-->

Rabu, 21 Januari 2026

Gerak Cepat Pemkab Tabanan Terhadap Dampak Bencana Cuaca Ekstrem di Kecamatan Marga


Tabanan , Bali Kini 
– Merespons aduan masyarakat serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Tabanan (Pemkab Tabanan) gerak cepat tangani dampak bencana akibat cuaca ekstrem di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu, (21/1). Menindaklanjuti instruksi Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, hadir bersama Dandim 1619/Tabanan, Kapolres Tabanan, salah satu Anggota DPRD Tabanan dan jajaran turun langsung meninjau lokasi terdampak.


Wabup Dirga dan jajaran mengawali kunjungan di Banjar Denuma, Kukuh, Marga meninjau kerusakan yang diakibatkan oleh gorong-gorong sungai yang mampet sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan saat hujan. Kemudian melanjutkan kunjungan di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Marga. Akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik yang menerobos rumah kontrakan warga, membuat dua orang, yakni ibu dan anaknya hanyut dan belum ditemukan. 


Peristiwa tragis yang menimpa satu keluarga asal Kupang tersebut terjadi pada subuh (21/1) akibat hujan deras yang menyebabkan longsor senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter, hingga menutup saluran irigasi Subak Jemanik di belakang rumah kontrakan korban. Akibat tertutupnya saluran irigasi tersebut, air meluap deras dan masuk ke rumah kontrakan yang ditempati keluarga Semi Cristian Banafanu (31). 


Dalam kondisi panik, korban bersama keluarganya berupaya menyelamatkan diri. Namun nahas, Yuliana Da Costa Makun (30) dan anak keduanya Audrey Natania Banafanu (1,5) terseret arus dan hingga kini belum ditemukan dan tim yang terdiri dari TNI, POLRI, PMI, BPBD, Keluarga Korban dan Masyarakat, masih melakukan pencarian di daerah aliran sungai. Sementara itu, suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka, Nhatalia De Quenza Banafanu (7), berhasil selamat.


Menanggapi kejadian tersebut, Wabup Dirga menyampaikan pesan Bupati Tabanan, menekankan pemerintah daerah bersinergi dengan TNI, Polri, PMI, masyarakat dan semua pihak terkait, akan berusaha melaksanakan tanggung jawab dalam penanganan dampak bencana, termasuk tindak lanjut bagi para korban. “Pasti akan dibantu. Jajaran teknis seperti Dinas PUPR dan BPBD sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan investigasi serta menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini,” tegasnya.


Sesuai arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga juga mengimbau seluruh masyarakat Tabanan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Ia berharap peran media turut membantu menyebarluaskan himbauan tersebut agar sampai langsung ke masyarakat. “Cuaca ekstrem ini belum selesai. Kita perkirakan masih berlanjut hingga bulan Maret. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan dan saling bahu-membahu menjaga keselamatan bersama agar masyarakat tidak resah,” ujarnya.


Lebih lanjut, Dirga menyampaikan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali kondisi wilayah dan warganya, khususnya terkait bangunan yang berada di area rawan bencana. Ia juga mengingatkan agar setiap potensi risiko segera dilaporkan apabila tidak dapat ditangani di tingkat desa. “Kalau memang tidak bisa diatasi di desa, silahkan segera disampaikan ke camat atau ke pemerintah daerah. Pemerintah sudah menyiapkan perangkat teknis untuk menangani hal tersebut,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Dirga juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi salah satu penyebab banjir dan memperparah dampak bencana. Ia mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air. “Pemerintah setiap tahun sudah menyampaikan himbauan ini sampai ke tingkat bawah. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, karena dampaknya kembali ke masyarakat sendiri,” pintanya. 

Pemkab Tabanan Turun Langsung Tangani Dampak Bencana Alam di Pujungan, Pupuan


Tabanan  Bali Kini 
– Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan perhatian serius kepada masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor akibat curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Tabanan dalam beberapa waktu terakhir. Bupati Tabanan, melalui Wakil Bupati I Made Dirga, turun langsung mengunjungi warga terdampak di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Selasa, (20/1).

Kunjungan pertama dilakukan di Banjar Dinas Dauh Tukad, Desa Padangan, Selanjutnya, melanjutkan peninjauan ke lokasi kedua di Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan. Kehadiran Wabup Dirga dan jajaran juga bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.

Sinergi lintas lini ini diharapkan Dirga menjadi bentuk nyata keseriusan pemerintah daerah dalam merespons bencana alam yang menimpa masyarakat. Adapun rumah warga yang terdampak tanah longsor masing-masing milik I Nyoman Pariasa di Banjar Dinas Dauh Tukad dan I Wayan Arta Widana di Banjar Dinas Padangan Kelod. Kedua rumah tersebut mengalami kerusakan akibat material longsor yang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan.

Menyampaikan arahan Bupati, Dirga menegaskan kehadirannya di lokasi merupakan amanah langsung dari Bupati Tabanan untuk merasakan dan melihat kondisi masyarakat yang tertimpa bencana. “Dalam situasi bencana seperti ini, saya benar-benar merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita. Saya menyampaikan terima kasih atas gotong-royong masyarakat yang luar biasa. Semoga bencana seperti ini tidak terulang kembali dan mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama,” ujarnya.

Dirga juga menambahkan, wilayah Pupuan memiliki potensi rawan bencana, terutama saat curah hujan tinggi dan berlangsung lama. Oleh karena itu, ia mengapresiasi solidaritas dan kekompakan masyarakat yang selalu sigap membantu sesama di setiap titik bencana, serta menghimbau warga, agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem. Apresiasi juga diberikan kepada jajaran PMI dan BPBD yang dinilai sangat aktif dalam melakukan penanganan dan pertolongan di lapangan bersama masyarakat. 

Ia pun berharap, koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak terus ditingkatkan demi meminimalisir risiko bencana di masa mendatang. Selain memberikan perhatian langsung melalui kunjungan dan peninjauan lokasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menyalurkan bantuan tunai langsung kepada para korban bencana tanah longsor sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat terdampak.

Minggu, 18 Januari 2026

Tingkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkab Tabanan Launching Kereta Anak dan Tribun Lapangan Basket di Lapangan Alit Saputra



Laporan : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas ruang publik serta menyediakan fasilitas ramah anak melalui kegiatan Jumat Sehat yang dirangkaikan dengan Launching Kereta Anak dan Tribun Lapangan Basket. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Alit Saputra, Dangin Carik, Tabanan, Jumat (16/1) dan disambut antusias oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda yang turut memanfaatkan fasilitas baru tersebut.

Kegiatan yang diawali dengan senam zumba ini dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. bersama Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga beserta istri Ny. Budiasih Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para guru dan siswa dari sejumlah TK di Kabupaten Tabanan. 

Usai senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan Launching Kereta Anak, yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, didampingi Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan jajaran. Terdapat dua unit kereta anak dengan panjang lintasan sekitar 300 meter, yang diharapkan menjadi wahana hiburan edukatif bagi anak-anak, sekaligus sarana rekreasi keluarga di kawasan Lapangan Alit Saputra. Kehadiran fasilitas ini sangat sejalan dengan membangun Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani.


Selaku Bupati, Sanjaya memberikan apresiasi atas terwujudnya fasilitas tersebut, yang dinilainya mampu mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau sebagai pusat aktivitas dan rekreasi masyarakat. “Keberadaan kereta anak ini merupakan wujud perhatian kita terhadap tumbuh kembang anak-anak di Tabanan. Saya berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan dijaga bersama,” ujarnya. 


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menghadirkan fasilitas publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermanfaat, fungsional, serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat fungsi ruang publik sebagai pusat aktivitas sosial, olahraga, dan rekreasi. “Ruang publik seperti ini harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak,” imbuh Sanjaya.


Sementara itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan juga menyampaikan apresiasi serta harapannya agar kehadiran fasilitas tersebut mampu meningkatkan minat para ibu untuk mengajak anak-anak beraktivitas di luar rumah, sehingga dapat menunjang tumbuh kembang anak secara sehat dan optimal. “Bersama kita membuka dan kita operasikan kereta anak ini, semoga dengan bertambahnya fasilitas kereta ini, bisa membuat ibu-ibu bersemangat membawa anak-anaknya dan anak-anak juga lebih senang berada di sini,” pungkasnya. 


Ia menambahkan, keberadaan fasilitas bermain yang aman dan nyaman sangat penting dalam mendukung perkembangan anak usia dini, baik dari aspek motorik, sosial, maupun emosional. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang lebih ramah anak di Kabupaten Tabanan. Diharapkan juga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi inspirasi bagi pengembangan ruang publik lainnya.


Selain itu, Bupati Sanjaya beserta jajaran juga meresmikan Tribun Lapangan Basket, yang ditandai dengan pengguntingan pita. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan langsung Pertandingan Basket 3 on 3 yang berlangsung penuh semangat. Sorak sorai penonton dan dukungan dari keluarga dan para undangan yang hadir menambah semarak suasana, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan prestasinya di bidang olahraga.

Bupati Sanjaya Buka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Tabanan


Laporan : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., secara resmi membuka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Tabanan. Kegiatan dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Tabanan, Jumat, (16/1), dan turut dihadiri oleh Para Sulinggih, anggota DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait, Ketua Pusat dan Penglingsir PBMM, serta pengurus dan anggota PBMM dan tokoh masyarakat.


Lokasabha kali ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari krama Pratisentana Bendesa Manik Mas dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan. Dimana, Lokasabha VI PBMM Kabupaten Tabanan diselenggarakan sebagai forum musyawarah organisasi untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan, sekaligus melaksanakan regenerasi kepengurusan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).


Bupati Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Lokasabha sebagai momentum penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali. Ia mengatakan, bahwa pesemetonan memiliki peran strategis dalam melestarikan adat, budaya, serta keharmonisan kehidupan masyarakat Bali, terutama di tengah tantangan globalisasi. “Lokasabha ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya dan sejarah yang diwariskan oleh para leluhur kita. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesemetonan harus tetap menjadi benteng kekuatan adat dan budaya Bali,” tegasnya.


Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya implementasi konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai arah pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan, sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, konsep ini mengandung makna menjaga keharmonisan jagat Bali secara sekala dan niskala, yang mencakup manusia, budaya, dan alam lingkungan. “Di dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ada enam kerthi yang wajib kita jaga bersama, yaitu Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, Atma Kerthi, dan Buana Kerthi. Semua ini harus kita rawat agar Bali tetap lestari hingga generasi mendatang,” pintanya.


Saat itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan pandangannya terkait tantangan demografi Bali ke depan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan generasi krama Bali. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan pesemetonan dalam melestarikan adat dan budaya, agar tidak kehilangan pelaku dan penerus di masa depan. “Bali ini kecil, jumlah umat Hindu juga terbatas. Kalau bukan kita yang menjaga keberlanjutan generasi, adat, dan budaya kita, siapa lagi?. Pesemetonan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan dan kesinambungan krama Bali,” tegasnya. 


Selain itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas kekompakan dan soliditas Pratisentana Bendesa Manik Mas, yang dinilainya mampu menjadi contoh organisasi pesemetonan yang guyub dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. “Pesemetonan Bendesa Manik Mas ini luar biasa guyub dan solid. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan selalu hadir dan mendukung kegiatan adat, keagamaan, dan budaya, karena hal ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” imbuh Sanjaya.


Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua PBMM Pusat, I Wayan Sunarya dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Maha Sabha VI PBMM di tingkat pusat. Ia juga menjelaskan, Lokasabha menjadi wadah konsolidasi organisasi dalam menjaga eksistensi Pratisentana Bendesa Manik Mas sebagai organisasi sosial, budaya, dan religius yang berlandaskan dresta Bali. “Lokasabha ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menyusun arah program kerja organisasi lima tahun ke depan, serta melaksanakan regenerasi kepengurusan sesuai AD/ART Pratisentana Bendesa Manik Mas,” tuturnya. 

Tabanan Raih Prestasi Nasional di Lomba Desa Ekspor 2025


Laporan : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Tabanan. CV Tanteri yang berlokasi di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, berhasil meraih Juara II Lomba Desa Ekspor Tahun 2025. Penghargaan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Nomor 74 Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI dalam kegiatan Hari Desa Nasional yang dilangsungkan di Boyolali, Kamis, (15/1).

Capaian ini menjadi bukti komitmen dan keberhasilan pelaku usaha desa di Tabanan dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal hingga mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam mendorong desa sebagai pusat kegiatan ekspor. Dimana Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh perwakilan dari 37 provinsi di seluruh Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap desa dan pelaku usaha yang berhasil mengembangkan produk unggulan hingga menembus pasar global. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri RI juga memberika penghargaan kepada Desa Kukuh, Marga, Tabanan sebagai Desa Berprestasi Binaan Kementerian/Lembaga. Sontak keberhasilan CV Tanteri dan Desa Kukuh menjadi bukti nyata bahwa potensi desa, khususnya Desa mampu bersaing di tingkat nasional. Hal ini sekaligus menegaskan, pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat desa dalam mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing desa secara berkelanjutan.

Prestasi ini tentunya, tidak hanya mengharumkan nama Desa Pejaten dan Desa Kukuh, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Kabupaten Tabanan secara keseluruhan. Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain dan para pelaku usaha untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan. 

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih CV Tanteri dan Desa Kukuh. Menurutnya, capaian ini menunjukkan besarnya potensi industri kreatif dan Desa di Kabupaten Tabanan dalam mengembangkan produk unggulan berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. "Keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi desa dan pelaku usaha lainnya di Tabanan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jejaring pemasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menegaskan komitmen Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk terus memberikan dukungan berkelanjutan kepada para pelaku usaha melalui pembinaan kualitas, inovasi produk, serta fasilitasi promosi dan pemasaran hingga ke tingkat internasional.

Pihaknya juga menegaskan, Dekranasda akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi para perajin dan UMKM lokal, tidak hanya dalam penguatan kapasitas produksi, tetapi juga dalam membangun daya saing dan identitas produk berbasis kearifan lokal. “Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan produk unggulan Tabanan mampu menembus pasar yang lebih luas serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Bunda Rai

Rabu, 14 Januari 2026

Bupati Sanjaya Resmikan Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan

 


Laporan Reporter : Dearna / Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat, budaya, serta penguatan sarana upacara keagamaan di wilayah Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri undangan ngupasaksi Upacara Pemelaspasan Gedung Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Desa Adat Kota Tabanan, Selasa (13/1). Bupati Sanjaya sekaligus meresmikan sebagai simbol dimulainya operasional Gedung Graha Yadnya yang berlokasi di Jln. Kresna No. 1 Tabanan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.


Peresmian gedung tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh krama Desa Adat sebagai pusat kegiatan yadnya, sosial, dan kemasyarakatan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta kearifan lokal masyarakat setempat. Turut hadir, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda, para Asisten Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bendesa Adat dan Perbekel se-Kecamatan Tabanan, jajaran, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya.


Upacara Pemelaspasan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pesaji Dangin Carik, sebagai bentuk permohonan penyucian dan pembersihan niskala agar bangunan yang diresmikan memiliki taksu, memberikan kenyamanan, keselamatan, serta kedamaian bagi seluruh krama yang memanfaatkannya.  Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa pembangunan Graha Yadnya ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan merupakan wujud nyata kehadiran dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung kehidupan beragama, adat, dan budaya masyarakat Bali. 


“Graha Yadnya ini dibangun dengan tujuan mulia, sebagai pusat kegiatan keagamaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, mempermudah krama dalam mempersiapkan sarana upacara secara lebih tertata, serta menjadi simbol keharmonisan antara pembangunan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan,” ujar Sanjaya. Ia juga berpesan, aktivitas yadnya merupakan nafas kehidupan masyarakat Bali yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian krama. 


Oleh karena itu, dikatakannya pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan fasilitas yang layak, nyaman, dan representatif, sehingga pelaksanaan upacara adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan bermartabat. Keberadaan bangunan yang megah dan fungsional dikatakannya juga harus diiringi dengan kesadaran kolektif untuk merawat dan menjaganya secara berkelanjutan. 


“Membangun itu tidak mudah, namun merawat jauh lebih sulit. Untuk itu, saya titipkan Graha Yadnya ini kepada seluruh masyarakat dan pengelola agar dijaga kebersihan, kesucian, serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat,” tegas Sanjaya. Sekaligus menambahkan, Graha Yadnya adalah cerminan kesungguhan sradha bhakti masyarakat yang diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, I Gusti Made Adi Purama dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan dukungan penuh Bupati Tabanan terhadap Desa Adat Kota Tabanan. Ia menegaskan, bahwa Graha Yadnya Sanjayaning Singasana merupakan gagasan, konsep, sekaligus inisiatif langsung dari Bupati Tabanan, yang telah lama diimpikan oleh krama desa adat.


Disampaikan pula, kompleks Graha Yadnya ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya kori lumbung, gedung sekretariat, ballroom, bale pawedan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang terintegrasi dengan kawasan setra dan lingkungan desa adat. Graha Yadnya Sanjayaning Singasana akan langsung mulai beroperasi pada bulan ini, Januari 2026 dan diharapkan menjadi pusat pelayanan kegiatan yadnya, upacara adat, serta kegiatan keagamaan masyarakat, tidak hanya bagi Desa Adat Kota Tabanan, tetapi juga sebagai contoh pengelolaan fasilitas keagamaan yang tertata dan berkelanjutan.

Sabtu, 10 Januari 2026

Bupati Tabanan Hadiri Pelantikan Pengurus PMI dan Buka Secara Resmi Inovasi “Si Doras” untuk Perkuat Ketersediaan Darah

Tabanan ,Bali Kini  – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan Masa Bakti 2025–2030 yang dirangkaikan dengan launching program inovasi “Si Doras” (Singasana Donor Darah ASN). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana Kantor Bupati Tabanan, Jumat, (9/1).

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PMI Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang juga selaku Ketua PMI Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda, para Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran pengurus dan anggota PMI Kabupaten Tabanan dan undangan terkait lainnya.

Sebagaimana diketahui bersama, Palang Merah Indonesia sebagai organisasi kemanusiaan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah, khususnya di bidang pelayanan sosial, kesehatan, serta penanggulangan bencana. Keberadaan PMI menjadi garda terdepan dalam berbagai aksi kemanusiaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan, pelantikan pengurus PMI Kabupaten Tabanan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen pengabdian, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan. “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PMI Kabupaten Tabanan yang baru dilantik. Semoga saudara-saudara dapat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, serta senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip kepalangmerahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya mengapresiasi dan menilai peluncuran program inovasi donor darah “Si Doras” sebagai langkah konkret dan strategis dalam menjamin ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. Program ini secara khusus melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pendonor aktif. “ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat diharapkan tidak hanya berperan dalam pelayanan administratif, tetapi juga menjadi teladan dalam aksi kemanusiaan. Melalui program ini, kita ingin menumbuhkan budaya peduli sesama, gotong-royong, dan kepedulian sosial yang terorganisir serta berkelanjutan,” imbuhny

Orang nomor satu di Tabanan juga berharap program Si Doras dapat dilaksanakan secara rutin, terkoordinasi dengan PMI dan fasilitas kesehatan, serta menjadi bagian dari gerakan bersama yang melibatkan seluruh perangkat daerah. “Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi keselamatan dan harapan hidup sesama. Jika donor darah menjadi kesadaran kolektif, maka kita tidak akan pernah kekurangan persediaan darah. Inilah fondasi penting untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, menyampaikan komitmen seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART PMI serta menghadirkan program kerja yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami berkomitmen membawa PMI Kabupaten Tabanan melangkah maju dengan program-program kemanusiaan yang sejalan dan mendukung visi misi Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya di bidang pelayanan sosial, kesehatan, dan kebencanaan,” ungkapnya.

Terkait program Si Doras, Dirga menegaskan, PMI Tabanan bertekad melaksanakan inovasi donor darah ASN ini secara baik, inovatif, dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat luas, termasuk para ASN yang membutuhkan donor darah. “Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tabanan yang telah berkenan hadir sekaligus meresmikan program inovasi Si Doras ini. Semoga program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat semangat kemanusiaan di Kabupaten Tabanan,” pungkasnya. (*)

Jumat, 02 Januari 2026

Awali Tahun 2026, Pemkab Tabanan Gelar Upacara Ngemijiang Nugtugan Karya Ngenteg Linggih Kantor Bupati Tabanan


Laporan Reporter : Tim Lpt 

Tabanan , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Tabanan, mengawali Tahun Baru 2026 menggelar Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih yang berlangsung di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Jumat (2/1). Rangkaian upacara sakral ini ditandai dengan melaksanakan upacara Ngemijiang yang juga merupakan lanjutan dari pelaksanaan Karya Tawur Panca Wali Krama yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 7 Januari 2025 lalu di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan.

Pelaksanaan upacara dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Wakil Bupati, I Made Dirga beserta istri Ny. Budiasih Dirga, Sekda beserta istri, para Asisten Setda, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Instansi Vertikal dan BUMD, serta seluruh Pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Hadir pula para Sulinggih, Pemangku (PSN), dan Prawartaka karya yang dengan penuh semangat ngaturang ayah sejak awal hingga seluruh rangkaian prosesi terlaksana.

Rangkaian upacara dimulai dari tahapan persiapan, Nedunang Ida Bhatara Kelinggihan Ring Ampilan, prosesi Ngemejiang Ida Betara, Ida Betara Rauh Saking Ngemejiang, hingga Ngelinggihang dan persembahyangan bersama. Prosesi ini berlangsung di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan serta Beji Pura Dalem Desa Adat Kota Tabanan, kemudian dilanjutkan dengan Manjahan Banten Piodalan Jelih dan Pemekemitan pada malam hari nanti. 

Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih ini dilaksanakan selama dua hari, dengan puncak karya yang jatuh pada Sabtu, 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan dengan penuh khidmat sebagai wujud bhakti dan rasa syukur, sekaligus memohon kerahayuan bagi jalannya roda pemerintahan dan pembangunan untuk masyarakat Kabupaten Tabanan di tahun 2026 ini.

Usai persembahyangan, Bupati Sanjaya menyampaikan, pelaksanaan upacara ini menjadi momentum spiritual dalam menyambut awal tahun. Ia menegaskan, bahwa persembahyangan bersama ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus permohonan restu agar seluruh tugas pemerintahan dapat berjalan dengan baik. “Ini adalah ritual persembahyangan yang luar biasa. Kita semua terlibat dan patut bersyukur, serta bersama-sama mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” tegasnya. 

Lebih lanjut, Sanjaya mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk menjadikan momentum Pujawali Jelih ini sebagai landasan spiritual dalam bekerja dan mengabdi. Ia juga berharap, dengan tuntunan dan restu Ida Bhatara/Tuhan Yang Maha Esa, visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani dapat benar-benar diwujudkan bersama demi kesejahteraan seluruh krama/masyarakat Kabupaten Tabanan.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved