Ket foto : Perekaman KTP el di Dukcapil Kota Drnpasar.
Denpasar , Bali Kini - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Denpasar menggelar kegiatan Jemput Bola Pelayanan Langsung Jadi (JB Pelangi), Selasa (10/2). Bahkan keluarga yang memiliki Lansia dan ODGJ agar segera melapor untuk pengurusan dokumen kependudukan dan dilakukan perekaman KTP el.
JB Pelangi ini digelar untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus serangkaian HUT ke-238 Kota Denpasar. Berbagai pelayanan pun diberikan mulai dari perekaman KTP elektronik, pencetakan KTP-el, pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) hingga pembuatan akte.
Kepala Dukcapil Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata mengatakan jegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan perekaman KTP el. Metode jemput bola ini sangat efektif, khususnya bagi masyarakat yang kesulitan mengurus dokumen administrasi kependudukan (Adminduk). "Prosesnya dilakukan langsung di lokasi, dengan tetap memenuhi persyaratan yang diperlukan," katanya.
Khusus untuk Denpasar Selatan, Dewa Juli menyebut masih ada 771 warga yang belum melakukan perekaman. Desa yang banyak belum perekaman di Densel ada Pemogan dan Sesetan masing-masing 168 orang. Sementara untuk kecamatan lain, Denpasar Timur masih ada 455 orang yang belum perekaman, Denpasar Barat 809 orang, dan Denpasar Utara 639 orang.
Dewa Juli menambahkan, jumlah penduduk Denpasar pada semester II tahun 2025 sebanyak 680.700 atau meningkat sebesar 4.317 dari semester I dengan total 676.383. Sementara untuk warga wajib rekam sebanyak 523.282 jiwa dan yang sudah perekaman KTP el sebanyak 520.608 jiwa atau 99,49 persen. Sehingga masih ada 2.674 jiwa yang belum perekaman.
Dewa Juli menduga, kebanyakan yang belum melakukan perekaman adalah lansia, disabilitas dan ODGJ. "Karena kalau usia masih muda misal 17 tahun mereka memerlukan banyak hal dan dokumen sehingga pasti akan melakukan perekaman," ungkapnya.
Sehingga pihaknya pun meminta kepada keluarga yang anggota keluarganya lansia, ODGJ dan disabilitas serta belum melakukan perekaman untuk melapor ke Dukcapil atau melalui kadus/kaling. Nantinya, pihaknya akan melakukan jemput bola langsung ke rumah untuk melakukan perekaman. "Harapan kami semua masyarakat memiliki identitas, biar tidak saat pengurusan BPJS karena sakit opname baru dimohonkan. Kami akan layani ke rumah kalau memang tidak bisa datang," paparnya.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram