Denpasar , Bali Kini - Menyambut Hari Raya Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026, sejumlah warga mulai melakukan pemasangan lampion di kawasan Jalan Kartini hingga Jalan Gajah Mada, Selasa (10/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang rutin dilakukan untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek.
Pantauan di lokasi, sejumlah anak muda dari warga setempat tampak bergotong royong mempersiapkan dan memasang lampion di sepanjang ruas jalan. Lampion-lampion berwarna merah tersebut mulai menghiasi kawasan ini, menciptakan suasana khas Imlek yang menarik perhatian masyarakat maupun pengguna jalan.
Pemasangan lampion ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian tradisi serta simbol harapan akan keberuntungan dan kesejahteraan di tahun yang baru. Selain itu, hiasan lampion juga diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang melintas di kawasan pusat kota Denpasar.
Warga setempat menyebutkan, kegiatan pemasangan lampion menjelang Imlek 2026 telah menjadi agenda rutin setiap tahun dan dilakukan secara swadaya dengan semangat kebersamaan. Hingga menjelang hari raya, pemasangan dan penataan lampion akan terus dilakukan agar kawasan Jalan Kartini hingga Jalan Gajah Mada tampil semakin semarak saat perayaan Imlek berlangsung.
Sementara pendiri Kongco Sing bie bio jalan Kartini gang 2 no 2, Jero Gede Kuning mengatakan bahwa terkait Imlek sekarang, pertama adalah menjaga kebersamaan untuk memberikan energi kedepan agar kita selalu bersama bersatu padu dengan semua masyarakat untuk memajukan Denpasar khususnya Bali.
"Kemarin kita mengalami musibah bencana banjir bandang, dengan perayaan ini kita memohon agar mengembalikan energi tersebut agar kita kembali bangkit, guna kita lebih kuat menghadapi hal tersebut di tahun-tahun ini," ujarnya.
Selain pembersihan Kongco yang beralian paham Siwa Budha, anak muda kami yang diketuai oleh Sidanta juga menggandeng UMKM Denpasar memberikan makanan gratis di jalan Kartini. Sebelum itu diadakan kirap sepanjang jalan Gajah Mada dan Kartini, dimana Ida Betara Tedun mengintari daerah tersebut.
Kata Jero Gede, Tujuan dari kirap tersebut untuk menghilangkan energi negatif, agar tahun 2026 ini kita tidak mengalami hambatan dalam menjalan kehidupan. Kirap tersebut dilakukan pada tanggal 21 Februari usai Imlek yang tanggal 17 Februari 2026. Ditanggal 22 Februari diadakan pertunjukan dengan Tema Suara Pasar dengan mengambil tempat di pelataran parkir Melanting Pasar Badung.
Pemasangan lampion sendiri bermakna memberikan cahaya penerangan dan simbol kebahagian, kemenangan di kehidupan ke depan. Merupakan tradisi budaya Thionghoa setiap Imlek memasang lampion. "Kami memasang lampion dimulai dari Kongco, jalan Kartini hingga jalan Gajah Mada," Imbuh Jero Kuning.
Sementara Dinas Pariwisata Denpasar juga mendukung dengan memasang gate masuk keluar yang mensupport dan mendukung budaya yang telah dijalani dikawasan jalan Gajah Mada. Dari jumlah total lampion yang akan dipasang di dua kawasan ini lebih kurang ratusan lampion akan menghiasi kawasan ini.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram