Balikini.Net ---Sapi Bali memiliki kualitas daging yang sangat baik, di pasaran daging sapi Bali kerap menjadi incaran konsumen. Karenanya, dalam RPJMD perlu adanya gagasan untuk meningkatkan populasi sapi Bali ini, terlebih di Kabupaten Bangli yang memang menjadi salah satu daerah penghasil sapi Bali cukup besar di daerah ini. “Kita harap Dinas Peternakan dan Perikanan mencaro formulasi agar peternak lebih semangat mengembangkan ternak sapi,”pinta anggota DPRD Bangli I Wayan Wirya, saat dikonfirmasi Senin (08/08/2016).
Kata dia, sejatinya Kabupaten Bangli sangat cocok untuk mengembangkan sapi Bali. Kabupaten Bangli termasuk daerah yang subur sehingga ketersediaan pakan sapi mencukupi. Tinggal sekarang, bagaimana pemerintah mencari jalan agar peternak tertarik memelihara sapi dalam jumlah lebih besar. “Pemerintah harus bisa memberikan support kepada petani. Bisa saja dengan jalan memberikan bantuan bibit atau berupaya meningkatkan kemapuan peternak dalam memelihara sapi agar pemeliharaan bisa lebih simpel dan pertumbuhan ternaknya lebih bagus,”katanya.
Belakangan ini, pria asal Kintamani ini mengaku mendapatkan informasi kalau semangat petani di wilayah Kintamani mengendor dalam memelihara sapi. Mereka lebih cenderung untuk menanam jeruk, ketimbang memelihara sapi. Karenanya, rumput gajah yang selama ini tumbu subur di tegalannya dirabas untuk menanam jeruk. “Gelagat ini mestinya ditangkap Dinas Peternakan, jangan sampai mereka kebablasan,”akunya.
Dia takut petani lebih berorientasi pada harga jeruk yang sebelumnya menggiurkan, lantas melupakan peternakan sapi. Padahal harga sapi belakangan ini cukup bagus, dan berbanding terbalik dengan harga jeruk di pasaran yang belakangan ini jatuh lantaran over produksi. “Intinya kami meminta petugas penyuluh peternakan agar lebih rajin menemui petani guna menyerap kendala yang mereka hadapi selama ini,”pungkasnya(Anggi/r4).
Kata dia, sejatinya Kabupaten Bangli sangat cocok untuk mengembangkan sapi Bali. Kabupaten Bangli termasuk daerah yang subur sehingga ketersediaan pakan sapi mencukupi. Tinggal sekarang, bagaimana pemerintah mencari jalan agar peternak tertarik memelihara sapi dalam jumlah lebih besar. “Pemerintah harus bisa memberikan support kepada petani. Bisa saja dengan jalan memberikan bantuan bibit atau berupaya meningkatkan kemapuan peternak dalam memelihara sapi agar pemeliharaan bisa lebih simpel dan pertumbuhan ternaknya lebih bagus,”katanya.
Belakangan ini, pria asal Kintamani ini mengaku mendapatkan informasi kalau semangat petani di wilayah Kintamani mengendor dalam memelihara sapi. Mereka lebih cenderung untuk menanam jeruk, ketimbang memelihara sapi. Karenanya, rumput gajah yang selama ini tumbu subur di tegalannya dirabas untuk menanam jeruk. “Gelagat ini mestinya ditangkap Dinas Peternakan, jangan sampai mereka kebablasan,”akunya.
Dia takut petani lebih berorientasi pada harga jeruk yang sebelumnya menggiurkan, lantas melupakan peternakan sapi. Padahal harga sapi belakangan ini cukup bagus, dan berbanding terbalik dengan harga jeruk di pasaran yang belakangan ini jatuh lantaran over produksi. “Intinya kami meminta petugas penyuluh peternakan agar lebih rajin menemui petani guna menyerap kendala yang mereka hadapi selama ini,”pungkasnya(Anggi/r4).
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram