-->

Kamis, 06 Agustus 2026

TP PKK Kota Denpasar Gelar Lomba Serangkaian Puncak HKG PKK ke-54 Tahun 2026, Angkat Tema Penguatan Layanan Kesehatan dan 10 Program Pokok PKK

Ket. Foto : Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menghadiri serangkaian lomba dalam rangka Peringatan Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya pada Kamis, (6/8). 


Denpasar, Bali Kini - Tim Penggerak PKK Kota Denpasar menggelar serangkaian lomba dalam rangka Peringatan Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya pada Kamis, (6/8). 

Berbagai kegiatan dan perlombaan digelar untuk memperkuat peran keluarga dan kader PKK dalam mendukung program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. Dimana Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan peran kader PKK dan Posyandu dalam mendukung layanan kesehatan serta program pembangunan di Kota Denpasar.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dalam keterangannya menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kapasitas kader.

"Melalui lomba ini kami ingin membangkitkan semangat dan kreativitas kader PKK serta Posyandu di seluruh Kota Denpasar. Kami berharap dari kegiatan ini lahir kader-kader yang berdaya, inovatif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat. Mari bersama kita wujudkan Denpasar yang maju, sehat, dan sejahtera melalui penguatan 10 Program Pokok PKK," ujarnya.

Adapun setelah lomba-lomba ini, nantinya pada Puncak peringatan HKG PKK ke-54 Kota Denpasar akan dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA bertempat di Gedung Dharma Negara Alaya. Pada acara puncak ini juga akan dilakukan penyerahan piala bagi pemenang lomba HKG PKK ke-54 dan pemenang lomba serangkaian Bulan Bung Karno.

Sementara Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menjelaskan untuk lomba kali ini ada 4 Kategori Lomba yang Dilombakan yang meliputi Lomba Yel-Yel Posyandu yang Diikuti 1 regu per kecamatan dengan 11 orang Kader Posyandu. Durasi 5-6 menit dengan tema “Mendekatkan Layanan Membangun Indonesia Sehat menuju Masyarakat Kuat dan Berdaya”. Materi mencakup ajakan kesehatan, pencegahan stunting, Layanan 6 SPM, dan penguatan pangan lokal.

Selanjutnya Lomba Defile PKK yang satu kelompok terdiri dari 15 orang kader PKK. Penampilan berupa gerak tari, lagu, dan atraksi yel-yel dengan slogan. Materi mengangkat 10 Program Pokok PKK dan Program Unggulan POKJA PKK sesuai RAKERNAS X PKK dengan tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK Bangun Karakter Bangsa menuju Indonesia Emas”, dengan durasi 8-10 menit.

Kemudian Lomba Penyuluhan Kader Posyandu dengan Peserta 2 orang Kader Posyandu per kecamatan. Materi pilihan meliputi Pola Pelayanan Posyandu 6 SPM, Pencegahan Stunting, Imunisasi Lengkap, dan Pemantauan Tumbuh Kembang. Durasi 5-7 menit dengan tema “Melalui Kader Posyandu yang Berdaya Kita Wujudkan Denpasar MAJU”.

Ada pula Lomba Cerdas Cermat Kader Posyandu Diikuti 4 orang Kader Posyandu per kecamatan. Materi meliputi Pengetahuan Umum Posyandu, Layanan 6 SPM, ILP, Isu Strategis Kesehatan, dan 25 Uji Kompetensi Dasar Kader. Tema “Integrasi Layanan Posyandu 6 SPM Mendekatkan Layanan menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera”.

"Untuk ituTP PKK Kota Denpasar mengajak seluruh kader untuk berpartisipasi aktif dan menampilkan yang terbaik," ungkap Ayu Kristi. (Ays).

Pemkot Denpasar Siapkan Penataan Wajah Pusat Kota

Ket. Foto :Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat diskusi  tentang Penataan Wajah bersama para seniman dan pemilik toko di Jalan Gajah Mada yang berlangsung  di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8).

Gajah Mada Jadi Salah Satu Kawasan Prioritas


Denpasar, Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan rencana penataan wajah pusat kota sebagai upaya menghadirkan kawasan perkotaan yang lebih tertata, menarik, nyaman, serta mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal. Saat ini, tahapan persiapan penataan telah mulai dilakukan, termasuk oleh pihak kontraktor.


Penataan akan menyasar sejumlah titik yang menjadi landmark dan bagian penting dari wajah pusat Kota Denpasar. Di antaranya kawasan Catur Muka, penataan kawasan Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Tambrin, serta kawasan Suci. Mengingat kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat, penataannya membutuhkan perencanaan yang detail dan matang.


Hal ini disampaikan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sebuah diskusi  yang berlangsung  di Bhineka Djaya, pada Selasa (4/8).


Wali Kota Jaya Negara juga turut mengundang sejumlah seniman Kota Denpasar, di antaranya Putu Marmar Herayukti atau akrab disapa Marmar Herayukti dan I Komang Gede Sentana Putra, atau yang biasa disapa Kedux, untuk memberikan masukan dan pandangan terkait konsep penataan tersebut.

Pelibatan seniman ini dimaksudkan agar penataan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, namun juga mampu memperkuat karakter, identitas, dan estetika Kota Denpasar.

Pada kesempatan itu, 
Jaya Negara menekankan, titik-titik strategis di pusat kota diharapkan dapat menjadi landmark baru yang representatif, sekaligus memberikan kesan wajah kota yang lebih segar dan hidup.


“Penataan ini kita harapkan dapat menghadirkan wajah pusat Kota Denpasar yang lebih baru, tetapi tetap memiliki karakter dan tidak meninggalkan sejarah yang sudah ada. Karena itu, masukan dari para seniman sangat penting dalam proses penataan ini,” ujar Jaya Negara


 
Penataan Gajah Mada juga akan melibatkan para pemilik toko yang berada di  Jalan Gajah Mada. Dalam prosesnya, Pemkot Denpasar juga telah berkomunikasi dan berdiskusi dengan para pemilik toko yang berada di sepanjang kawasan tersebut.


"Penataan akan mencakup wajah kawasan serta pedestrian, dengan harapan kawasan Gajah Mada yang selama ini menjadi salah satu kawasan bersejarah di Denpasar dapat kembali hidup dan menjadi ruang kota yang menarik bagi masyarakat," ungkap Jaya Negara.


Secara umum, para pemilik toko pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Salah satunya pemilik Toko Bhineka Djaya, Wirawan Tjahjadi, yang menyambut baik rencana penataan wajah kota, khususnya di sepanjang Jalan Gajah Mada.

“Kami sangat setuju dengan adanya penataan wajah kota ini, terutama di sepanjang Jalan Gajah Mada. Bahkan, untuk menjadi percontohan, bagian depan toko kami siap digunakan,” ungkapnya.


Menurutnya, penataan kawasan tersebut dapat memberikan suasana baru sekaligus mendorong kembali aktivitas masyarakat di pusat kota.

Seniman Kota Denpasar,
I Komang Gede Sentana Putra atau Keduk juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penataan pusat kota. Menurutnya, wajah kota memang perlu dirawat dan ditata secara berkala, namun tetap harus mempertahankan nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.

“Secara pribadi saya sangat mendukung. Wajah kota wajib di-maintenance, bukan diganti secara total. Karena di dalamnya ada sejarah awal terbentuknya kota. Kalau ada penataan, kami sangat mendukung karena ini bisa mengangkat kota dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menilai, kawasan pusat kota memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi yang mampu menjadi titik perputaran ekonomi baru.

“Harapannya kawasan ini bisa menjadi destinasi dan pusat perputaran ekonomi. Jadi masyarakat tidak hanya lewat, tetapi bisa datang, menikmati suasana, dan berlama-lama di kawasan ini,” katanya.

Keduk menambahkan, konsep penataan saat ini masih terus digali dengan mencari karakter atau ikon yang menjadi ciri khas masing-masing kawasan di Denpasar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Patung Kuda. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat ditata menggunakan material yang lebih permanen, termasuk unsur logam, serta dilengkapi sejumlah ruang atau spot yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai maupun berfoto.

“Di kawasan Patung Kuda misalnya, akan kita lihat kembali apa yang menjadi karakter daerah tersebut. Bisa diperbarui dengan material yang lebih permanen, menggunakan logam, kemudian diberikan spot-spot agar masyarakat bisa menikmati kawasan, datang, duduk, rileks, dan berlama-lama,” jelasnya.

Selain memperkuat estetika kawasan, fasilitas pendukung juga menjadi bagian penting dalam penataan. Sejumlah fasilitas dasar seperti toilet, ruang duduk, serta spot foto diharapkan dapat tersedia sehingga kawasan pusat kota tidak sekadar menjadi jalur lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman.

Melalui penataan tersebut, dirinya berharap pusat kota dapat kembali menjadi kawasan yang hidup, memiliki daya tarik baru, tetap mempertahankan nilai sejarah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.


Penataan wajah pusat Kota Denpasar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang lebih nyaman, berkarakter, dan memiliki ruang publik yang mampu menjadi tempat interaksi masyarakat maupun daya tarik bagi wisatawan. (Ayu/humas.dps)

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Padudusan Agung di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri Karya Pemelaspasan Agung, rangkaian dari pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (4/8). 


Denpasar , Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Pemelaspasan Agung rangkaian dari Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (4/8). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Penglingsir Puri Agung Kesiman Anak Agung Ngurah Kusuma Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, serta sejumlah tokoh adat dan undangan lainnya.

Di sela-sela pelaksanaan upacara, Walikota Jaya Negara menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas semangat ngayah yang ditunjukkan krama Desa Adat Kesiman. Menurutnya, pelaksanaan karya ini menjadi bukti nyata kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan para leluhur. Pada kesempatan tersebut, Walikota juga menyerahkan punia serta mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Palinggih Ratu Agung. 

Jaya Negara mengatakan, Karya Padudusan Agung tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan yadnya, tetapi juga memperkuat semangat menyama braya di tengah kehidupan bermasyarakat. "Kebersamaan yang terjalin dalam setiap proses persiapan menjadi cerminan bahwa warisan leluhur akan tetap lestari apabila dijaga dengan rasa tulus, gotong royong, dan pengabdian yang berkelanjutan," ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Bendesa Adat Kesiman, Ketut Wisna menjelaskan, rangkaian karya telah dipersiapkan secara bertahap oleh Krama Pemaksan  Bumi Kebonkuri yang terdiri atas empat banjar. Rangkaian tersebut meliputi Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pemelaspasan Agung, Manca Kelud, Mendem Pedagingan, Muput Caru Manca Kelud, hingga Ngusaba Dalem yang akan mencapai puncaknya pada Anggara Kliwon Medangsia, 11 Agustus 2026.

"Pada Selasa, Anggara Pon Merakih tanggal 4 Agustus 2026 dilaksanakan Upacara Pemelaspasan Agung yang dipuput dua Sulinggih yakni Ida Pedanda Gde Putra Bajing, Grya Tegal Jingga Lebah, dan Ida Pedanda Darma Kerti, Grya Saraswati Batuan," ujarnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, tahapan awal karya diawali dengan pelaksanaan Pemelaspasan Agung (Manca Kelud) yang dirangkaikan dengan Mendem Pedagingan (Pelinggih). Prosesi ini menjadi simbol penyucian seluruh pelinggih beserta sarana upacara yang telah selesai dibangun maupun direnovasi, sekaligus memohon keselamatan agar seluruh rangkaian karya berlangsung lancar sesuai sastra agama. Menurutnya, pelaksanaan karya juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarkrama melalui semangat ngayah yang melibatkan seluruh unsur masyarakat adat.

Lebih lanjut, Ketut Wisna menambahkan bahwa Karya Padudusan Agung memiliki makna mendalam sebagai upaya menyucikan bhuana alit dan bhuana agung, sekaligus memperkokoh sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya yang berstana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kesiman. "Seluruh tahapan karya telah disusun secara rinci dengan melibatkan sulinggih, pemangku, prajuru adat, sekaa, dan krama pengempon, sehingga pelaksanaannya diharapkan berlangsung tertib, khidmat, serta tetap berpedoman pada pakem adat dan dresta yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya. (Pur/humasdps)

Sekitar 18.000 Warga Denpasar Masih Berada di Ambang Garis Kemiskinan


Denpasar , Bali Kini  - Pemerintah Kota Denpasar menaruh perhatian serius terhadap masyarakat yang berada diambang garis kemiskinan. Meski tingkat kemiskinan ini tergolong rendah, namun ada sekitar 18.000 warga tercatat kelompok rentan yang berpotensi masuk kategori miskin apabila tidak mendapat intervensi yang tepat.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan secara makro capaian pembangunan dan indikator kesejahteraan masyarakat di Kota Denpasar menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi Denpasar pada 2026 mencapai 6,11 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar masih menjadi yang tertinggi di Bali dan masuk dalam jajaran 10 besar nasional. "Dalam aspek kesejahteraan sosial juga terjadi peningkatan pada indikator umur harapan hidup, harapan lama sekolah, dan rata-rata lama sekolah. Sementara tingkat kemiskinan kita berada di angka 2,6 persen, termasuk salah satu yang terendah di Indonesia," ujar Arya Wibawa, Kamis (6/8).

Menurutnya, terdapat sekitar 18.000 warga yang berada diambang garis kemiskinan. Kelompok ini menjadi prioritas agar tidak mengalami penurunan tingkat kesejahteraan hingga masuk ke kategori masyarakat miskin.
"Karena dari sisi jumlah penduduk kita ada sekitar 18.000 yang berada di pinggir atau mendekati garis kemiskinan. Kalau intervensinya tidak tepat, mereka bisa turun ke desil yang lebih rendah sehingga jumlah masyarakat miskin akan bertambah," jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Denpasar berupaya menjaga masyarakat yang berada pada kelompok desil 5 dan 6 agar tidak bergeser ke kelompok desil yang lebih rendah melalui berbagai program pemberdayaan dan perlindungan sosial.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Denpasar mengalokasikan anggaran penanganan kemiskinan sebesar Rp1,152 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari penataan kawasan kantong kemiskinan, bedah rumah, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar.

"Infrastruktur di kawasan-kawasan tersebut terus kita perbaiki. Misalnya, jika ada rumah yang belum memiliki MCK akan kita bangunkan, sehingga ke depan tidak ada lagi kawasan kumuh di Kota Denpasar," katanya.

Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah juga berupaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan.
Melalui pendekatan tersebut, Pemkot Denpasar berharap mampu menjaga masyarakat rentan tetap berada di atas garis kemiskinan sekaligus menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Program Perpustakaan Keliling Mulai Diinati Para Siswa SD dan SMP

 
Denpasar , Bali Kini - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar terus memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar melalui layanan Perpustakaan Keliling. Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan akses bahan bacaan sekaligus menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi masyarakat, khususnya generasi muda di tengah pesatnya perkembangan era digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan layanan perpustakaan keliling merupakan ekstensi pelayanan perpustakaan yang menyasar ruang-ruang publik serta institusi pendidikan di Kota Denpasar.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar dengan melibatkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). 

Minat baca anak anak sekolah pun berbeda beda, dimana  jumlah buku di mobil pusling itu dengan kapasitas 1000 buku buat anak SD. Sementara buku yang diminati kebanyakan buku cerita legend, komik, sejarah . 

Sedangkan ditingkat SMP dan Umum yang jadi satu dengan jumlah 1500 buku di mobil  pusling. Untuk buku yang diminati, kebanyakan buku sejarah serta pengetahuan umum, serta komik juga disiapkan sesuai dengan umur pelajar SMP. "Dengan kebedaan dua mobil pusling ini juga menyasar umat di setiap purnama tilem yang hadir di pura Jagatnatha, ujarnya, Selasa (5/8). 

Layanan perpustakaan keliling dilaksanakan melalui mekanisme pengajuan permohonan dari pihak sekolah kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. "Selanjutnya kami menyusun jadwal kunjungan dengan tetap memprioritaskan waktu belajar siswa di sekolah," ujar Cok Partha.

Ia menjelaskan, perpustakaan keliling menghadirkan berbagai koleksi buku edukatif yang disesuaikan dengan minat dan jenjang usia peserta didik. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Layanan perpustakaan keliling dijadwalkan berlangsung setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis dengan menyesuaikan kalender pendidikan. Setiap kunjungan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 Wita.

Selama Agustus 2026, layanan tersebut akan menyambangi sejumlah sekolah di Kota Denpasar mulai 4 hingga 26 Agustus. Untuk tingkat SD, sekolah yang menjadi lokasi kunjungan meliputi SD Negeri 2 Dauh Puri, SD Negeri 6 Panjer, SD Negeri 3 Kesiman, SD Negeri 11 Peguyangan, SD Negeri 8 Sanur, SD Saraswati 1, serta SD Negeri 11 Sanur. Sementara pada jenjang SMP, layanan akan hadir di SMP Negeri 7 Denpasar dan SMP PGRI 8 Denpasar.

Komisi III dan IV DPRD Karangasem Evaluasi Target PAD 2027, Sejumlah Sektor Berpotensi Dinaikkan


Karangasem, Bali Kini – Komisi III dan IV DPRD Karangasem menggelar rapat kerja bersama Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BKPAD) Kabupaten Karangasem untuk mengevaluasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2027. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2027. Kamis (6/7/2026).

Ketua Komisi III DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta mengatakan, DPRD melakukan pembahasan terhadap seluruh sektor pendapatan daerah guna memastikan target PAD tahun depan lebih optimal.

“Berdasarkan analisa kami, target-target yang dikonsultasikan hari ini nantinya akan menjadi bahan pembahasan KUA dan PPAS antara TAPD dengan Badan Anggaran DPRD,” ujarnya.

Menurutnya, Kepala BKPAD telah mengupayakan untuk menaikkan target PAD 2027 sekitar tujuh persen dibandingkan target tahun 2026. Meski demikian, DPRD masih melihat adanya sejumlah sektor pajak yang berpotensi ditingkatkan saat pembahasan anggaran berlangsung.

“Masih ada beberapa target pajak maupun opsi pendapatan lain yang memungkinkan untuk dinaikkan dalam pembahasan Banggar bersama BKPAD,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, menjelaskan bahwa koordinasi antara BKPAD dengan DPRD selama ini berjalan intensif, terutama dalam melakukan evaluasi capaian PAD hingga semester pertama tahun 2026.

Menurutnya, secara umum realisasi pendapatan hingga Juli 2026 menunjukkan tren positif jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, masih terdapat beberapa jenis pendapatan yang belum mencapai target.

Salah satunya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Keterlambatan pencapaian target tersebut disebabkan adanya kerusakan pada peralatan pendukung pelayanan. Namun, permasalahan itu kini telah ditangani sehingga BKPAD optimistis realisasi PBB akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga belum maksimal. Untuk mengoptimalkan penerimaan, BKPAD terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan UPTD Samsat.

“Kami bersama Samsat di delapan kecamatan turun langsung ke lapangan untuk menagih tunggakan yang sudah terukur. Proyeksi pendapatan tahun 2027 juga sudah kami susun dan dimasukkan dalam rancangan KUA-PPAS yang nantinya dibahas bersama DPRD. Kalau memang masih memungkinkan ada peningkatan target, tentu bisa dilakukan melalui kesepakatan bersama DPRD,” jelas Siki Ngurah.

Ia menambahkan, potensi peningkatan PAD juga masih terbuka dari sektor pajak hotel dan restoran. Berdasarkan data BKPAD, masih terdapat sejumlah wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak sehingga akan menjadi fokus pengawasan dan penagihan pada tahun depan.

Dengan berbagai upaya tersebut, BKPAD optimistis target Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Karangasem pada tahun 2027 dapat ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya. (Ami)

Rabu, 05 Agustus 2026

KEJARI KARANGASEM SELAMATKAN ASET NEGARA RP15,37 MILIAR, KINERJA BERBAGAI BIDANG TERUS MENINGKAT

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Kejaksaan Negeri Karangasem mencatat berbagai capaian positif hingga 31 Juli 2026. Selain berhasil menyelamatkan aset negara senilai Rp15,37 miliar melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), institusi tersebut juga melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta meningkatkan berbagai program pelayanan hukum kepada masyarakat.

Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Coffee Morning yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem, Shinta Ayu Dewi RR, S.H., M.H., dan dihadiri Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika beserta jajaran. Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antar aparat penegak hukum di Kabupaten Karangasem.

Melalui Bidang Datun, Kejaksaan Negeri Karangasem melaksanakan empat nota kesepahaman, empat kegiatan pertimbangan hukum, satu legal opinion, satu tindakan hukum lain, empat pendampingan pengelolaan dana desa, 220 layanan hukum gratis, serta tujuh kegiatan Halo JPN. Dari pelaksanaan tugas Jaksa Pengacara Negara tersebut, aset negara berupa tanah senilai Rp15.370.041.545 berhasil diselamatkan.

Sementara itu, Bidang Pembinaan mencatat realisasi PNBP mencapai 144,89 persen dari target yang telah ditetapkan. Capaian ini menunjukkan optimalisasi pelaksanaan layanan yang memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Di Bidang Intelijen, Kejari Karangasem terus memperkuat upaya pencegahan melalui berbagai kegiatan, di antaranya pengawasan aliran kepercayaan melalui PAKEM, lima kegiatan Penerangan Hukum yang diikuti sekitar 250 peserta, 29 kegiatan Jaksa Masuk Sekolah yang menjangkau 1.410 pelajar, empat kegiatan Jaksa Menyapa melalui radio dan televisi, serta dua Posko Intelijen.

Pada Bidang Tindak Pidana Umum, Kejari Karangasem menangani 63 perkara penuntutan dan melaksanakan eksekusi terhadap 48 perkara. Selain itu, satu perkara berhasil diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice sebagai bagian dari penerapan keadilan restoratif.

Adapun Bidang Tindak Pidana Khusus menangani dua perkara penyelidikan, tiga perkara penyidikan, satu perkara prapenuntutan, satu perkara penuntutan, serta dua perkara upaya hukum kasasi.

Di bidang pengelolaan barang bukti dan barang rampasan, Kejaksaan Negeri Karangasem mengelola 768 barang bukti tindak pidana umum dan 144 barang bukti tindak pidana khusus. Sebanyak 109 barang bukti telah dikembalikan kepada pihak yang berhak, 164 dimusnahkan, dan 26 dilelang sesuai ketentuan.

Melalui berbagai capaian tersebut, Kejaksaan Negeri Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat penegakan hukum, mengoptimalkan upaya pencegahan, serta menghadirkan institusi kejaksaan yang profesional, modern, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat. (Ami)

Selasa, 04 Agustus 2026

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Pemkab Jembrana dan Kejari Jembrana Sepakati Kerja Sama Hukum Datun


​Jembrana , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali memperkuat sinergi strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).


​Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana, Salomina Meyke Salima. Acara tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jembrana dengan Kejari Jembrana, yang berlangsung di Ruang Rapat Aula Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (4/8).


​Kerja sama ini menjadi langkah krusial Pemkab Jembrana dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan taat hukum. Adapun ruang lingkup kesepakatan mencakup tiga domain utama, yakni pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya.


​Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa kemitraan dengan Kejari Jembrana merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan Pemkab Jembrana dalam mengawal setiap kebijakan pembangunan daerah agar selalu berada pada koridor hukum.

​"Penandatanganan MoU di bidang perdata dan tata usaha negara ini merupakan wujud keberlanjutan kerja sama yang sudah terjalin baik dari tahun ke tahun. Sementara itu, untuk PKS antara Kejari Jembrana dan BPKAD difokuskan pada optimalisasi dan optimalisasi pengelolaan retribusi daerah," ujar Bupati Kembang.

​Selain penandatanganan kesepakatan kerja sama, dalam kesempatan tersebut Kejari Jembrana juga menyerahkan dokumen Legal Opinion (LO) kepada Pemkab Jembrana. Penyerahan LO secara proaktif ini merupakan bagian dari program terobosan Kejari Jembrana untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan teknis di lapangan, salah satunya penanganan isu kemacetan di wilayah Gilimanuk.

​"Kami menyambut baik penyerahan Legal Opinion dari Ibu Kajari tanpa permintaan ini. Ini merupakan langkah preventif yang sangat positif untuk menuntaskan berbagai dinamika daerah, termasuk penataan lalu lintas dan kemacetan di Gilimanuk. Semoga sinergi ini berjalan optimal demi mendukung kelancaran seluruh program pembangunan di Kabupaten Jembrana," pungkasnya.

Serangkaian Karya Agung Pura Hulundanu Batur Songan, Panitia Audiensi dengan Bupati Badung

Laporan Reporter : Jero Ari 

Badung , Bali Kini – Panitia Karya Tawur Agung Manca Wali Krama Tahun 2026 Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, yang dipimpin oleh Ketua Umum Panitia, I Gede Darmawa, S.E., M.Si., melaksanakan audiensi dengan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H.

Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama Tahun 2026 di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, sekaligus memohon doa restu, dukungan, dan sinergi dari Pemerintah Kabupaten Badung agar seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Panitia, I Gede Darmawa, S.E., M.Si., memaparkan maksud dan tujuan pelaksanaan karya, rangkaian upacara yang dilaksanakan pada puncaknya pada Purnama Kapat, 26 September 2026, nanti.

Jro Gede juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan yadnya yang merupakan wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., menyambut baik kehadiran rombongan panitia dan menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Desa Adat Songan dalam menjaga dan melestarikan tradisi luhur Bali. Bupati Arnawa berharap pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama Tahun 2026 dapat berlangsung dengan lancar.

Semoga seluruh rangkaian karya mendapat tuntunan dan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga mampu mewujudkan Jagat Kerthi, memperkuat nilai-nilai Tri Hita Karana, serta membawa kedamaian, kesejahteraan, dan kerahayuan bagi seluruh umat.

Senin, 03 Agustus 2026

5 Unit Traktor Roda Empat dari Pusat diserahkan ke Petani Jembrana​

Difasilitasi DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama

JEMBRANA , BALI KINI – Sektor pertanian di Kabupaten Jembrana kembali mendapatkan angin segar berkat pengawalan dan sinergi yang kuat antara Bupati Jembrana dan wakil rakyat di tingkat pusat. Melalui koordinasi intensif dan perjuangan gigih di pemerintah pusat, bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa 5 unit Traktor Roda Empat resmi diserahterimakan kepada kelompok tani dan subak di Jembrana pada Sabtu 1/8/26 di Pebuahan, Banyubiru Kecamatan Negara.

​Keberhasilan mendatangkan bantuan alat pertanian modern dari Pusat ini tidak lepas dari peran penting Anggota DPR RI Komisi IV , I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si., bersama Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang secara aktif memfasilitasi, menjembatani, serta memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan para petani Jembrana di tingkat nasional. Selain 5 unit traktor, diserahkan pula secara simbolis 20 handsfrayer dan 25 coolbox serta 75 paket sembako untuk petani di Jembrana. 
Bupati Jembrana menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada I Nyoman Adi Wiryatama atas komitmen dan wujud nyata keberpihakannya terhadap kemajuan Bali, khususnya Kabupaten Jembrana.

​"Terima kasih dan apresiasi yang luar biasa saya sampaikan kepada Bapak I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si., selaku Anggota DPR RI yang telah banyak berbuat untuk Bali dan Jembrana pada khususnya, dengan memfasilitasi dan menjembatani kepentingan Daerah di Tingkat Pusat," ungkap Bupati Jembrana dalam sambutannya.

​Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat sekaligus program prioritas pembangunan di Jembrana. Di tengah tantangan pertanian yang semakin kompleks—seperti keterbatasan tenaga kerja, alih fungsi lahan, ketersediaan air irigasi, dan perubahan iklim—kehadiran teknologi alsintan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil tani.
"Bantuan Alat Mesin Pertanian berupa 5 Unit Traktor Roda Empat yang kita serahkan hari ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah untuk membantu para petani agar proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian," lanjutnya.

Sementara itu DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama, menuturkan bahwa Jembrana baik di eksekutif maupun legislatif sangat aktif memperjuangkan kebutuhan para petani di Jembrana.

"Kabupaten Jembrana di Bali mendapatkan bantuan alsintan terbanyak. Kabupaten lain hanya 1 sedangkan Jembrana 5 sekalian, dan ada 4 unit traktor roda 4 yang dalam waktu dekat akan kita serahkan. Itu berkat komunikasi yang aktif ke saya," ungkap Adi Wiryatama.

​Sinergi kuat antara Pemkab Jembrana, Anggota DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama, DPRD Kabupaten Jembrana, serta jajaran TNI dan Polri ini diharapkan dapat memperkokoh ketahanan dan swasembada pangan di daerah demi mewujudkan Jembrana Maju, Harmoni, dan Bermartabat.(*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved