-->

Minggu, 23 Juni 2024

Pemerintah Kota Denpasar Luncurkan Penggunaan KKPD.


 Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat meluncurkan secara resmi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan High Level Meeting Percepatan Penerapan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Ballroom Hotel Mercure Sanur, Senin (20/6) lalu.

Denpasar, Bali Kini - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa meluncurkan secara resmi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan High Level Meeting Percepatan Penerapan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Ballroom Hotel Mercure Sanur, Senin (20/6) lalu. Peluncuran tersebut dilaksanakan sebagai upaya mempermudah transaksi dan mengoptimalkan pelaksanaan APBD di Kota Denpasar Tahun 2024.


Hadir pula dalam kesempatan tersebut Direktur Kantor Perwakilan BI Bali, Butet Linda H.P., Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudarma, Analis Senior Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJk Perwakilan Bali, Yogie Harsakusumah, Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, serta tamu undangan lainnya. 


Kepala BPKAD Kota Denpasar, Ni Putu Kusumawati menjelaskan, Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) adalah kartu kredit yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas belanja yang dibebankan pada APBD diantaranya dengan menggunakan transaksi QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI). 


Dikatakannya, pengunaan KKPD ini sebagai bentuk komitmen Walikota dan Wakil Walikota Denpasar yang senantiasa mendukung program Pemerintah Pusat dalam digitalisasi keuangan. Hal tersebut sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan APBD yang pada Tahun 2024 akan diimplementasikan oleh seluruh Perangkat Daerah di Pemerintah Kota Denpasar.


Lebih lanjut dijelaskan, implementasi KKPD di Pemerintah Kota Denpasar bisa dilaksanakan tidak lepas dari peran penting Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Pusat Data dan Informasi Kemendagri. Hal ini utamanya dalam menyediakan fitur di SIPD RI sebagai satu platform transformasi digital dalam rangka pengelolaan keuangan daerah yang mendukung proses implementasi KKPD dalam penatausahaan APBD.


Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik dilaksanakannya implementasi KKPD. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan transaksi belanja daerah lebih efektif, efisien dan transparan dengan alat pembayaran non-tunai berupa Kartu Kredit Pemerintah Daerah. 


“Pada Tahun 2024 seluruh perangkat daerah diwajibkan menggunakan KKPD sebagai transaksi belanja APBD di lingkungan  Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan uang tunai atau cashless dalam transaksi keuangan daerah, mewujudkan transparansi dan akuntabilitas  pengelolaan keuangan daerah sehingga mengurangi terjadinya kecurangan (fraud) dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang berdampak pada peningkatan pendapatan bagi UMKM di Kota Denpasar melalui digitalisasi pembayaran untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar,” ujarnya.


Sementara itu Direktur Kantor Perwakilan BI Bali, Butet Linda H.P menyambut baik penggunaan KKPD di Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini sebagai bentuk pemenuhan indikator Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD). 


"Kota Denpasar telah berstatus digital dan masuk ke dalam 5 besar terbaik di level Pemerintah Kota se-Indonesia dengan menduduki posisi kedua nasional, dengan diterapkannya KKPD diharapkan dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya," ujarnya. 


Usai peluncuran, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudarma mengatakan, Bank BPD Bali akan terus meningkatkan pelayanan kepada Pemerintah terutama layanan digital sebagaimana perkembangan zaman saat ini. Pihaknya juga akan mendukung penuh penerapan KKPD di Kota Denpasar. (Hum /rls)

41 perbekel di Jembrana dapat perpanjangan, Bupati Tamba Ajak Kompak Berinovasi


Jembrana , Bali Kini
- Sebanyak 41 Kepala Desa/Prebekel di Kabupaten Jembrana menerima Surat Keputusan (SK) Perpanjangan Masa Jabatan dari Bupati Jembrana, Minggu  (23/6/2024) di Pendopo Kesari, Negara. 


Perpanjangan Masa Jabatan kepala desa/prebekel ini merupakan amanat dari Undang-Undang No 3 tahun 2024 yang merupakan hasil perubahan UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kades yang sebelumnya memiliki masa jabatan 6 tahun mendapatkan perpanjangan menjadi 8 tahun dan dapat dipilih dua kali.


 “Terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia atas atensi khusus yang diberikan untuk perpanjangan masa jabatan Perbekel dan Badan Permusyawaratan Des (BPD) di Jembrana. Selanjutnya para perbekel bisa fokus bekerja untuk percepatan pembangunan di Jembrana, ” ungkap Bupati I Nengah Tamba  seusai pelantikan didampingi Wabup IGN Patriana Krisna. 


Bupati asal Desa Kaliakah ini berharap bahwa dengan adanya perpanjangan masa jabatan tersebut, para perbekel dan kepala desa dapat lebih berinovasi dalam membangun desa dan Kabupaten Jembrana secara keseluruhan. 


“Semangat harus ditingkatkan, jangan sampai dengan adanya perpanjangan masa jabatan justru menjadi malas dan kinerja menurun,” tegasnya.


Lebih lanjut, Bupati Tamba menegaskan komitmennya untuk terus memonitoring dan memastikan kinerja para perbekel dan kepala desa demi mewujudkan visi Jembrana Emas 2026/2027. 


“Saya akan terus melakukan monitoring dan pengawasan karena kita ingin bersama-sama melangkah untuk mewujudkan Jembrana Emas 2026,” jelasnya.


Bupati Tamba juga menekankan pentingnya kerja sama dan kekompakan antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Jembrana. Ia berharap bahwa dengan kolaborasi yang baik, target-target pembangunan dapat tercapai dengan lebih cepat dan efektif.


“Dengan dukungan dan inovasi dari para perbekel dan kepala desa, diharapkan Kabupaten Jembrana dapat terus maju dan mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang telah ditetapkan, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, ” tandasnya (Adi).


Sabtu, 22 Juni 2024

Dandim Tabanan Dampingi Aster Kasdam IX/Udayana Tinjau Saluran Irigasi Jatiluwih


TABANAN, BALI KINI
- Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Riza Taufiq Hasan, S. I. P., beserta Perwira Kodim 1619/Tabanan dampingi Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Roynald Sumendap, yang disambut oleh Pekaseh Subak Jatiluwih I Wayan Mustra, SH, pada peninjauan senderan saluran Irigasi yang mengalami kerusakan dan kebocoran di kawasan Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih Kec. Penebel, Kab. Tabanan. Jum’at (21/6/2024).


Kegiatan pengecekan/peninjauan senderan saluran irigasi subak Jatiluwih ini bertujuan untuk melakukan langkah awal untuk melaksanakan Karya Bhakti dalam rangka perbaikan irigasi tersebut sehingga dapat meningkatkan Produksi dan Produktifitas Pertanian di daerah Subak Jatiluwih, Kerusakan dan kebocoran irigasi tersebut disebabkan karena senderan pada sumber air tersebut banyak yang rusak dan bocor akibat tanah longsor sehingga debit air yang disalurkan ke persawahan mejadi kecil.


Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Roynald Sumendap mengatakan, peninjauan ini sebagai langkah awal agar satuan kewilayahan seperti Kodim 1619/Tabanan dapat mengambil langkah dengan melaksanakan kegiatan Karya Bhakti untuk mengatasi kendala ini, teranga Aster Kasdam IX/Udy 


"Lebih Lanjut, Aster Kasdam juga menekankan kepada satuan kewilayahan, kegiatan karya bhakti yang nantinya akan dilaksanakan agar direncanakan dan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PUPR Kabupaten Tabanan untuk bersama - sama mengatasi kendala dari para petani terkait perairan yang terkendala" Tegasnya.


Dilokasi peninjauan Komandan Kodim 1619/Tabanan juga mengatakan, bahwa Kodim selaku aparat kewilayahan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan karyabakti guna dapat mengatasi kerusakan dan kebocoran irigasi, guna dapat mengatasi kesulitan dari para petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk pertanian, terang Dandim


"Selain itu kami meminta kepada seluruh masyarakat khususnya para petani di subak jatiluwih untuk dapat bersmaa - sama bergotong royong memperbaiki irigasi, guna dapat mengatasi kesulitan ini, sehingga kedepan dapat meningkatkan hasil pertanian dari masyarakat, pungkasnya“[tim/lpt]

Jumat, 21 Juni 2024

Seluruh Desa di Kota Denpasar Telah Gunakan Layanan Aplikasi Siskuedes,

 


Ket foto : Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank BPD Bali saat memberikan Apresiasi Transaksi Siskeudes secara non tunai serangkaian High Level Meeting Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Hotel Mercure Resort Sanur, Denpasar, Rabu (19/6) lalu. 

Seluruh Desa di Kota Denpasar Telah Gunakan Layanan Aplikasi Siskuedes, Belanja Desa Dapat Dilaksanakan Secara Non Tunai. 


Denpasar,  Bali Kini - Seluruh desa di wilayah Kota Denpasar telah mengintegrasikan aplikasi Siskeudes dengan CMS BPD Bali. Sehingga 27 Desa tersebut dapat mengimplementasikan belanja desa secara non tunai. Bahkan Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank BPD Bali memberikan Apresiasi Transaksi Siskeudes secara non tunai serangkaian High Level Meeting Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Hotel Mercure Resort Sanur, Denpasar, Rabu (19/6) lalu. 

Adapun tiga desa di Kota Denpasar mendapatkan apresiasi Siskeudes, yakni Desa Tegal Kertha, Desa Tegal Harum dan Desa Peguyangan Kangin. 

Kadis DPMD Kota Denpasar Wayan Buda  dalam kesempatan tersebut menjelaskan, saat ini seluruh desa di Kota Denpasar telah mengintegrasikan Siskeudes dengan CMS BPD Bali. Sehingga 27 desa yang ada di Kota Denpasar bisa mengimplementasikan belanja daerah secara non tunai.

Lebih lanjut dijelaskan, penerapan Siskeudes ini merupakan upaya berkelanjutan dalam mewujudkan percepatan digitalisasi di Kota Denpasar. Hal ini juga memberikan kemudahan dalam percepatan realisasi pembangunan di desa. 

“Dengan adanya transaksi non tunai, tentu program desa dapat direalisasikan secara cepat dan tepat, serta dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas keuangan desa,” ujarnya

Sementara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan bahwa apresiasi atas pelaksanaan Siskuedes juga merupakan usaha dalam memacu percepatan penggunaan transaksi digital. Sehingga transparansi, tata kelola anggaran desa mampu diwujudkan dalam rangka percepatan pembangunan desa. 

“Dengan adanya Siskuedes ini diharapkan mampu mendukung terciptanya pembangunan desa yang cepat, tepat dan transparansi tata kelola anggaran desa mampu diwujudkan dalam rangka percepatan pembangunan desa,” ujarnya. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Direktur Kantor Perwakilan BI Bali Butet Linda HP , Direktur Utama BPD Bali Nyoman Sudarma, Perwakilan OJK Bali Yogie Harsakusumah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Kepala  BPD Bali Cabang Utama Denpasar Made Sudarma dan undangan lainnya.

Kepala BPD Bali Cabang Utama Denpasar Made Sudarma mengatakan pemberian apresiasi kepada Desa yang sudah menerapkan aplikasi Siskeudes sebagai bentuk motivasi dan dukungan kepada Desa dalam pelaksanaan digitalisasi belanja keuangan desa dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan pemerintah desa.  (Ags).


Kamis, 20 Juni 2024

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Serahkan Bantuan Sarana Prasarana Kamar Mandi Kepada Disabilitas


 Ket. Foto : Wakil Ketua K3S Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menyerahkan secara simbolis bantuan berupa sarana prasarana kamar mandi kepada penyandang disabilitas, Kamis (20/6) sore, bertempat di Banjar Umaklungkung, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat.


Denpasar, Bali Kini - Wakil Ketua K3S Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyalurkan bantuan berupa sarana prasarana kamar mandi kepada penyandang disabilitas, Kamis (20/6) sore, bertempat di Banjar Umaklungkung, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat.

Bantuan yang diserahkan kali ini merupakan program bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR) dari Megumi Shanti Indonesia dan DSM Dompet Sosial Madana.

Tampak hadir dalam penyerahan bantuan ini, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, dan juga Kadis Sosial Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati.

Wakil Ketua K3S Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengucapkan terimakasih kepada donatur, yakni Yayasan Megumi Shanti Indonesia, dan Dompet Sosial Madana yang telah memberikan bantuan berupa sarana dan prasana kamar mandi kepada salah satu disabilitas.

“Terima kasih para donatur yang sudah turut serta dalam membantu para disabilitas, serta mampu mempercepat penanganan permasalahan sosial di Kota Denpasar”, ungkap Ayu Kristi.

Lebih lanjut dikatakan, program bedah toilet dan ruang tidur kepada salah satu disabilitas di Desa Padangsambian kaja  yang dibantu melalui dana CSR, Yayasan Megumi Santhi dan Dompet Sosial Madana, serta bekerja sama dengan Tagana Denpasar, Karang Taruna Padangsmabian Kaja, dan Dinas Sosial Kota Denpasar. 

“ Semoga Kedepannya kami akan melakukan asessment dan atensi sehingga pelayanan kepada disabilitas meningkat terutama bantuan sarpras, pembinaan pada PSKS agar bisa berkolaborasi untuk peningkatan pelayanan khususnya kepada disabilitas. Ini juga masuk dalam pelayanan pojok kebaikan yaitu pelayanan untuk disabilitas”, ujarnya.

Sementara Kadis Sosial Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati menambahkan, total anggaran bantuan untuk secara keseluruhan kurang lebih Rp. 22.535.000. bantuan ini diberikan kepada Ni Luh Sutiasih adalah disabilitas dibawah naungan binaan Dinas Sosial dan masuk pada program Pena Mandatori.

"Bantuan sarpras kepada disabilitas ini untuk memberikan akses dalam memenuhi sarpras dalam kebutuhan sehari-hari yang sesuai kubutuhan disabilitas. Ini merupakan program pemberdayaan sosial melalui PSKS yaitu yayasan, relawan sosial. (ays).

Bupati Sanjaya Angkat Potensi Lebah Madu Sari di Desa Selabih Tabanan dalam Bungan Desa ke-51


Tabanan , Bali Kini 
- Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, menggarisbawahi potensi ekonomi serta manfaat kesehatan dari industri Lebah Madu Sari dalam kunjungan ke-51 Program Bungan Desa di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat. Kamis (20/6). Dalam upaya mengeksplorasi dan mengembangkan potensi ekonomi lokal, Bupati Sanjaya secara khusus menyoroti pengembangan madu lebah sebagai salah satu aset berharga di wilayah tersebut. 

Didampingi oleh para jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, termasuk Sekda, Para Asisten Setda, Seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Selbar dan Forkopimcam Selbar, Kelompok PKK dan tokoh masyarakat setempat, kunjungan Bupati Sanjaya di Banjar Selabih Wanasari Desa Selabih menjadi momen penting dalam mempromosikan inovasi dan pengembangan lokal.

Pada kunjungan tersebut, Bupati Sanjaya turut serta dalam proses panen madu bersama kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih. Dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Bupati Sanjaya aktif terlibat dalam kegiatan memanen madu lebah. Metode panen ini tidak hanya sebagai upaya meningkatkan produksi madu secara lokal, tetapi juga sebagai demonstrasi nyata dari komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung industri kecil dan menengah yang berbasis pada sumber daya alam. 

Madu lebah tidak hanya menjadi produk ekonomi yang bernilai tinggi, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam sektor kesehatan. Terapi lebah, yang telah lama dikenal sebagai pengobatan tradisional, juga dipromosikan dalam kunjungan ini sebagai alternatif pengobatan yang efektif dan alami. Tak terlewat, Bupati Sanjaya saat itu terlihat mencoba langsung terapi alternatif ini, dengan penuh semangat pihaknya nampak berpartisipasi merasakan sengatan lebah madu. Tidak hanya itu, Desa Selabih juga memiliki unggulan lainnnya yaitu Buah Sawo dan juga Kelapa. 

“Hari ini saya berada di Desa Selabih, khususnya di Banjar Selabih Wanasari, ini adalah kelompok lebah madu sari, ini suatu inovasi yang luar biasa. Pertama saya panen madu, di mana kalau musim madu ini dalam satu bulan bisa dipanen sebanyak 2 kali," ujar Sanjaya. Secara ekonomis, produksi madu lebah di Desa Selabih menunjukkan potensi yang menjanjikan. Harga jual per botol kecil madu dari kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih dibanderol mulai dari 300 ribu rupiah, mencerminkan nilai tambah dari proses produksi yang dilakukan secara lokal dengan standar kualitas yang tinggi.

Menyadari pentingnya lingkungan yang sehat bagi produksi madu yang berkualitas, Bupati Sanjaya juga mendorong masyarakat setempat untuk memperhatikan kualitas tanaman dan bunga yang menjadi sumber pakan bagi lebah. "Kualitas makanan bagi lebah memiliki dampak signifikan terhadap kualitas madu yang dihasilkan. Ini adalah hal yang penting bagi pengembangan industri madu yang berkelanjutan di Tabanan," tambah Sanjaya dalam kunjungan saat itu. 

Melanjutkan rutinitas berkantor di Desa, Sanjaya beserta rombongan juga lakukan kunjungan Meninjau rencana Pembangunan Tapal Batas Yeh Leh-Desa Selabih, Perbatasan Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Jembrana. Setelah itu diteruskan menuju Rumah Keluarga Stunting Banjar Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih, yang tercatat berjumlah 3 orang. Dan selanjutnya meninjau ragam pelayanan yang dihadirkan Pemerintah di Desa Selabih, seperti pelayanan Kesehatan, Perpustakaan, Perijinan, Pengurusan KTP hingga memberikan peluang bagi UMKM lokal.

Dalam arahan yang diberikan, Sanjaya juga menekankan potensi luar biasa yang dimiliki Desa Selabih, haruslah menjadi suatu kebanggaan tersendiri. “Madunya luar biasa, tadi saya lihat, sudah saya catat semua apa yang menjadi kebutuhan, se-Selabih ini. Saya ingin menyatakan dengan luas bahwa Desa Selabih saya jadikan Sentra Kampung Madu, Kampung Lebah di Seluruh Kabupaten Tabanan. Kemarin saya bangun kampung buah, termasuk di Selbar ini, jadikan sentra Buah dan Lebah. Kita angkat namanya, sehingga namanya menjadi terkenal, sehingga orang-orang dari seluruh Indonesia akan datang ke desa Selabih, melihat dan merasakan cita rasanya madu lebah Selabih yang hebat ini, luar biasa, itu cita-cita kita,” sebutnya penuh semangat. 

I Dewa Putu Supartha, selaku Perbekel Desa Selabih melalui sambutannya memperkenalkan Desa Selabih sebagai salah satu Desa yang terletak di ujung barat Kabupaten Tabanan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Negara. “Desa Selabih memiliki potensi Pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembentukan kelompok-kelompok, salah satunya kelompok madu sari, dengan keunggulannya berupa madu serta terapi lebah. Yang tadi sudah dikunjungi oleh Bapak Bupati,” jelasnya.

Pihaknya juga menyatakan, di samping potensi lebah madu juga ada kelompok Pokdarwis, dengan nama Segara Gunung yang terinspirasi dari pegunungan dan laut. “Saat ini di Selabih juga mencoba mengelola taman terbuka hijau Pantai selabih yang letak dan lokasinya sangat strategis dan kita juga punya berbagai kelompok seperti nelayan, kelompok ternak babi dan ternak sapi” imbuh Dewa Putu Supartha [rl/tbn]

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved