-->

Jumat, 29 Oktober 2021

Mengintip Kompetisi Pantomime D'Youth Fest 2021


 Ket foto : Foto Pementasan teater di Gedung Taksu Dharma Negara Alya pada jumat 29/10/2021 

Denpasar, Bali Kini - Serangkaian Acara  D’Youth Fest kali ini turut dilaksanakan D'Youth Pantomin Competition. Kegiatan yang diharapkan mampu mengakomodir kreatifitas anak muda dalam bermain peran  ini dilaksanakan dengan konsep Competition di Ruang Taksu, Dharma Negara Alaya, Jumat  (29/10). 



Ketua Panitia Kegiatan, Benny Dipo mengatakan, Pandemi yang terjadi saat ini membuat banyak kegiatan terhenti, tidak terkecuali kegiatan anak muda. Kondisi ini menjadikam anak muda tidak dapat menjalankan kreativitas sesuai dengan passionnya. 


Dalam kegiatan ini, sebanyak 15 Tim yang berasal dari kelompok Teater di Kota Denpasar turut berlaga. Mereka dibagi atas 3 kategori yakni, kategori SMP, SMA & Umum. 


 

"Kegiatan ini menjadi ajang serta wadah bagi anak muda pegiat seni teater khususnya di Kota Denpasar untuk kembali dapat berkreasi di atas panggung. Karena tentunya, seni teater merupakan salah satu seni yang kegiatannya sulit diwujudkan selama masa pandemi dan semoga Dyouthfest dapat menjadi tumpuan bagi generasi muda untuk bisa bangkit dan berkreasi kembal," ungkapnya 


Sementara Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Wayan Hendaryana mengatakan, Pemkot Denpasar akan terus memfasilitasi  para pemain teater  dalam ajang D'Youth Pantomin Competition. Pihaknya juga mendorong komunitas teater untuk lebih keratif di masa pandemic ini.


"Tentu kami harapkan. Semakin banyak lahir  aktor  muda dalam pementasan teater di Kota Denpasar, semakin majunya teater di Kota Denpasar bisa berkembang sampai go internasional dan berkembangnya ekonomi kreatif di kota Denpasar semakin maju ungkapnya,” Handar


Salah seorang Dewan Juri, Indra  menjelaskan event ini sangat bagus dan membawa angina segar dalam kancah teater di Kota Denpasar melalui event D'Youth Fest ini. Dari penjurian semua Tim Teater  bermain dengan sangat bagus tetapi dalam penjurian tetap harus  ditetapkan juara dengan katagori penilaian kesesuaian dengan tema, keaktoran dan juga keutuhan pementasan.  


"Tentu kami berharap dari acara seperti ini bisa kerkesinambungan di laksanakan oleh pemerintah Kota Denpasar dan dapat menjaring bibit- bibit aktor  muda dalam pementasan teaterdi kota Denpasar," harapnya


Salah Satu Peserta  Lomba Sintia Melani Putri  mengatakan sangat berterima kasih terhadap pemerintah Kota Denpasar melalui Event D youthfest ini dalam ajang D'Youth Pantomin Competition ini saya bisa menghasah bakat dalam keterampilan ber akting. 


“Di masa pandemik ini saya dan temen- temen kebanyakan aktifitas di rumah saja melalui event Dyouthfest saya bisa keluar rumah dan tampil di atas panggung yang megah ini,“ungkapnya. [rl/2]

Kamis, 28 Oktober 2021

Walikota Jaya Negara Buka Lomba Kendang Reong


 Ket. Foto : Lomba Kendang Reong Berpasangan ST. Pamuke, Banjar Kedaton dibuka secara langsung oleh Walikota Denpasar, I.GN Jaya Negara 


Denpasar , Bali Kini - Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke - 93, Sekaa Teruna Pamuke Banjar Kedaton, Desa Sumerta Kelod menggelar Lomba Kendang Reong berpasangan yang bertemakan "Gerakkan Semangat Sumpah Pemuda Untuk Melestarikan Seni Budaya Bali".



Lomba dilaksanakan pada Kamis (28/10) di Balai Banjar Kedaton dan dibuka secara langsung oleh Walikota Denpasar, I.GN Jaya Negara  yang hadir didampingi Ptl. Kadis Kebudayaan AA. gde Risnawan, Camat Dentim, I Wayan Herman dan Asisten serta undangan lainnya.


 

Walikota Denpasar, I.GN Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan Lomba Kendang Reong berpasangan oleh ST Pamuke Banjar Kedaton. "Meskipun ditengah pandemi, geliat semangat kreativitas kreasi muda dalam melestarikan seni budaya melalui berbagai kegiatan seperti lomba ini harus tetap berkibar karena ditangan merekalah keberlangungan seni budaya ini akan tetap hidup dan diteruskan hingga nanti," ucap Jaya Negara.


Sementara Ketua Panitia Acara, Vicky Kulawangsa Sukarta menjelaskan lomba Mekendang Reong berpasangan ini diikuti oleh 9 peserta dan dibuka untuk umum dan pelaksanan nya selama satu hari ini. Nanti akan dicari Juara 1, 2, dan 3 untuk lomba makendang dan Juara 1, 2 dan 3 untuk lomba Reong dan akan mendapatkan   Piagam apenghargaan Walikota Denpasar dan Piala dari Panitia. Materi lomba sendiri adalah Pengipuk atau bagian terakhir dari tari Teruna Jaya. Harapan kami ditengah situasi pandemi ini dengan momen hari Sumpah Pemuda menjadi momen kebangkitan anak muda Kota Denpasar melestarikan budaya Bali," katanya. (esa/humasdps) 

Selasa, 28 September 2021

Untuk Pembukaan Pariwisata Internasional, Dinas Pariwisata Provinsi Bali Segera Siapkan SOP Terintegrasi


BALI KINI ■ Terkait adanya wacana dari pemerintah pusat yang akan segera membuka pariwisata internasional untuk Bali direspon cepat oleh kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa dengan berjanji akan menyiapkan buku panduan atau SOP terintegrasi yang dipahami oleh semua komponen terkait, sehingga bisa dilaksanakan dengan standar yang sama di semua lini. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap penyebaran Covid-19 di sector pariwisata.

Hal  disampaikannnya pada saat acara Fokus Group Disscusion dalam rangka Selasa Pariwisata yang membahas tentang Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 34 tahun 2021, yang dilaksanakan secara hybrid, di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, pada Selasa (28/9).

“Untuk menindaklanjuti usulan dari peserta FGD, saya bersama-sama dengan para pakar khususnya pakar pariwisata akan segera kumpul untuk menyusun  SOP bersama/ terintegrasi dalam penanganan wisatawan sehingga semua komponen bisa memahami dan bisa bertindak dengan standar yang sama,” tegasnya.

Astawa juga menambahkan bahwa akan dilaksanakan rapat lanjutan untuk membahas persiapan-persiapan lain dalam rangka pembukaan pariwisata internasional untuk Bali, termasuk juga dari pihak imgrasi dimohon untuk membuat sosialisasi resmi melalui media mengenai aturan mengurusan visa bagi wisatawan yang akan masuk Bali sehingga pihak-pihak terkait seperti travel agent, hotel dan sebagainya bisa memberikan informasi yang jelas terkait pengurusan visa.

Menurut Kabid Inteldak Kanwil Inteldak Kumham Prov. Bali, Rachmat, bahwa dengan dikeluarkannya Permenkumham nomor 34 tahun 2021 sebenarnya Pariwisata Indonesia dan Bali sudah buka karena dalam Permenkumham tersebut sudah memberlakukan Visa Kunjungan yang boleh dipergunakan untuk pariwisata. 

Permen ini diperkuat oleh Kemenkumham nomor: M.HH.02.GR.02.02 Tahun 2021 tentang Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu sebagai tempatmasuk dalam masa penanganan penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi nasional, dimana Bali menjadi salah satu Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang dibuka.

Ia menambahkan, selama masa Pandemi Covid-19 kebijakan Visa On Arrival dan bebas visa ditiadakan sedangkan visa yang diberlakukan adalah Visa Elektronik  dimana cara mendapatkan visa juga dilakukan dengan cara online dengan persyaratan khusus. Salah satu syarat Visa kunjungan untuk bisnis esensial ke Indonesia adalah adanya penjamin dari Indonesia. Penjamin tersebut bisa perorangan atau perusahaan. (**)

Minggu, 19 September 2021

Menikmati Kesegaran Air Terjun Juwuk Manis


BALI KINI ■ Daya Tarik Wisata Air Terjun Juwuk Manis di Pekutatan Jembrana Bali adalah salah satu tempat wisata yang berada di Dusun Juwuk Manis, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. 

Daya tarik wisata Air Terjun Juwuk Manis di Pekutatan Jembrana adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. 

Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari. Daya tarik wisata Air Terjun Juwuk Manis sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari libur lainnya.

Daya tarik wisata Air Terjun Juwuk Manis memiliki ketinggian 4 km. Namun kesegaran airnya tak kalah dengan air terjun dengan ketinggian lebih. Dua air terjun yang berdampingan bisa anda nikmati di sini, selain kolam kecil di bawahnya yang bisa anda gunakan mandi atau sekedar bermain air. 

Terutama untuk prasarana dan akses ke lokasi air terjun. Air terjun memiliki suasana yang cukup asri yang bisa menghilangkan kepenatan anda. Namun usaha keras dibutuhkan untuk bisa sampai ke air terjun Juwuk Manis. 


Dari parkiran, petualangan yang sesungguhnya baru dimulai. Anda harus trekking menuruni jalan setapak yang cukup curam sepanjang 1 km dengan melewati perkebunan kopi dan cengkeh. Selain itu anda juga perlu berhati-hati dalam menuruni jalan dan anak tangga tersebut karena cukup curam.

Namun anda tidak perlu khawatir karena petualangan anda akan ditemani dengan udara yang cukup sejuk dan pemandangan perbukitan yang masih alami. Bunga-bunga kopi dan cengkeh dari perkebunan penduduk memberikan keharuman yang khas, yang juga turut menemani perjalanan anda. 

Begitu sampai di air terjun, kesegaran airnya akan segera mneghapus rasa lelah anda seusai trekking yang anda lakukan. Perjuangan anda pun terbayar dengan kejernihan air terjun Juwuk Manis.

Sejarah singkat Air Terjun Juwuk manis dikenal oleh masyarakat kira-kira pada tahun 1920 ,pada saat itu dilokasi setempat masih merupakan hutan belantara. Lambat laun masyarakat makin banyak  datang kehutan tersebut dan dialih fungsikan menjadi hutan pertanian oleh masyarakat setempat. 


Seperti ditanami tumbuh-tumbuhan seperti cengkeh, kopi, kakao, lada, pisang, durian dll. Sampai sekarang masih banyak terlihat tumbuh-tumbuhan disekitar menuju lokasi air terjun. Dari tempat parkir menuju kelokasi sejauh 150 m berjalan kaki ,dengan anak tangga sejumlah 847. 

Fasilitas

Objek Wisata Air Terjun Juwuk Manis di Pekutatan Jembrana Bali bisa dibilang sebuah Wisata Alam yang memiliki beberapa akan fasilitas minim di antaranya sebagai berikut : – Area Parkir kendaraan – Kamar mandi / MCK – Tempat Istirahat – Warung Makan. (**)

Rabu, 11 Agustus 2021

Mengusung Tema Muda Inovatif, Berbagai Kegiatan Diselenggarakan Dalam Perayaan HUT 28th KMHDI


BALI KINI ■ Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia rayakan hari jadi yang ke 28 tahun pada 3 september mendatang. Mengusung tema “Muda Inovatif”, Semarak HUT 28th KMHDI ini di rangkaikan dengan berbagai berlombaan yang melibatkan kader KMHDI dan Mahasiswa Hindu di seluruh Indonesia. 

“tema Muda Inovatif yang dimaksud adalah kader KMHDI mampu mendayagunakan pemikiran dan inovasinya sebagai stimulant dalam membentuk iklim di lingkungannya. KMHDI dengan semangat kaderisasinya (pendidikan kader) selalu berupaya meningkatkan kualitas SDM mahasiswa Hindu Indonesia yang selalu berinovasi dalam dan untuk perubahan “ jelas Presidium II KMHDI, Putu Asrinidevy, pada Rabu (11/8).

Wanita asal bali tersebut mengatakan bahwasanya hari ini kita menyadari peran anak muda sebagai agent of change sudah semestinya menjadi garda terdepan dalam setiap perubahan. Perkembangan zaman yang begitu cepat menuntut setiap individu khususnya anak muda untuk lebih kreatif dan inovatif dalam segala aspek. 

Sementara itu, Ketua Departemen Organisasi PP KMHDI Putu Yumi Andriani menjelaskan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan sebagai rangkaian dari perayaan HUT 28th KMHDI, diantaranya adalah Pendidikan Kader Nasional (PKN) dan juga berbagai perlombaan seperti lomba video, lomba essay serta lomba menulis & membaca puisi.

“sebagai bentuk rangkaian perayaan HUT KMHDI ke 28 tahun, kita dari PP KMHDI menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya Pendidikan Kader Nasional (PKN) dan Lomba Video yang akan diikuti oleh seluruh kader KMHDI yang tersebar di 22 provinsi. Selain itu, juga akan diadakan lomba essay serta lomba menulis & membaca puisi yang bisa diikuti oleh kader KMHDI dan seluruh mahasiswa hindu di Indonesia” jelasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa berbagai rangkaian perayaan HUT 28th KMHDI ini sudah milai di laksanakan mulai tanggal 1 agustus sampai dengan puncak perayaan di 3 september. Adapun di puncak perayaan akan dilaksanakan diskusi kader dan alumni secara hybird sekaligus malam penganugerahan pemenang lomba.

“Harapan dari diselenggarakannya berbagai kegiatan lomba dalam rangka HUT KMHDI ini dapat menggugah potensi dan semangat kader KMHDI dan generasi muda hindu untuk tetap aktif, kreatif dan inovatif dalam berkarya. Selain itu juga untuk memperkenalkan KMHDI di kalangan masyarakat umum khususnya mahasiswa Hindu,” tutup Yumi.

KMHDI merupakan organisasi kemahasiswaan bernafaskan Hindu yang bertaraf Nasional dan tersebar di 22 provinsi di indonesia. Secara de facto, KMHDI pertama kali berdiri pada tanggal 3 september 1993 dan merupakan organisasi pengkaderan yang memiliki visi sebagai wadah pemersatu dan alat pendidikan kader mahasiswa Hindu Indonesia serta misi memperbesar jumlah kader mahasiswa Hindu yang berkualitas. (**)

Sabtu, 28 November 2020

Jineng, Menjadi Seminar Kajian Koleksi ke Dua Museum Subak

Tabanan, BaliKini.Net - Guna memperoleh pemahaman,informasi serta dokumentasi lebih detail tentang koleksi.Kembali UPTD Museum Subak Tabanan melaksanakan seminar kajian koleksi berupa Jineng.

Sebelumnya telah melaksanakan seminar yang sama akan tetapi, dengan koleksi berbeda yaitu koleksi Ketungan.Seminar  kajian koleksi Jineng dilaksanakan,Jumat,(27/11) pagi di Ruang Pertemuan Museum Subak,Sangulan,Tabanan.

"Seminar hari ini, terkait kajian koleksi khususnya koleksi yang ada di museum ini (Museum Subak)," jelas Kepala UPTD Museum Subak,Tabanan,Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani disela kesempatan tersebut.

Dalam hal ini museum Subak telah memiliki informasi akan tetapi, agar lebih memperkaya informasi maka bisa didapat dari seminar dilaksanakan tersebut.

"Guna mendapat masukan, baik dari masyarakat,lingkungan sekolah maupun dari  budayawan.Masukan tersebut akan dimasukan dalam hasil kajian kita tim telah dibentuk juga guna melakukan pendataan," sebutnya.

Hasil seminar rencana akan dibukukan di tahun depan hal tersebut dilakukan agar generasi muda  kedepan bisa mengenal lebih  jauh lagi terkait koleksi dimiliki saat ini di museum.Maka dari itu, perlu didokumentasikan dalam bentuk buku sehinga memiliki data lebih lengkap lagi dari apa yang dikaji tim.

"Paling tidak menjadi awal dari penulisan,saat ini hanya diketik dan dijilid saja sementara.Hal tersebut dilakukan karena, belum ada angaran mencetak buku.Rencana tahun depan akan kami cetak bukunya," ujarnya.

Selanjutnya Dirinya mengatakan,sampai saat ini total jumlah koleksi dimiliki di museum kurang lebih sebanyak 300 jenis koleksi.

"Dipajang di ruang pameran museum subak sebanyak 250 jenis, di Rumah Bali kurang lebih 40 jenis koleksi dan beberapa ada juga ditempatkan di gudang penyimpanan," paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan,tahun lalu juga telah melakukan kajian-kajian koleksi seperti,Tika,Okokan dan Kepoakan.Tahun depan, tentu tetap melakukan kajian-kajian koleksi khususnya dimiliki di museum subak.[ag/r3]

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved