-->

Selasa, 23 Juni 2026

Aksi Cepat PNS Kodim Karangasem Gagalkan Pencurian Motor di Seraya Barat

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini – Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, berhasil digagalkan berkat kesigapan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kodim 1623/Karangasem.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 15.30 Wita di depan Kantor Bakamla Karangasem, Jalan Raya Karangasem–Seraya, Banjar Dinas Merajan, Desa Seraya Barat.

Korban, Ni Mira Asmara (29), saat itu tengah melaksanakan kegiatan Sensus Ekonomi. Korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy warna cream silver bernomor polisi DK 3898 TD di depan Kantor Bakamla sebelum bergabung dengan rekan-rekannya yang sedang bertugas di sebuah rumah di sekitar lokasi.

Saat kegiatan selesai dan korban keluar dari gang bersama rekannya, Ni Wayan Suciari, mereka melihat sepeda motor milik korban melintas dari arah timur yang dikendarai oleh seorang pria tak dikenal. Menyadari motornya dibawa orang lain, korban langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut didengar oleh I Made Sudarma, seorang PNS yang bertugas di Kodim 1623/Karangasem. Tanpa ragu, ia segera membantu korban melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Berkat aksi cepat dan kepeduliannya, I Made Sudarma bersama korban berhasil menghentikan pelaku di Jalan Raya Ujung, tepatnya di sebelah selatan Taman Ujung. Pelaku beserta sepeda motor milik korban kemudian berhasil diamankan sebelum akhirnya pihak kepolisian dihubungi untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui menggunakan identitas yang berubah-ubah saat diperiksa oleh penyidik. Untuk kepentingan proses hukum, polisi mengidentifikasi pelaku dengan inisial R.F.A. alias F. Hingga kini, identitas pelaku masih terus didalami oleh penyidik karena terdapat perbedaan keterangan yang diberikan selama pemeriksaan.

Akibat kejadian tersebut, korban sempat mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp20 juta. Namun berkat keberhasilan pengejaran yang dilakukan korban bersama I Made Sudarma, sepeda motor tersebut berhasil diamankan dan kembali kepada pemiliknya.

Salah satu faktor yang memudahkan pelaku melakukan aksinya adalah karena kunci sepeda motor masih tergantung pada kendaraan saat diparkir. (Ami)

Karangasem Festival 2026 Berakhir Sukses, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1,446 Miliar, Wagub Bali Apresiasi Kepemimpinan Gus Par-Guru Pandu


Laporan tim 

Karangasem, Bali Kini  - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi menutup rangkaian Karangasem Festival 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, Senin (22/6/2026) malam, di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana.

Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri Anggota DPD RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., M.Tru., M.Si., Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, jajaran Forkopimda Kabupaten Karangasem, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karangasem, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, insan seni budaya, pelaku UMKM, media massa, serta masyarakat Karangasem.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan penampilan Tari Puspa Hredaya, pemutaran video capaian kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, pertunjukan Wayang Sunar, penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba, hingga peresmian nama Taman Budaya Candra Buana menjadi Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dalam sambutannya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa Karangasem Festival 2026 bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan, melainkan menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Karangasem.

"Karangasem Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Event budaya harus mampu memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Par.

Berdasarkan laporan panitia, selama empat hari pelaksanaan festival sejak 19 hingga 22 Juni 2026, sebanyak 32 stan UMKM berhasil mencatat transaksi sebesar Rp358,37 juta. Sementara itu, 85 pelaku usaha kuliner membukukan transaksi mencapai Rp1,087 miliar. Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang tercipta selama Karangasem Festival 2026 mencapai Rp1,446 miliar.

Menurut Bupati Gus Par, capaian tersebut menjadi bukti bahwa festival budaya mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mengusung tema Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa", Bupati menegaskan bahwa tema tersebut merefleksikan semangat masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat gotong royong, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, berbagai tantangan diyakini dapat diubah menjadi peluang bagi kemajuan daerah.

"Perjalanan memang tidak mudah, namun bersama kita pasti bisa," ujar Bupati Gus Par sebelum menyerahkan secara resmi penutupan Karangasem Festival 2026 kepada Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi Karangasem Festival 2026, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menerjemahkan tema "Tidak Mudah Tapi Harus Bisa" ke dalam aksi nyata.

Menurut Wagub, sebuah tema dapat dirumuskan dengan berbagai cara, namun yang terpenting adalah bagaimana tema tersebut dimaknai dan diwujudkan melalui kepemimpinan yang kuat.

"Tema itu bisa dibuat seperti apa saja, tetapi memaknainya memerlukan leadership yang hebat. Saya melihat Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu mampu mewujudkan semangat 'Tidak Mudah Tapi Harus Bisa' melalui Karangasem Festival," ujar Giri Prasta.

Wagub Bali juga mengapresiasi keberhasilan festival dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang kreativitas bagi generasi muda, sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali.

"Festival ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya, sekaligus mengangkat dan melestarikan budaya dengan tetap menjaga batas antara budaya yang menjadi hiburan dan budaya yang bersifat sakral," tegasnya.


Selain seremoni penutupan, malam puncak Karangasem Festival 2026 juga diisi dengan pemotongan tumpeng Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 oleh Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang disertai penyalaan kembang api, dilanjutkan foto bersama serta hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh penampilan Donie Sibarani and Band. Di tengah penampilannya di atas panggung utama, Donie Sibarani mengajak Raina Iswari gadis tunanetra asal Desa Bebandem Karangasem yang berbakat menyanyi untuk membawakan lagu berjudul Lagu Terbaik dihadapan ribuan penonton yang disambut tepuk tangan meriah.

Seluruh rangkaian Karangasem Festival 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Bupati Gus Par pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, pelaku seni budaya, peserta lomba, pelaku UMKM, aparat keamanan, relawan, media massa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan perayaan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dengan berakhirnya rangkaian Karangasem Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap semangat "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa" dapat terus menjadi energi bersama dalam mewujudkan Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi). (Ami/rls)

Karangasem Festival 2026 Berakhir Sukses, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1,446 Miliar, Wagub Bali Apresiasi Kepemimpinan Gus Par-Guru Pandu

Karangasem, Bali Kini  - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi menutup rangkaian Karangasem Festival 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, Senin (22/6/2026) malam, di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana.

Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri Anggota DPD RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., M.Tru., M.Si., Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, jajaran Forkopimda Kabupaten Karangasem, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karangasem, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, insan seni budaya, pelaku UMKM, media massa, serta masyarakat Karangasem.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan penampilan Tari Puspa Hredaya, pemutaran video capaian kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, pertunjukan Wayang Sunar, penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba, hingga peresmian nama Taman Budaya Candra Buana menjadi Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dalam sambutannya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa Karangasem Festival 2026 bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan, melainkan menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Karangasem.

"Karangasem Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Event budaya harus mampu memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Par.

Berdasarkan laporan panitia, selama empat hari pelaksanaan festival sejak 19 hingga 22 Juni 2026, sebanyak 32 stan UMKM berhasil mencatat transaksi sebesar Rp358,37 juta. Sementara itu, 85 pelaku usaha kuliner membukukan transaksi mencapai Rp1,087 miliar. Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang tercipta selama Karangasem Festival 2026 mencapai Rp1,446 miliar.

Menurut Bupati Gus Par, capaian tersebut menjadi bukti bahwa festival budaya mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mengusung tema Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa", Bupati menegaskan bahwa tema tersebut merefleksikan semangat masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat gotong royong, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, berbagai tantangan diyakini dapat diubah menjadi peluang bagi kemajuan daerah.

"Perjalanan memang tidak mudah, namun bersama kita pasti bisa," ujar Bupati Gus Par sebelum menyerahkan secara resmi penutupan Karangasem Festival 2026 kepada Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi Karangasem Festival 2026, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menerjemahkan tema "Tidak Mudah Tapi Harus Bisa" ke dalam aksi nyata.

Menurut Wagub, sebuah tema dapat dirumuskan dengan berbagai cara, namun yang terpenting adalah bagaimana tema tersebut dimaknai dan diwujudkan melalui kepemimpinan yang kuat.

"Tema itu bisa dibuat seperti apa saja, tetapi memaknainya memerlukan leadership yang hebat. Saya melihat Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu mampu mewujudkan semangat 'Tidak Mudah Tapi Harus Bisa' melalui Karangasem Festival," ujar Giri Prasta.

Wagub Bali juga mengapresiasi keberhasilan festival dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang kreativitas bagi generasi muda, sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali.

"Festival ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya, sekaligus mengangkat dan melestarikan budaya dengan tetap menjaga batas antara budaya yang menjadi hiburan dan budaya yang bersifat sakral," tegasnya.


Selain seremoni penutupan, malam puncak Karangasem Festival 2026 juga diisi dengan pemotongan tumpeng Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 oleh Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang disertai penyalaan kembang api, dilanjutkan foto bersama serta hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh penampilan Donie Sibarani and Band. Di tengah penampilannya di atas panggung utama, Donie Sibarani mengajak Raina Iswari gadis tunanetra asal Desa Bebandem Karangasem yang berbakat menyanyi untuk membawakan lagu berjudul Lagu Terbaik dihadapan ribuan penonton yang disambut tepuk tangan meriah.

Seluruh rangkaian Karangasem Festival 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Bupati Gus Par pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, pelaku seni budaya, peserta lomba, pelaku UMKM, aparat keamanan, relawan, media massa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan perayaan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dengan berakhirnya rangkaian Karangasem Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap semangat "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa" dapat terus menjadi energi bersama dalam mewujudkan Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi). (Ami/rls)

Senin, 22 Juni 2026

Pukau Panggung Ardha Candra PKB XLVIII, Duta Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Tampilkan Seni Filosofis dan Kritik Sosial Berbalut Dolanan

Jembrana , Bali Kini - Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Denpasar, bergemuruh oleh tepuk tangan penonton pada Minggu (22/6) malam. Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Jembrana sukses mencuri perhatian dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui penampilan yang apik, penuh energi, dan sarat akan makna filosofis.

Penampilan luar biasa ini disaksikan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, beserta perwakilan Forkopimda dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

Kabupaten Jembrana malam itu menyuguhkan tiga materi pertunjukan yang dikemas secara apik dan dinamis, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan "Nadi Winengku", Tari Penyambutan "Selat Segara", dan Dolanan "Makepung Papah".

Sebagai pembuka, penonton disuguhkan Tabuh Kreasi Pepanggulan "Nadi Winengku". Tabuh ini merupakan sebuah refleksi mendalam terhadap penyucian jiwa (atma kerti), yang mengajarkan bahwa jiwa yang suci tidak menutup diri dari perubahan, melainkan mampu menerima gejolak energi baru dengan tetap teguh pada jati diri sejati.

Secara musikal, tabuh ini mengambil analogi kondisi nadi yang terkendali dan berwibawa. Instrumen Gong Kebyar diibaratkan sebagai tubuh yang menjadi medium bagi jiwa Jegog (gamelan khas Jembrana) untuk menyuarakan dirinya. Keunikan kotek-kotekan khas jegog, sistem seslangkitan, serta oncang-oncangan berpadu menjadi entitas baru tanpa menghilangkan identitas asli Gong Kebyar, melainkan memberikan gejolak energi baru yang memikat.

Pementasan dilanjutkan dengan Tari "Selat Segara", sebuah tari kreasi penyambutan karya almarhumah I Gusti Ayu Srinatih. Tarian ini melambangkan penghormatan, ungkapan rasa syukur, dan ketulusan dalam menyambut tamu.

Mengambil makna "Selat" sebagai penghubung dan "Segara" sebagai lautan luas, tarian ini menggambarkan laut sebagai simbol pemersatu yang menjembatani berbagai perbedaan bangsa dan budaya dalam suasana damai. Gerak tarian yang lembut namun dinamis ini dikembangkan dari pakem tari upacara seperti Rejang, Pendet, dan Legong, yang diperkuat oleh iringan gamelan harmonis bernuansa sakral sekaligus estetis.

Puncak kemeriahan sekaligus keharuan penonton pecah saat pementasan Dolanan "Makepung Papah". Menggunakan media sebilah pelepah kelapa (papah), anak-anak Jembrana mengubah tradisi balapan Makepung menjadi arena bermain yang penuh dengan pesan moral dan kritik sosial yang tajam namun polos.

Di sela-sela canda tawa, dolanan ini menyelipkan refleksi tentang realitas dunia saat ini. Mulai dari ambisi menjadi Juara Kelas, kekhawatiran cita-cita yang kandas akibat kemacetan dan rumitnya kehidupan, hingga sentilan mengenai isu lingkungan seperti masalah sampah yang kian menggunung. Tidak hanya itu, anak-anak ini juga menyuarakan isu-isu humanis secara jujur, seperti nasib pahlawan tanpa tanda jasa (guru) dengan upah minim.

Secara keseluruhan, penampilan Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Jembrana di PKB XLVIII 2026 tidak hanya sekadar memberikan tontonan seni yang menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi dan penyampai pesan moral yang mendalam bagi seluruh masyarakat Bali.
(Prokopim )

Suasana Bahagia Sambut Kedatangan Jemaah Haji Jembrana

Jembrana , Bali Kini – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Masjid Baitul Muhtarifin, Polres Jembrana, pada Sabtu (20/6/2026) pagi menyambut kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Jembrana akhirnya tiba kembali di tanah air dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kedatangan rombongan tamu Allah ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, bersama Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati dan keluarga jemaah yang sudah memadati area masjid sejak pagi hari.

Wakil Bupati Jembrana yang akrab disapa Ipat, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah dalam kondisi sehat walafiat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana dan seluruh masyarakat Jembrana, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah, Bapak, Ibu sekalian telah menunaikan rukun Islam yang kelima dengan lancar dan kini kembali berkumpul bersama keluarga tercinta dalam keadaan sehat," ujarnya.

Ia juga berharap agar seluruh jemaah mampu mempertahankan nilai-nilai spiritual yang telah didapatkan selama beribadah.

"Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh dengan pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan. Oleh karena itu, kami berharap seluruh jemaah haji dapat menjadi haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh, serta mampu membawa nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama di tanah suci untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Tidak lupa, Pemerintah Kabupaten Jembrana memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas haji, tenaga kesehatan, dan pendamping yang telah mengawal para jemaah dari keberangkatan hingga kepulangan.

Rasa syukur dan puas juga diungkapkan oleh salah satu perwakilan jemaah haji Jembrana tahun 2026, Haji Sadikin. Ia menyampaikan bahwa kelancaran ibadah ini tidak lepas dari dukungan doa masyarakat dan dedikasi luar biasa dari para petugas di lapangan.

"Yang penting bagi kami, telah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Ini juga berkat doa dari bapak-ibu semua masyarakat Kabupaten Jembrana. Dan apresiasi untuk petugas yang sangat luar biasa dalam rangka mendukung semua aktivitas kami di sana. Dari seluruh petugas haji, semua melayani kami dengan sangat luar biasa," ungkapnya dengan penuh haru.

Ia juga berharap kesuksesan pelayanan pada musim haji tahun 2026 ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan untuk musim-musim haji berikutnya.

"Jadi, ya mungkin ke depannya sekiranya memang ini bisa lebih, misalnya nanti di tahun 2027. Jemaah haji Kabupaten Jembrana rasanya akan merasakan pelayanan lebih baik lagi dari yang sudah kami rasakan sangat-sangat baik di tahun 2026 ini. Semua doa, semua bantuan-bantuan yang telah diberikan oleh siapa pun, itu tentunya mudah-mudahan hanya Allah lah yang bisa membalasnya," tutupnya.
(Prokopim Jembrana)

Minggu, 21 Juni 2026

Disiapkan 18 Posko Untuk SPMB SD dan SMP di Denpasar

Laporan Reporter: Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP di Denpasar akan dimulai Senin, 22 Juni 2026. Terkait pelaksanaan SPMB ini, telah disiapkan sebanyak 18 posko layanan SPMB. Satu posko berada di kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar dan 17 posko berada di masing-masing SMP negeri, Minggu (21/6).

Kabid Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana mengungkapkan telah siap dengan posko dimana difungsikan untuk memberikan pelayanan pada masyarakat yang memerlukan informasi seputar SPMB dan memberikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi.

Lanjutnya, khusus untuk posko di kantor Disdikpora mulai beroperasi per 22 Juni, dimana hari pertama SPMB SMP akan dimulai untuk Jalur Prestasi yang berlangsung hingga Rabu, 24 Januari 2026. Jalur Prestasi tersedia kuota 35 persen dari total kuota atau 2.086. 

Rinciannya yakni kategori akademik 10 persen atau 596 siswa, yang terbagi menjadi umum 5 persen atau 298 siswa dan TKA 5 persen atau 298 siswa. "Sementara untuk kategori non-akademik 25 persen dengan pembagian olahraga 10 persen atau 596 siswa, seni 5 persen atau 298 siswa, Pesta Kesenian Bali 5 persen atau 298 siswa, " Bebernya. 

Dikatakannya juga ada untuk bahasa Bali 2 persen atau 117 siswa, Utsawa Dharma Gita 1 persen atau 62 siswa, Puja Tri Sandya 1 persen atau 62 siswa, dan pramuka 1 persen atau 62 siswa. "Pada tahun ini, kami akomodir juga hasil TKA siswa sebesar 5 persen. Itu masuk ke Jalur Akademik pada kategori prestasi akademik," katanya.

Untuk Jalur Prestasi, pengumuman hasil seleksi dilakukan pada 25 Juni 2026, selain Jalur Prestasi, SPMB SMP tahun ini juga membuka untuk Jalur Domisili, Afirmasi, dan Jalur Mutasi. Jalur Domisili dengan kuota 40 persen atau 2.379 siswa, Jalur Afirmasi 20 persen atau 1.192 siswa. 

Dan Jalur Mutasi 5 persen atau 298 siswa yang diperuntukkan bagi perpindahan tugas orang tua/wali.
Dengan empat jalur tersebut, total daya tampung 5.960 siswa yang terbagi ke dalam 149 kelas dari 17 SMP negeri. 

Sementara itu, Kabid Pendidikan SD Disdikpora Denpasar, I Nyoman Suriawan mengatakan, untuk posko SPMB SD disiapkan di kantor Disdikpora. "Posko SPMB SD hanya ada di sekretariat Dikpora. Tapi tim SPMB disamping ngepost di sekretariat juga monev ke sekolah," paparnya.

Untuk SPMB pada jenjang SD, disediakan kuota sebanyak 9.248 siswa yang tersebar di 166 SD negeri yang ada di Denpasar. Pelaksanaan SPMB SD ini dilakukan melalui tiga jalur yakni jalur domisili dengan kuota terbanyak yakni 80 persen. Untuk jalur domisili paling besar kuotanya pada SPMB SD. Sebesar 80 persen atau 7.347 siswa dari total kuota. 

Jalur kedua yakni jalur afirmasi dengan kuota sebesar 15 persen atau 1.429 siswa, sedangkan jalur terakhir yakni jalur mutasi dengan kuota 5 persen atau 472 siswa. Total keseluruhan kuota ini terbagi ke dalam 289 kelas atau rombongan belajar.

Berdasarkan kecamatan, sebarannya yakni Denpasar Timur terdapat 37 SD negeri dengan total daya tampung sebanyak 1.664 siswa yang terbagi dalam 52 rombongan belajar (rombel). Pembagian per jalurnya yakni Jalur Domisili 1.315 siswa, Jalur Afirmasi 260 siswa, dan Jalur Mutasi 89 siswa.

Untuk di kecamatan Denpasar Selatan terdapat 42 SD negeri dengan total daya tampung sebanyak 2.464 siswa yang terbagi dalam 77 rombel. Alokasi kuota terdiri dari Jalur Domisili 1.960 siswa, Jalur Afirmasi 380 siswa, dan Jalur Mutasi 124 siswa.

Untuk di Denpasar Barat terdapat 43 SD negeri dengan total daya tampung sebanyak 2.592 siswa yang terbagi dalam 81 rombel. Alokasi kuota terdiri dari Jalur Domisili 2.062 siswa, Jalur Afirmasi 399 siswa, Jalur Mutasi 131 siswa.

Serta untuk Denpasar Utara terdapat 44 SD dengan total daya tampung sebanyak 2.528 siswa yang terbagi dalam 79 rombel. Alokasi kuota terdiri dari Jalur Domisili 2.010 siswa, Jalur Afirmasi 390 siswa, dan Jalur Mutasi 128 siswa.
Untuk proses pendaftaran dilaksanakan pada Senin sampai Kamis, 22–25 Juni 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 09.00 WITA.

Sebelum pelaksanaan SPMB, Disdikpora Denpasar bersama stakeholder terkait telah melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama sebagai upaya mewujudkan kemajuan dunia pendidikan dengan mengedepankan prinsip obyektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi. 

Beberapa stakeholder yang ikut penandatanganan yakni Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, BPMP Provinsi Bali, Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Kanwil Kementerian Agama Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar, Dewan Pendidikan Kota Denpasar, hingga Kepala Sekolah se-Kota Denpasar. 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama mengatakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kota Denpasar dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi (inklusi). 

"Prinsip-prinsip ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai potensi dan kemampuannya," ujarnya.

Menurut Wiratama, objektivitas dalam proses penerimaan murid baru diwujudkan melalui seleksi yang didasarkan pada kemampuan, prestasi, dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang tidak relevan. 

"Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan yang setara dan diperlakukan secara adil tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, agama, maupun budaya," katanya.

Wiratama menjelaskan bahwa transparansi menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan SPMB Kota Denpasar. Seluruh tahapan, mekanisme, serta persyaratan penerimaan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar mudah dipahami dan diawasi bersama. 

"Masyarakat berhak mengetahui seluruh proses penerimaan murid baru secara jelas dan terbuka. Dengan keterbukaan tersebut, kami berharap kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB dapat terus meningkat," ungkapnya.

Viral Limbah Air ke Pantai Segare Sanur di Klarifikasi Hoaks


Laporan Reporter : Jero Ari 

Denpasar , Bali Kini - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Denpasar menyikapi video viral di media sosial terkait dugaan pembuangan limbah ke laut di kawasan Pantai Segara Sanur. Pengecekan langsung di lapangan telah dilakukan untuk memastikan kondisi riil dari saluran drainase tersebut pada Minggu (21/6). 

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, menjelaskan bahwa peristiwa yang sempat terekam dan viral di media sosial tersebut didokumentasikan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026 lalu. 

Menindaklanjuti laporan warga, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan investigasi. Tim gabungan kami dari DPUPR, Satpol PP, Komunitas Peduli Sungai (KPS) melakukan pengecekan bersama di lapangan. 

Kami bahkan melakukan penggalian untuk mencari lubang drainase pembuangan guna memastikan kondisi air yang keluar secara akurat," ujar Ngurah Artha Jaya.

Dari hasil penelusuran dan penggalian tersebut, pihaknya mengungkapkan bahwa kondisi air yang mengalir dari sumber drainase saat ini terpantau bening dan tidak berbau. Kondisi ini sangat berbeda dengan apa yang terlihat dalam video viral sebelumnya.

Bahwa air keruh yang sempat menghebohkan warganet tersebut kuat dugaan merupakan limpasan air jalan yang telah terperangkap lama di dalam saluran. Hal ini dipicu oleh lubang pembuangan akhir yang sempat tertutup oleh material pasir pantai. 

"Jadi ketika terjadi hujan lebat, volume air yang besar mendorong sumbatan pasir tersebut hingga akhirnya meledak dan mengalirkan air limpasan yang sempat mengendap lama langsung ke laut. Itulah mengapa warnanya sempat terlihat keruh dalam video," jelasnya.

Langkah antisipasi dan uji petik berkala akan tetap dijadwalkan guna memastikan bahwa fungsi saluran tersebut murni untuk drainase air hujan, bebas dari kontaminasi limbah usaha. Pihaknya akan mengadakan pengecekan intensif demi memastikan tidak ada kontribusi air limbah, baik dari hotel maupun warung-warung di sekitar pantai. 

"Kami juga segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan AMPLP Werda Pura untuk pengawasan ini," Imbuhnya.

Data dan informasi awal di lapangan, kawasan Pantai Segara sebenarnya sudah terintegrasi dengan sistem Denpasar Sewerage Development Project (DSDP). Dengan sistem ini, pembuangan limbah domestik seharusnya dialirkan ke instalasi pengolahan khusus, bukan ke saluran drainase yang mengarah ke pantai.

Pihaknya pun berkomitmen untuk segera merampungkan pengecekan menyeluruh untuk melacak secara pasti seluruh sumber aliran air yang masuk ke jaringan drainase tersebut demi menjaga kebersihan pesisir Sanur. 

Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana menyatakan, jika ada yang viral pastinya akan dilakukan pengecekan kebenarannya. Untuk itu pihaknya bersama instansi terkait, Lurah Sanur dan aparat kepolisian langsung turun ke Pantai Segara Ayu. "Ternyata enggak ada apa-apa di sini, Kalau misalnya, dari DLHK tadi menyatakan, kalau memang itu kejadiannya kemarin, pasti ada bekasnya," ujarnya.

Pihaknya memastikan, informasi yang beredar luar di media sosial adalah hoaks, terlebih dilokasi titik semburan tidak ditemukan lubang dan bekas cemaran limbah. Disisi lain usaha di sepanjang Pantai Segara Ayu juga dipastikan menggunakan saluran DSDP dalam mengelola limbah. 

"Kami bisa memastikan bahwa kejadian itu tidak berlangsung di sini dan kejadian itu tidak berlangsung kemarin. Tiyang (saya) nyatakan bahwa itu hoaks," tegasnya.

Terkait upaya pelaporan ke pihak kepolisian, Alit Kencana mengaku, dirinya tidak melakukan hal tersebut. Namun ia telah diminta untuk melakukan klarifikasi kepada pihak kepolisian. "Pihak berwajib akan meminta klarifikasi kita, untuk menelusuri," paparnya.

Sementara Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windu Segara yang ikut melakukan pemantauan, memastikan kejadian cemaran limbah tidak ada. Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Terlebih video kejadian yang tidak benar terjadi dapat mempengaruhi kondisi wilayah pariwisata, Sanur kini kembali dikembangkan.

Harga BBM Naik, Yayasan Get Plastic Indonesia Tawarkan Solusi Ubah Sampah Plastik Jadi Bensin RON 92,3

Laporan: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Di tengah meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM), sejumlah anak muda yang tergabung dalam yayasan Get Plastic Indonesia memperkenalkan sebuah inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak dalam kegiatan Sunset Berkebun Sunrise Melantun di Museum Pustaka Lontar, Desa Dukuh Penaban, Karangasem.

Teknologi ini menggunakan mesin pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi solar, bensin, dan minyak tanah. Menariknya, berdasarkan hasil uji laboratorium, bensin yang dihasilkan memiliki nilai Research Octane Number (RON) 92,3, sedikit di atas standar Pertamax yang memiliki RON 92.

Koordinator acara, Raissa Kanaya, menjelaskan bahwa teknologi pirolisis bekerja dengan memanaskan sampah plastik pada suhu tinggi sehingga rantai molekul plastik terurai menjadi senyawa hidrokarbon yang kemudian dikondensasikan menjadi bahan bakar.

“Semua jenis plastik bisa diolah menjadi bahan bakar minyak kecuali PVC. Hasilnya berupa solar, bensin, maupun minyak tanah,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap persoalan sampah plastik, tetapi juga berpotensi menjadi sumber energi alternatif di tengah fluktuasi harga BBM. Dari sekitar 5 kilogram sampah plastik, dapat dihasilkan sekitar 10 liter solar dengan kebutuhan 1,5 kilogram gas LPG sebagai energi awal proses pengolahan.

Secara rata-rata, satu kilogram sampah plastik mampu menghasilkan sekitar satu liter bahan bakar. Seperti solar, hasil solar tersebut dapat diproses kembali untuk menghasilkan bensin.

Raissa mengungkapkan bahwa kualitas bahan bakar yang dihasilkan telah diuji di laboratorium. Selain bensin dengan RON 92,3, solar yang dihasilkan juga disebut memiliki kualitas yang nendekati Pertamina Dex berdasarkan nilai indeks cetane.

Bahan bakar hasil pengolahan tersebut telah digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak hingga mengoperasikan genset. Dalam kegiatan tersebut, genset yang digunakan untuk mendukung konser musik pada sore hari juga memanfaatkan BBM hasil olahan sampah plastik. Dimana, pada konser musik tersebut diisi dengan penampilan dari Ipanghore-hore, Nonaria dan Nosstress.

Teknologi ini menggunakan mesin pirolisis dengan sistem reaktor. Pada pengembangan terbaru, mesin telah dilengkapi dua reaktor yang memungkinkan pemisahan fraksi bensin dan solar secara langsung dalam satu proses, sehingga pengolahan menjadi lebih efisien.

Meski demikian, Raissa menegaskan bahwa teknologi ini lebih tepat diterapkan oleh kelompok masyarakat, komunitas, desa, atau perusahaan karena membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pengumpulan hingga pengoperasian fasilitas.

“Kami memiliki program kemitraan yang diawali dengan asesmen jumlah sampah yang tersedia. Setelah itu kami memberikan pendampingan agar fasilitas dapat berjalan optimal,” katanya.

Ia berharap teknologi pirolisis dapat menjadi salah satu solusi bagi desa-desa dalam mengatasi persoalan sampah plastik sekaligus menciptakan sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis.

“Kalau setiap desa memiliki fasilitas seperti ini, sampah bisa selesai di sumbernya dan sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya, Sabtu (20/6/2026). (Ami)

Kejuaraan Bola Voli Kapolres Karangasem Cup 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 24 Tim

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karangasem menggelar Kejuaraan Bola Voli Kapolres Karangasem Cup 2026 yang secara resmi dibuka oleh Kapolres Karangasem, I Made Santika, di Lapangan Voli Polsek Manggis, Jumat (19/6).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Karangasem beserta sejumlah anggota DPRD, jajaran pejabat Polres Karangasem, unsur Forkopimcam, dan masyarakat setempat.

Kapolres Karangasem menyampaikan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, meningkatkan sinergitas antara Polri dan masyarakat, serta mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, aktif, dan sportif.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat. Selain itu, olahraga menjadi wadah yang positif untuk membangun kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Turnamen berlangsung selama tujuh hari, mulai 19 hingga 24 Juni 2026, dengan melibatkan sebanyak 24 tim peserta. Terdiri dari 8 tim kategori umum putra dan 16 tim gabungan dari Polsek jajaran di wilayah Kabupaten Karangasem.

Panitia menyiapkan berbagai penghargaan bagi para juara. Termasuk dalam yel-yel yang diperlombakan. Untuk kategori umum putra, para pemenang akan memperoleh piala tetap, piagam penghargaan, serta total hadiah uang pembinaan sebesar Rp11 juta. Sementara untuk kategori tim gabungan Polsek jajaran, disediakan piala bergilir, piagam penghargaan, dan total uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta.

Kejuaraan Bola Voli Kapolres Karangasem Cup 2026 diharapkan mampu menjadi ajang pembinaan atlet bola voli daerah sekaligus mempererat persaudaraan antar peserta dan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.

Turnamen yang berlangsung di Lapangan Voli Polsek Manggis tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta maupun masyarakat yang hadir untuk memberikan dukungan kepada tim-tim yang bertanding. (Ami)

Sabtu, 20 Juni 2026

Bupati Gus Par Buka Karangasem Festival dan Parade Budaya HUT Kota Amlapura ke-386

Usung Semangat "Tak Mudah Tapi Harus Bisa"

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  – Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau Gus Par secara resmi membuka Festival dan Parade Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Amlapura ke-386 di Lapangan Tanah Aron, Jumat (19/6). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang diiringi letusan konfeti sebagai simbol dimulainya rangkaian perayaan hari jadi Kota Amlapura tahun 2026.

Tampak hadir bersama dalam moment istimewa ini, Wabup Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Sekretaris Daerah Karangasem I Ketut Sedana Merta, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, unsur BUMN dan BUMD, organisasi wanita, anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Karangasem, serta para bupati dan wali kota se-Bali atau yang mewakili. Pemerintah Provinsi Bali diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Wayan Sarinah.

Mengusung tema "Tak Mudah Tapi Harus Bisa", Karangasem Festival dan Parade Budaya HUT ke 386 Kota Amlapura menjadi momentum membangkitkan optimisme serta semangat kebersamaan masyarakat Karangasem dalam menjaga dan melestarikan warisan seni budaya daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gus Par bersama Wakil Bupati Guru Pandu  tampil mengenakan busana dengan visualisasi tokoh pewayangan Nakula dan Sadewa. Penampilan keduanya menjadi simbol keharmonisan, kesetiaan, serta semangat persaudaraan dalam memimpin dan membangun Kabupaten Karangasem menuju daerah yang maju dan sejahtera.

Pembukaan acara diawali dengan pementasan Tari Maskot Karangasem, Tari Sekar Tunjung yang dibawakan sekitar 139 penari gabungan Organisasi Dharma Wanita Kabupaten Karangasem, diiringi Tabuh Sekaa Penting Merdu Komala yang merupakan tabuh khas Karangasem. Para penari menari dengan anggun dan membentuk formasi angka 386 sebagai visualisasi usia Kota Amlapura tahun ini. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tabuh Adi Merdangga Gana Suara.

Selanjutnya, parade budaya menampilkan berbagai kesenian dari delapan kecamatan se-Kabupaten Karangasem. Atraksi marching band, Tari Rudat, Barudah hingga Barongsai berhasil memukau ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Tanah Aron.

Dalam sambutannya, Bupati Gus Par mengatakan tema "Tak Mudah Tapi Harus Bisa" mencerminkan tekad bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, semangat tersebut menjadi motivasi untuk terus bergerak dan bekerja demi mewujudkan Karangasem yang AGUNG, (Aman Gigih, Nyaman, dan Gemah Ripah Loh Jinawi.

"Memang tidak mudah, tetapi dengan kebersamaan, gotong royong dan kerja keras, kita harus bisa membawa Karangasem menjadi lebih maju dan sejahtera," tegas Gus Par.

Sementara itu Wabup Guru Pandu juga menambahkan, Karangasem Festival dan Parade Budaya HUT ke 386 Kota Amlapura  sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi para seniman dan masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas serta kebanggaan Kabupaten Karangasem. 

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Karangasem diharapkan terus tumbuh sebagai daerah yang berlandaskan budaya menuju Karangasem yang Agung, Gemah Ripah Loh Jinawi. 

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan gala dinner yang dipusatkan di Taman Budaya Candra Buana sekaligus menjadi central pelaksanaan Karangasem Festival hingga 3 hari ke depan. Berbagai hiburan dari talkshow pengelolaan sampah, talkshow kewirausahaan, yoga, senam, east Bai run, grand final jegeg bagus, fashion show dekranasda, lomba tapel ogoh ogoh,  genjek, persembahan band, musisi lokal, penyanyi Pop Bali hingga artis nasional siap mengguncang panggung utama Karangasem Festival. (Ami/rls)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved