-->

Iklan

Menu Bawah

TOSS Karangdadi Tepat Dijadikan Tempat Studi Banding

BaliKini.Net
Selasa, 01 September 2020, 19.46 WIB Last Updated 2020-09-01T12:46:16Z
Klungkung,BaliKini.Net  - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster sangat mengapresiasi sistem Tempat  Olah Sampah Setempat (TOSS) yang diterapkan di Banjar Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Tidak hany itu, istri Gubernur Koster ini juga mengaku bangga dan menilai bahwa TOSS yang diterapkan di Karangdadi layak dijadikan tempat studi banding. Itu diutarakannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klungkung.

Didampingi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan Ketua TP PKK Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Ny. Putri Koster, langsung meninjau sejumlah program unggulan di daerah berjulukan Gumi Serombotan itu.

Rombonhan langsung diarahkan mengunjungi rumah contoh dan kebun HATINYA PKK di areal TOSS. Lokasi ini langsung menarik perhatian Ny. Putri Koster. Ia yang berkesempatan melakukan panen di kebun HATINYA PKK nampak antusias melihat hamparan tanaman pangan yang tumbuh subur di areal tersebut.

Menurutnya, pembuatan rumah contoh dan kebun HATINYA PKK di areal pengolahan sampah adalah ide cemerlang. Karena pupuk yang digunakan untuk merawat tanaman adalah kompos yang dihasilkan TOSS. “Dengan demikian, kebun ini menghasilkan bahan pangan yang sehat tanpa pupuk kimia,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ny.Putri Koster berkesempatan memanen beberapa produk pangan, seperti kangkung, kacang tanah, tomat, terung ungu dan cabai.
Ia berharap, kreativitas TP PKK Klungkung ini dicontoh oleh kabupaten/kota lainnya. “Tak perlu jauh-jauh studi banding, ke sini saja sudah cukup,” akunya.

Bupati Suwirta menerangkan, program TOSS adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah. TOSS merupakan program olah sampah menjadi energi alternatif.
Proses pengolahan TOSS dilakukan beberapa tahap.

Proses pertama adalah pengumpulan sampah, kemudian peuyeumisasi dan briketisasi. “Peuyeumisasi adalah teknik mengubah sampah menjadi gas menggunakan alat bio aktivator, kemudian gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar menggerakkan generator untuk memproduksi listrik,” jelasnya.

Sedangkan briketiasi adalah teknik mengubah sampah menjadi bahan bakar briket. Bahkan, Suwirta berencana menggunakan briket itu sebagai bahan bakar industri pembuatan pindang yang banyak dilakukan nelayan di kawasan tesebut. 

Selain itu, ia juga ingin TOSS menjadi tempat riset bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian. Saat ini, TOSS Karangdadi mengelola sampah lima kelurahan di Kota Semarapura. Menurutnya keberadaan TOSS ini sejalan dengan program Gubernur Bali tentang pengolahan sampah di sumbernya.

Pada tahun 2021 mendatang, bupati asal Nusa Penida ini  menargetkan seluruh desa di Kabupaten Klungkung memiliki TOSS.

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Ny. Putri Koster juga meninjau Unit Usaha Garam Beryodium ‘Uyahku Kusamba’  yang dikelola Koperasi EPP Mina Segara Dana, Jalan Pura Segara Desa Kusamba. Ia menyampaikan harapan agar usaha pembuatan garam di Bali kembali bangkit.[ar/r5]
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+