-->

Senin, 25 Mei 2026

Peternak Babi di Denpasar Diingatkan Waspada Virus ASF

Peternak Babi di Denpasar Diingatkan Waspada Virus ASF

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar, Bali Kini - Kabar soal kematian massal babi yang dialami peternak di Canggu Badung dan Payangan Gianyar, membuat ketar ketir para peternak Babi di Denpasar. Diduga, kematian tersebut diakibatkan virus African Swine Fever (ASF) yang pernah menyerang peternak babi sekitar tahun 2024 lalu. Sementara ini pihak Dinas Pertanian Kota Denpasar, hanya bisa mengimbau peternak untuk rutin menjaga kebersihan kandang. 

Dinas Pertanian Kota Denpasar mengaku saat ini belum ada laporan kasus kematian massal babi yang dialami peternak di Denpasar. "Sampai saat ini belum ada laporan atau pengaduan akan kasus tersebut, Astungkara tidak ada," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kota Denpasar, Ni Made Suparmi.

Guna mengantisipasinya, Distan Kota Denpasar terus melakukan sosialisasi kepada para peternak. Menghimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan rutin melakukan penyemprotan desinfektan. Pihaknya juga meminta agar peternak tidak sembarangan masuk ke kandang babi. "Apalagi saat baru datang dari luar, wajib membersihkan diri sebelum masuk kandang," Pesan, Suparmi. 

Kasus kematian beruntun pada Babi, selain terjadi di tahun 2024, ASF pernah juga menyerang ternak babi, pada 2019 hingga 2020 lalu di Denpasar. Ciri paling nampak dari virus tersebut yakni babi yang mati mendadak. Hal itu pun memicu anjloknya harga babi dan juga daging babi saat itu. 

Kondisi saat ini yang menyerang peternak di Canggu Badung dan Payangan Gianyar sama persis seperti tahun 2024. Kebersihan kandang menjadi faktor utama dari serangan virus tersebut selain adanya faktor dari luar yang membawanya. 

Oleh sebab itu peternak babi di Denpasar diwanti-wanti agar menjaga kebersihan tersebut. Agar tak mengalami kerugian yang sangat tinggi akibat kematian yang mendadak tersebut.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved