Tingkatkan Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat
Denpasar , Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar melaksankan pelatihan membuat makanan bagi 100 orang perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk empat kecamatan, Kota Denpasar. Pelatihan yang berlangsung dua hari dari hari Kamis (5/3) sampai Jumat, (6/3) di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty yang didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty dalam arahannya pada peserta pelatihan menyampaikan pelatihan yang berkerja sama dengan Sugatu Bali sebagai narasumber dan melibatkan Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Denpasar bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluara KPM. Adapun jenis makanan yang dilatih seperti pembuatan risoles, nugget talas dan siomay. “Jenis makanan-makanan yang dilatih kali ini Saya kira bisa langsung di buat dirumah dan jual di sekitar lingkungan rumah dulu,” harapnya. Disamping diberikan praktek cara membuat dari awal juga diberikan teori pemasaran termasuk juga cara pengkemasan secara sederhana. Semua ini menurut Laxmy Saraswati sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengentaskan masalah kemiskinan melalui peningkatan keterampilan KPM. Sehingga KPM tidak lagi tergantung sebagai penerima manfaat program PKH.
Untuk itu pelatihan yang diberikan dapat dipraktekan di masing-masing keluarga yang mengikuti palatihan karena materi pelatihan kali ini membuat makanan. Laxmy Saraswati juga menambahkan dipilihnya produk makanan ini dalam pelatihan selain bahannya mudah didapat juga sebagai strategi sederhadana dalam memasarkan produk. Mengingat jenis makanan dilatih saat ini bisa dijual dalam kemasan dingin ( frozen) maupun siap saji. “Saya yakin bila ini dapat dilaksanakan di rumah KPM yang mengikuti pelatihan akan membantu sedikit tidaknya ekonomi keluarga,” ujarnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika menambahkan apa yang didapat dalam pelatihan harus diperaktikan dirumah lagi minimal dibuat untuk keluarga. Karena untuk menjadi berhasil teruma menjadi sebagai wirausaha makanan harus melalui prososes dan konsistan. Disamping itu Sudiatmika juga berharap melalui pendamping PKH Kota Denpasar membuat WA Grup bagi masing-masing kelompok yang mengikuti pelatihan. Selalin sebagai ajang komunikasi juga saling memotivasi bagi peserta pelatihan. “Saya harap para peserta membuat WA Grup dikoordinir pendamping PKH masing-masing. Selain sebagai alat komunikasi juga untuktukar pengalaman, “ harapnya.
Salah seorang narasumber Eka Sudarmawan dalam peparannya menyampaikan untuk melaksanakan suatu usaha harus konsisten dan jangan libur terus. Ini juga mempengaruhi proses penjualan pada konsumen. Disamping juga peserta harus mampu menhitung harga bahan yang digunakan sehingga produk yang dijual tidak merugi.
Salah seorang peserta Kadek Sri Muliantari dari Denpasar Utara menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat, mengingat jenis pelatihannya makanan yang sederhana dan disukai masyarakat. Ia mengaku akan langsung mempraktekan di rumah mungkin minimal bisa dititip di warung-warung. (Gst-Kabid Linjamsos)


.jpg)
.jpeg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram