-->

Kamis, 12 Maret 2026

SMAN 1 Kediri (Bakta) Raih Juara SMASTA Cup XXVII 2026


Tabanan .Bali Kini  – Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mewakili Bupati Tabanan menghadiri sekaligus menutup secara resmi kegiatan SMASTA Cup XXVII yang digelar di Stadion Debes, Rabu, (11/3). Ajang kompetisi sepak bola antar pelajar tingkat SMA/SMK ini berlangsung meriah dan menjadi wadah pengembangan bakat serta sportivitas generasi muda, khususnya di Kabupaten Tabanan. Dimana pada kesempatan ini SMAN 1 Kediri (Bakta) keluar sebagai juara.

Kompetisi sepak bola ini berlangsung selama kurang lebih tiga minggu, dimulai pada 23 Februari hingga 11 Maret 2026. Turnamen diikuti oleh 10 sekolah tingkat SMA dan SMK dari Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung yang dibagi ke dalam dua grup pertandingan. Pada babak penyisihan, Grup A diisi oleh SMA Negeri 1 Tabanan, SMK Restu Muni, SMA Negeri 1 Penebel, SMA Negeri 1 Kediri, dan SMA Negeri 2 Tabanan. Sementara Grup B terdiri dari SMK Bintang Persada Tabanan, SMK Negeri 3 Tabanan, SMA Negeri 1 Kuta Utara, SMA Negeri 2 Tabanan, dan SMA Negeri 1 Kerambitan.

Dari hasil pertandingan babak penyisihan, SMA Negeri 1 Kediri keluar sebagai juara Grup A dengan runner-up SMA Negeri 1 Tabanan, sedangkan dari Grup B SMA Negeri 2 Tabanan menjadi juara grup dan SMK Bintang Persada Tabanan sebagai runner-up. Keempat tim tersebut kemudian melaju ke babak semifinal yang digelar pada 9 Maret 2026. Pada babak semifinal, SMA Negeri 1 Kediri berhasil mengalahkan SMK Bintang Persada Tabanan, sedangkan SMA Negeri 1 Tabanan berhasil menundukkan SMA Negeri 2 Tabanan. 

Dengan demikian, partai final mempertemukan SMA Negeri 1 Kediri melawan SMA Negeri 1 Tabanan, sementara perebutan posisi ketiga mempertemukan SMA Negeri 2 Tabanan dengan SMK Bintang Persada Tabanan. Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Debes Tabanan berlangsung cukup sengit. Namun, tim SMA Negeri 1 Kediri tampil dominan dan berhasil mengalahkan SMA Negeri 1 Tabanan dengan skor telak 5–0. Hasil tersebut mengantarkan SMA Negeri 1 Kediri meraih gelar Juara I SMASTA Cup XXVII. 

Bupati Tabanan yang dalam sambutannya dibacakan oleh Wabup Dirga, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memberikan ruang positif bagi generasi muda dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga. “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pihak sekolah, sponsor, serta semua pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Kegiatan seperti SMASTA Cup bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat persahabatan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan pelajar,” ujarnya.

Pemkot Denpasar Dorong Lahirnya Inovasi Masyarakat Sebagai Pilar Kesejahteraa

Ket. Foto : Tinggalkan 'Business as Usual', Pemkot Denpasar Dorong Lahirnya Inovasi Masyarakat Sebagai Pilar Kesejahteraan 


Denpasar, Bali Kini - Pembangunan sebuah kota di era dinamis tak lagi bisa sekadar mengandalkan pendekatan rutinitas atau business as usual. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Denpasar mulai memacu mesin utamanya yakni inovasi yang lahir langsung dari masyarakat.


Langkah ini ditandai dengan digelarnya "Sosialisasi Kompetisi Inovasi Masyarakat" oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Gedung Sewaka Dharma, Selasa (10/3). 

Pada acara ini, turut pula digelar diskusi strategis yang dipandu langsung oleh Kepala BRIDA Kota Denpasar, I Made Pasek Mandira. Acara ini tidak hanya memantik antusiasme, tetapi juga menjadi panggilan terbuka bagi para inovator lokal. 


Acara yang mengusung tema visioner "Dari Denpasar untuk Semesta: Inovasi Masyarakat sebagai Pilar Kesejahteraan dan Keharmonisan Dunia" ini menjadi batu loncatan awal menuju ajang kompetisi bergengsi di tahun 2027 mendatang.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhimerta, yang mewakili Walikota Denpasar, pada saat seremonial pembukaan acara tersebut menegaskan, tema yang diangkat bukanlah sekadar jargon kosong, melainkan cetak biru kebijakan daerah.


"Pemerintah Kota Denpasar ingin membuktikan bahwa ide-ide brilian yang lahir dari tingkat banjar, pelaku UMKM, hingga startup di Denpasar memiliki potensi besar untuk diskalakan, memberi dampak positif, dan menjadi solusi atas permasalahan kota," tegasnya saat membacakan sambutan Walikota di hadapan para peserta.

Partisipasi publik melalui inovasi, lanjut Alit Adhimerta, kini ditempatkan sebagai bentuk nyata ketahanan sejati sebuah kota.
Menariknya, persiapan kompetisi ini dilakukan jauh hari.

"Pemkot Denpasar menyadari penuh bahwa membangun sebuah ekosistem inovasi tidak bisa dilakukan lewat keajaiban semalam, butuh napas panjang untuk mengedukasi masyarakat, mematangkan ide, hingga menyatukannya dengan ekosistem bisnis dan teknologi," imbuh Alit Adhimerta. 

Acara ini turut juga dihadiri oleh Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Dr. Ir. Wiwiek Joelijani, M.T., yang memastikan adanya dukungan pengawalan inovasi daerah agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.


Sementara dari sisi hilirisasi teknologi dan bisnis, CEO PT Baliola Adi Maha Duta, I Gede Putu Rahman Desyanta, S.Si., S.KOM., M.M., turut memberikan pandangan praktisnya. Kehadirannya menggarisbawahi satu realitas penting yaitu ide sehebat apa pun akan mati jika tidak ditopang oleh kelayakan model bisnis dan wadah implementasi yang tepat.

"Dalam setiap realisasi ide hendaklah dapat difasilitasi oleh wadah implementasi yang hebat," kata Rahman Desyanta.

Dukung Pemerintahan yang Efektif dan Akuntabel

Ket. Foto: Pemkot Denpasar Teken Nota Kesepakatan dengan Kejari dan PN Denpasar di Bidang Perdata dan TUN


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dalam bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN). Kerja sama ini bertujuan memperkuat aspek legalitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berlandaskan kepastian hukum.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Trimo, S.H., M.H., serta Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum., yang berlangsung di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (12/3).

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Denpasar didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Selain penandatanganan nota kesepahaman, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Desa Padangsambian Kelod dengan Kejaksaan Negeri Denpasar terkait kerja sama di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepakatan, rancangan kerja, serta perjanjian kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, akuntabel, serta berlandaskan kepastian hukum.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat aspek legalitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus meminimalisir potensi permasalahan hukum yang dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan daerah,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dikatakannya, penandatanganan kerja sama ini juga mencerminkan komitmen bersama antar lembaga dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang tertib hukum dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Pemkot Denpasar mengapresiasi kerja sama ini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum di Kota Denpasar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Trimo, S.H., M.H., mengatakan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat aspek legalitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah serta meminimalisir potensi permasalahan hukum yang dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan.

Selain itu, kerja sama ini juga menjadi upaya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar berjalan secara akuntabel dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui kerja sama ini, para perbekel akan memperoleh dukungan pendampingan hukum dalam pelaksanaan tugas pemerintahan desa, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya permasalahan hukum dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan di tingkat desa,” jelas Trimo.

Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Dr. Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepakatan ini diharapkan dapat meminimalkan potensi pelanggaran hukum serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya di tingkat desa.

“Semoga sinergitas ini dapat terus berkelanjutan, tidak hanya sebatas hitam di atas putih semata, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” ujarnya(Win)

TERJATUH KE SUMUR, WARGA PEGUYANGAN TEREVAKUASI DALAM KEADAAN MENINGGAL DUNIA

DENPASAR , BALI KINI --- Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang warga yang terjatuh ke dalam sumur di wilayah Jalan Antasura, Gang Teratai No. 5, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, pada Kamis (12/3/2026).

Informasi kejadian diterima pada pukul 12.10 Wita dari Bapak Kojek, petugas BPBD Kota Denpasar. Dalam laporan disebutkan identitas korban atas nama I Made Wirya (65). Menurut informasi korban diketahui dalam kondisi sakit dengan salah satu kaki telah diamputasi. Keluarga melaporkan kejadian tersebut setelah tidak menemukan korban di rumah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 12.30 Wita 7 personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan dilengkapi peralatan mountaineering, satu set SCBA, peralatan medis, serta peralatan SAR pendukung lainnya.

Pada pukul 13.13 Wita mereka tiba di lokasi dan segera melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melaksanakan proses pencarian dan evakuasi di titik lokasi kejadian. Tak berselang lama jenasah I Made Wirya telah terevakuasi dari dalam sumur. "Tadi siang jenasahnya terevakuasi sekitar pukul 13.35 Wita berkat kerja dari tim SAR gabungan dan koordinasi yang baik, selanjutnya dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah menggunakan ambulans dari BPBD Kota Denpasar," jelas I Nyoman SIDAKARYA, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebanyak 7 personel, Samapta Polda Bali sebanyak 15 personel, Polsek Denpasar Barat 3 personel, Damkar Kota Denpasar 5 personel, Camat Denpasar Utara, aparat Desa Peguyangan, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (ay)

Perkuat Pelayanan Sosial, Pemkot Denpasar Salurkan 100 Kursi Roda

Ket. Foto : Penyerahan bantuan kuri roda secara simbolis kepada warga yang membutuhkan oleh Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, serta Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar, Yudya Putri, pada Kamis (12/3) di Graha Nawasena

Denpasar , Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan sosial bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran bantuan alat bantu kesehatan berupa kursi roda bagi warga yang membutuhkan. Pada Kamis (12/3), sebanyak 100 unit kursi roda disalurkan kepada masyarakat Kota Denpasar.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Graha Nawasena Denpasar oleh Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, serta Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar, Yudya Putri.

Bantuan kursi roda tersebut bersumber dari APBD Kota Denpasar Tahun 2026 melalui program pengadaan alat bantu kesehatan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam memenuhi hak dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kemandirian penerima manfaat.

Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Walikota dan Wakil Walikota Denpasar terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan fasilitas kesehatan.

“Bersama Dinas Sosial dan K3S Kota Denpasar hari ini kami menyerahkan secara simbolis bantuan kursi roda kepada masyarakat di Graha Nawasena Denpasar. Bantuan ini merupakan perhatian Bapak Walikota dan Wakil Walikota Denpasar kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ayu Kristi Arya Wibawa.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima, terutama dalam mendukung aktivitas sehari-hari di rumah maupun saat menjalani pengobatan.

“Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memberikan kemudahan bagi penerima dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Ayu Kristi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar, Yudya Putri, mewakili Kepala Dinas Sosial, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial melaksanakan program pengadaan alat bantu kesehatan berupa kursi roda sebanyak 100 unit yang diperuntukkan bagi masyarakat Denpasar yang membutuhkan.

Menurutnya, pengadaan alat bantu kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam pemenuhan hak dasar bagi penyandang disabilitas maupun masyarakat yang memerlukan alat bantu mobilitas.

“Kami berharap bantuan kursi roda ini dapat meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian masyarakat penerima manfaat,” jelas Yudya Putri didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Diah Kurniyawati. (Pur)

Wawali Arya Wibawa Hadiri Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi⁰

Di Ikuti 20 Ogoh-Ogoh di Wilayah Sanur, Jadi Daya Tarik Wisata Tersendiri 

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri  Parade Ogoh-ogoh 'Sanur Metangi' ditandai dengan penampilan pertama dari Ogoh-ogoh Banjar Panti Sanur, memulai Parade 20 Ogoh-ogoh se Desa Sanur, bertempat di Kawasan Pantai Mertasari Sanur, Kamis (12/3) sore. Antusiasme masyarakat lokal dan internasional yang menyaksikan acara ini begitu jelas terlihat.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan festival dan parade  Ogoh-ogoh Sanur Metangi ini. Arya Wibawa juga mengatakan pemerintah turut membantu memastikan kelancaran kegiatan melalui berbagai langkah, serta penguatan pengamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi acara. 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan siap mendukung kelancaran kegiatan ini, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun penataan lingkungan. Kegiatan seperti ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Sanur,” ujar Arya Wibawa.

Lebih jauh, menurut Arya Wibawa, konsep kegiatan festival ini merupakan gagasan positif yang mampu menjadi ruang kreatif bagi generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan antar pemuda.

“Konsep Sanur Metangi ini sangat bagus. Selain mempererat kebersamaan anak-anak muda, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya dalam kegiatan yang positif. Terlebih Sanur sebagai kawasan pariwisata, tentu generasi mudanya diharapkan terus kreatif dalam merancang kegiatan budaya,” jelasnya.

Sementara Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh Sanur Metangi, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menyampaikan bahwa pada hari terakhir ini dilaksanakan parade ogoh-ogoh dengan menampilkan 20 karya ogoh-ogoh yang akan dinilai oleh para juri di bidangnya.

Untuk diketahui Dari total 29 banjar di Sanur, sebanyak 27 banjar berpartisipasi, sementara dua banjar berhalangan. Setelah melalui seleksi oleh lima juri independen dari luar Sanur, terpilih 20 banjar yang masuk nominasi untuk tampil di parade utama.

Dari 20 banjar finalis tersebut, perwakilan wilayah terdiri atas enam banjar dari Desa Dinas Sanur Kaja, enam banjar dari Kelurahan Sanur, dan delapan banjar dari Sanur Kauh yang memang memiliki jumlah banjar lebih banyak. Parade puncak berlangsung pada hari ini 12 Maret 2026 di kawasan Stock File Pantai Mertasari.

Dimana sehari sebelumnya, panitia menggelar penilaian ogoh-ogih mini dan tapel, talkshow sejarah Sanur dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang memahami perkembangan Sanur dari masa lalu hingga kini sebagai destinasi wisata unggulan.

Pada malam parade, 20 ogoh-ogoh akan tampil sesuai nomor undian. Masing-masing banjar mendapat waktu 8–10 menit untuk menampilkan ogoh-ogoh lengkap dengan fragmen dan baleganjur.

Adapun sistem penilaian dipisahkan antara kategori ogoh-ogoh serta fragmen dan baleganjur, sehingga akan ada dua kelompok juara. Parade dimulai sekitar pukul 16.00 Wita, dengan target rampung sebelum pukul 23.00 Wita. Pengumuman juara direncanakan menjelang tengah malam setelah seluruh penampilan selesai.

Ida Bagus Prajiskana menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mematahkan stigma bahwa lomba identik dengan keributan.

"Kami ingin buktikan bahwa kompetisi bisa jadi ajang memperbaiki diri. Kalah atau menang itu biasa, yang penting tetap kompak karena ini tentang Sanur," tegasnya.

Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai sekitar Rp50 juta, yang akan dibagi dalam beberapa kategori juara. Dengan semangat kebersamaan, Sanur Metangi 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas pemuda sekaligus memperkuat citra Sanur sebagai kawasan wisata yang tetap berakar kuat pada tradisi budaya Bali.

Ia pun menambahkan, untuk Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi untuk tamu VVIP dikenakan tiket Rp.200.000, dan untuk masyarakat umum gratis dengan larangan membawa makan dan minuman dari luar.

Sementara Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gde Sidharta Putra menjelaskan, kehadiran Yayasan Pembangunan Sanur selalu mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Dukungan itu baik untuk aktivitas kepemudaan, kegiatan pariwisata maupun sosial.

Diakuinya, Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi  ini sarat makna yang mendorong anak-anak berkreativitas seni dan budaya. "Ini juga usaha kita untuk mengenalkan seni budaya Bali," imbuhnya.

Dikatakannya lebih jauh, parade ini dinilai dan dilombakan, sehingga dilakukan penjurian sesuai dengan sistem nilai berdasarkan pakem. Misalnya dari pakaian hingga aksesoris penunjang lainnya.

"Tentu anak-anak akan melakukan riset tentang bagaimana itu misalnya gelungan, baik dari segi bentuk maupun warna," bebernya.

Gus De juga menyebut, bahwa dalam parade ini terdapat berbagai gabungan seni. Mulai dari seni patung untuk penggarapan ogoh-ogoh, seni tabuh untuk mengiringi, seni tari dalam fragmen, karawitan, pakaian, serta lain sebagainya. (ays).

Bupati Karangasem Buka Pawai Ogoh-Ogoh PAUD, Penampilan Kreatif Anak-anak Curi Perhatian

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Ribuan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memeriahkan Pawai Ogoh-Ogoh tingkat Kabupaten Karangasem dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang digelar di Jalan Veteran menuju GOR Gunung Agung, Jumat (12/3/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Karangasem ini diikuti lebih dari 3.000 peserta yang terdiri dari anak-anak PAUD, guru, serta orang tua pendamping. Sebanyak 38 ogoh-ogoh ditampilkan dalam pawai yang berlangsung meriah dengan berbagai tema.

Bupati Karangasem bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah undangan turut hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Turut hadir pula Bunda PAUD Karangasem bersama jajaran IGTKI yang memberikan dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya sejak usia dini.

Penampilan para anak PAUD terlihat memukau saat menampilkan ogoh-ogoh yang dibuat melalui kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Setiap kelompok menampilkan fragmen tari serta atraksi kreatif di depan panggung utama, menambah semarak jalannya pawai.

Pawai dimulai dari titik kumpul di Jalur 11 (Jalan Veteran) dan berakhir di GOR Gunung Agung. Dalam pelaksanaannya, setiap lembaga PAUD diberikan waktu sekitar tiga menit untuk menampilkan display di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan.

Kegiatan ini mengusung tema “Raksateng Kumara Ngerakse Budaya Ngelimbakang Karangasem AGUNG”, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai budaya Bali sekaligus pendidikan karakter kepada anak sejak usia dini.

Ketua IGTKI Kabupaten Karangasem, Dewa Ayu Anom Pratiwi, mengatakan kegiatan tersebut penting bagi anak-anak PAUD agar memahami makna ogoh-ogoh serta mengenal proses pembuatannya sejak dini.

“Penting bagi anak-anak PAUD untuk mengetahui makna ogoh-ogoh dan bagaimana proses pembuatannya. Dengan begitu mereka tidak hanya melihat, tetapi juga belajar memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa kegiatan pawai ogoh-ogoh ini merupakan bentuk inovasi dalam dunia pendidikan anak usia dini di Karangasem.

Menurutnya, selain menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi, kegiatan ini juga bertujuan mendidik generasi muda Karangasem agar mengenal dan melestarikan budaya sejak usia dini.

“Pembuatan ogoh-ogoh ini merupakan inovasi dari PAUD. Selain merayakan Hari Raya Nyepi, kegiatan ini juga mendidik generasi muda Karangasem tentang bagaimana melestarikan budaya mereka,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para orang tua yang turut hadir dan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan orang tua yang turut serta hadir mendampingi anak-anak mereka. Ini menjadi bagian dari proses mengenalkan budaya ogoh-ogoh sekaligus mendidik anak-anak sejak dini,” tambahnya.

Ke depan, Bupati berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan tempat khusus sehingga pelaksanaannya dapat lebih tertata dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya Bali, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong kepada anak-anak, guru, serta orang tua dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Rabu, 11 Maret 2026

Tak Tau Suami Tanam Ladang Ganja, Wanita Rusia ini Ikut Diadili

Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini  - Didampingi Kuasa Hukumnya Dr. Ni Wyn Umi Martina, S.H., M.H., Wanita asal Rusia bernama Kseniia Varlamova, mengaku bahwa sama sekali tidak mengetahui suaminya Nirul Rashim Abdoelrazak asal Belanda, menanam ladang ganja.
Dibeberkannya, bahwa selama menjalani hubungan yang tidak sampai setahun. Dirinya mengaku belum pernah memasuki rumah suaminya yang tinggal di Ubung Kaja, Denpasar.
"Klien kami tidak menjalin pernikahan resmi. Dia (Kseniia) memiliki beberapa tempat tinggal. Jadi dirinya ini tidak tau jika halaman tempat tinggal dari Nirul Rashim ada kebun ganja," beber Kuasa Hukumnya dalam surat pembelaan.
Dilanjutkannya bahwa Kseniia yang telah menjalin hubungan dengan terdakwa Nirul Rashim, memutuskan untuk akhirnya berkunjung ke rumah Nirul Rashim di Ubung Kaja. Saat itu diakuinya sempat melihat dan untuk kemudian beberapa harinya ditangkap.
Wanita kelahiran 28 Mei 1992, dengan Nomor Paspor: RUS 77 1804021, meyebut JPU keliru dalam menulis surat dakwaan yang mengatakan bahwa dirinya tinggal satu alamat dengan terdakwa Nirul Rashim.
“Dapat Saya jelaskan bahwa Saya selalu berpindah tempat tetapi tinggal permanen di Canggu, lalu sejak 23 Juli Saya tinggal di Uluwatu kemudian Lovina. Sesekali Saya mengunjungi suami Saya ketika dia butuh bantuan dalam pekerjaan rumah,” tulisnya.
Apa yang disampaikan Kseniia dalam persidangan diperkuat oleh keterangan terdakwa Nirul Rashim, yang memastikan dirinya tidak tinggal serumah.
"Saya menikah dengan istri saya atas nama Kseniia Varlamova tanggal 15 Mei 2025, dimana istri saya tidak menetap di rumah Jalan Bina Kusuma IV Desa Ubung Kaja,  Denpasar Utara. Namun sering datang menemui saya dirumah yang saya tempati,” pengakuan Nirul Rashim.
Faktanya sebelum wanita seniman Tattoo ini diamankan, ia menetap di Villa Eden Grove, Jalan Subak Daksina Gang 14, Desa Tibubeneng, Kuta Utara.
Untuk diketahui, tertuang dalam dakwaan Jaksa I Made Lovi Pusnawan disebutkan pria 30 tahun asal Belanda dengan nomor Pasport NX4229F37 diamankan Rabu 01 Oktober 2025 sekitar pukul 12.30 WITA di Ubung Kaja.
Ia diamankan berikut tanaman ganja dan beberapa yang kering dengan beratnya  melebihi 1 kg atau melebihi 5  batang pohon. Ganja tersebut ditanam dalam tenda Hidroponik warna hitam.
"menurut terdakwa tenda Hidroponik tersebut dirakit oleh temannya. Terdakwa mulai menanam tanaman ganja dengan cara menyiapkan beberapa biji ganja dan tisu warna putih, setelah itu tisu warna putih yang dibasahi dan diletakan biji ganja," tulis dalam dakwaan.
Saat sudah tumbuh akar, terdakwa memindahkan bibit tanaman ganja tersebut ke dalam plastik cup bening yang sudah terisi tisu putih yang dibasahi dan ditutup, apabila akarnya sudah tambah panjang maka terdakwa memindahkan bibit tanaman ganja ke media tanaman yang sudah berisi serabut kelapa.
Saat sudah mulai membesar tanaman ganja tersebut terdakwa pindahkan ke pot warna putih yang sudah berisi serabut kelapa, setelah itu terdakwa merawat tanaman ganja tersebut dengan rutin melakukan penyiraman.
Bahwa kemudian hari Rabu tanggal 01 Oktober 2025 sekitar Pukul 12.30 WITA, pasutri ini berada di rumah Ubung Kaja, Denpasar Utara, langsung didatangi pihak Polda Bali.
Petugas mengamankan keseluruhan biji kering, daun warna hijau dan daun kering narkotika jenis ganja adalah 278,2 gram brutto atau 130,06 gram netto.
Sebuah pot besar berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi 40 cm (1 batang pohon ganja). Juga tiga buah pot kecil berwarna putih masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 15 cm.
Juga ada 4 buah polybag masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 35 cm.
"Serta dalam kontener ditemukan ada 67 pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 5 cm. Serta, 24  pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 10 cm,_ tulis dakwaan.
Di kontener itu juga ada 6 buah pot besar masing-masing berisi tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 100 cm. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 610 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.

KTP Tanpa Agama Mulai Diminati Warga Denpasar

Denpasar . Bali Kini - Sejak rekomendasi diterbitkan  pemerintah RI jaman kepemimpinan Peresiden ke 7 Joko Widodo, tercatat ada puluhan warga Kota Denpasar memilih mengubah status agama di KTP elektronik (KTP el) maupun KK menjadi penghayat kepercayaan kepada Tuhan YME. Hal ini setelah adanya Putusan MK Nomor 97/PUU-XIV/2016 yang memperbolehkam hal tersebut. 

Dalam putusan itu, penganut aliran kepercayaan berhak mencantumkan "Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa" di kolom agama KTP el dan Kartu Keluarga (KK). Sebagaimana disampaikan Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Luh Putu Dessy Wijayanti, sudah ada 41 warga yang mengubah kolom agama di KTP menjadi penganut aliran kepercayaan. 

Kata dia, 41 penganut kepercayaan ini tersebar di 4 kecamatan yakni Kecamatan Denpasar Selatan sebanyak 27 orang yang terbanyak,  jenis kelamin laki-laki 20 orang dan 7 prempuan. Lalu di Denpasar Timur terdapat 3 orang dengan jenis kelamin laki-laki 2 orang perempuan 1 orang. 

Sementara di Kecamatan Denpasar Barat ada 1 orang dengan jenis kelamin laki-laki. Serta untuk di Kecamatan Denpasar Utara ada 10 orang dengan jenis kelamin laki-laki 2 orang dan perempuan 8 orang. 

"Dalam pencantuman di KTP dan KK hanya dituliskan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tanpa menyebutkan aliran spesifik yang dianut. Pencantuman tersebut sudah diterima langsung dari data pusat, kemungkinan mereka mendaftar di luar Denpasar," Terangnya, Rabu (11/3).

Syarat utama pencantuman aliran kepercayaan di kolom agama KTP-el adalah membawa Kartu Keluarga (KK), KTP-el lama, dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) atau surat keterangan dari organisasi penghayat kepercayaan/pemuka kepercayaan. "Agar aliran kepercayaan dapat dicantumkan, organisasi penghayat tersebut harus terdaftar resmi dan berizin," Demikian aku Dessy Wijayanti.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved