-->

Rabu, 27 Mei 2026

Semangat Toleransi, Kapolres Karangasem yang Beragama Hindu Salurkan Hewan Kurban di Hari Idul Adha

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Karangasem menjadi gambaran nyata indahnya toleransi antarumat beragama. Kapolres Karangasem AKBP Made Santika yang beragama Hindu turut menunjukkan kepedulian dengan melaksanakan penyaluran hewan kurban di Masjid Marhaban milik Polres Karangasem, Jumat (27/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polres Karangasem menyerahkan satu ekor sapi berbobot 300 kg dan 4 ekor kambing untuk kurban yang nantinya dibagikan kepada sekitar 70 kepala keluarga (KK) jemaah Masjid Marhaban, khususnya masyarakat kurang mampu.

Kapolres Karangasem menyampaikan bahwa Idul Adha bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga nilai kemanusiaan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang perbedaan agama.

“Idul Adha adalah tentang pengorbanan, keikhlasan, dan cinta kasih kepada sesama. Semoga apa yang diberikan dapat membantu masyarakat dan mempererat rasa persaudaraan antarumat beragama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pengurus masjid dan warga sekitar karena dinilai menjadi contoh nyata harmoninya kehidupan beragama di Karangasem. Di tengah keberagaman masyarakat Bali, aksi sosial yang dilakukan Kapolres Karangasem menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.

Melalui penyaluran hewan kurban ini, Polres Karangasem berharap hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah perbedaan keyakinan. (Ami)

Selasa, 26 Mei 2026

Petani Rosela Hadapi Tantangan Berlapis dari Masalah Inovasi hingga Strategi Pasar


TABANAN, BALI KINI — Pengembangan budidaya tanaman rosela di tingkat petani masih membentur tembok tebal. Masalah kerentanan terhadap cuaca ekstrem, minimnya teknologi pemupukan, hingga keterbatasan akses pasar global menjadi potret buram yang harus segera diurai dari hulu ke hilir.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wijaya Kusuma, Baturiti, Tabanan, Ni Luh Gede Santi Dewi, mengungkapkan bahwa petani rosela saat ini dihadapkan pada situasi yang tidak menentu. Komoditas ini sejatinya memiliki potensi ekonomi tinggi, namun risiko kegagalan panen akibat anomali cuaca masih sangat membayangi.

"Kami sangat membutuhkan inovasi dalam budidaya rosela. Salah satu yang sempat kami coba dan berhasil adalah sistem tumpangsari rosela dengan tanaman sayur seperti bayam dan sayur hijau lainnya. Permasalahan pelik muncul ketika cuaca mulai tidak bersahabat," ujar Santi Dewi di sela-sela kegiatan pelatihan serangkaian International Community Service di Tabanan, Selasa (26/5/2026).

Program pengabdian masyarakat internasional tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa (Unwar) Bali dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

Santi Dewi menjelaskan, tanaman rosela menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit dan penurunan kualitas hasil panen saat iklim tidak menentu. Kehadiran para akademisi dan peneliti, khususnya dari Prodi Agroteknologi Unwar, sangat dinantikan untuk membawa formula baru yang aplikatif di lapangan.

Keterbatasan pengetahuan teknis mengenai pemeliharaan tanaman juga menjadi ganjalan serius di luar masalah adaptasi cuaca. Petani di pedesaan masih kerap meraba-raba terkait efisiensi pemupukan yang ideal.

"Permasalahan kami lainnya adalah inovasi dalam melakukan pemupukan, serta bagaimana teknik membuat kompos dengan cepat dan mudah menggunakan bahan baku lokal yang ada di sekitar kami," imbuhnya.

Tantangan bagi KWT Mekar Wijaya Kusuma tidak berhenti pada urusan dapur produksi di kebun. Tantangan baru yang tidak kalah rumit sudah menghadang di depan mata saat panen berhasil melimpah, yakni kepastian serapan pasar.

Santi Dewi mengakui, tata niaga rosela selama ini masih bersifat konvensional dan terbatas. Petani kerap menjadi pihak yang paling dirugikan saat harga tidak stabil akibat ketiadaan jaringan distribusi yang mandiri.

"Memang pada sisi lain, kami juga sangat membutuhkan strategi pemasaran yang modern. Inovasi budidaya saja tidak akan cukup kalau kami tidak tahu harus menjual produk olahan rosela ini ke mana dengan harga yang adil," tutur Santi Dewi.

Para petani di Baturiti berharap ada peta jalan (roadmap) yang konkret melalui kolaborasi lintas negara antara Universitas Warmadewa dan Universiti Teknologi MARA ini. Transfer teknologi dan ilmu pengetahuan dari meja perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi pemutus rantai persoalan berlapis yang selama ini mengikat produktivitas petani rosela di Bali.

Keluhan dan harapan para petani tersebut mendapat respons positif dari pihak akademisi. Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa, Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., menyatakan bahwa seluruh persoalan yang dihadapi oleh KWT Mekar Wijaya Kusuma menjadi fokus utama dalam program kemitraan ini.

"Kami di Prodi Agroteknologi Unwar sangat memahami kecemasan petani, terutama terkait fluktuasi cuaca yang mengganggu sistem tumpangsari rosela. Kami sedang menyiapkan formula teknologi adaptif, termasuk introduksi mikroorganisme pengurai untuk pembuatan kompos kilat agar petani bisa mandiri dalam menyediakan nutrisi tanaman yang tangguh," kata I Gusti Bagus Udayana.

Pihaknya menambahkan, kerja sama internasional dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia ini sengaja dirancang untuk mempercepat transfer teknologi tersebut. Penanganan dari sisi hulu saja tidak akan menyelesaikan masalah tanpa adanya perbaikan di sisi hilir.

Gayung bersambut, perwakilan Fakulti Sains Gunaan Universiti Teknologi MARA, Siti Khairiyah Mohd Hatta, memberikan paparan ilmiah yang memperkuat langkah para petani. Menurutnya, kombinasi antara rosela dan bayam brazil merupakan strategi pertanian yang sangat menjanjikan karena menggabungkan keberlanjutan lingkungan, efisiensi lahan, dan manfaat ekonomi. 

"Kombinasi rosela dan bayam brazil ini sangat sesuai karena kedua tanaman memiliki struktur pertumbuhan dan kebutuhan sumber daya yang berbeda. Rosela tumbuh secara vertikal ke atas, sedangkan bayam brazil tumbuh secara horizontal sebagai penutup tanah sehingga penggunaan ruang menjadi jauh lebih efisien ," papar Siti Khairiyah. 

Siti Khairiyah juga memaparkan solusi konkret atas kekhawatiran petani mengenai persaingan nutrisi dan air akibat cuaca yang tidak menentu. Ketika rosela yang berakar dalam dan bayam brazil yang berakar dangkal berada di satu lahan, tantangan perebutan nutrisi bisa diatasi dengan penambahan kompos organik serta pengaturan jarak tanam yang ideal. 

"Mengenai perbedaan kebutuhan air, di mana rosela lebih tahan kering sedangkan bayam brazil memerlukan air yang kerap, petani bisa menerapkan sistem penyiraman tetes (water drip) serta penggunaan sungkupan untuk menjaga kelembapan tanah. Langkah ini sekaligus meminimalkan risiko kegagalan tanaman saat cuaca buruk ," tambahnya

FPST Unwar, UiTM Malaysia, dan Pampanga Filipina Rancang Pemberdayaan Berbasis Rosella

TABANAN, BALI KINI  – Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa (FPST Unwar) Bali, bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Pampanga State Agricultural University Filipina, resmi merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi komoditas rosella. Langkah strategis lintas negara ini diwujudkan melalui pembukaan kegiatan International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional yang digelar di Kabupaten Tabanan, Selasa (26/5/2026).
Program kolaborasi internasional ini mengusung tema “Community Empowerment through Cultivation and Rosella Product Innovation: Collaboration with Local Communities for Sustainable Development”. Fokus utamanya adalah menghulu-hilirkan potensi tanaman rosella agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi kemandirian komunitas lokal.

Dekan FPST Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., menegaskan bahwa tantangan pembangunan berkelanjutan saat ini memerlukan penguatan kapasitas masyarakat yang tumbuh dari aktivitas nyata, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi. Melalui kultivasi yang terarah serta hilirisasi inovasi produk berbasis rosella, luaran akademis diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen di atas meja.
"Kita semua memahami bahwa pemberdayaan masyarakat memerlukan kolaborasi lintas pihak: kampus sebagai sumber ilmu dan teknologi, pemerintah sebagai fasilitator kebijakan, dunia usaha sebagai penggerak rantai nilai, serta masyarakat sebagai pelaku utama," ujar Luh Suriati saat membuka acara.

Suriati menambahkan, tanaman rosella dipilih karena sifatnya yang adaptif, memiliki peluang pasar yang luas, dan dapat dikembangkan secara bertahap oleh kelompok tani. Inovasi produk turunannya—seperti minuman fungsional dan olahan pangan—akan mendorong terciptanya nilai tambah yang berujung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
"Di sinilah pemberdayaan menjadi nyata: ilmu bertransformasi menjadi usaha, dan usaha bertransformasi menjadi kesejahteraan," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan akademisi dari Pampanga State Agricultural University Filipina, Princes B. Torres, MSc., RAgr., mengungkapkan bahwa pengabdian masyarakat berskala internasional merupakan kerja kolektif yang menuntut komitmen besar lintas sektor. Kolaborasi ini memastikan bahwa tanggung jawab sosial universitas benar-benar berjalan secara menyeluruh sebagai jembatan pengetahuan bagi petani.

Menurut Torres, salah satu langkah konkret dalam program pendampingan ini adalah dengan menekan tingginya penggunaan pupuk kimia melalui introduksi pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.
"Para petani diberi dukungan nyata berupa *starter kit* yang berisi panduan pengomposan, pemilihan pupuk, serta teknik pengendalian hama. Kami membawa hasil riset universitas ke lapangan, seperti penggunaan agen pengendali hayati dan formula komposisi pengomposan yang lebih efektif untuk langsung diaplikasikan oleh petani di lahan mereka," papar Torres.

Torres juga menguraikan bahwa pemberdayaan ini dirancang secara integratif dari hulu hingga hilir. Kampus tidak hanya melakukan transfer teknologi budidaya dan pengolahan untuk menciptakan nilai tambah produk—seperti mengolah komoditas lokal menjadi produk siap jual—tetapi juga mengawal aspek hilirisasinya.

"Kami juga membantu mempromosikan produk hasil komunitas ini melalui pemanfaatan media digital, YouTube, televisi, hingga radio demi memastikan akses pasar yang nyata. Tujuannya agar masyarakat mampu mengadaptasi teknologi baru secara mandiri dan memperoleh manfaat ekonomi jangka panjang," tambahnya.

Langkah sinergis lintas negara ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, Irina Rosmala Dewi, menyatakan bahwa sektor pertanian saat ini tidak bisa lagi dikelola secara konvensional di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem, penyusutan lahan produktif, dan lonjakan populasi.

Menurut Irina, kerja fisik yang berat di sektor pertanian kini membutuhkan sentuhan inovasi sains dan teknologi sebagai sebuah kebutuhan mutlak untuk menjaga ketahanan pangan global.

"Kita butuh semangat modernisasi pertanian (precision farming), mulai dari penggunaan sensor tanah berbasis kecerdasan buatan (AI), penyemprotan presisi, hingga sistem manajemen rantai pasok yang terintegrasi. Inilah yang akan mengubah wajah pertanian kita menjadi efisien dan berkelanjutan," kata Irina.

Ia mengingatkan agar kolaborasi riset antara akademisi Indonesia, Malaysia, dan Filipina ini memberikan solusi nyata di lapangan demi memastikan ketersediaan pangan bagi generasi masa depan. Pihaknya berharap forum internasional ini melahirkan implementasi konkret yang langsung menyentuh tanah hilir.

"Saya sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa ini. Ini bukti kepedulian terhadap masa depan pertanian masih sangat menyala. Namun, jangan biarkan apa yang sudah baik ini hanya berhenti di atas kertas atau menjadi pajangan. Bawa ilmu ini ke sawah, ke ladang, dan ke perkebunan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," pungkas Irina.

Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial di Provinsi Bali, Gubernur Koster Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran

DENPASAR , BALI KINI - Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pihak membenahi data penerima bantuan sosial agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka acara Bimbingan Teknis Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Provinsi Bali yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (26/5) pagi.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan di Bali. Menurutnya, validitas data menjadi faktor utama agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan secara adil dan transparan.

“Data penerima harus dibenahi dengan baik supaya bantuan sosial tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” tegas Koster yang mengikuti zoom meeting dari Kantor Badan Penghubung Provinsi Bali di Jakarta.

Program digitalisasi bantuan sosial di Bali merupakan bagian dari transformasi digital nasional yang didorong pemerintah pusat. Koster menyebut Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang dijadikan percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital, khususnya dalam proses dan mekanisme penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan.

“Bali satu-satunya provinsi yang dijadikan sebagai percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital terkait dengan proses dan mekanisme bantuan sosial khususnya penyaluran program PKH dan bantuan pangan,” ujar Koster.

Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 8.416 agen digitalisasi bantuan sosial telah disiapkan di seluruh wilayah Bali. Para agen ini nantinya bertugas membantu masyarakat dalam proses pengajuan bantuan sosial, mulai dari PKH hingga berbagai bantuan sosial lainnya.

“Di Bali ada sebanyak 8.416 agen. Mereka ini yang akan membantu masyarakat untuk mengajukan permohonan PKH maupun bantuan-bantuan sosial yang lainnya,” jelasnya.

Koster menambahkan, transformasi digital yang saat ini diterapkan pada sektor bantuan sosial, ke depan akan terus dikembangkan secara lebih luas dan komprehensif dalam tata kelola pemerintahan di Bali.

“Ke depan akan kita kembangkan jadi penyelenggaraan berbasis digital secara lebih komprehensif, tidak terbatas hanya pada bantuan sosial,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh agen yang mengikuti bimbingan teknis mampu memahami tugas dan tanggung jawabnya secara detail, terukur, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Karena itu kita harus memastikan agen dapat memahami tugasnya dengan detail, terukur serta dapat berkomunikasi dengan baik dengan warga yang ada di wilayahnya. Karena sudah pasti warga yang akan mendapat bantuan ini kebanyakan berada di desa,” tegas Gubernur Bali dua periode tersebut.

Untuk menyukseskan program tersebut, Koster kembali menegaskan agar data penerima bantuan harus akurat. Hal itu menjadi penting untuk menuntaskan masalah kemiskinan terutama di Bali. Koster menilai validitas data menjadi faktor paling mendasar agar bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah.

“Kolaborasi diperlukan antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.


*Terima Kasih Gubernur Koster atas Komitmennya*


Sementara itu, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial di Kementerian PPN/Bappenas adalah Tirta Sutedjo menyampaikan terimakasih atas komitmen dan dukungan penuh Gubernur Bali dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial di Provinsi Bali.

Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Bali adalah salah satu Provinsi yang melaksanakan uji coba dengan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota sehingga keberhasilan di Provinsi Bali akan menjadi contoh dalam uji coba secara nasional.

“Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kami, namun atas dukungan Gubernur Bali beserta jajaran serta agen di lapangan acara bisa berjalan lancar. Melalui momentum ini, kami berharap kesejahteraan di provinsi Bali bisa kita upayakan bersama untuk ditingkatkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Tirta, masyarakat miskin dan rentan yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah diharapkan melalui skema on demand yang diuji cobakan dapat meregistrasi bantuan sosial secara mandiri.

“Provinsi Bali juga diarahkan untuk mengintegrasikan program bantuan sosial dengan perlindungan dan jaminan sosial lainnya khususnya program kesehatan, program Indonesia Pintar serta program peningkatan pendapatan dalam kerangka program kerja prioritas nasional yang telah diarahkan oleh Presiden. Sehingga kesejahteraan berkelanjutan bisa terwujud untuk seluruh masyarakat Bali,”tutupnya.

Terima Delegasi Militer Inggris (RCDS), Pemprov Bali Paparkan Strategi Pariwisata Berkelanjutan dan Ketangguhan Ekonomi

Denpasar , Bali Kini  – Pemerintah Provinsi Bali secara resmi menerima kunjungan kehormatan delegasi strategis internasional asal Inggris, Royal College of Defence Studies (RCDS), di Ruang Rapat Media Center Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis (21/5/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung Wakil Komandan RCDS, Air Vice Marshal Tamara Jennings, bersama perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta tersebut bertujuan mendalami strategi ketahanan regional, stabilitas ekonomi, serta model pengelolaan pariwisata berbasis budaya di tengah dinamika geopolitik global.
Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Bali, I Wayan Serinah, menegaskan bahwa forum berskala internasional ini memiliki makna strategis sebagai wadah pertukaran gagasan terkait kebijakan makro (grand strategy).

Sekda menyampaikan bahwa ketangguhan Bali tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga diperkuat oleh modal sosial budaya, semangat gotong royong, serta filosofi Tri Hita Karana, yakni keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, S.St.Par., M.M., memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tingkat pengangguran dan kemiskinan di Bali juga menjadi yang terendah di Indonesia.
Sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama perekonomian Bali dengan kunjungan sebanyak 6,94 juta wisatawan mancanegara dan 9,61 juta wisatawan domestik sepanjang tahun 2025. Selain itu, Bali kembali meraih berbagai penghargaan internasional sebagai destinasi wisata terbaik dunia.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti kemacetan, persoalan sampah, alih fungsi lahan, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah. Untuk itu, Bali terus menjalankan visi pembangunan jangka panjang “100 Tahun Bali Era Baru” melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Pemerintah Provinsi Bali juga menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pariwisata berkualitas melalui penegakan aturan bagi wisatawan asing, penguatan ekonomi lokal dan UMKM, pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Bali Selatan, serta percepatan program energi bersih dan pengelolaan lingkungan.

Kunjungan delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Inggris tersebut diakhiri dengan diskusi interaktif yang berlangsung produktif. Pemerintah Provinsi Bali berharap forum pertukaran perspektif ini dapat memperkuat hubungan bilateral, membuka ruang kolaborasi lintas negara, serta menginspirasi berbagai wilayah dunia mengenai bagaimana destinasi berbasis budaya mampu membangun ketahanan ekonomi yang tangguh di tengah ketidakpastian global.

Konsistensi Edukasi Publik Lewat Sosmed, Humas Polres Karangasem Raih Predikat Terbaik 1


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Denpasar, Bali Kini – Kerja keras emang nggak pernah mengkhianati hasil! Lewat performa yang super aktif di dunia maya, Humas Polres Karangasem baru aja borong prestasi keren. Mereka sukses meraih Penghargaan Kapolda Bali sebagai Terbaik 1 (Satu) berkat dedikasi dan semangatnya dalam laporan viralitas di media sosial selama periode Januari sampai April 2026.

Piagam penghargaan yang bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandi, S.I.K., dalam acara Rakernis Humas Polda Bali 2026 yang digelar di Gedung Presisi Polda Bali, Selasa (26/5).

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandi, S.I.K., kepada perwakilan Humas Polres Karangasem dalam rangkaian acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polda Bali Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung khidmat di Gedung Presisi Polda Bali pada Selasa (26/5/2026).

Selama periode empat bulan pertama di tahun 2026, Humas Polres Karangasem berhasil mencatatkan total 142.996 postingan di media sosial. Angka ini mencerminkan semangat tinggi dan konsistensi tiada henti dari personel Humas dalam mengedukasi serta menyebarkan informasi positif kepada masyarakat.

Kombes Pol Ariasandi, S.I.K., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen yang ditunjukkan oleh Humas Polres Karangasem. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemantik motivasi bagi seluruh jajaran Humas Polres di Bali untuk terus berinovasi dan kreatif dalam mengemas narasi kamtibmas di era digital.

Sementara itu, pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa Humas Polres Karangasem tidak hanya sekadar bekerja, melainkan mengabdi dengan hati demi mewujudkan Polri yang Presisi dan dekat dengan masyarakat di dunia maya. (Ami/rls)

Cek Kurban Bantuan Presiden Diserahkan ke Masjid Nurul Jannah Tiying Jangkrik

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  — Bantuan sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya secara sah diserahkan kepada jemaah Masjid Nurul Jannah, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, pada Selasa (26/5/2026) untuk perayaan Hari Raya Iduladha 2026.

Sapi kurban dengan bobot sekitar 750 kilogram tersebut sebelumnya dipilih pemerintah daerah setelah dinilai memenuhi kriteria bantuan hewan kurban Presiden. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Asisten II Setda Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mewakili pemerintah daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Arimbawa didampingi Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, serta Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Karangasem, Komang Asmuni.

Kedatangan sapi kurban bantuan Presiden itu disambut antusias warga dan jemaah masjid. Sejumlah ibu-ibu jemaah menyambut rombongan dengan tabuhan rebana.

Sapi kurban kemudian diserahkan secara simbolis kepada kepala takmir Masjid Nurul Jannah untuk selanjutnya dikurbankan dan dagingnya dibagikan kepada 82 kepala keluarga (KK) di wilayah setempat.

Kasi Bimas Islam Kemenag Karangasem, Komang Asmuni, mengatakan penentuan lokasi penerima bantuan sapi kurban Presiden dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan dari pemerintah pusat.

“Persyaratan dari Presiden diutamakan untuk tempat-tempat yang jumlah hewan kurbannya masih sedikit, sehingga bantuan ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujar Asmuni.

Ia berharap bantuan sapi kurban Presiden tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan umat saat perayaan Hari Raya Iduladha di Karangasem. (Ami)

Senin, 25 Mei 2026

Kinerja Berkelanjutan Sepanjang Tahun 2025 Diwujudkan PT JBT

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini – PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT/Perseroan) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola Ruas Tol Bali Mandara, sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Sanur, Denpasar Selatan. 

Rapat dipimpin langsung oleh Komisaris Utama PT JBT Lisye Octaviana, serta dihadiri oleh jajaran perwakilan pemegang saham, meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Sepanjang tahun buku 2025, PT JBT berhasil menorehkan pencapaian finansial yang solid dengan membukukan total pendapatan sebesar Rp216,4 miliar, tumbuh sebesar 10,53% dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp195,8 miliar. 

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan EBITDA _(Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization)_ sebesar Rp157,2 miliar, atau naik 15,69% dari capaian tahun sebelumnya. 

"Tren positif ini mencerminkan peningkatan profitabilitas operasional yang didorong oleh efektivitas strategi bisnis, peningkatan mutu pelayanan, serta efisiensi biaya secara berkelanjutan," Tegas I Ketut Adiputra Karang, Direktur Utama PT JBT. 

Peningkatan performa juga terlihat dari sisi operasional. Sepanjang tahun 2025, volume lalu lintas (lalin) Ruas Tol Bali Mandara mencapai 20.278.229 kendaraan, atau meningkat sebanyak 10,67% secara tahunan atau year-on-year (YoY), dengan rata-rata volume lalin harian (LHR) mencapai 55.863 kendaraan. 

Sebagai langkah proaktif mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Perseroan telah mengoperasikan tambahan 2 (dua) unit Gardu Tol Otomatis (GTO) khusus kendaraan Golongan I (non-bus) di Gerbang Tol Benoa sejak 22 Desember 2025.

Di samping itu, komitmen PT JBT terhadap kualitas infrastruktur diwujudkan melalui program peningkatan mutu aset secara intensif. Melalui sejumlah program strategis, PT JBT berhasil memenuhi target Standar Pelayanan Minimum (SPM) sebesar 100% dan meraih Indeks Kepuasan Pelanggan sebesar 5,68 dari skala 6,00.

Selanjutnya, dalam RUPST Tahun Buku 2025 PT JBT memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Saudara Kompyang Raka Swandika selaku Komisaris perwakilan Kabupaten Badung, dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan, terhitung efektif sejak tanggal 31 Mei 2026. Perseroan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas segala pengabdian yang telah dijalankan oleh yang bersangkutan selama masa jabatannya. 

RUPS mengangkat Saudara I Wayan Suweta sebagai Komisaris Perseroan yang merupakan perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal 01 Juni 2026.  Menutup agenda RUPST Tahun Buku 2025, PT JBT menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham, mitra kerja, masyarakat, dan pengguna jalan atas kepercayaan serta dukungan yang telah diberikan. Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta menghadirkan konektivitas tanpa batas bagi negeri.

Peternak Babi di Denpasar Diingatkan Waspada Virus ASF

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar, Bali Kini - Kabar soal kematian massal babi yang dialami peternak di Canggu Badung dan Payangan Gianyar, membuat ketar ketir para peternak Babi di Denpasar. Diduga, kematian tersebut diakibatkan virus African Swine Fever (ASF) yang pernah menyerang peternak babi sekitar tahun 2024 lalu. Sementara ini pihak Dinas Pertanian Kota Denpasar, hanya bisa mengimbau peternak untuk rutin menjaga kebersihan kandang. 

Dinas Pertanian Kota Denpasar mengaku saat ini belum ada laporan kasus kematian massal babi yang dialami peternak di Denpasar. "Sampai saat ini belum ada laporan atau pengaduan akan kasus tersebut, Astungkara tidak ada," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kota Denpasar, Ni Made Suparmi.

Guna mengantisipasinya, Distan Kota Denpasar terus melakukan sosialisasi kepada para peternak. Menghimbau peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan rutin melakukan penyemprotan desinfektan. Pihaknya juga meminta agar peternak tidak sembarangan masuk ke kandang babi. "Apalagi saat baru datang dari luar, wajib membersihkan diri sebelum masuk kandang," Pesan, Suparmi. 

Kasus kematian beruntun pada Babi, selain terjadi di tahun 2024, ASF pernah juga menyerang ternak babi, pada 2019 hingga 2020 lalu di Denpasar. Ciri paling nampak dari virus tersebut yakni babi yang mati mendadak. Hal itu pun memicu anjloknya harga babi dan juga daging babi saat itu. 

Kondisi saat ini yang menyerang peternak di Canggu Badung dan Payangan Gianyar sama persis seperti tahun 2024. Kebersihan kandang menjadi faktor utama dari serangan virus tersebut selain adanya faktor dari luar yang membawanya. 

Oleh sebab itu peternak babi di Denpasar diwanti-wanti agar menjaga kebersihan tersebut. Agar tak mengalami kerugian yang sangat tinggi akibat kematian yang mendadak tersebut.

Karangasem Indie Movement dan Eastribution Galang Donasi untuk Bantu Pengobatan Winda Sakit Leukemia

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Komunitas sosial dan musik Karangasem Indie Movement bersama Eastribution kembali menggelar aksi charity dan penggalangan donasi untuk membantu biaya pengobatan salah satu anak penderita kanker darah yang berasal dari Abang, Kecamatan  Abang, Kabupaten Karangasem.

Kegiatan berlangsung pada Minggu (24/5/2026) di area Car Free Day Jalur 11 Amlapura dan dilanjutkan pada sore hari di Paborito Coffee. Aksi sosial ini menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang rutin dilakukan kedua komunitas tersebut dengan konsep bermusik sambil menggalang bantuan dari masyarakat.

Kali ini, donasi ditujukan untuk membantu adik I Gusti Ayu Winda Gayatri (7), asal Kecamatan Abang, Karangasem, yang didiagnosis menderita kanker darah jenis Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL).

Koordinator kegiatan, I Dewa Gede Yudhi Diatmika alias Wok mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas untuk membantu proses pengobatan Winda yang saat ini masih terus berjalan.

Menurutnya, kondisi Winda bermula dari sakit pada bagian leher yang disertai munculnya benjolan hingga akhirnya dinyatakan mengidap leukemia. Selama menjalani perawatan, Winda telah mendapat sejumlah tindakan medis seperti transfusi darah merah dan putih, tindakan BMA, rontgen, ECHO jantung, hingga berbagai pemeriksaan laboratorium.

Akibat penyakit yang dideritanya, Winda terpaksa berhenti sekolah. Bahkan sang adik juga harus ikut berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas dan fokus pembiayaan diprioritaskan untuk pengobatan Winda.

“Semoga Winda cepat sembuh dan bisa bersekolah lagi. Winda pernah bercerita bercita-cita ingin menjadi seorang pilot, semoga tercapai. Astungkara,” ujar I Dewa Gede Yudhi Diatmika.

Melalui aksi sosial tersebut, komunitas berharap kepedulian masyarakat dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberi semangat bagi Winda untuk terus menjalani proses pengobatan. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved