-->

Selasa, 21 Juni 2016

Kegiatan Q-Rak Ditutup, Rony Akui Abu itu Adalah Jazad Ibunya

Kegiatan Q-Rak  Ditutup, Rony Akui Abu itu Adalah Jazad Ibunya

Rony (balikini.net/AG )

Balikini.Net- Penyelidikan terhadap keberadaan tulang dan abu yang ditemukan di Asram Q-Rak, Banjar Masem Budi Karya, Desa Batur Selatan, Kintamani, Senin (20/6), terus berlanjut. i Grand Master Q-Rak Rony Irianto, kini masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Kintamani.Pantauan di Mapolsek Kintamani, Selasa (21/6)  puluhan pengikut (praktisi) Q-Rak maupun orang tuanya masih  beradaMapolsek Kintamani. Sementara Grand

Menurut Rony Irianto saat dikonfirmasi terkait adanya penemuan tulang dan abu di Asram Q-Rak, dengan jujur mengakui kalau abu dan tulang itu adalah tulang manusia, yakni abu dari jazad maminya (ibu) yang dikremasi di  Mumbul, Badung. Dikatakan, maminya yang ikut menjalani pengobatan di Asram Q-Rak meninggal sekitar bulan Pebruari lalu disalah datu  rumah sakit swasta diBangli. “Mami saya sakit kemudian meninggal dan dikremasi di bilangan Mumbul,”ungkapnya.

Didesak kalau abu dari jazad ibunya telah dilarung di laut, hal itu pun tidak dibantahnya. Namun karena dia sangat menyangi ibunya, Rony mengaku membuat akal bulus untuk mengelabui keluarga termasuk ayahnya. Dimana, abu dari pembakaran sang ibu Elionora Bernadeta Maria diganti dengan roti yang dibelinya di swalayan sebanyak dua buah.Sedangkan toples kaca itulah dipakai menyimpan abu dan tulang ibunya, sementara tulang dan abu  disimpan di tempat tinggalnya di Banjar Masem. “Saya sangat menyayangi mami, maka saya tidak ingin membuang abu jazadnya di laut, biar selalu dekat saya bawa ke kediaman pribadi saya. Untuk itu, saya meminta maaf kepada keluarga maupun pihak lainnya,”ujar Rony Irianto.

Atas ulahnya itu, Rony Irianto mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Termasuk dikenai sanksi adat karena dinilai telah mencemari (bikin leteh) di Banjar Masem Budi Karya maupun wilah Desa Adat Batur. “Saya siap untuk dikenai sanksi, termasuk sanksi adat.  Saya juga mohon agar bisa menguburkan abu dan tulang ibu saya di tempat tinggal saya nanti,”pintanya.

Sementara saat disinggung soal Q-Rak jelasnya, merupakan salah satu metode penyembuhan penyakit yang ditemukannya. Dengan keahlian yang dimilikinya, banyak orang yang ingin menimba ilmu pengobatan pada Asramanya di Banjar Masem Budi Karya. “Saat ini ribuan orang telah menjadi pengikut saya. Mereka ingin belajar menyembuhkan diri dan mendalami ilmu pengobatan pada saya,”akunya.

Untuk cara pengobatan, jelas dia, berupa pembangkitan energi atau aura. Dimana, untuk membangkitkan itu para praktisi menjalani meditasi dan harus stril dari lingkungan sekitarnya. Soal berapa lama mereka belajar, kata dia, tergantung dari kemauan mereka. “Untuk kegiatan sejatinya lebih banyak di Denpasar. Sedangkan di Banjar Masem Budi Karya adalah tempat tinggal pribadi saya, jadi mereka yang datang hanya ingin mengunjungi gurunya,”jelasnya.

Sementara Kapolsek Kintamani  Kompol Komang Tresna Arbawa Manik dikonfirmasi terkait hasil temuan di Asram Q-Rak, menjelaskan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Danramil, Camat  Kepala Desa serta tokoh lainnya. Dimana, dalam rapat mediasi adanya desakan surat printah untuk menghentikan semua aktifitas Q-Rak. Dimana dasar penghentian lantaran  adanya penolakan warga setempat. “Kami terus melakukan lisik atas kasus ini. Sejauh ini kita masih menunggu hasil labfor terkait tulang tersebut. Apakah tulang itu tulang manusia atau tidak,”katanya.

Perbekel Desa Batur Selatan  Gede Sarjana ditemui usai mengikuti rapat mediasi itu menambahkan pihak adat kini masih menunggu hasil uji lab terhadap benda yang ditemukan di Asram Q-Rak. Bila hasil lab menyatakan itu tulang manusia, sudah tentu sanksi adat akan diberlakukan kepada yang berbuat. Pelakunya bakal diminta tanggungjawab untuk membuat upacara pemebersihan (pecaruan) di wilayah Banjar Masem Budi Karya maupun wilayah adat. “Saya telah  lapor kepada kasinoman adat terkait kasus ini. Hingga kini pihak adat masih menunggu hasil lab terkait pemberlakuan sanksi nanti,”jelasnya.

Soal yang bersangkutan (Rony Irianto) telah mengantongi KTP Desa Batur, Sarjana, tidak menampiknya. Memang yang bersangkutan telah memiliki KTP Batur. KTP ini diberikan karena ada salah seorang warga yang mau memasukan namanya ke dalam KK mereka. “Selama ini yang bersangkutan memang telah menyampaikan permakluman atas kegiatan mereka. Namun untuk ijin, tentu bukan kewenangan kami"pungkasnya.(Anggi/r7)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved