-->

Iklan

Menu Bawah

MINIM KUNJUNGAN , MILENIAL DIAJAK CINTAI PASAR TRADISIONAL

BaliKini.Net
Senin, 18 November 2019, 21.18 WIB Last Updated 2019-11-18T14:18:00Z
Jembrana,BaliKini.Net - Tak Bisa dipungkiri eksistensi generasi milenial datang kepasar tradisional masih minim . Mereka lebih suka belanja dipasar moderen , mall dan sejenisnya. Selain pasar moderen, menggeliatnya transaksi online dengan segala kemudahannya , makin menggerus keberadaan pedagang tradisional yang masih berjualan di los serta kios. Bahkan di Jembrana sendiri anak muda milenial yang mau datang kepasar tradisional, masih sangat minim  tak lebih dari 10 persen jumlahnya.

Hal itu dikatakan Kadis Koperindag Jembrana I Komang Agus Adinata, didepan ratusan pegawai Pemkab Jembrana peserta apel rutin , senin ( 18/11).

Menurut  Adinata , hal itu merupakan ancaman serius bagi keberadaan pasar tradisional. Padahal pasar tradisional adalah pasar rakyat yang menggerakkan  sendi ekonomi lokal . Tak mau makin terpuruk , Ia menghimbau ASN bisa jadi pelopor serta mengedukasi generasi milenial mencintai pasar tradisional. “ASN Pemkab Jembrana agar menginformasikan kemasyarakat manfaat belanja dipasar tradisional, kondisi pasar tradisional di Jembrana saat ini. Termasuk memberi contoh dengan belanja langsung kepasar tradisional melalui pendekatan keluarga, “ sebut Adinata.



Lebih lanjut , secara bertahap Pemkab Jembrana saat ini terus menata keberadaan pasar tradisional sesuai kebutuhan konsumen dengan sentuhan teknologi informasi dan digital.

“ Sudah ada beberapa pasar yang kita revitalisasi . Diantaranya pasar Gilimanuk, Pasar Melaya , Pasar Anyar Banjar Tengah , Pasar Jembrana , Pasar Tegal cangkring , Pasar Yehembang serta pasar Pekutatan. Sedangkan  Pasar Negara sebagai pasar terbesar di Kabupaten Jembrana masih dalam proses penyempurnaan dan perencanaan , tahun depan jika anggarannya disetujui “ paparnya.

Melalui revitalisasi itu pihaknya berharap kesan dulu , pasar tradisional itu jorok, pengap dengan fasilitas kurang memadai  bisa dikikis. “ Sekarang sudah lebih lega, bersih dengan los dan kios sudah tertata lebih rapi. Jangan ragu lagi kepasar tradisional guna mendukung perputaran ekonomi lokal sekaligus mencintai produk lokal , “ pungkasnya . ( abhi/humas jembrana )

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+