![]() |
| I wayang Tarma/Dolar ( Balikini.Net ) |
Balikini.Net-- Berbicara masalah nasib para pemain Drama Gong seperti halnya yang dirasakan Dolar (62) dengan nama aslinya I Wayan Tarma yang memiliki dua istri yakni Ni Wayan Jepun dan Ni Wayan Wardani, pragina asal Banjar Sema Siladan,Desa Tamanbali Bangli ini biasanya menjadi purnakawa raja buduh yang berprilaku antagonis, yang pernah berpasangan dengan Petruk.Kini sudah tiada karena telah dipanggil yang kuasa, setelah menderita penyakit stroke yang menggerogoti tubuhnya sehingga menjadi tahanan rumah dikursi roda sejak tiga tahun lebih. Drama Gong , kesenian yang paling popular di era tahun 80 an kini nyaris tenggelam ,apalagi pada jaman sekarang jarang generasi muda mau melanjutkan kesenian tersebut.Jika ada, hal tersebut hanya ada saat Pesta Kesenian Bali saja,karena jaman sekarang masyarakat terutama yang lahir diera tahun 90 an sudah terkontaminasi oleh tehnologi lewat siaran TV dengan acara unggulan sinetron.Pada hal diera masa jayanya , para pemainnya tak kalah terkenalnya dengan penyanyi Bali saat ini yang selalu manggung dari desa ke desa hampir setiap hari yang lumrah dilakoninya. Tetapi sekarang ,itu semua hanya kenangan belaka bagi pemainnya..
Menurut penjelasan istrinya Wayan Jepun saat mendatangi rumah duka Sabtu(09/07)/2016 didampingi anaknya Komang Adi Suandana, mengatakan suaminya mulai kambuh penyakitnya sekitar pukul 02.00 wita dini hari ditandai muntah darah berwarna kehitaman kemudian dibawa ke RSUD Bangli pada pukul 04.30 wita dan di rawat di ruang UGD. Setelah diberikan pertolongan akhirnya sekitar pukul 05.30 wita dini hari Dolar menghembuskan nafas terakhir"ungkapnya.
Lebih lanjut Jepun mengatakan, sebelumnya saat siang harinya sempat menjulurkan tangannya untuk bersalaman, namun saat itu tangannya sudah terasa kaku" Siangnya saya disodori tangan kemudian saya pegang sudah terasa kaku. Mungkin itu pertanda dia akan meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya dan saat mau meninggal sempat juga tersenyum "kenang Jepun
Didampingi keluarganya rencana diaben sesuai petunjuk Ida Pedanda dari Geria Tengah Siladan diberikan waktu tanggal 15 atau 16 Juli yang akan datang. Sedangkan Adi Suandana menyampaikan ,sang ayah pernah menjadi pelawak terkenal di Bali dan pernah bergadung di beberapa seke drama gong terkenal di Bali diantaranya Bara Budaya, Sanjaya Dwipa,Cipta Parimana dan Tri Mandala Duta .Pada masa keemasan ada beberapa nama yang pernah diajak berduet seperti Petruk,Perak termasuk Bentar dan Bentir.Kini piagam diperoleh dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika tahun 2013 Piagam Dharma Kusuma sebagai seniman drama gong, Yayasan Truna-Truni Bali tahun 2015 Piagam Peduli Seniman Bali i,Piagam dari Gita Dewata atas dedikasinya Melestarikan Budaya Bali, Super Race Bali Tahun 2015"ucapnya.
Lanjut disampaikan,seiring meredupnya drama gong, karena digusur jaman , Dolar mulai jatuh sakit stroke sejak empat tahun lalu. Dolar yang dulunya pernah menyuguhkan lawakan yang membawa para penonton tertawa , seperti kata-kata yang menjadi guyonan diseantero Bali seperti “ lengeh celenge ( babi bodoh) kini hanya biasa duduk dikursi roda karena kediua kakinya tidak bisa digerakkan . Dolar yang ketika manggung suka nembang , kini hanya membisu karena pita suaranya ada masalah akibat tubuh kanannya stroke . Kalau kondisinya sehat. Bapak juga sulit mengeluarkan kata-kata”ungkapnya.
Perlu diketahui,Dolar memiliki tiga orang anak yaitu Ni Wayan Tunjung, I Nengah Suryadi ,Komang Adi Suandana dan empat orang cucu yakni Ni Putu Veradiana,Kadek Indah Novita Rahayuni dan Gede Restu Bangkit Raharjo. (Anggi/R6).
Menurut penjelasan istrinya Wayan Jepun saat mendatangi rumah duka Sabtu(09/07)/2016 didampingi anaknya Komang Adi Suandana, mengatakan suaminya mulai kambuh penyakitnya sekitar pukul 02.00 wita dini hari ditandai muntah darah berwarna kehitaman kemudian dibawa ke RSUD Bangli pada pukul 04.30 wita dan di rawat di ruang UGD. Setelah diberikan pertolongan akhirnya sekitar pukul 05.30 wita dini hari Dolar menghembuskan nafas terakhir"ungkapnya.
Lebih lanjut Jepun mengatakan, sebelumnya saat siang harinya sempat menjulurkan tangannya untuk bersalaman, namun saat itu tangannya sudah terasa kaku" Siangnya saya disodori tangan kemudian saya pegang sudah terasa kaku. Mungkin itu pertanda dia akan meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya dan saat mau meninggal sempat juga tersenyum "kenang Jepun
Didampingi keluarganya rencana diaben sesuai petunjuk Ida Pedanda dari Geria Tengah Siladan diberikan waktu tanggal 15 atau 16 Juli yang akan datang. Sedangkan Adi Suandana menyampaikan ,sang ayah pernah menjadi pelawak terkenal di Bali dan pernah bergadung di beberapa seke drama gong terkenal di Bali diantaranya Bara Budaya, Sanjaya Dwipa,Cipta Parimana dan Tri Mandala Duta .Pada masa keemasan ada beberapa nama yang pernah diajak berduet seperti Petruk,Perak termasuk Bentar dan Bentir.Kini piagam diperoleh dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika tahun 2013 Piagam Dharma Kusuma sebagai seniman drama gong, Yayasan Truna-Truni Bali tahun 2015 Piagam Peduli Seniman Bali i,Piagam dari Gita Dewata atas dedikasinya Melestarikan Budaya Bali, Super Race Bali Tahun 2015"ucapnya.
Lanjut disampaikan,seiring meredupnya drama gong, karena digusur jaman , Dolar mulai jatuh sakit stroke sejak empat tahun lalu. Dolar yang dulunya pernah menyuguhkan lawakan yang membawa para penonton tertawa , seperti kata-kata yang menjadi guyonan diseantero Bali seperti “ lengeh celenge ( babi bodoh) kini hanya biasa duduk dikursi roda karena kediua kakinya tidak bisa digerakkan . Dolar yang ketika manggung suka nembang , kini hanya membisu karena pita suaranya ada masalah akibat tubuh kanannya stroke . Kalau kondisinya sehat. Bapak juga sulit mengeluarkan kata-kata”ungkapnya.
Perlu diketahui,Dolar memiliki tiga orang anak yaitu Ni Wayan Tunjung, I Nengah Suryadi ,Komang Adi Suandana dan empat orang cucu yakni Ni Putu Veradiana,Kadek Indah Novita Rahayuni dan Gede Restu Bangkit Raharjo. (Anggi/R6).
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram