Mahasiswa Hindu Mesti Mampu Jawab Tantangan - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Kamis, 14 Februari 2019

Mahasiswa Hindu Mesti Mampu Jawab Tantangan

Denpasar,Balikini.Net - Mempertahankan jati diri sebagai intelektual Hindu menjadi tantangan paling mendasar yang dihadapi mahasiswa Hindu di era disruftif. Tidak cukup terpaku pada peningkatan hardskill, mereka hendaknya tetap berpegang teguh pada budaya.

Demikian dinyatakan Rektor Universitas Warmadewa, Prof. dr Dewa Putu Widjana, DAP&E, Sp. Park, usai membuka Pasamuan Agung XIII Pasemetonan Mahasisya Hindu Darma Universitas Warmadewa (PMHD Unwar) di Gedung Widyasabha Utama Unwar, Kamis (14/2/2019).

“Tantangan PMHD Unwar sebagai unitas (unit kegiatan mahasiswa, red)  yang core business-nya adalah pendidikan, adalah dapat  mengikuti perubahan zaman. Pendidikan ke depan akan diwarnai pada pendidikan yang dasari teknologi informasi,” ucapnya.
Di Unwar, pihaknya dalam waktu dekat juga akan menerapkan e-learning. 

Langkah ini diambil lantaran saat ini persentase angka partisipasi kasar (APK) Indonesia masih cukup kecil, berkisar 35,5 persen. “Itu artinya jika ada 100 mahasiswa hanya sekitar 36 orang yang ingin duduk di perguran tinggi, sehingga e-learning  merupakan salah satu solusinya,” katanya.

Meski demikian, ia berharap PMHD Unwar tetap dapat menjaga budaya Bali sebagai roh hidup Bali. Program-program yang mengarah ke pelestarian budaya dan pengabdian masyarakat.

 “Mengenai pengabdian masyarakat, konsepnya adalah bagaimana menerapkan hasil penilitian dosen dan mahasiswa dapat diterapkan ke masyarakat, sehingga bisa memberi manfaat ke masyarakat, bukan di filing begitu saja,” tambahnya.

Ketua Umum PMHD Unwar 2018/2019, I Wayan Sastrawan, menambahkan selama satu tahun kepengurusannya pihaknya senantiasa konsisten melakoni program-program pelestarian budaya Bali. Pijakan program-program tersebut adalah konsep Tri Hita Karana. 

“Kami sering membantu Unwar ngayah rutin ke Pura Sakenan, Pura Batur, Pura Besakih. Kami juga adakan seminar-seminar, termasuk internasional tentang budaya dan Hindu, tidak lupa pada pengabdian ke masyarakat sebagai realisasi tri dharma perguruan tinggi. Intinya mahasiswa Hindu di Pulau Bali harus tahu jati dirinya,” tutupnya.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net