keuangan daerah ditengah keterbatasan fiskal.
Bupati optimis mampu menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Bupati Jembrana menyatakan bahwa efisiensi adalah harga mati di tengah ruang fiskal yang terbatas.
"Kita harus cerdas dalam mengelola setiap rupiah. Sentralisasi kendaraan bukan sekadar soal pengaturan parkir, tapi soal disiplin anggaran. Kita mengalihkan beban biaya rutin yang tinggi menjadi anggaran yang bisa digunakan untuk jaminan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur masyarakat," tegasnya.


Kebijakan sentralisasi ini akan didukung  
Inovasi berupa  transformasi digital birokrasi di Jembrana. 
Artinya , pergerakan kendaraan akan dipantau secara real-time untuk memastikan akuntabilitas perjalanan dinas.

Ke depan, kebijakan ini akan terus dievaluasi guna memastikan efektivitas pelaksanaannya serta memberikan manfaat maksimal bagi tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah. (*)

Jumat, 02 Januari 2026

Awali 2026, Bupati Kembang Tancap Gas! Lantik Puluhan Pejabat di Kebun Kakao

Laporan Reporter : Tim Lpt 

JEMBRANA , BALI KINI — Pemerintah Kabupaten Jembrana mengawali tahun 2026 dengan cara yang tak biasa. Bupati I Made Kembang Hartawan melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat tinggi pratama, administrator dan pengawas di tengah kebun kakao milik I Ketut Sudomo, di Banjar Moding, Desa Candikusuma, Kamis (2/1/2026). 

Kebun kakao dipilih sebagai simbol agar pejabat yang dilantik tidak terlepas dari realitas kehidupan masyarakat di Jembrana.

Bupati Kembang Hartawan menyebut kakao merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang menopang perekonomian masyarakat. Dengan melaksanakan pelantikan di kebun, pemerintah daerah ingin menegaskan komitmen membangun birokrasi yang membumi dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

“Kedepan tidak lagi hanya berpikir urusan-urusan klasik administratif saja, itu harus sudah clear sekarang. Jadi sekarang, bagaimana memikirkan isi perut masyarakat, bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya para petani, nelayan, buruh dan lainnya,” ungkap Bupati Kembang.

Lebih lanjut, Bupati Kembang yang didampingi Wabup IGN Patriana Krisna (Ipat) dan Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menegaskan, pengisian dan pengukuhan jabatan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pelantikan ini merupakan penegasan komitmen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Seluruh proses dilaksanakan berdasarkan objektivitas, kompetensi, serta rekam jejak yang jelas,” ujarnya.

Adapun rincian pejabat yang dilantik yaitu, 8 orang Pejabat Tinggi Pratama, 44 orang Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas sebanyak 42 orang. Dengan total keseluruhan sebanyak 94 orang.

Dari 8 Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik, 4 diantaranya merupakan peraih ranking pertama dalam seleksi terbuka pengisian 4 JPTP yang digelar pada akhir tahun 2025 lalu. 

Diantaranya I Gede Gus Diendi sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jembrana, I Gusti Made Wijaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jembrana, Ida Bagus Ketut Budi Aryana sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Jembrana dan terakhir Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana. 

Kemudian empat Pejabat Tinggi Pratama lainnya tersebut diangkat dalam jabatan yang sama mengacu pada Perda SOTK, dimana terdapat 4 OPD/Dinas yang digabung atau dirampingkan menjadi 2 OPD/Dinas dan 1 OPD/Dinas yang dilebur kedalam 2 OPD/Dinas. 

Diantaranya, Dewa Gede Ary Candra sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Jembrana, I Wayan Sudiarta sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan Jembrana, Ni Kadek Ari Sugianti sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jembrana.

Kemudian untuk posisi Direktur RSU Negara dijabat oleh dr. I Gusti Agung Putu Arinsantha menggantikan dr. Ni Putu Eka Indrawati yang digeser sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Jembrana.

Kamis, 11 Desember 2025

Siap berkontribusi . 48 Pramuka Penggalang Jembrana dilepas ke Jambore Daerah Bali 2025

Laporan Reporter : Ajb Tim Lpt 
Jembrana , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi melepas 48 Pramuka Penggalang yang akan mewakili Kabupaten Jembrana pada Jambore Daerah Bali Tahun 2025. 

Upacara pelepasan dipimpin oleh Sekda Jembrana sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Jembrana, I Made Budiasa, mewakili Bupati Jembrana. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Jembrana, Kamis (11/12).

Jambore Daerah Bali Tahun 2025 akan dilaksanakan pada 12–15 Desember 2025 bertempat di Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai, Margarana, Tabanan.

Dalam sambutannya, Sekda Jembrana I Made Budiasa menyampaikan selamat kepada 48 Pramuka Penggalang terpilih dari 21 Gugus Depan se-Kabupaten Jembrana. Mereka sebelumnya telah melewati tahapan seleksi di Gugus Depan masing-masing, setelah mengikuti Jambore Cabang Jembrana pada Oktober 2025.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana, Kakak ucapkan selamat berjuang di kancah provinsi. Semoga sukses membawa nama baik Kabupaten Jembrana yang Maju, Harmoni dan Bermartabat melalui pendidikan Gerakan Pramuka,” ujar Sekda Budiasa.

Sekda Budiasa menekankan esensi Jambore sebagai pertemuan besar di alam terbuka yang bertujuan membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, serta memperkuat persaudaraan antarpramuka. Melalui kegiatan perkemahan, penjelajahan, seni budaya, hingga ketangkasan, para peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, disiplin, berjiwa Pancasila, kreatif, dan peduli sosial.

“Jambore bukan sekadar kegiatan bersenang-senang, melainkan ajang membentuk jati diri melalui pengalaman langsung. Jambore adalah laboratorium karakter di alam terbuka yang menyiapkan generasi muda menjadi insan berdaya guna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Sekda juga berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap, menjunjung sopan santun, berbudi pekerti luhur, serta siap menolong siapa pun sesuai kode kehormatan Pramuka. Ia mendorong peserta untuk menimba pengalaman sebanyak mungkin, berinteraksi dengan pramuka dari kabupaten lain, serta meningkatkan kemampuan diri sebagai bekal kepemimpinan dan pengabdian.

“Ikuti seluruh rangkaian acara dengan disiplin, serap pengetahuan baru, perluas wawasan, sehingga dapat menjadi modal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah,” pesan Sekda Budiasa. 

Senin, 24 November 2025

Bupati Kembang Apresiasi Yayasan Dharma Laksana Lestarikan Kesenian Lokal, Lewat Pementasan Tari Jegog Tempo Dulu


Laporan Reporter  : Ajb Tim Lpt 

Jembrana, Bali Kini  – Upaya pelestarian kesenian lokal Jembrana kembali ditunjukkan oleh yayasan blabla dengan menampilkan pementasan Pementasan Tari Jegog Tempo Dulu resmi dibuka di Wantilan Pura Dalem Baluk, Minggu (23/11). 

Bupati yang hadir langsung pada kesempatan itu, mengapresiasi luar biasa akan pementasan kesenian tersebut. Apalagi kesenian jegog hanya ada satu-satunya di Bali.
“Saya mengapresiasi pementasan kesenian jegog ini. Penampilan para seniman juga luar biasa. Semoga dengan langkah semakin semakin memperkuat dalam upata pelestarian jegog dan juga sebagai ajang promosi wisata di Kabupayen Jembrana,” ungkapnya.


Bupati Kembang juga menegaskan bahwa pelestarian seni budaya tidak bisa berjalan tanpa sinergi semua pihak. “Ini bukan sekadar hiburan dan pertunjukan, tetapi upaya kita melestarikan adat, tradisi, dan budaya. Ini adalah kerja bersama pemerintah, sekaa seni, dan para pecinta seni,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Sanggar Tari Bali Satya Laksana, I Putu Dartawan, menjelaskan bahwa pementasan ini merupakan “sebuah perjalanan waktu” untuk menghidupkan kembali roh dan semangat jegog, salah satu warisan budaya Bali Barat yang sarat nilai. Ia menyebut, jegog tempo dulu memiliki filosofi mendalam yang mengekspresikan kesederhanaan, kerukunan, serta keterampilan para seniman masa lalu dalam menarikan gerakan yang energik, spontan, dan penuh makna.
“Tujuan utama pementasan ini adalah pelestarian menjaga keahlian bentuk-bentuk tari dan tabuh jegog yang kini mulai jarang dipentaskan,” ujar Dartawan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi edukasi bagi generasi muda agar memahami sejarah seni jegog serta menjadi bentuk penghormatan kepada para sesepuh dan maestro yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kesenian ini.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Balai Pelestarian Budaya Wilayah 15 atas dukungan moral dan fasilitasi yang diberikan. Ia berharap pementasan ini dapat memberi kesan mendalam serta membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi. “Mari kita nikmati setiap instrumen bambu yang memukau dan setiap gerakan tari yang penuh daya magis,” ajaknya.

Minggu, 23 November 2025

Mekepung Lampit 2025 , Ajang pelestarian atraksi unik tradisi budaya Jembrana


Laporan Reporter : Ajb / Tim Lpt 
Jembrana , Bali Kini - Tradisi budaya khas Jembrana kembali ditampilkan dengan penuh semangat melalui Lomba Mekepung Lampit Tahun 2025 yang resmi dibuka langsung oleh Bupati Kembang pada Minggu (23/11) di Subak Pecelengan Pedukuhan, Banjar Kebebeng, Desa Mendoyo Dangintukad, Kecamatan Mendoyo. 

Turut hadir juga Wakil Bupati Jembrana, Ketua DPRD kabupaten Jembrana, Forkopimda, Sekretaris Daerah kabupaten Jembrana, Para Asisten Sekda dan Para Pemimpin OPD, Sekretaris Dewan, Camat serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Mekepung Lampit bukan sekadar lomba, tetapi merupakan upaya kita semua untuk merawat budaya, menjaga kebersamaaan dan sekaligus juga menumbuhkan rasa gembira di tengah-tengah masyarakat. 

"Mekepung lampit ini sudah menjadi tradisi dari jaman ke jaman sejak dahulu sehingga setiap periode demi periode kepemimpinan berganti, tentu pemimpinnya dan kita semua juga harus mempertahankan tradisi ini", ujar Bupati Kembang. 

Lebih lanjut, Bupati kembang juga berharap semoga dengan upaya semuanya dalam menjaga tradisi, merawat budaya, dan apa yang diwariskan oleh leluhur ini bisa terus dipertahankan. 

Suasana pembukaan semakin meriah ketika Bupati Kembang dan juga Wakil Bupati Ipat turun langsung ke arena, ikut serta dalam atraksi Mekepung Lampit. 

Dengan penuh antusias, Bupati Kembang menaiki lampit di tengah sawah berlumpur yang diikuti juga oleh Wakil Bupati. Penampilan Bupati dan Wakil Bupati ini sontak disambut tepuk tangan dan sorakan meriah dari warga yang memenuhi area persawahan. 

"Ternyata seru sekali, melebihi ekspektasi. Jika belum pernah menjadi joki, maka belum tahu sensasinya, bagaimana nikmatnya jadi joki Mekepung Lampit. Kalau sudah Mekepung Lampit pasti akan ketagihan," jelas Bupati usai melakukan atraksi Mekepung Lampit dengan antusiasme tinggi. 

Aksi Bupati tersebut menjadi simbol kuat dukungan Pemerintah Daerah terhadap pelestarian budaya lokal, sekaligus memberi semangat kepada seluruh peserta lomba.

Lomba Mekepung Lampit 2025 di Subak Pecelengan diikuti oleh 38 peserta dari berbagai sekaa di wilayah Jembrana. Masyarakat tampak memadati lokasi sejak pagi, menikmati suasana sawah berlumpur yang menjadi ciri khas Mekepung Lampit.

Acara ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpetani sekaligus bentuk syukur atas keberhasilan panen dan kelestarian sistem subak. 

Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen menjaga tradisi Mekepung baik Mekepung Darat maupun Mekepung Lampit sebagai daya tarik budaya, wisata, serta identitas lokal. (Humas Jembrana)

Sabtu, 22 November 2025

Bupati Kembang Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Lelateng–Pengambengan

Laporan Reporter : Ajb Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini – Usai melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Segara Desa Pengambengan, Sabtu (22/11), Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati IGN Patriana Krisna (Ipat) turun langsung meninjau progres perbaikan jalan penghubung antara Kelurahan Lelateng dan Desa Pengambengan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kembang memastikan proyek renovasi Jalan Awen yang juga dikenal sebagai ruas Jalan Lelateng–Pengambengan berjalan sesuai rencana. Proyek peningkatan jalan ini telah dimulai sejak Oktober 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan, tepatnya pada 15 Desember 2025.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer itu tengah dikerjakan dengan sejumlah peningkatan fisik. Di antaranya pelebaran badan jalan menjadi 6 meter, perataan permukaan jalan, serta pengerukan dan penataan saluran irigasi di sisi kiri–kanan jalur tersebut.

Bupati Kembang menegaskan, perbaikan jalan penghubung ini merupakan salah satu infrastruktur vital yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Lelateng dan Pengambengan. “Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan lancar, tepat waktu, dan hasilnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya. 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved