-->

Rabu, 15 April 2026

Berbagi Praktik Baik, Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Aceh Utara

Berbagi Praktik Baik, Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Aceh Utara

Ket. Foto : Wakil Ketua Dekranasda Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menerima kunjungan dari Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, di sentra perajin Tenun Ikat Bali Nusa, Denpasar, Rabu (15/4).

Denpasar. Bali Kini -  Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, di sentra perajin Tenun Ikat Bali Nusa, Denpasar, Rabu (15/4). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pelestarian kain tradisional.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menegaskan bahwa Dekranasda Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Ny. Sagung Antari Jaya Negara terus berkomitmen menjalankan program kerja yang berfokus pada upaya menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

“Dekranasda Kota Denpasar berupaya meningkatkan kualitas produk kerajinan dan kapasitas perajin sebagai bagian dari penguatan jati diri bangsa serta kearifan lokal,” ujar Ayu Kristi Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari.

Sementara itu, Ny. Musliana Ismail mengungkapkan bahwa Dekranasda Kota Denpasar dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai berhasil dalam pelestarian dan pengembangan tenun ikat endek.
“Kami ingin belajar langsung mengenai program kerja Dekranasda Denpasar, khususnya dalam menjaga eksistensi tenun endek. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi ilmu bersama para perajin,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman bersama pemilik Tenun Ikat Bali Nusa, Primasari Pande. Ia menjelaskan bahwa usaha tenun yang dikelolanya telah berjalan sejak tahun 1982 dengan menggunakan bahan katun dan sutra, serta proses produksi yang dimulai dari benang hingga menjadi kain menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Primasari juga menekankan bahwa perawatan kain tenun ikat endek memerlukan perlakuan khusus agar kualitas dan keindahannya tetap terjaga.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi antar daerah dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk kerajinan lokal di tingkat nasional.
(Pur)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved