Karangasem, Bali Kini — Tingkat okupansi hotel dan kunjungan wisatawan ke wilayah Bali Timur, khususnya Kabupaten Karangasem, mengalami penurunan selama periode libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut tercermin dari data kunjungan wisatawan di Taman Tirta Gangga yang menurun hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi ini turut berdampak pada tingkat hunian hotel di Karangasem yang sempat mengalami lonjakan namun tidak signifikan, meskipun libur panjang biasanya menjadi momentum peningkatan sektor pariwisata.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan bahwa kenaikan okupansi memang sempat terjadi, namun tidak terlalu tinggi.
“Memang hunian naik, hanya saja itu wisatawan domestik karena efek libur panjang, wisatawan asing tidak seberapa karena dampak krisis global, ekses perang dan penerbangan terhambat,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, secara umum komposisi wisatawan domestik dan mancanegara masih relatif seimbang, namun belum mampu mendorong peningkatan okupansi secara signifikan.
Selama ini, Karangasem dikenal sebagai destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa dan Australia, dengan tren peningkatan biasanya mulai terlihat pada bulan April.
Namun, situasi geopolitik global turut memengaruhi pergerakan wisatawan internasional. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran menyebabkan sejumlah penerbangan, khususnya yang transit melalui Dubai dan Abu Dhabi, mengalami gangguan.
Akibatnya, kunjungan wisatawan ke Karangasem selama libur panjang tahun ini belum menunjukkan peningkatan berarti dibandingkan tahun sebelumnya. (Ami)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram