-->

Rabu, 28 Oktober 2026

Dorong Modernisasi Pertanian, Kelompok Tani Jembrana Terima Bantuan Alsintan


Jembrana , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen melangkah menuju modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan daerah. Upaya nyata tersebut ditunjukkan melalui Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian RI yang dipusatkan di Agro Techno Park (ATP), Banjar Pangkung Tanah, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jumat (23/10).

Penyerahan bantuan Alsintan ini dilanjutkan dengan aksi panen labu bersama kelompok tani setempat, yang mencatatkan hasil panen melimpah hingga mencapai total 35 ton.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat secara langsung kepada para kelompok tani penerima bantuan. Ia berharap sarana pertanian yang diserahkan dapat difungsikan secara optimal untuk menunjang pengerjaan lahan.

"Saya menyampaikan selamat kepada kelompok tani yang hari ini menerima traktor. Harapan saya, bantuan ini dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh anggota kelompok," ujar Bupati Kembang Hartawan. 

Ia menambahkan bahwa penyerahan 5 unit traktor hari ini melengkapi penyerahan 10 unit traktor yang telah disalurkan beberapa bulan sebelumnya.

Anggota DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, yang turut hadir menyerahkan bantuan menekankan pentingnya kegigihan dan partisipasi aktif masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi pembangunan di tingkat pusat. Menurutnya, skema penyaluran bantuan saat ini sangat bergantung pada usulan dari masyarakat sehingga bantuan turun benar-benar yang dibutuhkan masyarakat.

"Jembrana ini memang luar biasa, gigih sekali. Sekarang tidak ada lagi program-program yang seperti dulu diluncurkan pusat begitu saja. Semua berawal dari aspirasi, tanpa kita usulkan dan kawal, tidak akan ada," ungkap Adi Wiryatama.

Ia juga menegaskan akan melakukan evaluasi dan pemantauan langsung terhadap pemanfaatan Alsintan tersebut di lapangan dalam waktu enam bulan mendatang.

"Kepada para petani yang dapat bantuan, saya akan cek traktor ini. Harus sudah rusak karena memang dipakai (bekerja). Kalau rusak karena diam di tempat, saya ambil dan pindahkan ke tempat lain yang mau memakainya. Enam bulan lagi saya cek. Tolong dipergunakan sebaik-baiknya agar asas manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Putu Eka Arta, menjelaskan bahwa penyerahan Alsintan merupakan bagian dari strategi Pemkab Jembrana dalam memperkuat sarana prasarana serta efisiensi usaha tani berbasis teknologi.

"Dukungan Alsintan merupakan salah satu upaya untuk membantu petani menghadapi tantangan sektor pertanian, seperti keterbatasan tenaga kerja dan kebutuhan pengolahan lahan yang lebih cepat serta efektif. Langkah ini sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Jembrana," jelas Eka Arta.

Ia melaporkan, bantuan yang diserahkan berupa 5 unit traktor singkal roda dua bermerek Yanmar dengan daya 8,5 HP. Adapun lima kelompok tani penerima bantuan tersebut yakni Kelompok Tani Mekarsari (Desa Warnasari), Kelompok Tani Sri Dharma Kerti (Desa Tukadaya), Kelompok Tani Kerta Buana (Desa Manistutu), Kelompok Tani Bhuana Sari (Desa Tukadaya) dan Kelompok Tani UPJA Warna Kerti (Desa Tukadaya).

Eka Arta meminta agar bantuan ini dikelola untuk kepentingan bersama sehingga dapat mengurangi beban kerja seluruh seluruh anggota kelompok.

"Kami berharap bantuan Alsintan ini dikelola secara terbuka dan mengutamakan kepentingan bersama seluruh anggota kelompok, sehingga keberadaan traktor benar-benar mengurangi beban kerja petani dan meningkatkan efisiensi usaha tani," pungkasnya.(*)

Senin, 26 Oktober 2026

Wali Kota Jaya Negara: Momentum Pembinaan dan Pelestarian Seni Budaya di Kota Denpasar.

Ket foto : Wali Kota Jaya Negara Serahkan Piagam Penghargaan kepada Delapan Sekehe Berpenampilan Terbaik pada Parade Kesenian Tradisional Kota Denpasar Tahun 2026 di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Sabtu (24/10).

Parade Kesenian Tradisional Denpasar Tetapkan Delapan Sekehe Berpenampilan Terbaik,


Denpaaar, , Bali Kini - Gelaran Parade Kesenian Tradisional yang menampilkan Sekehe Gong Kebyar Wanita, Sekehe Gong Kebyar Anak-Anak, dan Sekehe Baleganjur mencapai puncaknya pada Sabtu (24/10) di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Sebanyak delapan sekehe ditetapkan sebagai peserta dengan penampilan terbaik. Pada kategori Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-Anak, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekehe Gong Wanita Dharma Duta Laksana, Br. Kepisah, Pedungan, Sekehe Gong Anak Lila Tri Datu, Kelurahan Pemecutan, Sekehe Gong Anak Sida Gita Karya, Br. Dukuh Mertajati, Sidakarya, serta Sekehe Gong Anak Ganabala, Br. Semaga, Penatih.

Sementara itu, pada kategori Baleganjur, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekehe Baleganjur Tegal Jimbar, Desa Adat Panjer, Sekehe Baleganjur Dharma Astuti, Banjar Pande, Sumerta, Sekehe Baleganjur Asti Swetha Swara, Desa Adat Sesetan, serta Sekehe Baleganjur Dwi Tunggal, Br. Menesa, Puseh Pedungan. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, serta anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka dan Luh Putu Mamas Lestari, turut menyaksikan penampilan para sekehe pada hari kedua sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta berpenampilan terbaik.

Usai penyerahan piagam penghargaan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa penguatan seni budaya merupakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberdayakan dan melestarikan potensi seni budaya di perkotaan. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Karena itu, Parade Kesenian Tradisional diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional, khususnya seni klasik dan Gong Kebyar yang telah berkembang di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemerintah Kota Denpasar menggelar Parade Kesenian Tradisional sebagai upaya pembinaan, pengembangan, sekaligus pelestarian seni. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan teknik tabuh dan mengembangkan kreativitas dalam memainkan Gong Kebyar, sekaligus melestarikan kesenian klasik sesuai dengan pakemnya.

“Sebagai kota yang heterogen, parade ini menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan para peserta sebagai duta Kota Denpasar dalam berbagai ajang seni ke depannya. Kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri. Seluruh peserta menampilkan kemampuan yang luar biasa,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta yang belum berhasil meraih predikat terbaik agar tidak patah semangat. Hal ini mengingat kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah kreativitas bagi para seniman muda Kota Denpasar.

“Semua sekehe luar biasa. Bagi yang belum menjadi yang terbaik, jangan patah semangat. Terus belajar dan berlatih karena ke depan masih ada kesempatan untuk berkompetisi. Yang utama adalah menjaga dan melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menjelaskan bahwa selain menjadi ajang pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional dalam mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar Maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan sekehe Baleganjur di Kota Denpasar.

Secara teknis, Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menambahkan bahwa jumlah peserta Parade Kesenian Tradisional tahun 2026 mencapai 16 sekehe. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah unsur, meliputi teknik, seperti gegedig dan tetekep, ide dan gagasan, struktur komposisi yang mencakup pangawit, pangawak, dan pangecet, kreativitas dalam pengembangan musikalitas dan orisinalitas garapan, serta penampilan yang meliputi ekspresi, gerak, dan tabuh.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, setiap sekehe Gong Kebyar Anak-Anak dan Gong Kebyar Wanita yang tampil diberikan uang pembinaan sebesar Rp35 juta. Sementara itu, setiap sekehe Baleganjur yang tampil memperoleh uang pembinaan sebesar Rp25 juta.

“Tentu kegiatan ini merupakan wahana untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan di masyarakat, sekaligus sebagai bentuk penyiapan sekehe atau duta-duta kesenian Kota Denpasar untuk mengikuti berbagai ajang seni, termasuk Pesta Kesenian Bali,” ujarnya. (Ags).

Sabtu, 24 Oktober 2026

Tutup AKSIKU Tahun 2026, Bupati Satria Apresiasi Semangat Seniman Muda Klungkung


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, secara resmi menutup gelaran festival seni dan budaya “AKSIKU 2026” (Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung) yang berlangsung meriah di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (24/10).

Penutupan AKSIKU 2026 dimeriahkan dengan Lomba Balaganjur Kreasi Duduk Tingkat SMP se-Kabupaten Klungkung yang diikuti oleh 8 sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Klungkung, yakni SMPN 1 Semarapura, SMPN 2 Semarapura, SMPN 3 Semarapura, SMPN 4 Nusa Penida, SMPN 6 Nusa Penida, SMPN 1 Dawan, SMPN 2 Dawan, dan SMPN 2 Banjarangkan.

Berdasarkan penilaian dewan juri, SMP Negeri 2 Banjarangkan berhasil meraih Predikat Juara 1, disusul oleh SMPN 3 Semarapura sebagai Juara 2, dan SMPN 4 Nusa Penida yang menduduki posisi Juara 3.

Sambutan penutup Bupati Satria menyampaikan harapan agar ajang ini terus menjadi pemantik semangat bagi generasi muda dalam mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka. "Melalui event ini, saya berharap agar dapat memotivasi generasi muda untuk terus dan terus mengembangkan kreasi dan inovasi sekaligus mengaktualisasikan diri melalui aktivitas dan prestasi seni budaya," ujar Bupati Satria.

Sebelum mengakhiri sambutannya dan menutup secara resmi ajang AKSIKU 2026, Bupati Klungkung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh komponen pendukung, seniman, siswa, budayawan, serta masyarakat Klungkung. Dirinya berpesan agar para peserta dan seniman muda tidak cepat puas dan terus berupaya menggapai prestasi demi kemajuan seni budaya di Kabupaten Klungkung.(*)


Dorong Kreativitas, Perkuat Karakter, dan Lestarikan Budaya Bangsa Sejak Dini.

Ket foto : Bunda Literasi Denpasar Ajak Anak Tanamkan Cinta Tanah Air Lewat Literasi Kebangsaan.

Denpasar, Bali Kini - Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka Kegiatan Literasi Kebangsaan Kecamatan Denpasar Timur Tahun 2026 di kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (25/10).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini sekaligus memperkuat budaya literasi, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, I Wayan Yusswara, Camat Denpasar Timur, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana memperluas wawasan, membangun karakter, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan.

Menurutnya, budaya literasi berperan penting dalam membentuk generasi penerus yang berpengetahuan, kreatif, berkarakter, serta mampu memahami dan menghargai keberagaman budaya bangsa.

“Melalui kegiatan Literasi Kebangsaan ini, kami berharap nilai-nilai kebangsaan dapat ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas, keberanian, serta rasa cinta terhadap budaya dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sagung Antari berharap kegiatan literasi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri, mengekspresikan gagasan, serta membiasakan diri membaca, menulis, dan bercerita sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi masa depan.

Sementara itu, Camat Denpasar Timur, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, mengatakan kegiatan Literasi Kebangsaan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menanamkan wawasan kebangsaan kepada generasi muda melalui aktivitas yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan. 

Upaya tersebut menurut Upawana juga sejalan dengan penguatan pendidikan wawasan kebangsaan yang dilakukan Kesbangpol Kota Denpasar. Beragam kegiatan digelar untuk melibatkan anak-anak dan masyarakat secara aktif. Di antaranya, lomba mewarnai bertema tokoh perjuangan bangsa yang diikuti sekitar 50 peserta, lomba mendongeng bertema cinta tanah air, serta pelatihan daur ulang sampah bagi ibu-ibu PKK.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap tanah air kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Lewat lomba mewarnai tokoh perjuangan bangsa, anak-anak dapat mengenal sosok-sosok yang berjasa bagi Indonesia. Sementara melalui lomba mendongeng, kami ingin mengembangkan kreativitas dan keberanian anak-anak dalam menyusun serta membawakan cerita bertema cinta tanah air,” ungkapnya.

Upawana menambahkan, pelatihan daur ulang sampah bagi ibu-ibu PKK juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Ditambahkannya, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Dimana, penguatan wawasan kebangsaan dan budaya literasi membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, pendidik, dan organisasi kemasyarakatan.
Karena itu, kegiatan ini melibatkan TP PKK, IGTKI, K3S, para guru, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak, keluarga, dan masyarakat secara luas.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar ke depannya kegiatan dapat diselenggarakan dengan lebih baik. Harapan kami, melalui kegiatan ini, kecintaan terhadap tanah air semakin tumbuh, kreativitas anak-anak semakin berkembang, dan budaya literasi semakin kuat di masyarakat,” tambahnya.

Melalui Kegiatan Literasi Kebangsaan Kecamatan Denpasar Timur Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar mendorong penguatan karakter generasi muda melalui literasi, pengenalan sejarah perjuangan bangsa, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi antara pemerintah, keluarga, pendidik, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk generasi yang kreatif, berwawasan luas, serta bangga terhadap bangsa Indonesia.

Pada hari yang sama, Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, turut meninjau berbagai perlombaan dalam rangkaian Festival Seni dan Budaya Tahun 2026 Kelurahan Sumerta. Kegiatan tersebut berlangsung di sisi timur panggung Arda Candra, kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar. (Ayu).

Jumat, 23 Oktober 2026

TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas Perkuat Tata Kelola untuk Dukung Program Pemerintah Daerah


Laporan tim: Gusti Ayu Purnamiasih 

Denpasar, Bali Kini – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu), dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memperkuat tata kelola kelembagaan untuk mengoptimalkan peran kader dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan tersebut dilakukan melalui Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Kota Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Ketua Umum (Ketum) TP PKK sekaligus Ketum TP Posyandu Pusat Tri Tito Karnavian mengatakan, ketiga lembaga memiliki dasar hukum dan regulasi yang menjadi landasan pelaksanaan program. Untuk TP PKK, dasar hukum tersebut antara lain Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Sementara itu, penyelenggaraan Posyandu diatur melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Adapun Dekranas memiliki dasar pembentukan dan pengaturan kepengurusan melalui keputusan bersama kementerian terkait.

"Untuk Dekranas sendiri kita mempunyai regulasi keputusan bersama Menteri Perindustrian, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 85/M/SK/3/1980 tentang Pembentukan Dewan Kerajinan Nasional. Dan juga keputusan bersama dari 14 menteri, kementerian/lembaga terkait susunan organisasi Dewan Kerajinan Nasional masa bakti 2024-2029," kata Tri.

Tri menegaskan, keberadaan regulasi tersebut perlu diikuti dengan pemahaman yang baik mengenai tugas dan fungsi masing-masing lembaga serta keterkaitannya dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berperan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah daerah (Pemda), termasuk mendorong sinergi pelaksanaan program dengan OPD terkait.

"Ternyata di Bali sudah membuktikan bahwa kegiatan-kegiatan ini adalah salah satu mendukung program-program pemerintah daerah masing-masing, yang mungkin dari OPD terkait tidak bisa langsung menjamah kepada user-nya langsung, atau target langsung dari masyarakat," ujarnya.

Menurut Tri, keterlibatan kader dan sukarelawan hingga tingkat akar rumput menjadi kekuatan penting dalam menjangkau masyarakat. Melalui gerakan bersama, program TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas dapat menjangkau kelompok sasaran yang membutuhkan dukungan secara langsung. Karena itu, pelaksanaannya perlu disinergikan dengan OPD sesuai bidang tugas masing-masing, termasuk dalam perencanaan dan dukungan anggaran.

Tri menjelaskan, rapat tersebut juga menghadirkan narasumber yang membahas aspek pembangunan daerah dan pengelolaan keuangan daerah, yakni Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, serta Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Moh. Roudo.

"Nanti, supaya ibu-ibu juga bisa jelas, bagaimana regulasi ataupun proses-proses penganggaran dan lain-lain untuk kita semua," ungkapnya.

Selain penguatan tata kelola dan dukungan anggaran, rapat tersebut juga membahas kerja sama untuk mendukung program pemerintah, termasuk rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Posyandu. Tri menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan pada edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil dan anak balita.

"Saya sudah mendapatkan konsep dari MoU-nya, bahwa kita mendukung dari segi edukasi. Edukasi kepada masyarakat, bagaimana pentingnya BGN terhadap ibu hamil dan anak-anak balita di tiap-tiap kepengurusan yang sampai level rumah tangga," tuturnya.

Tri berharap, sinergi ketiga lembaga dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait dapat memastikan program pemerintah menjangkau masyarakat secara lebih efektif, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan anak balita.

"Mendorong agar kegiatan-kegiatan di daerah bisa berjalan baik, karena tujuan utamanya adalah agar kita bisa merealisasikan pembangunan atau program-program pemerintah yang saat ini, tentunya diharapkan mencapai kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BGN Sudaryono; Gubernur Bali Wayan Koster; Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Bernhard Rondonuwu selaku ketua panitia acara; pengurus TP PKK dan TP Posyandu Pusat; pengurus Dekranas Pusat; serta para ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), ketua TP PKK, dan ketua TP Posyandu tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia bagian tengah. (Ami/rls)

Kamis, 15 Oktober 2026

Prioritaskan Pasokan BBM untuk Ambulans, Damkar, dan Truk Sampah

Denpasar , Bali Kini  - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, khususnya Kota Denpasar, mendorong pemerintah kota mengambil langkah antisipatif. Pemkot Denpasar memastikan ketersediaan BBM bagi kendaraan kegawatdaruratan dan armada pelayanan publik agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan pemerintah kota memberikan perhatian khusus terhadap pasokan BBM untuk ambulans, mobil pemadam kebakaran (damkar), serta truk pengangkut sampah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik di tengah antrean BBM yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Kamis (15/10). 

Menurut Arya Wibawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara telah menugaskan jajaran terkait sejak malam sebelumnya untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi stok BBM, terutama bagi kendaraan yang menunjang pelayanan masyarakat. “Sudah kita lakukan pendataan ambulans-ambulans kita yang melayani kegawatdaruratan di Denpasar. Jaminan keamanan stoknya itu harus dijaga,” ujar Arya Wibawa. 

Ia menegaskan, ketersediaan BBM bagi armada darurat menjadi prioritas agar petugas dapat merespons laporan masyarakat secara cepat, baik dalam penanganan kebakaran maupun situasi darurat lainnya. “Jangan sampai hanya gara-gara kehabisan BBM, kita tidak bisa melayani kegawatdaruratan atau bencana yang ada di Kota Denpasar,” tegasnya.

Selain ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran, Pemkot Denpasar turut memastikan kebutuhan BBM bagi truk pengangkut sampah. Pasokan bahan bakar untuk armada tersebut dinilai penting guna menjaga kelancaran pengangkutan sampah dan mempertahankan kebersihan lingkungan kota.

Di tengah kondisi kelangkaan BBM, Pemkot Denpasar juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 15–17 Oktober 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Sekretaris Daerah Kota Denpasar.

Langkah pengurangan mobilitas ini turut diikuti penerapan pembelajaran daring bagi siswa sekolah. Arya Wibawa menjelaskan, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi maupun mobilitas masyarakat, sehingga konsumsi BBM dapat ditekan selama antrean di SPBU masih terjadi. Termasuk work from home untuk ASN. 

Di sisi lain, pemerintah kota menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar bagi kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan pelayanan dasar. Dengan demikian, penanganan kondisi darurat, pemadaman kebakaran, serta pengangkutan sampah di Kota Denpasar diharapkan tetap berjalan optimal selama kelangkaan BBM berlangsung.
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved