-->

Selasa, 23 Desember 2025

Populasi Anjing Liar Capai 30 Persen


Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - DARI Semua populasi anjing di Denpasar, sebanyak 30 persennya merupakan anjing liar, baik yang liar tanpa pemilik, maupun yang sengaja diliarkan. Beberapa kawasan yang paling banyak terdapat anjing liar seperti di kawasan pantai hingga Setra Badung, (23/12)
Terkait keberadaan anjing liar ini, Kadis Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta meminta agar tak memberi makan anjing di tempat berkumpulnya masyarakat. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk menekan gigitan anjing di Denpasar. "Kami minta agar tak memberi makanan anjing di tempat berkumpulnya masyarakat. Misalkan di depan warung, kita harus mempelajari sifat anjing," katanya. 
Pihaknya menambahkan, masih ada kebiasaan warga yang membuang anak anjing ke pantai maupun tempat sepi. Sehingga anjing tersebut akan menjadi anjing liar dan berpotensi menyebarkan rabies. Oleh karenanya, pihaknya mengimbau masyarakat tak membuang anak anjing. Dan jika tak bisa merawat diharapkan agar ada yang mengadopsinya.
Sampai saat ini, untuk di Kota Denpasar vaksinasi rabies sudah menyasar lebih dari 90 persen dari populasi anjing. Dimana estimasi populasi anjing di tahun 2025 sebanyak 82.545 ekor. 
"Sementara itu, untuk jumlah anjing positif rabies di tahun 2025 ini sebanyak 23 ekor, sedangkan untuk kasus gigitan anjing sebanyak 5000-an kasus. Untuk di Denpasar tidak ditemukan adanya kasus pada manusia," imbuhnya.
Terkait kasus positif pada anjing, kebanyakan merupakan anjing yang baru dibawa dari luar Denpasar dan belum divaksinasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat yang membawa anjing dari luar Denpasar agar melapor dan melakukan vaksinasi.
Di setiap desa/kelurahan juga telah dibentuk tim Tisira (tim siaga rabies), mereka bertugas untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pemeliharaan anjing serta melakukan pendataan.

Ketua GOW, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Hadiri Peringatan Hari Ibu Provinsi Bali,

Momentum Bergandengan Wujudkan Perempuan Percaya Diri, Berdaya, dan Terus Berkarya. 

DENPASAR, Bali Kini - Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menghadiri Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BKOW Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (22/12).
Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Berkarya dan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diikuti oleh berbagai organisasi wanita dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Acara berlangsung meriah dengan beragam rangkaian kegiatan, salah satunya penampilan fashion show busana slow fashion yang menampilkan karya dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar serta GOW dan BKOW kabupaten/kota se-Bali.

Ketua Umum BKOW Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dan kemampuan luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, perempuan mampu menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga, istri yang setia mendampingi suami, sekaligus berkontribusi aktif di masyarakat.

“Perempuan itu hebat dan berjaya karena mampu mengatur waktu, bukan diatur oleh waktu. Sejak pagi hari, bahkan sebelum pukul 10.00 Wita menghadiri undangan ini, perempuan sudah menjalankan banyak peran, mulai dari menyiapkan anak sekolah, menyiapkan suami bekerja, hingga mengurus kebutuhan dapur. Itulah kekuatan perempuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perempuan harus tangguh, kuat, dan tidak mudah mengeluh, karena perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, Ny. Seniasih mengajak seluruh organisasi wanita di Bali untuk terus bergandengan tangan, saling mendukung, serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, meskipun dengan keterbatasan anggaran.

“Berkegiatanlah dengan tulus dan sepenuh hati. Jangan bergantung pada anggaran semata, tetapi mari kita gotong royong, duduk bersama, dan mencari solusi. Perempuan harus bekerja dengan hati, karena organisasi wanita adalah mitra pendamping suami, bukan pemegang saham,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengajak organisasi wanita untuk melestarikan budaya dan potensi lokal Bali, salah satunya melalui penggunaan bahan-bahan lokal dalam setiap kegiatan, seperti pembuatan gebogan yang memanfaatkan buah-buahan lokal dari masing-masing kabupaten/kota.

Sementara itu, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan pandangan yang senada. Ia menegaskan bahwa perempuan merupakan sosok yang hebat, tangguh, dan memiliki peran besar dalam keluarga maupun masyarakat.
Melalui peringatan Hari Ibu ini, ia berharap perempuan semakin percaya diri, berdaya, dan terus berkarya demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Melalui momentum Hari Ibu ini, mari kita bergandengan tangan mewujudkan perempuan yang semakin percaya diri, berdaya, dan terus berkarya demi Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (Ayu/humas.dps)

Senin, 22 Desember 2025

Prajurit Udayana Pelda Dewa Putu Yadi Suteja Persembahkan Dua Perak SEA Games 2025

Laporan Reporter : Pendam IX Udy
Denpasar , Bali Kini – Prajurit Kodam IX/Udayana kembali mengharumkan nama Indonesia dan TNI AD di kancah internasional. Pelda Dewa Putu Yadi Suteja, atlet menembak andalan TNI Angkatan Darat, sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand, dengan membawa pulang dua medali perak bagi kontingen Merah Putih. Sabtu (20/12/2025)

Dalam kompetisi yang berlangsung sengit tersebut, Pelda Dewa Putu berhasil meraih posisi kedua pada nomor 25 Meter Rapid Fire Pistol Perseorangan. Tak berhenti di sana, ia kembali menambah koleksi medali perak melalui nomor 25 Meter Rapid Fire Pistol Beregu Putra, bahu-membahu bersama rekan setimnya, Anang Yulianto dan M. Fawwas Aditia Farrel.

Keberhasilan Pelda Dewa merupakan bagian krusial dari dominasi tim menembak Indonesia yang secara total berhasil mengamankan 6 medali emas, 9 perak, dan 8 perunggu. Hasil ini sekaligus menegaskan konsistensi Indonesia sebagai kekuatan besar olahraga menembak di Asia Tenggara.

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., dalam keterangan persnya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa ini. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari disiplin baja dan dukungan satuan yang terukur.

"Prestasi yang diraih Pelda Dewa Putu Yadi Suteja merupakan kebanggaan besar bagi Kodam IX/Udayana. Ini membuktikan bahwa prajurit tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas pokok militer, tetapi juga mampu menjadi duta bangsa yang berprestasi di level internasional," ujar Kolonel Widi Rahman 

Lebih lanjut, Kapendam berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh prajurit di jajaran Kodam IX/Udayana untuk terus menggali potensi diri. Menurutnya, keberhasilan di Bangkok adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai puncak prestasi, baik di bidang militer maupun olahraga.

Capaian beruntun yang ditorehkan oleh Pelda Dewa Putu Yadi Suteja ini dinilai selaras dengan visi pembinaan personel Kodam IX/Udayana yang fokus pada pembentukan prajurit yang tangguh, unggul, dan bermental juara.

Denfest Ke-18 Jadi Panggung Kreativitas Karya Desainer Lokal Tampil Memikat

Denpasar , Bali Kini  - Ajang Denpasar Festival (Denfest) ke-18 Tahun 2025 kembali menjadi ruang kolaborasi dan apresiasi bagi beragam elemen masyarakat. Berbagai kegiatan digelar untuk merangkul seniman, pelaku usaha, penyandang disabilitas, hingga pelaku UMKM di Kota Denpasar.

Seperti pada Minggu (21/12) petang digelar Fashion Show bertajuk "Mulat Sarira Hening Jiwa Eling Rasa" di area Patung Catur Muka Kota Denpasar. Pagelaran busana ini, konsisten digelar setia tahunnya di dalam kegiatan Denfest, yang menampilkan hasil karya para desiner dan UMKM/IKM Kota Denpasar. Hasil karya desainer ini diperagakan oleh para model terlatih dari Efisiensi Management dan Duta Endek Kota Denpasar. 

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Plt. Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya. Hadir pula Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari serta perwakilan organisasi perempuan juga hadir para istri dari jajaran Forkopimda Kota Denpasar.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara mengemukakan, berbagai program yang dilaksanakan Dekranasda Kota Denpasar yang terus memberikan dukungan bagi UMKM/IKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah memperkenalkan hasil karya industri lokal di sektor busana dan kerajinan yang ada di Kota Denpasar ke pasar yang lebih luas dan signifikan. 

"Fashion Show Denfest ke - 18 ini merupakan bentuk dukungan bagi perkembangan ekonomi lokal dan memberikan kesempatan kepada UMKM/IKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk menampilkan hasil karya dengan tujuan akhirnya memperluas jangkauan pasar," ujar Ny. Antari Jaya Negara

Dalam kegiatan ini Dekranasda berkolaborasi dengan Disperindag Kota Denpasar yang terus mendorong sektor industri kreatif di Kota Denpasar, terutama di bidang Fashion sebagai pendorong kebangkitan ekonomi lokal di Kota Denpasar.

Sementara Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari ditemui saat acara menjelaskan Fashion Show Denfest ke-18 Tahun 2025 dilaksanakan selama 2 hari, yakni 21 hingga 22 Desember 2025. Selama dua hari ini akan ditampilkan hasil karya desainer lokal dengan berbagai tema, dan produk unggulan UMKM/IKM lokal. 

Lebih jauh dijelaskan, pada hari pertama pagelaran fashion show, menampilkan Fashion Show Anak persembahan Franky Agency, Aditri, Bali Nusa, Gede Yudi, Kinara Busana, Raga Busana, Arunika, Lului, Rhea Cempaka, Bali Puspa Bordir, Dewi Anyar, Lusi Damai dan Taksu Design.

"Sementara di hari kedua tampil Baliwa Songket & Anggun Kebaya, Gringsing Emas Arta &Gekoya Kebaya, A2 Ayu Kebaya, Primadona, Ayunani Bali, Prana Bali Design, Djani Ananta, Regina Fashion,Jegeg Tri Busana, Ayu Khirana, Sekar Jepun, Tresna, dan Lenny Hartono, " terang Sri Utari. (Humas.Dps/esa-wah)

Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Ibu ke-97, Wabup Ipat Ajak ASN Perkuat Integritas.

Laporan Reporter : Tim Lpt 

Jembrana , Bali Kini  - Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 pada Senin (22/12). Upacara yang berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Jembrana tersebut berjalan khidmat dan tertib, yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa bela negara bukan semata-mata menjadi tugas aparat pertahanan, melainkan merupakan kewajiban seluruh warga negara. Bela negara diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang dilandasi kecintaan kepada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila, serta kerelaan berkorban demi bangsa dan negara.

“Bagi aparatur pemerintah, semangat bela negara harus tercermin dalam ketaatan terhadap peraturan, disiplin kerja, profesionalisme, serta komitmen untuk memberikan pelayanan publik yang adil, transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab.” ujarnya.

Sejalan dengan semangat bela negara, upacara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu ke-97. Menurutnya momentum ini memiliki relevansi yang sangat kuat dalam lingkungan birokrasi, mengingat peran perempuan yang semakin strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah.

“Pemberdayaan perempuan dalam birokrasi bukan semata-mata tentang kesetaraan, tetapi juga tentang optimalisasi potensi sumber daya manusia agar dapat memberikan kontribusi secara maksimal.” imbuhnya.

Peringatan Hari Bela Negara dan Hari Ibu merupakan momentum yang saling melengkapi dalam upaya memperkuat ketahanan bangsa. Wbup Ipat berharap, melalui peringatan ini seluruh aparatur pemerintah daerah dapat terus meningkatkan komitmen pengabdian, memperkuat integritas, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang profesional, inklusif, dan berkeadilan gender.

“Semoga semangat bela negara serta peran perempuan yang berdaya dan berkarya senantiasa menjadi kekuatan dalam meningkatkan kinerja dan pengabdian kita kepada masyarakat dan daerah yang kita cintai bersama.” tandas Wabup Ipat.

Jegog Spirit Festival 2025: 75 sekaa jegog bergemuruh, tiga tokoh legendaris raih Lifetime Achievement


Laporan Reporter: Ajb Tim Lpt
Jembrana , Bali Kini – Bukan gempa, melainkan dentuman bambu jegog yang menggema dan “menggetarkan” Kabupaten Jembrana. Jegog Spirit Festival 2025 sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata dengan melibatkan 75 sekaa jegog dan sedikitnya 1.500 seniman yang memadati Anjungan Cerdas Mandiri (ACM) Rambut Siwi sejak Jumat (19/12) hingga Minggu (21/12).

Festival yang menjadi ajang perayaan seni tradisi khas “Gumi Makepung” ini menegaskan posisi Jegog sebagai identitas kultural masyarakat Jembrana yang terus hidup dan berkembang di tengah arus zaman.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan Lifetime Achievement Award Jegog Spirit Festival 2025 kepada tiga tokoh penting dalam sejarah Jegog. Penghargaan diberikan kepada Kiang Geliduh, seniman agraris dari Banjar Sebual yang diyakini sebagai pecinta awal ansambel bambu Jegog sejak tahun 1912.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Suprig, tokoh yang menggabungkan Jegog dengan unsur tari dan silat sehingga menguatkan posisinya sebagai seni pertunjukan panggung, serta Ketut Swentra atau yang dikenal sebagai Pekak Jegog, maestro dari Desa Sangkaragung yang berjasa besar mengembangkan dan mempopulerkan Jegog hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati IGN Patriana Krisna (Ipat) menegaskan, Jembrana bergetar bukan karena bencana alam, melainkan karena semangat para seniman dalam menjaga warisan leluhur.
“Hari ini Jembrana bergetar bukan karena gempa, tetapi karena dentuman bambu-bambu jegog yang dimainkan oleh para seniman kita. Saya menyaksikan langsung betapa luar biasanya semangat 75 sekaa jegog yang hadir di sini, semua dilandasi kecintaan terhadap seni budaya tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu,” ujarnya.

Menurutnya, Jegog bukan sekadar musik, melainkan suara tanah Jembrana yang dimainkan dengan hati, gotong royong, dan kebersamaan. “Ketika orang mendengar Jegog, yang teringat adalah Jembrana. Melalui Jegog Spirit Festival 2025 ini, saya meyakini Jegog akan terus tumbuh subur dan tidak akan pernah punah,” tegasnya.


Sementara itu, mewakili Gubernur Bali, Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Setda Provinsi Bali, I Made Budi Adiana, menyampaikan bahwa festival ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam pelestarian, pembinaan, pengembangan, serta pemanfaatan seni budaya daerah. Terlebih, Jegog telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional.
“Jegog bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi identitas jati diri dan kebanggaan masyarakat Jembrana yang diwariskan secara turun-temurun,” katanya.

Melalui festival ini, pihaknya berharap tercipta ruang ekspresi bagi para seniman Jegog, mendorong regenerasi pelaku seni, serta memperkuat peran generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah derasnya globalisasi dan modernisasi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Jembrana beserta jajaran atas komitmen dan kerja kerasnya sehingga festival ini dapat terselenggara dengan sangat baik, terkonsep, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hijaukan Lereng Gunung Batur, FPRB Bangli Gelar Reboisasi di Bukit Pule Songan


Laporan Reporter : Dearna / Tim Lpt 
Kintamani , Bali Kini – Upaya pelestarian alam di kawasan Kintamani terus digalakkan. Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli, Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par., memimpin langsung aksi reboisasi yang dipusatkan di Bukit Pule Songan, Jalan Wisata Bukit Pule, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Kegiatan yang berlangsung hari ini Minggu 21/12/2025 ini disambut langsung oleh Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Pule Gunung Batur, I Nyoman Arnaya. Turut hadir dalam aksi lingkungan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bangli, I Wayan Artom Krisna dan I Made Muliawan, serta Camat Kintamani I Ketut Erry Soena Putra, dan tokoh masyarakat Desa Songan.

Dalam sambutannya, Ketua FPRB Bangli, Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par.menekankan bahwa penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam mitigasi bencana jangka panjang.

"Reboisasi di lereng Gunung Batur adalah investasi masa depan. Dengan menanam pohon hari ini FPRB berkomitmen untuk terus mendorong gerakan kolaboratif seperti ini demi meminimalisir risiko bencana alam di Kabupaten Bangli, dan Terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Bangli Instansi terkait (BKSDA, KPH Bali Timur, DLH, BPBD), unsur pimpinan kecamatan, desa, TNI/Polri, serta seluruh komunitas (Tagana, Orari, Rapi, Mapala) dan kelompok tani hutan yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini.

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bangli adalah organisasi independen yang baru dikukuhkan pada Juni 2025. Kami merupakan mitra strategis pemerintah dan masyarakat yang fokus pada upaya mitigasi dan pencegahan (pra-bencana).

Kegiatan dan Visi ke Depan Sepanjang tahun 2025, kami telah melakukan reboisasi di empat kecamatan serta edukasi "Satuan Pendidikan Aman Bencana" di sekolah-sekolah. Ke depan, kami berkomitmen bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk membentuk Desa Tangguh Bencana.

Pentingnya Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Berdasarkan peta risiko, Bangli memiliki 9 potensi bencana (kecuali tsunami). Oleh karena itu, partisipasi masyarakat adalah ujung tombak. Kami mengajak semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalisir.

Penanaman Pohon Hari ini, telah menutup agenda FPRB tahun 2025 dengan bibit pohon bantuan dari BP DAS Unda Anyar dan KPH Bali Timur, dan meski jumlahnya mungkin belum mencakup seluruh lahan, semangat kebersamaan ini adalah langkah nyata dalam menjaga alam. Kami mohon dukungan masyarakat untuk menjaga pohon-pohon yang telah ditanam. "Tutup Dr. Wiwin. 

Senada dengan hal tersebut, Ketua KTH Bukit Pule Gunung Batur, I Nyoman Arnaya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dipilihnya kawasan Bukit Pule sebagai lokasi penghijauan.

"Kami selaku kelompok tani hutan merasa sangat terbantu. Bibit yang ditanam hari ini, terutama jenis produktif seperti Alpukat, akan memberikan dampak ekonomi bagi warga di masa depan, sementara pohon Majegau dan Pule akan menjaga kelestarian adat dan ekosistem lokal kami," ungkap Nyoman Arnaya.

Dua Anggota DPRD Kabupaten Bangli yang hadir, I Wayan Artom Krisna dan I Made Muliawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif FPRB dan keterlibatan masyarakat Desa Songan.

"Kami di legislatif sangat mendukung kegiatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Kawasan Kintamani adalah aset vital bagi Bangli dan Bali secara umum. Aksi nyata seperti ini harus terus dikawal agar fungsi hutan sebagai daerah tangkapan air tetap terjaga," tegas I Wayan Artom Krisna.

Sementara itu, I Made Muliawan menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, DPRD, FPRB, dan kelompok tani adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Penanaman dilakukan secara simbolis dan dilanjutkan oleh seluruh relawan di sepanjang lereng Gunung Batur. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi: Pohon Pule: Sebagai ikon kawasan Bukit Pule. Alpukat: Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pohon Cemara & Ampupu: Untuk penguatan vegetasi hutan pegunungan. Pohon Majegau: Pohon identitas Bali yang bernilai sakral dan konservasi.

Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lain di wilayah Kintamani untuk aktif melakukan pemulihan lahan kritis demi menjaga keasrian lingkungan di kaki Gunung Batur.

Bupati Satria Serahkan Pitra Bakti Kepada Orangtua Korban Tenggelam di Sungai Kali Unda


Laporan Reporter: Tim Lpt 
Klungkung, Bali Kini - Bentuk perhatian dan kepedulian Bupati Klungkung, I Made Satria terlihat ketika Bupati melayat sekaligus menyerahkan Akta Kematian “Pitra Bakti” kepada keluarga almarhum Ni Komang Pande Ariani (14) asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Senin (22/12). Almarhum merupakan korban tenggelam pada Minggu (21/12) yang terjadi sekitar Pukul 15.00 Wita di Sungai Kali Unda, Desa Paksebali. 

Seperti diberitakan sebelumnya seorang saksi mata musibah tersebut, Wenpi Denge (39) menjelaskan saat kejadian, Wenpi Denge (39) bersama dengan korban (Ruben Radu Kaka) sedang mandi di Sungai Unda. Lalu mereka mendapati ada tiga orang remaja yang memberi syarat meminta tolong. Wenpi Denge dan Ruben Radu Kaka langsung terjun ke sungai untuk menyelamatkan tiga remaja yang tenggelam. Wenpi Dengan berhasil menyelamatkan dua orang remaja putri. Namun Ruben Radu Kaka (23) asal NTT justru ikut tenggelam, terbawa arus sungai. Warga setempat yang juga mengetahui kejadian itu, lalu bersama-sama berupaya menyematkan dua korban yang tenggelam.

Ni Komang Pande Ariani (14) yang lebih dahulu tenggelam, lalu muncul ke permukaan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setelah dievakuasi, remaja tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selang beberapa menit kemudian, Ruben Radu Kaka berhasil dievakuasi dan langsung di larikan ke RSUD Klungkung. Namun setelah diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. 

Seusai menyerahkan Pitra Bakti, Bupati Satria menyampaikan duka yang mendalam kepada kedua orang tua Ni Komang Pande Ariani (14), Bupati juga menyemangati kedua orang tuanya. “Titiang atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung turut perihatin atas kejadian ini, mari bersama-sama jaga kewaspadaan diri mengingat cuaca saat ini sering terjadi hujan dan angin kencang mudah-mudahan semua diberikan keselamatan dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ucap Bupati Satria didampingi Kadis Sosial P3A Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya.


Okupansi Hotel di Karangasem Turun 30–40 Persen, PHRI Harap Pasar Lokal Dongkrak Akhir Tahun


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini — Tingkat hunian hotel di Kabupaten Karangasem mengalami penurunan tajam hingga 30–40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terasa signifikan jika dibandingkan dengan Desember tahun lalu, dan berdampak pada hampir seluruh hotel di wilayah Karangasem.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, saat ditemui pada Senin, 22 Desember 2025, mengatakan bahwa kondisi tersebut cukup berat bagi pelaku usaha perhotelan.

“Jika dibandingkan periode Desember tahun lalu, okupansi hotel di Karangasem turun sekitar 30 hingga 40 persen,” ujarnya.

Menurut Kariasa, pelaku usaha berharap wisatawan lokal dan domestik dapat membantu meningkatkan tingkat hunian menjelang akhir tahun, khususnya pada periode 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, yang biasanya didominasi oleh pemesanan last minute.

“Kami berharap akhir tahun ini bisa terbantu oleh wisatawan domestik dan lokal yang biasanya melakukan booking mendadak. Untuk itu, hotel-hotel menyiapkan paket promo dengan harga yang lebih ekonomis, khususnya untuk pasar lokal,” jelasnya.

Meski tingkat hunian menurun, Kariasa menegaskan bahwa tidak ada karyawan yang dirumahkan akibat kondisi tersebut. Hak-hak pekerja tetap dijaga, termasuk hak cuti.

Selain faktor pasar, penurunan okupansi juga dipengaruhi oleh pengelolaan informasi dan isu keamanan yang berkembang di media sosial. Maraknya unggahan terkait bencana, kecelakaan, hingga tindakan kriminal, baik yang melibatkan wisatawan maupun warga lokal, dinilai berdampak pada citra pariwisata Karangasem.

Isu pengelolaan sampah yang belum tertangani secara optimal juga menjadi perhatian serius. Padahal, Karangasem memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wellness dan healthy tourism yang mengedepankan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan.

Salah satu pelaku usaha, Ariras Hotel yang memiliki 19 kamar, turut merasakan dampak penurunan tingkat hunian tersebut.

Kariasa berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan-persoalan tersebut.

“Kami berharap pemerintah bisa bergerak cepat mencari solusi, baik terkait pengelolaan sampah, keamanan, maupun pengendalian informasi di media sosial, agar kepercayaan wisatawan kembali meningkat,” pungkasnya. (Ami)

BNNK Karangasem Tetapkan 11 Desa Bersinar dan Jalin 28 Kerja Sama Stakeholder

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih
Karangasem, Bali Kini — Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius dan masuk dalam Misi Asta Cita ke-7 serta Program Prioritas Nasional ke-6. Menyikapi hal tersebut, BNN Kabupaten Karangasem terus memperkuat strategi pencegahan dan penanganan melalui kolaborasi lintas sektor sepanjang tahun 2025.

Hal itu disampaikan dalam press release akhir tahun BNNK Karangasem yang digelar pada Senin, 22 Desember 2025, dan dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Karangasem serta sejumlah wartawan. Press release tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias.

Sepanjang 2025, BNNK Karangasem mencatat telah menjalin 28 dokumen kerja sama dengan berbagai stakeholder sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dalam bidang pencegahan, BNNK Karangasem telah menetapkan 11 desa/kelurahan sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Selain itu, dilaksanakan 108 kegiatan sosialisasi P4GN yang menjangkau 8.363 orang, terdiri dari masyarakat umum, pegawai, serta siswa sekolah.

Program pendidikan P4GN juga menyasar 27 sekolah dengan total 4.383 siswa-siswi sebagai peserta. Sementara itu, kegiatan deteksi dini melalui pemeriksaan tes urine telah dilaksanakan sebanyak 35 kali, menjangkau 1.504 orang, guna mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Pada sisi penanganan, BNNK Karangasem mencatat 8 klien menjalani rehabilitasi rawat jalan, 1 klien program Intervensi Medis Berbasis (IMB), serta 15 klien pasca-rehabilitasi. Selain itu, terdapat 626 pelayanan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam mendukung intervensi berbasis masyarakat, BNNK Karangasem mengoperasikan 6 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan 5 orang agen pemulihan. Dua lokasi layanan berada di RSUD Karangasem dan Klinik Pratama BNNK Karangasem.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Karangasem, menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan dan deteksi dini juga telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Selat, Sidemen, Manggis, dan Kubu. Dari 275 sampel pemeriksaan tes urine yang dilakukan, seluruh hasil dinyatakan negatif, dan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor akan terus diperkuat hingga tahun 2025 dan seterusnya.

“Tujuan utama kami adalah memastikan pelaksanaan tugas pencegahan berjalan optimal. BNNK Karangasem akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk menghadirkan layanan pencegahan dan penanganan narkoba secara berkelanjutan,” tegasnya. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved