GIANYAR, BALI KINI - Dunia perkuliahan tidak boleh menjadi menara gading yang terputus dari realitas industri. Prinsip inilah yang mendorong mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Warmadewa untuk terjun langsung membedah proses hilirisasi produk lokal dalam rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Kamis (8/1/2026).
Wakil Dekan III Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, Ir. Wayan Sudiarta, MP, menegaskan bahwa penguasaan teori di kelas barulah separuh dari perjalanan akademik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ditantang untuk melihat bagaimana standar keamanan pangan dan manajemen mutu skala industri diimplementasikan secara nyata pada sektor manufaktur herbal dan pangan olahan.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya kompeten secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap dinamika industri. Di sini mereka belajar bahwa hilirisasi produk pertanian, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan, menuntut profesionalisme dan standar yang ketat agar mampu bersaing di pasar global," ujar Wayan Sudiarta di sela-sela peninjauan proses produksi.
Selama kunjungan lapangan, para mahasiswa mengamati secara mendalam setiap tahapan produksi, mulai dari hulu hingga hilir. Fokus utama diarahkan pada bagaimana sebuah unit usaha mengelola bahan baku hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memenuhi standar keamanan pangan nasional.
Menurut Sudiarta, pemahaman mengenai alur proses produksi dan sistem manajemen mutu sangat krusial. Mahasiswa berkesempatan melihat langsung penerapan teknologi pengolahan serta bagaimana regulasi keamanan pangan diterjemahkan ke dalam praktik kerja harian di lantai pabrik.
Kegiatan ini tidak hanya menekankan pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan sikap profesional mahasiswa. Dengan melihat langsung operasional industri, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai tantangan dunia kerja yang akan mereka hadapi setelah lulus nanti.
Dukungan penuh dari pimpinan fakultas dan dosen pendamping dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang siap kerja. Melalui interaksi langsung dengan praktisi di lapangan, mahasiswa mendapatkan pengalaman empiris yang tidak bisa didapatkan sepenuhnya di dalam laboratorium kampus.
Edukasi berbasis industri ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa inovasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi hasil pertanian lokal. Dengan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan pasar, lulusan Teknologi Pangan Warmadewa diproyeksikan mampu menjadi penggerak utama dalam sektor industri pengolahan hasil pertanian di masa depan.(Red)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram