Senin, 12 Januari 2026
Rabu, 22 Oktober 2025
BaliKini.Net
Penyosohan Beras Terbesar di Bali Siap Dibangun di Tabanan, Wujudkan Kedaulatan Pangan Pulau Dewata
Laporan Reporter : Tim Lpt Hms
Tabanan , Bali Kini – Dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan di Bali, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan bersepakat untuk membangun Rice Milling Unit (RMU) atau unit penyosohan beras terbesar di Bali yang akan berlokasi di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (22/10).
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan RMU di Tabanan. Pihaknya setuju RMU dibangun di Tabanan, karena hal ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencapai kedaulatan pangan Bali. Menurut Koster, pembangunan fasilitas penggilingan beras modern ini tidak hanya berfungsi sebagai penyosohan beras, tetapi juga akan dilengkapi dengan unit produksi pakan ternak. Dengan demikian, RMU akan memberikan manfaat ganda bagi petani dan peternak, sekaligus memperkuat sistem ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pembangunan RMU di Tabanan merupakan wujud nyata janji pemerintah provinsi kepada masyarakat Tabanan, yang selama ini dikenal sebagai ikon lumbung berasnya Bali. Ia menilai, komitmen ini adalah bentuk penghargaan terhadap kontribusi besar Tabanan dalam menjaga ketersediaan pangan Bali selama bertahun-tahun. Pemerintah provinsi bertekad menjadikan proyek ini sebagai simbol kemandirian dan kebanggaan daerah.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di kesempatan itu, menyampaikan harapannya agar pembangunan RMU dapat segera direalisasikan. Menurutnya, Tabanan dikenal luas sebagai lumbung pangan Bali, sehingga keberadaan RMU di Tabanan akan menjadi langkah strategis dalam menjaga sirkulasi beras di dalam Pulau Dewata. “Kami berharap RMU dapat dibangun, karena Tabanan dikenal sebagai daerah lumbung pangan Bali. RMU ini dapat menjadi solusi di hilir, sehingga gabah tidak keluar Bali,” ujar Bupati Sanjaya dalam kesempatan tersebut.
Sanjaya menegaskan bahwa Tabanan memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, terutama produksi beras yang selama ini menjadi penopang kebutuhan pangan Bali. Dengan adanya RMU, diharapkan rantai pasok pangan tidak lagi bergantung pada luar daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui pengolahan yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas bahwa aspek perencanaan pembangunan RMU akan dimulai pada tahun 2026. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten akan menyiapkan langkah-langkah teknis dan koordinasi lintas sektor, mulai dari penetapan lokasi, studi kelayakan, hingga penyusunan desain bangunan dan sistem operasional.
Unit penyosohan beras atau RMU ini diharapkan mampu mengolah hasil panen gabah dengan kapasitas besar dan teknologi modern, sehingga kualitas beras Bali dapat bersaing di tingkat nasional. Selain itu, keberadaan RMU di Tabanan juga akan memperkuat posisi daerah sebagai pusat produksi pangan utama sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.
Pembangunan RMU terbesar di Bali ini menjadi tonggak penting bagi masa depan pertanian Tabanan dan Bali secara keseluruhan. Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, diharapkan Bali mampu mencapai kemandirian pangan yang sejati, sejalan dengan semangat “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM)
BaliKini.Net
Tangani Unjuk Rasa Sesuai SOP, Polda Bali Gelar Latihan Sispamkota
BaliKini.Net
Cegah Keracunan Makan Bergizi Gratis, Dinas Kesehatan Karangasem Sidak SPPG Jasri
Kamis, 16 Oktober 2025
BaliKini.Net
Penutupan Klungkung Heritage Festival 2025
Laporan : Dear
Bali Kini - Klungkung Heritage Festival 2025 resmi ditutup oleh Bupati Klungkung I Made Satria, Sabtu (11/10) malam, bertempat di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe. Acara penutupan Festival bertajuk ‘Abhiseka Ratu Commemorate’ ini
diisi oleh penampilan tari Lelakut oleh Komunitas Tunguart SLB negeri 1 Klungkung, Parade barong mulai dari Barong Sai, Barong Wimala Kerthi dan Barong Ket Tapuk Asepak Sanggar Kayonan serta marching band.
"Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penampil dan panitia kegiatan ini. Kedepan kegiatan serupa harus dikemas lebih baik lagi dan menjadi kekuatan untuk menunjukan Klungkung Mahottama serta menjadi kekayaaan dalam mempromosikan seni dan budaya milik Kabupaten Klungkung. Mari kita bersama sama menjaga warisan seni dan budaya kita," ujar Bupati Satria.
Hadir dalam penutupan Klungkung Heritage Festival 2025, Ida Dalem Semaraputra, Wakil Bupati Klungkung, Tjorda Gde Surya Putra, Forkompinda Klungkung, Ny. Eva Satria, para Kepala OPD Kabupaten Klungkung dan undangan terkait lainnya.
BaliKini.Net
Pimpin Monev Pembangunan Daerah, Bupati Satria Tekankan Jaga Kualitas dan Target Waktu Sesuai Kontrak
Laporan : Tim Lpt
Klungkung , Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra memimpin Inpeksi Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Klungkung yang dilaksanakan di 9 paket pembangunan yang tersebar di wilayah Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Banjarangkan, Selasa (7/10). Tujuan monev ini agar mengetahui progres pembanguanan sudah sampai dimana dan hal penting lainnya memberikan arahan kepada pelaksana agar nantinya proyek selesai dengan kualitas yang maksimal dan selesai tepat pada waktu yang ditentukan.
Monev diawali pada pengerjaan proyek di RSUD Klungkung diantaranya pengerjaan Penata Ruang Cathlab dengan nilai kontrak Rp. 1.616.372.245.88, Pembangunan Gedung Cytototix nilai kontrak Rp. 1.206.263.135.20, Penata Ruang CT-Scan nilai kontrak Rp. 760.564.426.96, kemudian dilanjutkan Pembangunan Labkesmas dengan nilai kontrak Rp. 10.041.211.576.93, Renovasi Pembangunan Pustu Satra nilai kontrak Rp. 715.552.137.33, Pekerjaan Bale Gong, Bale Pesandekan, Bale Kulkul, Candi Bentar Perbaikan di Pura Watu Klotok nilai kontrak Rp. 827.009.159.65, Pengadaan dan Pemasangan Lampu Penerangan Jalan di Kecamatan Banjarangkan nilai kontrak Rp. 1.931.880.285.63, Rehabilitasi Ruang Kelas SD Negeri 2 Tusan nilai kontrak Rp. 431.436.965.19 dan Pembangunan Pagar, Pembangunan Toilet dan Pembangunan UKS di SD Negeri 1 Bakas nilai kontrak Rp. 405.634.988.29.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengatakan bahwa pembangunan proyek keseluruhan sudah berjalan sesuai dengan progresnya, namun masih ada beberapa yang mengalami keterlambatan. “Nah, melihat hal tersebut saya sudah menekankan kepada rekanan agar segera mencarikan solusi tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Pihak pelaksanaan sudah menyanggupi termasuk menyiapkan bahan-bahan untuk mengajar keterlambatan itu sudah disiapkan,” ujar Bupati Satria.
Bupati Satria juga menugaskan agar dinas terkait ikut memantau proses pekerjaan ini sehingga hasilnya nanti berjalan maksimal dan hal terpenting jangan sampai ada rekanan yang ditemukan bekerja asal-asalan. “Bekerja dengan baik, kepada pengawas dan pendamping terutama dari dinas agar intens memonitor pengerjaan sehingga lebih dini dapat diantisipasi hal yang tidak sesuai kontrak. Dengan langkah itu nantinya progres pembangunan selesai tepat waktu dan kualitas tetap terjaga dengan maksimal,” harap Bupati Satria.



FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram