-->

Rabu, 04 Maret 2026

Selain ODGJ, Dukcapil Denpasar Jajaki Lapas Kerobokan dan Pelajar SMA

Selain ODGJ, Dukcapil Denpasar Jajaki Lapas Kerobokan dan Pelajar SMA

Laporan Reporter : Jero Ari 

Kerobokan , Bali Kini - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Denpasar menggelar pelayanan perekaman KTP-el di Lapas Kerobokan. Kegiatan perekaman ini menyasar dua orang narapidana asal Denpasar. Pengambilan KTP El ini dilakukan setelah adanya permintaan dari keluarga Napi. 
Dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar Ni Putu Puji Astuti, bahwa layanan perekaman tersebut dilakukan sesuai permintaan dari pihak keluarga. "Kami memberikan pelayanan perekaman untuk dua orang napi. Itu atas permintaan pihak keluarga," ungkapnya.
Puji Astuti menyebut, saat ini ada sistem baru terkait dengan pencetakan KK revisi,  jika dalam satu KK ada anggota keluarga belum melakukan perekaman, maka tidak akan bisa melakukan cetak KK  revisi. 
Di hari yang sama, Dukcapil Denpasar juga melakukan jemput bola di SMA Dwijendra, dalam pelaksanaannya, tiga siswa melakukan rekam untuk usia 17 tahun, untuk rekam 16 tahun menyasar 29 siswa. "Total rekam di SMA Dwijendra ada 32 siswa. Ada juga rekam cetak 1 orang, dan aktivasi IKD menyasar 7 orang," Akunya.    
Kepala Dukcapil Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata mengatakan kegiatan jemput bola ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan perekaman KTP el di Denpasar. Metode jemput bola ini sangat efektif, khususnya bagi masyarakat yang kesulitan mengurus dokumen administrasi kependudukan (Adminduk). 
Dewa Juli menduga, kebanyakan yang belum melakukan perekaman adalah lansia, disabilitas dan ODGJ. "Kalau usia masih muda misal 17 tahun mereka memerlukan banyak hal dan dokumen sehingga pasti akan melakukan perekaman," ungkapnya.
Sehingga pihaknya pun meminta kepada keluarga yang anggota keluarganya lansia, ODGJ dan disabilitas serta belum melakukan perekaman untuk melapor ke Dukcapil atau melalui kadus/kaling. Nantinya, pihaknya akan melakukan jemput bola langsung ke rumah untuk melakukan perekaman.
Harapan kami semua masyarakat memiliki identitas, biar tidak saat pengurusan BPJS karena sakit opname baru dimohonkan. "Kami akan layani ke rumah kalau memang tidak bisa datang," Janjinya mengakiri.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved