-->

Iklan

Menu Bawah

Permudah Layanan , Wabup Kembang Hartawan Ingatkan Warga Siapkan Kartu BPJS saat berobat

BaliKini.Net
Jumat, 06 September 2019, 19.57 WIB Last Updated 2019-09-06T12:57:28Z
Jembrana,BaliKini.Net - Adanya polemik keluhan masyarakat akan layanan  di RSU Negara beberapa waktu lalu hingga sempat viral dimedia sosial disikapi langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Kamis ,( 5/9) Kembang Hartawan mengunjungi kediaman I Made Sueca   , warga  Tegal Badeng Timur. Kecamatan Negara yang diberitakan sempat mengamuk lantaran kurang puas akan pelayanan RSU Negara.

“ Saya datang kesini bukan untuk mengklarifikasi salah atau benar dari kasus itu, tapi ingin mendengar langsung dari Bapak. Apa yang menjadi keluhan serta apa yang harus dilakukan untuk perbaikan layanan yang lebih baik kedepannya, “ujarnya .

 Ini juga akan jadi bahan evaluasi sekaligus catatan kami, sekaligus hasilnya akan dikordinasikan nanti  kepada Bupati Jembrana, “ tambah  Kembang Hartawan.

Menurutnya pemerinatah tidak boleh antikritik , harus juga mendengarkan sekecil apapun saran maupun keluhan warganya.

Ia menambahkan saat ini , Pemerintah Daerah terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Jembrana.  Selain pembangunan  gedung baru RSU yang  memakan anggaran APBD sebesar Rp179 M lebih, warga Jembrana juga dimanjakan dengan adanya program JKN KIS. Pemerintah daerah menganggarkan sebesar Rp 53 M  untuk mengcover masyarakat berobat sebagai peserta BPJS dikelas III.





Hanya saja Ia mengakui sosialisasi  yang belum maksimal program ini belum mampu diserap dengan baik. Dilapangan , ditemuinya masih ada masyarakat yang belum memiliki kartu  karena belum didaftarkan atau terdata.

Sementara  pada kasus yang dialami anaknya Sueca, dijelaskan Kembang sediki berbeda. Kartu BPJS yang hendak digunakan masih menunggak , sehingga pengurusannya memerlukan waktu , dan yang bersangkutan tidak masuk sebagai peserta BPJS Kesehatan yang disubsidi pemerintah.

“ Kebetulan enam bulan yang lalu saya sempat sosialisasi pembagian kartu JKN KIS dibanjar ini,. Sosialisasi ini  ini juga kita lakukan di 260 banjar lainnya, terkait distribusi serta tata cara penggunaan kartu, “ujar Kembang .

Terkait persoalan berita viral itu , Kembang melihatnya lebih disebabkan penyampaian  komunikasi saja, antara keluarga pasien dengan paramedis yang bertugas. Kesalahpahaman serting terjadi saat masyarakat datang berobat tidak menyiapkan  kartu BPJSnya terlebih dahulu.  “ masyarakat datang berobat tidak memiliki kartu, diwajibkan petugas mengurus kartu terlebih dahulu. Ada kerugian waktu , pikiran bahkan tenaga  disitu. Padahal inginnya cepat dilayani. Nah , hal-hal itu kerap kali terjadi , menyebabkan emosi sehingga timbul keluhan,”kata Kembang.



Karena itu Ia berharap masyarakat menyiapkan terlebih dahulu kartu BPJSnya, mengecek apakah masih aktif atau belum terdaftar sama sekali. Karena setiap orang dikatakannya pasti akan pernah sakit dan dirawat. Termasuk bagi mereka  yang baru menikah  dimintanya untuk segera mendaftarkan. . “ segera bikin akte sebagai  syarat mengurus BPJS. Penting dicatat, menghindari permalasahan terjadi, sebaiknya BPJS harus ada sebelum digunakan, “katanya.

Sementara itu kepada Wakil Bupati Kembang Hartawan, I Made Sueca mengakui dirinya pada Senin (2/9) malam lalu sempat emosi dan jengkel terhadap pelayanan yang diberikan petugas di IGD RSU Negara. Saat itu diceritakan Sueca kalau sehari sebelum ke RSU Negara, (Minggu, Red) anaknya pulang dari Denpasar karena keadaan janin dalam kandungan istrinya tidak ada gerakan seperti biasanya. Kemudian Anak dan menantunya melakukan kontrol ke salah satu praktek dokter spesialis kandungan di Negara. “Ke dokter Rai, Kontrol disana katanya sudah tidak ada denyut nadi. Keputusan dari dokter Rai itu katanya sudah meninggal. Kemudian diberikan surat rujukan harus ke rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu Sueca juga mengaku kesal dengan pelayanan petugas rumah sakit, seolah-olah dirinya dispelekan sehingga mengakibatkan malam itu dirinya mencak-mencak karena dalam pikirannya, sangat khawatir dengan kondisi kesehatan menantunya yang saat itu janin dalam kandungannya sudah meninggal. Atas kejadian itu kepada Wabup Kembang, Sueca menyampaikan permohonan maafnya. Terlebih lagi beritanya itu sempat viral dan menyudutkan RSU Negara. “Saya memohon maaf atas kejadian itu bukan maksud menjatuhkan nama baik RSU Negara. Tidak sama sekali. Saat itu saya sedang bingung karena mendapat pelayanan yang saya anggap kurang baik dari petugas.  Tapi yang saya juga sesalkan kenapa bisa viral bahkan ada informasi hoax yang beredar,” cetusnya.

Sueca juga mengakui saat itu sedang emosi karena tidak mendapatkan informasi yang utuh akan kondisi penanganan menantu beserta bayinya yang dinyatakan sudah  meninggal dalam kandungan. Namun saat ini diakuinya  semuanya  sudah terselesaikan dengan baik. Begitupun  Menantunya  dalam kondisi baik  usai melahirkan secara normal  dan telah diperbolehkan pulang.

(abhi /r5)
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+