-->

Kamis, 07 Mei 2026

Gusti Made Tusan Berikan Tali Asih kepada 29 Calon Jemaah Haji Karangasem

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Sebanyak 29 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Karangasem siap diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026. Menjelang keberangkatan, para jemaah terlebih dahulu bertemu tokoh Karangasem, I Gusti Made Tusan di Jalan Ahmad Yani, Amlapura, Selasa (5/5).

Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Made Tusan juga memberikan tali asih kepada seluruh calon jemaah haji sebagai bentuk dukungan dan doa agar perjalanan ibadah berjalan lancar.

Keberangkatan rombongan dikoordinasikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Ahmad Sadat Kadar Usman. Selain 29 jemaah, keberangkatan juga didampingi dua petugas yang bertugas membantu kelancaran perjalanan dan pelaksanaan ibadah selama di Tanah Suci.

“Sebanyak 29 calon jemaah haji yang akan berangkat mendaftar tahun 2013 dan tahun 2014,” jelas Ahmad Sadat Kadar Usman.

Ia mengatakan jumlah jemaah tahun ini lebih sedikit dibanding tahun 2025 yang mencapai 52 orang, menyesuaikan jumlah pendaftar pada tahun tersebut.

Rencananya, para jemaah akan berangkat menuju Surabaya menggunakan bus pada Jumat (8/5), kemudian melanjutkan penerbangan menuju Jeddah pada Minggu (10/5). Selama di Arab Saudi, jemaah dijadwalkan tinggal di Mekkah selama 30 hari dan melanjutkan ibadah di Madinah selama 9 hari.

“Harapan kami, jemaah calon haji yang menunaikan ibadah haji agar selalu sehat selama di tanah suci, dan kembali ke Karangasem juga dalam keadaan sehat,” harapnya.

Ahmad Sadat Kadar Usman juga menyampaikan bahwa para petugas nantinya akan mendampingi jemaah sejak tiba di Surabaya hingga selama berada di Mekkah dan Madinah.

Dari data jemaah, calon haji tertua tercatat atas nama Ahmad Nung berusia 81 tahun asal Lingkungan Telaga Mas. Sementara jemaah perempuan tertua yakni Hanimah berusia 75 tahun dari wilayah yang sama.

“Saya berangkat bersama istri, mendaftar tahun 2013,” ujar Kamarudin.

Sementara itu, Hanimah mengaku berangkat bersama anaknya, Saifudin. Jemaah lainnya, Ahmad Nung berusia 81 tahun asal Lingkungan Telaga Mas, Kelurahan Subagan, juga berangkat bersama istrinya, Sitirah.

I Gusti Made Tusan turut mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji.

“Sehat saat berangkat, dan sehat sekembali ke Karangasem. Saya harap agar pintar menjaga kondisi, karena di Mekkah suhu alam cukup panas,” ujar I Gusti Made Tusan.

Seluruh rangkaian ibadah haji diharapkan berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur. (Ami)

Rabu, 06 Mei 2026

masyarakat sehingga masyarakat lebih mudah mengadukan persoalan sosial yang dihadapi.

Tabanan , Bali Kini - Ketua TP PKK Kecamatan Kerambitan, Ny. Ratmini Supraja, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bunda Rai kepada masyarakat Kerambitan. Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat di Kecamatan Kerambitan. Beliau tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut menjadi motivasi bagi kader PKK dalam menjalankan tugas dan fungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Penebel, Ny. Asri Manik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ungkapnya.(*)

Bunda Rai Hadirkan Taman Ramah Anak di Pura Luhur Batukau


- Hangatkan Kedekatan dengan Generasi Emas - 

Tabanan , Bali Kini – Suasana hangat penuh keceriaan menyelimuti kawasan Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin (4/5), saat Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai hadir meresmikan Taman Ramah Anak dan Ruang Baca Bunda PAUD. Tak sekadar seremoni, kehadiran Bunda Rai selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan terasa begitu dekat dengan masyarakat, terutama anak-anak yang menyambutnya dengan antusias dan penuh tawa.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, dan dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Perwakilan Dinas PU, Camat Penebel, Bendesa Adat Desa Wongaya dan Perbekel Desa Wongaya, jajaran pengurus PKK Kabupaten Tabanan dan Bunda PAUD Kecamatan Penebel, serta anak-anak PAUD dan TK setempat yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bunda Rai, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung Taman Ramah Anak dan Ruang Baca. 

Fasilitas ini dirancang sebagai ruang alternatif bagi masyarakat yang datang bersembahyang bersama keluarga, agar anak-anak tetap memiliki ruang bermain dan belajar yang aman dan menyenangkan. Di ruang tersebut tersedia berbagai fasilitas edukatif seperti buku bacaan anak, ayunan, mainan perosotan, jungkat-jungkit, hingga mangkok putar.

Kehadiran taman ini menjadi wujud nyata perhatian Bunda Rai terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak di ruang publik berbasis budaya dan spiritual. Momen paling hangat terlihat saat Bunda Rai yang juga selaku Bunda Literasi Kabupaten Tabanan menyapa anak-anak PAUD dan TK yang hadir. Dengan penuh kasih, ia duduk bersama, membacakan cerita (story telling), serta mengajak anak-anak berinteraksi secara langsung. 

Tawa riang dan respon polos anak-anak mencerminkan kedekatan emosional yang kuat antara Bunda Rai dan generasi usia dini tersebut. Tak hanya itu, Bunda Rai juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berisikan susu bubuk dancow, susu cair ultra milk, biskuit regal, buah apel fuji dan telur rebus kepada 50 anak sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak, dan juga bingkisan alat tulis untuk hadiah interaksi sesi tanya jawab dengan anak-anak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Beji dan Pura Luhur Batukau, menambah nuansa spiritual dalam rangkaian acara.

Dalam sambutan singkatnya, Bunda Rai mengungkapkan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan anak-anak dan para guru. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar meresmikan fasilitas, tetapi juga untuk melihat langsung perkembangan anak-anak di wilayah tersebut. Hari ini sangat berbahagia sekali, terutama melihat anak-anak di sini, tempatnya sudah semakin bagus, tamannya sudah bunda resmikan,” ujarnya dengan penuh haru.

Pesan penting kepada para orang tua juga disampaikan Bunda Rai agar lebih bijak dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya dalam penggunaan teknologi. Ia mengajak untuk membatasi penggunaan gadget bagi anak-anak dan mendorong mereka lebih aktif bermain serta membaca. Sekarang tamannya sudah bagus sekali, kalau bisa dimanfaatkan taman ini, tidak harus saat sembahyang saja, ini bebas dibuka jam berapa saja. Hanya saya berpesan kepada semua yang ada di sini agar bersama-sama menjaga, dijaga alat permainannya, dijaga buku-bukunya, semua harus dijaga bersama biar tidak cepat rusak,” pintanya. 

Sebagaimana diketahui bersama, kehadiran Taman Ramah Anak dan Ruang Baca ini bukan hanya menjadi fasilitas fisik semata, tetapi juga simbol kepedulian dan kedekatan Bunda Rai sebagai Bunda PAUD dengan masyarakat. Melalui sentuhan langsung dan interaksi hangat, ia terus menanamkan nilai pentingnya pendidikan sejak usia dini dalam suasana yang ceria dan menyenangkan. (*)

Anjing Liar Makin Banyak, Vaksin Belum Capai Target


Denpasar , Bali Kini - Cakupan vaksinasi rabies di Denpasar hingga akhir April mencapai 33,27 persen. Demikian ditemukan dua kasus rabies di wilayah Denpasar Barat pada anjing liar.  Berdasarkan data di Distan Kota Denpasar tercatat, hingga 29 April 2026 sebanyak 28.068 ekor anjing telah divaksinasi atau sekitar 33,27 persen. 

Adapun target cakupan vaksinasi mencapai 92,65 persen dari total populasi anjing di Denpasar yang mencapai 84.369 ekor. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, mengatakan, dua kasus positif rabies yang terkonfirmasi berasal dari anjing liar, memicu kewaspadaan terhadap potensi penularan. 

Diakuinya, upaya percepatan vaksinasi terus digencarkan untuk mengejar target kekebalan populasi. “Vaksinasi menjadi langkah utama dalam memutus rantai penularan rabies, terutama pada populasi anjing yang berisiko tinggi,” kata drh. Suparmi.

Menurutnya, selain sulit dijangkau, mobilitas anjing liar yang tinggi berpotensi memperluas penyebaran virus. Distan Denpasar kini mengintensifkan strategi jemput bola melalui vaksinasi door to door, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan, termasuk memastikan vaksinasi rutin.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) serta menghindari kontak dengan anjing liar. Langkah cepat dinilai krusial untuk mencegah rabies berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang lebih luas.

"Dengan capaian vaksinasi yang masih jauh dari target, percepatan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Denpasar tetap menuju status bebas rabies," Urainya, Rabu (06/05).

Bansos Sistem Digitalisasi, Terkendala Warga Tak Punya Ponsel Pintar

Denpasar , Bali Kini - Pelaksanaan program piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Denpasar telah siap. Hanya tinggal menunggu pelatihan untuk melakukan uji coba. Jika sudah berjalan dimungkinkan terkendala banyaknya warga yang tidak memiliki Ponsel Pintar. 

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengungkapkan Denpasar sudah melakukan sosialisasi termasuk penyiapan fasilitator desa. "Agen juga sudah. Sekarang proses IKD dari Dinas Capil untuk desil 1 sampai 5," kata Laxmy.

Kata dia, saat ini pihaknya masih menunggu pelatihan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang difasilitasi Pemprov Bali. "Dinas Sosial Denpasar,  belum berani uji coba karena belum ada pelatihan, rencana minggu depan pelatihannya," Akunya.

Laxmy menambahkan, untuk aktivasi IKD, juga akan didampingi masing-masing agen, dengan penggunaan IKD akan menjadi lebih transparan dan warga tak bisa berbohong. "Sekarang wajib IKD, jadi bisa saja yang sebelumnya desil 5 berubah jadi desil 6 karena lebih transparan," Jelasnya.

Ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, seperti warga meninggal tapi tak mengurus akta kematian, pindah, dan ada juga yang tak memiliki ponsel pintar. Dari data Dukcapil, untuk di 43 desa/kelurahan ada sebanyak 38.437 penduduk yang masuk desil 1 sampai 5.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, menyebut, dari jumlah itu sebanyak 441 orang terdata telah meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, baru 1.332 penduduk atau 7 persen yang telah melakukan aktivasi IKD. Sehingga jika dikurangi data penduduk yang telah meninggal, ada 35.129 penduduk yang akan dikejar untuk aktivasi IKD. 

"Baru satu desa yakni Peguyangan Kangin yang penduduknya masuk desil 1 sampai 5 sudah 100 persen melakukan aktivasi IKD," Jelas Dewa Gde Juli, Rabu (06/05).

Dalam aktivasi IKD ini, pihaknya mengalami beberapa kendala seperti ada penduduk yang tak tinggal di alamat yang tertera. Diketahui sebanyak 153 orang tidak tinggal di alamat yang tercantum. Sementara ada data sebanyak 941 penduduk yang tidak memiliki ponsel pintar, bagi warga yang belum memiliki ponsel pintar, akan dibantu oleh petugas. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan aktivasi IKD untuk 85 orang agen pendamping dari Dinas Sosial Denpasar.
Untuk memperluas jangkauan aktivasi IKD, Dukcapil Denpasar menerapkan strategi integrasi layanan. Saat ini, setiap warga yang melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) akan langsung dipandu untuk mengaktivasi IKD di tempat. "Selanjutnya akan berkoordinasi dengan desa/kelurahan untuk mempercepat target aktivasi IKD," Tutup Dewa Gde Juli.

Bupati Kembang Hartawan Canangkan BBGRM dan HKG PKK ke-54 di Pantai Keramat: "Gotong Royong Adalah Nafas Bernegara ,,

JEMBRANA , BALI KINI  – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna secara resmi membuka Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Jembrana. Acara yang sarat akan nilai budaya ini dipusatkan di Pantai Keramat, Banjar Melaya Pantai, Kecamatan Melaya, pada Rabu (6/5/2026).
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul secara serentak, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi lingkungan berupa penanaman pohon mangrove di pesisir pantai.
​Dalam sambutannya, Bupati Kembang menekankan bahwa gotong royong harus dimaknai lebih dalam, bukan sekadar aktivitas fisik rutin.
"Gotong royong tidak hanya sebatas bersih-bersih dan menanam pohon. Ini merupakan cerminan hidup kita dalam berbangsa dan bernegara. Mari kita terapkan pola gotong royong dalam semua gerak kehidupan kita bermasyarakat," ujar Bupati Kembang di hadapan para undangan dan warga.

​Kepala Dinas PMD PPPA PPKB Kabupaten Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan ini mengacu pada hasil Rakernas X PKK Tahun 2025. Beliau menjelaskan bahwa BBGRM merupakan wahana untuk memperkuat integrasi sosial serta meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah.
Penyelenggaraan tahun ini difokuskan pada empat bidang utama:
• ​Bidang Kemasyarakatan: Menggerakkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan melalui aksi gotong royong.
• ​Bidang Ekonomi: Mempromosikan kemandirian desa melalui pameran produk olahan unggulan asli Desa Melaya.
• ​Bidang Sosial Budaya & Agama: Pemberian bantuan sembako secara simbolis sebagai wujud kepedulian terhadap para lansia.
• ​Bidang Lingkungan: Pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove secara bersama-sama.
​Peringatan HKG PKK ke-54 yang dilaksanakan bersamaan ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat pemberdayaan keluarga. Melalui gerakan PKK, pemerintah berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera, sehat, dan mandiri, sebagai unit terkecil namun paling krusial dalam pembangunan bangsa.
​Acara diakhiri dengan peninjauan stan pameran produk unggulan desa, penyerahan paket sembako untuk warga kurang mampu dan aksi nyata penanaman mangrove oleh Bupati beserta jajaran OPD Kabupaten Jembrana.

Salacca Hub: Spot Healing Baru di Sibetan dengan Glamping & View Laut yang Bikin Nagih

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Karangasem kini punya alasan baru untuk dikunjungi. Di atas perbukitan Sibetan, hadir Salacca Hub—destinasi wisata alam modern yang menggabungkan pengalaman menginap, nongkrong, dan menikmati panorama laut dalam satu tempat. Bukan sekadar tempat singgah, ini adalah ruang untuk rehat, terkoneksi, dan merasakan Bali dari sisi yang lebih tenang dan autentik.

Bayangkan bangun pagi di tenda glamping dengan udara segar pegunungan, lalu sore hari duduk santai dengan secangkir kopi atau matcha sambil menikmati sunset menghadap laut. Suasana yang sederhana, tapi terasa mewah.
Mengusung konsep “hub”, tempat ini dirancang sebagai titik temu—mulai dari wisatawan, komunitas, hingga pelaku bisnis dan travel. Cocok untuk healing, kerja santai, hingga ngobrol ide-ide baru di tengah alam.

Keunggulan utama Salacca Hub ada pada lokasinya di kawasan Bukit Pemukuran. Dari sini, pengunjung disuguhkan pemandangan perpaduan laut biru dan perbukitan hijau khas Karangasem yang jarang ditemukan di tempat lain. Ini bukan cuma view—ini pengalaman.


Ke depan, Salacca Hub akan menghadirkan:
Tiga unit glamping eksklusif
Area nongkrong estetik dengan konsep outdoor. Sajian kopi, matcha, dan menu comfort food
Spot sunset yang siap jadi favorit baru di Bali Timur. Owner Salacca Hub, Bagus Salacca, menyebutkan bahwa tempat ini tidak hanya dibangun sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi.

“Salacca Hub kami hadirkan sebagai tempat bertemu—antara alam, manusia, dan peluang,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Dengan konsep yang menyatu antara alam, gaya hidup, dan koneksi, Salacca Hub siap menjadi hidden gem baru di Karangasem. Tempat di mana orang datang bukan hanya untuk melihat, tapi untuk merasakan.

Coming soon. Tapi rasanya, ini akan jadi tempat yang sulit untuk ditinggalkan. (Ami)

Jaya Negara Apresiasi Peran Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran Dalam Pelayanan Masyarakat

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara  memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Halaman Parkir Gor Ngurah Rai Denpasar, Rabu (6/4). 


Pimpin Apel Hut Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran,

Jaya Negara Apresiasi Peran Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran Dalam Pelayanan Masyarakat. 

Denpasar  , Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara  memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Halaman Parkir Gor Ngurah Rai Denpasar, Rabu (6/4). 

Menteri Dalam Negeri dalam sambutan yang dibacakan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan bahwa momentum peringatan tahun ini mencerminkan tekad bersama untuk menghadirkan stabilitas sosial, kepastian hukum daerah, serta rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Dimana, ketentraman dan ketertiban umum bukan sekadar fungsi administratif, melainkan prasyarat utama bagi terciptanya iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Satpol PP, satlinmas, dan pemadam kebakaran memiliki peran sentral dalam menegakkan peraturan daerah, menyelenggarakan ketertiban umum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk pengamanan kegiatan sosial-keagamaan dan penanganan kondisi darurat," ujarnya. 

Dalam konteks kebencanaan, Satlinmas juga menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan masyarakat berbasis komunitas, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

"Tanpa stabilitas wilayah dan ketenteraman masyarakat, agenda pembangunan tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas Satpol PP, Satlinmas dan petugas pemadam kebakaran harus terus dilakukan, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia, maupun dukungan sarana prasarana," ujarnya. 

Lebih lanjut, Jaya Negara menakankan pentingnya sensitivitas dan responsivitas dalam penanganan bencana. Dalam setiap peristiwa bencana, kehadiran Satpol PP,  Satlinmas dan pemadam kebakaran bukan hanya sebagai aparat penegak ketertiban, tetapi sebagai representasi negara yang hadir melindungi. 

"Pendekatan yang humanis, cepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga stabilitas sosial di masa krisis," ujarnya.

Sementara Kasatpol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra didampingi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana mengatakan peringatan HUT ini menjadi refleksi atas berbagai tantangan dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan, urbanisasi, perubahan iklim, serta meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah.  

Selain itu melalui peringatan tersebut menciptakan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna tercapainya tujuan Bali trepti sesuai tema peringatan kali yakni " Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Linmas Tangguh mendukung Bali Trepti dan Kepariwisataan Yang Berkelanjutan".(Eka)

Usung Tema 'Edu-Green', Dorong Inovasi dan Kreativitas Pelajar⁰

Ket foto : Wawali Arya Wibawa Buka Denpasar Education Festival 2026, 


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar Denpasar Education Festival (DEF) 2026 yang berlangsung pada 6-8 Mei 2026 dengan mengusung tema “Edu-Green”. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, ditandai dengan pelepasan burung di Lapangan Taman Kota Lumintang, Rabu (6/5).

Rangkaian pembukaan DEF 2026 diawali dengan pelaksanaan Rekor MURI Yoga Asana yang diikuti sebanyak 238 sekolah dengan total 12.971 siswa. Pelaksanaan yoga dilakukan serentak di sekolah masing-masing dan dipusatkan di Lapangan Taman Kota Lumintang dengan melibatkan sekitar 250 siswa. Kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam.

Usai kegiatan di Taman Kota Lumintang, acara dilanjutkan dengan pertunjukan bapang barong oleh anak anak dan  pembukaan pameran Denpasar Education Festival di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan DEF 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah positif untuk mendorong kreativitas dan inovasi berkelanjutan di dunia pendidikan. 

“Festival ini menjadi ruang bagi siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK untuk menampilkan bakat, karya inovasi, dan prestasi mereka kepada publik. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak terus berinovasi dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama mengatakan, kegiatan yoga massal ini merupakan upaya membangkitkan kembali program yoga di sekolah-sekolah yang sempat terhenti sejak tahun 2019 akibat pandemi Covid-19.

“Kami mencoba kembali membangun budaya yoga di sekolah agar anak-anak mengenal yoga sejak dini sehingga sehat secara fisik maupun mental. Kegiatan ini diikuti 238 sekolah dengan jumlah siswa mencapai 12.971 orang yang dilaksanakan di sekolah masing-masing dan dipusatkan di Taman Kota Lumintang sebanyak 250 siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, setelah pelaksanaan yoga massal, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam yang hak kekayaan intelektualnya direncanakan akan diserahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM kepada Pemerintah Kota Denpasar.

“Kami berharap Kota Denpasar memiliki ciri khas tersendiri melalui Senam Vasudaiva Kutumbakam,” tambahnya

Dikatakannya, ntuk pameran DEF 2026 sendiri diikuti sebanyak 25 stand dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga SPK. Pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi, hasil penelitian, hingga prestasi siswa tingkat nasional.

“Kami berharap melalui festival ini terjadi pertukaran informasi dan inovasi antarsekolah sehingga mampu membangkitkan semangat sekolah lain untuk terus berkembang dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema “Edu-Green Menuju Sekolah Sehat” diangkat sebagai upaya mengedukasi siswa tentang pentingnya lingkungan hijau dan pola hidup sehat sejak dini. Dalam rangkaian kegiatan ini juga diperkenalkan sekolah rintisan hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) yang bertujuan mendorong sekolah agar semakin inovatif dan kreatif dalam pengembangan pendidikan di Kota Denpasar.  (Ayu)

Pedagang Acung 81 Tahun di Karangasem Akhirnya Berangkat Haji Setelah 25 Tahun Menabung

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnami 
Karangasem – Bali Kini 
Ahmad Nung, seorang pedagang acung asal Karangasem, akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 di usia 81 tahun. Ia akan berangkat bersama sang istri, Sitirah, pada 8 Mei mendatang setelah melalui penantian panjang.

Sebagai pedagang acung, Ahmad Nung sehari-hari berjualan sederhana di kawasan wisata Candidasa dan Amed. Barang dagangannya meliputi kacamata, manik-manik kalung, hingga kalender yang ditawarkan kepada wisatawan.

Perjalanan Ahmad Nung menuju Tanah Suci bukan hal mudah. Ia mengaku telah menabung selama kurang lebih 25 tahun dari hasil berjualan tersebut. Dengan penghasilan yang tidak menentu, bahkan terkadang tidak mendapatkan hasil sama sekali, ia tetap berusaha menyisihkan sebagian pendapatannya.

“Sedikit-sedikit saya sisihkan, yang penting bisa nabung. Walaupun kadang tidak dapat jualan, tetap saya usahakan,” ujar Ahmad Nung.

Untuk berjualan, ia harus menempuh jarak yang cukup jauh dari rumahnya dengan menggunakan ojek. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bekerja dan menabung.

Sekitar 15 tahun lalu, Ahmad Nung resmi mendaftar sebagai calon jemaah haji. Sejak saat itu, ia menunggu hingga akhirnya mendapat giliran berangkat tahun ini.

Menjelang keberangkatan, Ahmad Nung dan istrinya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan. Ia terlihat mengemas pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa selama menjalankan ibadah haji. Keduanya berencana membawa empat koper untuk keperluan selama di Tanah Suci.

Rasa syukur dan bahagia pun dirasakan Ahmad Nung. Ia mengaku sudah tidak sabar untuk berangkat, bahkan hingga sulit tidur menjelang hari keberangkatan.

“Saya senang sekali bisa berangkat haji tahun ini. Sudah lama saya tunggu, sampai sekarang rasanya tidak percaya,” ungkapnya.

Ahmad Nung diketahui memiliki tujuh orang anak, terdiri dari tiga laki-laki dan empat perempuan, yang semuanya telah menikah.

Di usia senjanya, kesempatan menunaikan ibadah haji ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Ahmad Nung setelah puluhan tahun berusaha dan menabung dari pekerjaan sederhana yang ia jalani setiap hari. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved