Balikini.Net - Kerajinan kayu , khususnya ukiran kayu di Dusun Peninjoan,Desa Peninjoan Tembuku kini banjir pesanan, seiring dengan semakin meningkatnya animo masyarakat untuk memperbaiki tempat ibadah seperti merajan maupun sanggah baik dirumah dadia,maupun Pura Desa.Sayang usaha yang banyak menyerap tenaga kerja ini belakangan mengalami kesulitan modal untuk membeli bahan baku (berupa kayu cempaka,nangka dan cendana).. Seperti pengakuan Sang Nyoman Swasta (42) karena kesulitan biaya pembelian bahan baku, akhirnya permintaan tak sepenuhnya bisa terlayani. Sebab kayu di satu sisi semakin langka dan sulit didapat disamping itu terkendala modal, kerajinan kayu seperti membuat ukiran pandil sanggah dan kayu cendana untuk membuat pratima juga melukis. Untuk satu kerajinan ukiran kayu dia selesaikan dalam kurun waktu satu hari.. “Saat ini, untuk satu kerajinan saya bisa garap dalam satu hari saja Masalah keuntungan cukup untuk menghidupi satu istri dan satu orang anak"ungkapnya.
Lebih lanjut Swasta yang beristrikan Desak Ayu Made Ekawati (38) , menyampaikan, usaha membuat ukiran pandil pada sanggah maupun bale dangin katanya semakin diminati masyarakat, seiring dengan semakin tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat.Ditanya terkait adanya
pinjaman dana lunak bunga 1 persen di BUMDes yang dimiliki Desa Peninjoan, dia mengaku belum tahu adanya pinjaman tersebut" Saya belum tahu adanya pinjaman seperti itu dana BUMDes" ucapnya
Sebenarnya dana BUMDes sangat membantu dari usaha kecil menengah. Selain bunganya ringan dia bisa mendapat pinjaman lebih mudah, tidak ribet mengurusnya seperti halnya meminjam di lembaga keuangan lainnya.
Lanjut Swasta mengatakan, usaha yang digeluti ini merupakan usaha mandiri. Tetapi mereka dihadapkan pada kendala pemasaran serta modal usaha untuk optimalkan usaha mereka sayang kerajinan itu jalan di tempat, akibat faktor modal.Dia berharap pemerintah mau memperhatikan nasib saya sebagai pengrajin agar bisa lebih maju bisa mensejahterakan masyarakat seperti saya "Sampai saat ini belum pernah ada bantuan dari pemerintah maupun pihak lain semua alat-alat saya beli sendiri"pungkasnya [Anggi/r6]
Lebih lanjut Swasta yang beristrikan Desak Ayu Made Ekawati (38) , menyampaikan, usaha membuat ukiran pandil pada sanggah maupun bale dangin katanya semakin diminati masyarakat, seiring dengan semakin tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat.Ditanya terkait adanya
pinjaman dana lunak bunga 1 persen di BUMDes yang dimiliki Desa Peninjoan, dia mengaku belum tahu adanya pinjaman tersebut" Saya belum tahu adanya pinjaman seperti itu dana BUMDes" ucapnya
Sebenarnya dana BUMDes sangat membantu dari usaha kecil menengah. Selain bunganya ringan dia bisa mendapat pinjaman lebih mudah, tidak ribet mengurusnya seperti halnya meminjam di lembaga keuangan lainnya.
Lanjut Swasta mengatakan, usaha yang digeluti ini merupakan usaha mandiri. Tetapi mereka dihadapkan pada kendala pemasaran serta modal usaha untuk optimalkan usaha mereka sayang kerajinan itu jalan di tempat, akibat faktor modal.Dia berharap pemerintah mau memperhatikan nasib saya sebagai pengrajin agar bisa lebih maju bisa mensejahterakan masyarakat seperti saya "Sampai saat ini belum pernah ada bantuan dari pemerintah maupun pihak lain semua alat-alat saya beli sendiri"pungkasnya [Anggi/r6]
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram