-->

Selasa, 08 September 2026

Lepas Tiga Duta Klungkung ke MTQ Nasional di Jateng, Bupati Satria: Jaga Mental dan Kesehatan


KLukung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima audiensi kafilah perwakilan Kabupaten Klungkung yang akan bertanding dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional di Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Selasa (8/9). 

Bupati I Made Satria memberikan motivasi serta pembekalan moral kepada para peserta agar mampu tampil optimal dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Beliau menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental selama mengikuti rangkaian kompetisi.

"Persiapkan mental dengan baik dan tetap jaga kesehatan. Tampil percaya diri dan keluarkan kemampuan terbaik. Hasil akhir adalah bonus, yang terpenting adalah proses dan perjuangan kalian membawa nama Klungkung," ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Klungkung untuk terus mendukung setiap anak daerah yang berprestasi di berbagai bidang, termasuk kegiatan keagamaan. Pihaknya memastikan bahwa pemerintah akan selalu memberikan perhatian dan pengawalan. 

"Pemerintah harus hadir untuk mendukung, mendampingi, dan memfasilitasi anak-anak kita yang berjuang membawa nama daerah di tingkat nasional. Ini bentuk tanggung jawab dan rasa bangga kami," tegasnya.(*)

Pimpin Monev Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Wabup Tjok Surya Tekankan Perkuat Sinergi Program dan Akuntabilitas Keuangan


Klungkung, Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, memimpin langsung pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintah Desa di Kecamatan Klungkung pada Selasa (8/9). Kegiatan yang menyasar Desa Kampung Gelgel dan Desa Tojan ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, serta memastikan kualitas pelayanan publik, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan berjalan optimal di tingkat desa.

Dalam arahannya, Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa tim kabupaten hadir untuk memberikan pendampingan dan pembinaan agar pemerintah desa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara tepat. Langkah ini dinilai krusial sebagai bahan evaluasi demi peningkatan kinerja ke depan.
"Melalui kegiatan ini saya melihat secara langsung perkembangan kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa pada aspek perencanaan dan pelaksanaan kegiatan desa, evaluasi serta pelaporan. Saya juga meminta agar pelaksanaan programnya nanti disinergikan dengan sebaik-baiknya antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ujar Wabup Tjok Surya.

Selain aspek perencanaan, Wabup Tjok Surya juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan keuangan desa. Ia mengingatkan para perangkat desa agar senantiasa berpedoman pada koridor aturan yang berlaku dalam pemanfaatan dana desa.
"Kami minta para Kepala Desa dan perangkat desa dapat lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana desa, sehingga dana tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan desa. Mengingat banyaknya kasus terhadap penggunaan dana desa, tiang titip pesan agar tetap hati-hati dengan mengedepankan koordinasi dan kerjasama yang baik, sehingga tata kelola pemerintahan di desa berjalan lancar dan tertib," harapnya.

Pelaksanaan monev di dua desa tersebut turut didampingi oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Klungkung, I Gusti Ketut Suardika, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Klungkung, I Komang Widyasa Putra, serta Camat Klungkung, I Putu Arnawa.(*)


Jaga Integritas dan Kebersihan Pasar Rakyat, Wabup Tjok Surya: Petugas Harus Jadi Teladan di Garis Depan


KLukung ,Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gede Surya Putra memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para petugas pengelola Pasar Semarapura, Pasar Galiran, dan Pasar Kusamba untuk meningkatkan kedisiplinan dan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di ruang rapat Kantor Inspektorat Kabupaten Klungkung, Selasa (8/9).   

Selain itu, kegiatan yang dirangkaikan secara khusus dengan pelaksanaan tes urine bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Klungkung dan Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) ini juga diikuti langsung Wabup Tjok Surya bersama Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Klungkung saat ini dijabat oleh I Komang Dharma Suyasa dan para petugas pasar.

Wabup Tjok Surya juga menekankan bahwa pasar rakyat merupakan pusat perputaran roda perekonomian daerah yang wajahnya sangat bergantung pada kualitas pelayanan para petugas di lapangan. Oleh karena itu, kedisiplinan, ketepatan waktu, kebersihan lingkungan, serta keramahan dalam melayani pedagang dan pembeli harus terus dioptimalkan. "Jadi pasar ini merupakan etalase ekonomi daerah kita. Petugas yang ada di garis depan harus memiliki disiplin yang tinggi dan menjadi teladan. Pelayanan yang baik berawal dari kedisiplinan yang konsisten dari diri sendiri dan hal paling penting para petugas harus jadi pelopor dan contoh agar tidak menyalahgunakan bahayanya narkoba," ujar Wabup Tjok Surya di hadapan ratusan petugas pasar.

Selain itu, Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa kedisiplinan tidak hanya mencakup kehadiran fisik, tetapi juga integritas mental dan moral aparatur atau petugas pengelola pasar. Keberadaan pasar yang bersih, tertib, dan aman akan berdampak langsung pada kenyamanan bertransaksi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Saya sangat apresiasi jajaran Dinas Koperasi yang selama ini sudah berkontribusi positif dalam meningkatkan PAD, teruslah berbuat baik dan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk membangun Kabupaten Klungkung ini kedepan,” harapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara menyampaikan bahwa sebagai langkah nyata untuk memastikan integritas dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan obat-onatan terlarang, kegiatan pembinaan ini langsung ditindaklanjuti dengan tes urine bagi seluruh petugas pasar yang hadir. Pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini ini dikoordinasikan langsung oleh petugas dari BNN Kabupaten Klungkung. Pelaksanaan tes urine ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Klungkung dalam mewujudkan aparatur dan petugas pelayanan publik yang bersih, profesional, serta bebas dari narkoba. Langkah preventif ini juga memastikan bahwa para petugas pengelola pasar senantiasa berada dalam kondisi prima saat melayani masyarakat. “Melalui sinergi pembinaan disiplin dan pengawasan kesehatan ini, Pemkab Klungkung berharap kualitas tata kelola pasar rakyat di wilayah Kabupaten Klungkung semakin meningkat, sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujarnya.(*)


Tutup LST Surfing & Music Festival 2026, Bupati Satria Berharap Ajang Ini Terus Berkembang Jadi Ikon Nusa Lembongan

KLUNGKUNG, BALI KINI - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra secara resmi menutup ajang LST Surfing and Music Festival 2026 di Pantai Mahagiri, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Senin (7/9).

Festival tahunan yang diinisiasi oleh Lembongan Surf Team (LST) bekerja sama dengan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) ini berlangsung selama dua hari (6–7 September 2026). Ajang ini sukses memadukan kompetisi olahraga selancar, panggung musik, promosi pariwisata, budaya, serta pemberdayaan UMKM lokal.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, peserta, wisatawan, serta masyarakat Nusa Lembongan atas suksesnya penyelenggaraan festival ini.

"Saya berharap LST Surfing and Music Festival dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik dan dampak yang semakin besar bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadikan festival ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai salah satu ikon kegiatan yang mampu memperkuat daya tarik Nusa Lembongan, memberikan ruang bagi talenta muda, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar Bupati Satria.

Bupati Satria juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan pariwisata dan kelestarian lingkungan laut Nusa Lembongan. Menurutnya, pembangunan pariwisata yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda.

Sementara Ketua Panitia, I Gede Bujana, menyampaikan bahwa rangkaian acara penutupan ini dirancang sebagai puncak apresiasi bagi para atlet selancar dan masyarakat yang mendukung keberlangsungan event tersebut.

“Puncak malam diramaikan oleh deretan musisi seperti Superman Is Dead (SID), KIS ft Yessy Diana, 3W, Leeyonk Sinatra, El'Laura, Rock n Roll Bastard, Malibu Stone, Rock Candy, Wayan Darmita, Circle-Q, serta sajian musik dari DJ Inop, DJ Ade Danu, dan DJ Alan,” ucapnya.(*)


Pembangunan Pertokoan di Jalan Suradipa Langgar Tata Ruang

Denpasar , Bali Kini – Pengerjaan pembangunan pertokoan di Jalan Suradipa, Denpasar terpaksa dihentikan karena dinilai melanggar ketentuan tata ruang. Itu setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar akan menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3), berupa Penyegelan. 

Langkah tersebut diambil setelah Surat Peringatan Kedua (SP2) sebelumnya tidak diindahkan. Aktivitas pembangunan di lokasi bahkan masih terus berlangsung meski telah mendapat peringatan dari pemerintah daerah.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandhi Dananjaya Suarka, mengatakan SP3 akan dilayangkan dalam pekan ini. Bersamaan dengan penerbitan SP3, pihaknya juga akan melakukan penyegelan terhadap kegiatan pembangunan tersebut.

“ saat ini kami akan memberikan SP3. Bersamaan dengan SP3 tersebut, kami akan memberikan sanksi penyegelan berupa pemasangan spanduk pemberhentian kegiatan dan langsung mengeluarkan SK denda,” ujar Gandhi, Selasa (8/9).

Pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan perubahan fungsi ruang dari kawasan hijau zona P1 menjadi kawasan pertokoan. Pemerintah Kota Denpasar menilai aktivitas pembangunan tersebut tidak sesuai dengan peruntukan ruang yang telah ditetapkan.

Selain penyegelan, pihak pengelola atau pemilik bangunan juga akan dikenai sanksi administratif berupa denda sebesar Rp50 juta. Gandhi menjelaskan, denda tersebut bersifat progresif sehingga dapat dikenakan setiap tahun apabila pelanggaran tata ruang masih terus berlangsung.

Pemkot Denpasar juga menyiapkan langkah lebih tegas apabila pemilik tetap melanjutkan pembangunan setelah penyegelan dilakukan.

“Selain denda, jika mereka masih melanggar, kita akan menarik fasilitas umumnya seperti pemutusan aliran air PDAM dan listrik PLN. Jika tetap membandel, langkah paling final yang akan kita lakukan adalah pembongkaran bangunan untuk mengembalikan fungsi ruang seperti semula,” tegasnya.

Gandhi menambahkan, penertiban ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kawasan hijau di Kota Denpasar sekaligus mencegah terjadinya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan tata ruang.(Jro)

Senin, 07 September 2026

DPRD dan Pemkab Klungkung Sahkan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Jadi Perda


Klungkung , Bali Kini - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung menggelar Rapat Paripurna II Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 di Ruang Sabha Nawa Natya, Gedung DPRD Kabupaten Klungkung, Senin (7/9/2026). Rapat tersebut beragenda tunggal, yakni penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD tentang Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Klungkung menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Prosesi penetapan ditandai dengan pengambilan keputusan serta penandatanganan Naskah Persetujuan Bersama antara pimpinan DPRD Klungkung dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, khususnya Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), perangkat daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembahasan regulasi tersebut.

"Pembahasan yang dilaksanakan secara bersama-sama ini merupakan wujud komitmen kita dalam membangun landasan hukum yang kuat bagi upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Klungkung," ujar Satria dalam sambutannya.

Ia berharap regulasi baru ini mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan budaya lokal dan mendorong kontribusi sektor kebudayaan terhadap pembangunan daerah.

Agenda paripurna ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, para anggota DPRD Klungkung, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pimpinan instansi terkait di lingkungan Pemkab Klungkung.(*/R1)

Hadiri Rakor Program Strategis Daerah, Wabup Tjok Surya: Klungkung Komit Selaraskan Pembangunan dengan Pemprov Bali


Bangli  Bali Kini - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra mewakili Bupati Klungkung menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Pelaksanaan Program Strategis Daerah yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (5/9).

Rakor ini digelar untuk menyelaraskan langkah, kebijakan, serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan strategis antara Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali.

Gubernur Koster dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah serta komitmen kuat dari kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam mengawal program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Kehadiran Wabup Tjok Surya menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk berjalan selaras dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Bali. “Jadi Pemkab Klungkung sangat komitmen penuh mendukung arah kebijakan pembangunan Pemprov Bali. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh program strategis dapat diimplementasikan secara optimal dan tepat sasaran demi kemajuan masyarakat Klungkung dan Provinsi Bali,” ucapnya.(*)

Pemerintah Kabupaten Bangli Muspayang Bhakti Upacara Tumpek Uye untuk kelestarian dan Kearifan Lokal


BANGLI , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan Upacara Tumpek Uye sebagai bentuk implementasi Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam mewujudkan Bali Era Baru. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pura Dalem Prajapati, Desa Adat Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli (5/9/26).

Upacara Tumpek Uye dihadiri langsung oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, beserta Sekda Bangli dan jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam menjaga, melestarikan, dan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan Tumpek Uye merupakan salah satu momentum penting bagi masyarakat Bali untuk meningkatkan rasa kasih sayang, kepedulian, serta keharmonisan terhadap seluruh makhluk hidup, khususnya terhadap satwa. Nilai tersebut sejalan dengan konsep Sad Kerthi, khususnya Jana Kerthi dan Wana Kerthi, yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan manusia dengan alam dan seluruh ciptaan Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Bangli bersama jajarannya turut muspayang upacara serta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan dengan penuh khidmat. Pelaksanaan upacara juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan masyarakat dalam menjaga adat, budaya, serta tradisi Bali.

Bupati Bangli, SN Sedana Arta dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga keharmonisan dan keseimbangan antara manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Tumpek Uye sangat relevan dengan upaya kita membangun Bangli yang berlandaskan adat, budaya, dan kearifan lokal. Rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Hal ini dinilai penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang harmonis, berkelanjutan, dan berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Rangkaian Upacara Tumpek Uye di Pura Dalem Prajapati Desa Adat Sidembunut dirangkaikan dengan pelepasan beberapa Burung. Seluruh peserta mengikuti prosesi upacara sebagai bentuk bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta sebagai wujud nyata menjaga keseimbangan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Sad Kerthi.

Melalui momentum Tumpek Uye ini, Pemerintah Kabupaten Bangli mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, menyayangi satwa, serta mempertahankan adat dan budaya Bali sebagai bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis menuju Bangli Era Baru.(BLK)

WARGA BELUM KEMBALI DARI LADANG, TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN PRIA 83 TAHUN DALAM KONDISI LINGLUNG

JEMBRANA , BALI KINI --  Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga yang dilaporkan belum kembali dari ladang di Banjar Tibu Sambi, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Senin (7/9/2026).

Korban diketahui bernama Gusti Komang Suatra (83). Informasi kejadian tersebut diterima petugaa siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (7/9/2026) pukul 07.30 WITA dari pelapor atas nama Komang Suartana, anggota Polsek Mendoyo. Berdasarkan informasi yang diterima, korban meninggalkan rumah pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 13.00 WITA dengan berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke ladang. Namun, hingga Senin pagi korban belum juga kembali ke rumah. Keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya nihil. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berkoordinasi dengan Polsek Mendoyo dan pihak keluarga korban. Pada pukul 08.00 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana yang terdiri dari tujuh personel bergerak menuju lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi pada pukul 08.40 WITA. 

Pencarian dimulai dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi jalur korban menuju arah tenggara dari lokasi kejadian, seperti kesaksian warga yang sempat melihat korban. Pada pukul 09.30 WITA, tim SAR gabungan juga mengerahkan drone thermal untuk melakukan pemantauan dari udara di sekitar area ladang. Namun, dari hasil pemantauan tersebut korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 12.30 WITA dengan menyisir ke arah timur dari lokasi kejadian. Tim juga kembali melakukan pemantauan menggunakan drone thermal di sejumlah area yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.

Sekitar pukul 14.00 WITA, tim SAR gabungan bergabung dengan warga yang melakukan pencarian secara tradisional menggunakan gamelan. Pencarian kemudian dilanjutkan menuju arah timur dari rumah korban. Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 15.40 WITA. Korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sungai. "Sore hari ini korban yang dicari telah diketemukan, jaraknya kurang lebih 2 kilo meter dari rumah korban tersebut," jelas Dewa Hendri Gunawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Saat ditemukan, Gusti Komang Suatra dalam kondisi linglung. "Identitas yang menemukan adalah Dewa Ketut Wila yang pas lokasinya di jurang di bawahnya ada sungai, di sana diketemukan, korban dalam keadaan selamat, sehat walaufiat," imbuhnya. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju rumah warga terdekat untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah dilakukan koordinasi dengan perangkat desa dan keluarga, korban selanjutnya dibawa pulang ke rumah. 

Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi terdiri dari: Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polsek Mendoyo, Sat Brimob Batalyon C Gilimanuk, Babinsa Yeh Embang Kangin, Bhabinkamtibmas Yeh Embang Kangin, Perangkat Desa Yeh Embang Kangin, serta pihak keluarga dan masyarakat sekitar. (ayu)

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Gotong Royong Krama Kepaon Sukseskan Karya Baligia Punggel dan Mepandes.

Ket foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Upacara Mepandes serangkaian Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes Desa Adat Kepaon di Jaba Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (7/9).

Denpasar, Bali Kini - Semangat gotong royong dan menyama braya kembali menjadi kekuatan krama Desa Adat Kepaon dalam melaksanakan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes. Sinergi antara Desa Adat, LPD, Pemerintah dan seluruh komponen masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Upacara Mepandes serangkaian karya di Jaba Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (7/9).

Karya yang dilaksanakan secara bersama ini tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat. Kehadiran Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan tersebut turut menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberadaan adat, tradisi dan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan kehidupan masyarakat Kota Denpasar.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon merupakan implementasi nyata nilai gotong royong dan Vasudhaiva Kutumbakam. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci sehingga pelaksanaan karya dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. 

“Kami mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Kepaon. Sinergi antara Desa Adat, LPD, Pemerintah dan seluruh pihak menjadi kekuatan dalam menyukseskan karya sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Arya Wibawa menambahkan, semangat tersebut hendaknya terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sebab, pelaksanaan karya secara bersama tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan adat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antarkrama. 

“Inilah kekuatan masyarakat Bali, ketika semua bersatu dan bergotong royong, berbagai hal yang berat dapat dilaksanakan bersama. Semangat menyama braya seperti ini harus terus kita jaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kepaon, AA Ketut Wirya didampingi Ketua Panitia, I Gusti Ketut Mayun Mahardika mengatakan, pelaksanaan karya secara bersama merupakan salah satu upaya untuk meringankan beban krama. Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta rasa menyama braya di lingkungan Desa Adat Kepaon. 

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya.

Atma Wedana Baligia Punggel dalam karya ini diikuti sebanyak 104 peserta, sedangkan Mepandes Masal diikuti sebanyak 194 peserta. Puncak Upacara Mepandes dilaksanakan pada Senin (7/9), sementara Puncak Karya Atma Wedana Baligia Punggel akan dilaksanakan pada Buda Umanis Wuku Prangbakat, 16 September 2026 mendatang. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan dan partisipasi seluruh krama serta sinergi bersama berbagai pihak.

AA Ketut Wirya menegaskan, keberhasilan pelaksanaan karya tidak terlepas dari dukungan seluruh krama dan pihak-pihak yang telah bergotong royong sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. 

“Kami berharap karya ini bukan hanya menjadi sebuah kewajiban adat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meringankan beban krama, dan semakin menumbuhkan rasa menyama braya di Desa Adat Kepaon,” pungkasnya.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gedr Marhaendra Jaya, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Bendesa Adat se-Kota Denpasar serta undangan lainya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa juga turut menyerahkan Bantuan Dana Hibah untuk mendukung pelaksanaan Karya Atma Wedana Baligia Punggel dan Mepandes Desa Adat Kepaon.  (Ags).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved