-->

Sabtu, 09 Juli 2016

Bangli Kehilangan Seniman Andal,"Dolar " Pergi Selamanya

Bangli Kehilangan Seniman Andal,"Dolar " Pergi Selamanya

I wayang Tarma/Dolar ( Balikini.Net )
Balikini.Net-- Berbicara masalah  nasib para pemain Drama Gong seperti halnya yang dirasakan Dolar (62) dengan nama aslinya I Wayan Tarma yang memiliki dua istri  yakni Ni Wayan Jepun dan Ni Wayan Wardani, pragina asal Banjar Sema Siladan,Desa Tamanbali Bangli ini biasanya menjadi  purnakawa raja buduh yang berprilaku  antagonis, yang pernah berpasangan dengan Petruk.Kini sudah tiada karena telah dipanggil yang kuasa, setelah menderita penyakit stroke yang menggerogoti tubuhnya sehingga menjadi tahanan rumah dikursi roda sejak tiga tahun lebih. Drama Gong , kesenian yang paling popular di era tahun 80 an kini nyaris tenggelam ,apalagi pada jaman sekarang jarang generasi muda  mau melanjutkan  kesenian tersebut.Jika ada, hal tersebut hanya  ada saat Pesta Kesenian Bali saja,karena jaman sekarang masyarakat terutama yang lahir diera tahun 90 an sudah terkontaminasi  oleh tehnologi lewat siaran TV dengan acara unggulan  sinetron.Pada hal diera masa jayanya , para pemainnya tak kalah terkenalnya dengan penyanyi Bali saat ini yang selalu manggung dari desa ke desa  hampir setiap hari  yang  lumrah dilakoninya. Tetapi sekarang ,itu semua hanya kenangan belaka  bagi pemainnya..

Menurut penjelasan istrinya   Wayan Jepun saat mendatangi rumah duka Sabtu(09/07)/2016 didampingi anaknya Komang Adi Suandana, mengatakan  suaminya mulai kambuh penyakitnya sekitar pukul 02.00 wita dini hari ditandai muntah darah berwarna kehitaman kemudian dibawa ke RSUD Bangli pada pukul 04.30 wita dan di rawat di ruang UGD. Setelah diberikan pertolongan akhirnya sekitar pukul 05.30 wita dini hari Dolar menghembuskan nafas terakhir"ungkapnya.

 Lebih lanjut Jepun  mengatakan, sebelumnya saat siang harinya sempat menjulurkan tangannya untuk bersalaman, namun saat itu tangannya sudah terasa kaku" Siangnya saya disodori tangan kemudian saya pegang sudah terasa kaku. Mungkin itu pertanda dia akan meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya dan saat mau meninggal sempat juga tersenyum  "kenang Jepun

Didampingi keluarganya rencana diaben sesuai petunjuk Ida Pedanda dari Geria Tengah Siladan diberikan waktu  tanggal 15 atau 16 Juli yang akan datang. Sedangkan  Adi Suandana menyampaikan ,sang ayah pernah menjadi pelawak terkenal di Bali dan pernah bergadung di beberapa seke drama gong terkenal di Bali diantaranya Bara Budaya, Sanjaya Dwipa,Cipta Parimana dan Tri Mandala Duta .Pada masa keemasan ada beberapa nama yang pernah diajak berduet seperti Petruk,Perak termasuk Bentar dan Bentir.Kini piagam diperoleh dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika  tahun 2013 Piagam Dharma Kusuma sebagai seniman drama gong, Yayasan Truna-Truni Bali  tahun 2015 Piagam Peduli Seniman Bali i,Piagam dari Gita Dewata atas dedikasinya Melestarikan Budaya Bali, Super Race Bali Tahun 2015"ucapnya.

Lanjut disampaikan,seiring meredupnya drama gong, karena digusur jaman , Dolar mulai jatuh sakit  stroke sejak empat tahun lalu. Dolar yang dulunya pernah menyuguhkan lawakan yang  membawa para penonton  tertawa , seperti kata-kata yang menjadi guyonan diseantero Bali seperti “ lengeh celenge ( babi bodoh) kini hanya biasa duduk dikursi roda karena  kediua kakinya tidak bisa digerakkan . Dolar yang ketika manggung suka nembang , kini hanya membisu karena pita suaranya  ada masalah akibat tubuh kanannya stroke . Kalau  kondisinya sehat. Bapak juga sulit mengeluarkan kata-kata”ungkapnya.

Perlu diketahui,Dolar memiliki  tiga orang anak yaitu Ni  Wayan Tunjung, I Nengah Suryadi ,Komang Adi Suandana dan empat orang cucu yakni Ni Putu Veradiana,Kadek Indah Novita Rahayuni dan Gede Restu Bangkit Raharjo. (Anggi/R6).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved