-->

Kamis, 10 September 2026

Antari Jaya Negara Kukuhkan Ketua TP PKK hingga Bunda Literasi, Dorong Kolaborasi untuk Masyarakat

Denpasar , Bali Kini  - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, melantik dan mengukuhkan Ketua TP PKK, Ketua TP. Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kelurahan dan Kecamatan di Kota Denpasar pada Kamis (10/9) pagi di Gedung Wanita Santhi Graha, Denpasar.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Sekretaris I TP - PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Kepala DPMD Kota Denpasar, Wayan Yusswara serta perwakilan OPD terkait lainnya.

Dilantik dan Dikukuhkan sebagai Ketua TP PKK, Ketua TP. Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi yakni Ny. Ni Luh Mertajati Asih Pertama sebagai Ketua TP-PKK Denpasar Barat dan Ny. Ni Wayan Sarni Ermanto sebagai Ketua TP-PKK Denpasar Selatan.

Dilaksanakan pula Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan Dentim yakni Ny. Ida Ayu Karang Sujani Upawana sebagai Bunda Literasi Kecamatan Denpasar Timur.

Dirangkaikan juga dengan Pelantikan dan Pengukuhan Ketua TP. PKK ,Ketua TP. Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi disejumlah wilayah seperti Kelurahan Pedungan, Kelurahan Peguyangan, Kelurahan Penatih dan Kelurahan Sumerta.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pelantikan dan pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan maupun Ketua TP. Posyandu, Bunda Paud dan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan di Kota Denpasar merupakan jabatan secara otomatis (ex-officio).

"Ketika suami menduduki suatu jabatan seperti Camat, Lurah atau Kepala Desa otomatis istri juga akan menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan, Desa atau Kelurahan," kata Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat peran serta perempuan dalam memajukan kesejahteraan keluarga dan anak-anak serta lingkungan sekitar.

“Pelantikan dan pengukuhan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari sebuah tanggung jawab dan pengabdian bersama. Kami berharap para Ketua TP PKK, Ketua TP Posyandu, Bunda PAUD maupun Bunda Literasi dapat menjalankan perannya dengan penuh semangat, keikhlasan dan rasa tanggung jawab.
Keberadaan TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga, kesehatan, pendidikan anak usia dini, penguatan budaya literasi serta pemberdayaan masyarakat.

Kami ingin seluruh program yang dijalankan benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, kader serta seluruh unsur masyarakat,” kata Antari Jaya Negara.

Ny. Antari berharap sinergi antara TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi di seluruh wilayah Kota Denpasar semakin kuat, sehingga mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, cerdas, mandiri dan berkualitas serta memperkuat pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.

“Semoga dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, seluruh tugas dan tanggung jawab ini dapat kita jalankan dengan baik. Mari kita terus bergerak bersama untuk Denpasar yang maju, sehat, cerdas dan sejahtera,” pungkasnya.(esa)

PHILIPS Siap Bersaing Pasar Untuk "Terangkan" Bali


Denpasar , Bali Kini –  Dalam memperkuat bisnis pencahayaan hunian, sebagaimana slogannya "Terus Terang Philips Terang Terus" Siap bersaing pasar untuk menjadi mentor "Penerang" di Pulau yang dicintai para Dewa Dewi. Terlebih Balu yang terus berpacu, merangsang Philips turut mengembangkan produk pencahayaan semakin beragam.

Potensi tersebut turut mendorong Signify membuka Philips Lighting Store pertama di luar Pulau Jawa di ATIKA Denpasar Kamis (10/9) tepatnya area Jalan Gatot Subroto (Gatsu Tengah) Denpasar. Kehadiran toko ini menjadi bagian dari rencana ekspansi jaringan secara bertahap disejumlah daerah di Indonesia bersama mitra.

President Director Signify Indonesia, Dedi Bagus Pramono mengatakan, Bali masuk dalam lima besar pasar di Indonesia untuk kebutuhan pencahayaan residensial. Bahkan, dari sisi penjualan, Bali termasuk wilayah yang berada di jajaran terdepan.

“Bali adalah salah satu dari top five market yang secara kebutuhan residential, pertumbuhan hunian cukup aktif di Indonesia. Bahkan kalau diukur penjualan, Bali termasuk yang terdepan dibandingkan area-area yang lain,” ujarnya.

Ada dua alasan utama yang membuat pihaknya optimistis memperkuat pasar Bali. Selain potensi pertumbuhan hunian dan sektor pariwisata, Signify juga telah memiliki mitra lokal yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan bisnis pencahayaan.

Ia menilai Bali memiliki prospek panjang, bukan hanya karena kontribusinya saat ini sebagai salah satu pasar terbesar di luar Jawa, tetapi juga karena potensi investasi vila, resor, akomodasi dan pemukiman yang masih terbuka.
“Kami ingin lebih memperkuat lagi komitmen kami untuk lebih dekat pada konsumen yang ada di Bali dan Denpasar khususnya,” katanya.

Dedi menambahkan, perkembangan kebutuhan rumah turut mengubah cara masyarakat memilih pencahayaan. Lampu tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menjadi bagian dari desain dan suasana hunian.

Karena itu, Philips menghadirkan produk dalam sejumlah kategori, mulai dari functional lighting, decorative lighting hingga smart lighting. Salah satu produk terbaru yang diperkenalkan adalah LED Ultra Bright yang diklaim mampu menghasilkan cahaya hingga 40 persen lebih terang dibandingkan produk sebelumnya.

Produk tersebut juga menawarkan efisiensi energi dengan tingkat efikasi lebih tinggi. Signify menyebut produk LED yang dikembangkan saat ini dapat menghasilkan lebih dari 120 lumen per watt dengan penggunaan daya yang lebih rendah.

Dedi mengatakan Signify tidak hanya menyasar satu segmen pasar. Selain Philips yang menyasar segmen menengah ke atas, perusahaan juga memiliki merek lain untuk segmen menengah ke bawah. “Kami ingin memberikan solusi pencahayaan buat semua konsumen di Indonesia,” tegasnya.

Dalam pengembangan produknya, aspek keberlanjutan juga menjadi salah satu strategi utama Signify. Penggunaan teknologi LED disebut mampu menghemat energi lebih dari 80 persen dibandingkan lampu pijar maupun lampu konvensional.

Selain itu, produk smart lighting memungkinkan pengguna mengatur tingkat pencahayaan, sensor dan jadwal penggunaan sehingga pemakaian energi dapat lebih efisien. Signify juga telah menerapkan penggunaan tanpa plastik pada kemasan produknya.

Burhan Noor Sahid, Head of Marketing – Consumer, Signify Commercial Indonesia mengatakan, karakter arsitektur Bali menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan produk yang ditawarkan. Menurutnya, hunian di Bali memiliki keunikan karena memadukan budaya lokal dengan pengaruh desain dari berbagai negara.

Untuk kebutuhan fungsional, pihaknya melihat produk track dan spot lighting memiliki peluang besar. Lampu tersebut dapat digunakan untuk menonjolkan elemen tertentu seperti lukisan, ukiran maupun bagian arsitektur rumah. Sementara untuk menciptakan suasana, decorative lighting menjadi salah satu fokus, baik bergaya kontemporer maupun modern, termasuk desain industrial hingga Jepang.

Kategori lainnya adalah connected lighting atau pencahayaan pintar. Teknologi tersebut dapat diaplikasikan di rumah maupun vila dan dikendalikan melalui perangkat pintar. 

“Di Bali ini yang sangat menarik dan sangat menjadi tantangan bagi kami adalah desain rumah arsitektur di Bali ini salah satu barometer yang kami anggap sebagai yang terdepan di Indonesia,” kata Burhan.

Menurutnya, konsumen Bali juga memiliki karakter tersendiri dalam memilih pencahayaan. Masyarakat lokal cenderung mempertimbangkan kepercayaan terhadap merek, kualitas dan daya tahan produk. Selain itu, pilihan warna cahaya menjadi faktor penting. Warna kuning atau cahaya hangat dinilai lebih banyak diminati karena sesuai dengan karakter desain hunian Bali yang banyak mengekspos unsur alam dan menciptakan suasana hangat.

Philips menyediakan pilihan temperatur warna mulai dari putih 6.500 Kelvin, semi-kuning 4.000 Kelvin hingga warna kuning sekitar 2.700–3.300 Kelvin. “Di Bali, pilihan warna itu penting, dan kami menyediakan pilihan warna yang cocok untuk Bali,” ujar Burhan.

Ia menambahkan, Philips Lighting Store Denpasar tidak hanya dirancang sebagai tempat penjualan. Konsep toko juga mengedepankan pengalaman sehingga konsumen dapat melihat langsung penerapan produk sekaligus berkonsultasi mengenai kebutuhan pencahayaan.

Dalam pembukaan tersebut, sekitar 20 produk baru diperkenalkan. Signify juga menyebut sekitar 40 persen produk yang dipasarkan telah diproduksi di Indonesia.
Untuk kategori lampu, Signify dan Philips masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar secara nasional, meski perusahaan tidak mengungkapkan angka pangsa pasar secara spesifik.

Dari sisi layanan, Philips juga menawarkan garansi hingga tiga tahun untuk produk tertentu. Sementara produk Ultra Bright memiliki usia pakai hingga 30.000 jam. “Philips menawarkan garansi sampai dengan tiga tahun. Ini membuat peace of mind. Memang sedikit lebih mahal, tapi benefitnya banyak dan bergaransi tiga tahun,” demikian Burhan Noor Sahid, memaparkan.(Jro)

Penganiayaan Menggunakan Balok Kayu di Susuan Karangasem Viral, Korban Alami Luka di Bagian Mata hingga Jalani Operasi


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini– Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penganiayaan menggunakan balok kayu di wilayah Lingkungan Susuan, Kelurahan Karangasem, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem, Bali, beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Dalam kejadian itu, korban berinisial IGP terlihat dipukul oleh pria berinisial IMS menggunakan balok kayu.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan adanya peristiwa ketika Pers rilis yang diadakan pada Rabu, (9/9/2026). Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Karangasem dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/15/IX/2026/SPKT/Polsek Karangasem/Polres Karangasem/Polda Bali, tertanggal 5 September 2026.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya dan pelaku sedang minum minuman beralkohol.

Dalam kegiatan tersebut, korban sempat terlibat cekcok dengan salah seorang teman pelaku. Pelaku kemudian berusaha melerai dan menyarankan korban untuk pulang.

Korban kemudian meninggalkan lokasi. Namun, tidak berselang lama, korban kembali bersama beberapa rekannya sambil berteriak menantang.

Pelaku kemudian menghampiri korban. Korban terlihat ingin mengancam teman pelaku, menggunakan kayu, namun Pelaku kemudian mengambil sebatang balok kayu dengan panjang sekitar 1,5 meter dan memukulkannya ke bagian wajah korban hingga korban terjatuh.

Pelaku kemudian sempat diamankan oleh teman-temannya, sedangkan korban dilarikan warga ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami cedera serius pada bagian wajah, termasuk putusnya saluran air mata menuju hidung. Korban telah menjalani operasi dan dipasangi selang sebagai pengganti untuk menjaga saluran air mata tetap terbuka selama proses pemulihan.

Kasus tersebut kini ditangani Polsek Karangasem. Polisi juga telah mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya satu buah balok kayu yang diduga digunakan dalam penganiayaan, kemeja kotak kotak yang masih berisi darah korban,satu buah kaos hitam bertuliskan “Atur Ci My Life”, serta satu buah celana jeans warna biru.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 466 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengatakan pihaknya masih melakukan proses penyidikan terhadap kasus tersebut, termasuk mendalami rangkaian kejadian yang melatarbelakangi aksi penganiayaan tersebut. “Saat ini korban masih belum pulih, kami belum bisa meminta keterangan dari korban,” tandas Kapolres Karangasem. (Ami)

Tabanan Kembali Berprestasi, Raih Apresiasi Sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif



Tabanan , Bali Kini – Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih "Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif" dalam Malam Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kompas TV bertema “Indonesia Bisa”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, kepada Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9). 

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendorong inovasi serta pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya memperkuat potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk diketahui bersama, Penghargaan diberikan berdasarkan verifikasi, pengamatan lapangan, serta kriteria terukur terhadap komitmen pemerintah daerah, dengan tujuh kategori apresiasi, salah satunya Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif yang diterima oleh Kabupaten Tabanan.

Pemkab Tabanan terus berupaya menciptakan ruang tumbuh bagi potensi lokal agar mampu memberikan dampak terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugraha, menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus informasi, Kompas TV terus berkomitmen menjaga disiplin verifikasi, menguji data, serta menyaring informasi untuk mempertahankan marwah sebagai media yang independen dan terpercaya. Menurutnya, kerja jurnalistik tidak hanya berhenti pada merekam berbagai persoalan, tetapi juga turut mencatat dan menguji upaya perbaikan yang dilakukan di daerah.

Usai menerima Penghargaan, Bupati Tabanan, Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diterima Kabupaten Tabanan. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dan Kompas TV sebagai salah satu televisi nasional yang terpercaya, sekaligus menjadi pengakuan atas upaya yang selama ini dilakukan Pemkab Tabanan bersama masyarakat dalam meningkatkan ekonomi kreatif, khususnya bagi para pedagang dan pengusaha lokal.

“Saya hari ini bersyukur dan berbahagia karena Kabupaten Tabanan mendapatkan penghargaan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kompas TV yang ke-15. Ini merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan oleh Kompas TV, dan penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Tabanan yang selama ini bersama-sama membangun dan mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Sanjaya. 

Bupati Sanjaya juga menjelaskan, bahwa kuliner dan kerajinan menjadi dua potensi ekonomi kreatif yang cukup populer di Tabanan. Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Bali dan memiliki sektor pertanian yang unggul, berbagai hasil pangan masyarakat dapat dikembangkan menjadi beragam inovasi kuliner. Di sisi lain, karakter masyarakat agraris juga turut melahirkan berbagai kerajinan dan kegiatan kreatif yang mendukung sektor pariwisata. 

“Di Tabanan yang populer adalah kuliner dan kerajinannya. Kami sebagai daerah lumbung pangannya Bali, unggul di pertanian, sudah barang tentu memiliki banyak hasil pangan yang dapat melahirkan inovasi di bidang kuliner dengan berbagai macam varian yang bisa disajikan. Kami juga daerah pengrajin, masyarakat agraris yang banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjang pariwisata,” ungkap Sanjaya.

Ke depan, pihaknya berharap pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Tabanan dapat terus berkembang, sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia juga menegaskan, penguatan ekonomi menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Tabanan. “Harapan kami agar Kabupaten Tabanan bertumbuh bagus, khususnya ekonomi kerakyatan, karena dengan tumbuhnya ekonomi bisa mewujudkan kesejahteraan, sesuai dengan visi kami menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” pungkasnya.

Di kesempatan terpisah, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif harus terus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan IKM. “Kami tentu mengapresiasi penghargaan ini dan akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM, dan IKM di Tabanan agar semakin maju, mandiri, dan mampu mengangkat potensi lokal,” ungkap Bunda Rai. 

Rabu, 09 September 2026

Desa Adat Sesetan Kembali Gelar Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan

Ket. Foto :Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9),


DENPASAR, BALI KINI Desa Adat Sesetan kembali menggelar Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan secara massal. Pelaksanaan karya tersebut berlangsung di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9), dan diikuti ratusan krama, baik dari Desa Adat Sesetan maupun dari luar wilayah.


Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut hadir sekaligus ngayah nyangging dalam pelaksanaan upacara mapandes atau matatah massal tersebut.
Sejak pagi, ratusan warga tampak memadati areal bale peyadnyan untuk mengikuti rangkaian prosesi upacara matatah kinambulan. Mapandes massal kali ini diikuti sebanyak 138 peserta dengan melibatkan 21 orang sangging yang bertugas melaksanakan prosesi pengasahan gigi.


Selain Wali Kota Denpasar, pelaksanaan karya tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan Kadek Hermanto dan tokoh masyarakat serta krama Desa Adat Sesetan.


Di sela-sela kegiatan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa ritual potong gigi atau mapandes merupakan salah satu rangkaian upacara Manusa Yadnya yang penting dilaksanakan bagi umat Hindu.

 “Mapandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan enam sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah Sad Ripu atau enam musuh dalam diri manusia,” ujar Jaya Negara.


Ia menjelaskan, Sad Ripu terdiri atas kama, yakni sifat penuh nafsu indria; lobha, sifat loba dan serakah; krodha, sifat kejam dan pemarah; mada, sifat mabuk atau kemabukan; matsarya, sifat dengki dan iri hati; serta moha, sifat kebingungan atau kesulitan dalam menentukan sesuatu.


Menurutnya, pelaksanaan upacara mapandes tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam membentuk kehidupan manusia agar mampu mengendalikan diri dan menjalani kehidupan secara lebih baik.


Lebih jauh, Wali Kota Jaya Negara juga menyampaikan, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut, Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp300 juta.


Sementara itu, Bendesa Adat Sesetan, I Made Sudarma, menyampaikan bahwa Desa Adat Sesetan telah memiliki program matatah atau mapandes massal yang dilaksanakan secara berkala.


“Program ini sudah ada sejak lama dan dirancang setiap dua tahun sekali sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan untuk membantu sesama umat di Desa Adat Sesetan,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan matatah massal tersebut bertujuan membantu dan meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pembiayaan pelaksanaan yadnya. Dengan dilaksanakan secara bersama-sama, masyarakat dapat menekan pengeluaran dalam melaksanakan kewajiban keagamaan.

Menariknya, pelaksanaan Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Adat Sesetan. Masyarakat dari luar Desa Adat Sesetan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti rangkaian karya tersebut.


Untuk pelaksanaan mapandes, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp500 ribu per peserta, sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya Rp750 ribu.

Sedangkan untuk pelaksanaan Atma Wedana atau memukur, krama Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp1 juta. Sedangkan peserta dari luar Desa Adat Sesetan dikenakan biaya sebesar Rp3,5 juta.


“Ini merupakan bentuk upaya kami untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Kami memberikan kesempatan tidak hanya kepada warga Sesetan, tetapi juga masyarakat dari luar Desa Adat Sesetan yang ingin mengikuti karya ini,” jelas I Made Sudarma.


Selain matatah massal, kata Made Sudarma, rangkaian Karya Atma Wedana kali ini juga diikuti sebanyak 142 sawa. Lebih lanjut, pihaknya mengemukakan, pelaksanaan mapandes massal ke depan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program Desa Adat Sesetan.


“Mapandes massal kali ini diikuti 138 orang peserta dari warga Desa Adat Sesetan dengan melibatkan 21 orang sangging. Upacara ini nantinya akan terus kami adakan secara rutin ke depannya,” katanya.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota Denpasar Jaya Negara, atas kehadiran dan dukungan berupa stimulan dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Semoga upacara ini bisa terus kami laksanakan untuk masyarakat ke depannya,” tandasnya. (Ayu).

Pimpin Rakor, Wali Kota Jaya Negara Tekankan Penguatan Kinerja dan Capaian Program Prioritas


Denpasar, Bali KiniPemerintah Kota Denpasar melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Mahottama Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Rabu (9/9). 


Rakor tersebut dihadiri Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya selaku moderator, Kelompok Ahli, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perumda di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.


Dalam arahannya, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menekankan pentingnya rakor sebagai ruang koordinasi dan evaluasi bersama untuk memastikan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat berjalan secara optimal.

“Rakor ini menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang sudah kita laksanakan, apa yang sudah dicapai, dan apa yang masih perlu kita tingkatkan. Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara.


Lebih lanjut, Jaya Negara menekankan agar seluruh jajaran perangkat daerah terus memperkuat koordinasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta memastikan setiap kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan berorientasi pada hasil dan kebutuhan masyarakat.

Dalam rakor tersebut juga dilakukan pemaparan dan evaluasi terkait capaian makro pembangunan Kota Denpasar, termasuk perkembangan berbagai indikator pembangunan daerah. Selain itu, dibahas pula capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Denpasar.


Pembahasan juga mencakup perkembangan 33 program prioritas Pemerintah Kota Denpasar beserta capaian masing-masing program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program prioritas dapat terlaksana sesuai target, tepat sasaran, serta memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Wali Kota Jaya Negara juga mengingatkan seluruh pimpinan OPD dan Perumda agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan, namun juga memperhatikan kualitas hasil dan manfaat yang dihasilkan.

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana program dilaksanakan, tetapi bagaimana hasilnya dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap program harus terus dievaluasi, diperbaiki, dan disinergikan agar target pembangunan Kota Denpasar dapat tercapai,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, turut memberikan perhatian terhadap penguatan koordinasi antarperangkat daerah. Sinergi dan kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat konsolidasi internal, melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja, sekaligus menyusun langkah tindak lanjut terhadap berbagai program pembangunan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkot Denpasar untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif, responsif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


Rakor diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh jajaran Pemkot Denpasar dalam mengawal pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat, sekaligus memastikan 33 program prioritas dapat berjalan secara optimal dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar. (Eka)


DUA PENDAKI TERSESAT DI GUNUNG AGUNG DITEMUKAN SELAMAT


KARANGASEM  , BALI KINI -- Operasi SAR terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, membuahkan hasil. Kedua pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu (9/9) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi mengenai dua pendaki yang tersesat di Gunung Agung pada Rabu, 9 September 2026 pukul 08.25 Wita. Keduanya diperkirakan mengalami kesulitan untuk kembali setelah berada di kawasan Gunung Agung sejak Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 17.30 Wita.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan pencarian dengan menyisir sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan kedua pendaki. "Berdasarkan informasi posisi terakhir pendaki dan petunjuk yang ada di lapangan, kami mencurigai posisi pendaki berada di jalur menuju ke Telung Buana," jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Pada pukul 12.00 Wita, tim bergerak melewati kawasan Pura Telaga Mas. Selanjutnya, pada pukul 12.15 Wita, sebanyak lima orang pemandu lokal menyusul naik dari arah Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem, untuk membantu proses pencarian.

Akhirnya pada pukul 13.30 Wita SRU 1 melaporkan telah menemukan kedua pendaki. "Selama 4 jam pencarian, pendaki dapat kami temukan di ketinggian 2000 mdpl pada pukul 13.30 Wita dengan kondisi selamat dan hanya mengalami kelelahan," ungkapnya. Posisi tepatnya berada di antara Sungai Lebih dan Sungai Telung Buana, kawasan Gunung Agung. Tim menghadapi medan yang cukup ekstrem karena lokasi penemuan berada di kawasan yang curam dan berada di luar jalur pendakian. Selain itu, kondisi cuaca berupa hujan ringan dan kabut tebal menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Agar mempercepat proses evakuasi, pada pukul 15.45 Wita menyusul 5 personel bergerak menuju lokasi korban dan tim lainnya. Mereka membantu proses evakuasi sekaligus membawa tambahan logistik bagi tim di lapangan. Sementara itu, SRU 1 bersama kedua korban tetap melanjutkan perjalanan turun menuju Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 16.45 Wita, seluruh tim SAR gabungan bersama kedua korban berhasil tiba di area parkir Pura Pasar Agung. Kedua korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Puskesmas Selat Karangasem. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, selanjutnya dijemput oleh rekan-rekannya untuk kembali menuju Denpasar.

Selama berlangsungnya upaya pencarian turut melibatkan umsur SAR Gabungan dari Pos SAR Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat beserta satu unit ambulans, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Mudi Go To Mountain, KATA (Karangasem Trekking Association), Kelompok Pemandu Pengubengan, Pemandu Gunung Agung Lestari/Edelweis, serta rekan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian, memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan jalur pendakian resmi, serta tidak memaksakan diri apabila menghadapi kondisi yang berisiko. Tak kalah pentingnya harus didampingi oleh pemandu lokal bagi para pendaki pemula. (ayu)

Jalan Dusun Dungkap-Batukandik Mulai Ditangani, Perkuat Akses Masyarakat Banjar Buluh


Klungkung , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai melakukan peningkatan Jalan Dusun Dungkap menuju Desa Batukandik, khususnya akses menuju Banjar Buluh, Kecamatan Nusa Penida. Penanganan jalan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperlancar akses masyarakat menuju fasilitas umum, termasuk sekolah.
Peningkatan jalan tersebut ditangani sepanjang 1,8 kilometer dan mulai dilaksanakan pada 11 Agustus 2026. Pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp4,5 miliar ini bersumber dari APBD Kabupaten Klungkung melalui Dana Pinjaman PT SMI Tahun Anggaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, Rabu (9/9) menyebutkan, penanganan meliputi pengaspalan hotmix, pembangunan gorong-gorong, betonisasi bahu jalan serta pekerjaan pasangan batu. “Dengan peningkatan tersebut, akses masyarakat Banjar Buluh diharapkan menjadi lebih baik, aman dan nyaman untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” sebutnya. 
Pemerintah Kabupaten Klungkung, kata Jati Laksana terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan, terutama pada ruas yang menjadi akses penting bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dalam menunjang mobilitas masyarakat serta mempermudah akses menuju fasilitas pelayanan publik.
“Berdasarkan progres per 31 Agustus 2026, pelaksanaan pekerjaan menunjukkan capaian positif. Dari rencana sebesar 0,602 persen, realisasi telah mencapai 0,621 persen atau terdapat deviasi positif sebesar 0,019 persen,” jelasnya.(*)

Resmi Dibuka, 10 Tim Siap Perang Taktik di Liga Jembrana 2026

Jembrana , Bali Kini — Kompetisi sepak bola Liga Jembrana 2026, resmi dimulai dengan partai pembuka pada Rabu (9/9) di Stadion Pecangakan Jembrana yang mempertemukan PS Garuda Dauhwaru melawan Perseba Berangbang. Laga ini menandai dimulainya rangkaian kompetisi yang akan berlangsung hingga 24 Oktober 2026.

​Turnamen tahun ini diikuti oleh 10 tim sepak bola terbaik dari seluruh wilayah Jembrana. Antusiasme peserta mengalami peningkatan dibanding edisi sebelumnya yang diikuti sembilan klub.

​Ketua Panitia Liga Jembrana 2026, I Komang Adiyasa (Komet), menyampaikan bahwa gelaran ini merupakan edisi kedua yang diinisiasi oleh Askab PSSI Jembrana pasca-vakum akibat pandemi.

​"Event Liga Jembrana ini adalah yang kedua setelah sempat rehat karena situasi COVID kemarin, dan dilaksanakan oleh Askab Jembrana. Berkat semangat teman-teman pengurus klub, partisipasi meningkat dari sembilan klub menjadi 10 klub," ujar Komet.

​Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jembrana, KONI, serta jajaran sponsor yang menyokong kelancaran kompetisi ini.

​"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana atas support dana penyelenggaraan, serta Ketua KONI yang juga Bapak Wakil Bupati. Bersama-sama mereka memberikan support sehingga acara berjalan dengan baik. Ditambah dengan berbagai sponsor perusahaan, astungkara kompetisi ini berjalan lancar hingga babak final dan sukses dalam penyelenggaraan," tambahnya.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menekankan pentingnya keberlanjutan turnamen untuk mematangkan mental dan kualitas atlet lokal.

​"Kami harapkan melalui event seperti ini bisa mulai membangkitkan olahraga daerah. Jika sepak bola dan Askab bisa, kami juga menitipkan pesan lewat KONI agar cabor-cabor lain diusahakan bisa menggelar event serupa. Semakin banyak turnamen yang diikuti, kami yakin atlet-atlet kita akan semakin matang dan membawa lebih banyak kebanggaan," ungkap Anom Saputra.
(Pro*)

Tutup Kertha Mandala Cup II 2026, Bupati Satria Dorong Lahirnya Atlet Voli Berprestasi dari Klungkung


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi menutup Turnamen Bola Voli Kertha Mandala Cup II Tahun 2026  di Lapangan Voli Kertha Mandala, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (8/9/2026). Penutupan turnamen ini ditandai dengan laga final yang mempertemukan tim Radar melawan Putra Manik Mas.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut. Selain sebagai sarana kompetisi, kejuaraan ini menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga serta ajang penting untuk menggali potensi atlet-atlet muda daerah.

"Turnamen ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan wadah silaturahmi sekaligus upaya kita bersama dalam melahirkan atlet voli berbakat yang nantinya mampu membanggakan Klungkung, baik di tingkat provinsi maupun nasional," ujar Bupati Satria.

Pihaknya berpesan kepada seluruh peserta untuk terus mengasah kemampuan dan menjadikan olahraga sebagai pemersatu masyarakat. "Jadikan olahraga voli sebagai ajang pemersatu. Tetap jaga sportivitas, semangat berlatih, dan ingat bahwa persaudaraan tetap nomor satu," pungkasnya.

Turnamen Kertha Mandala Cup II 2026 yang digelar di Desa Tusan ini mendapat antusiasme tinggi dari warga sekitar yang memadati area lapangan hingga partai puncak.(*)


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved