Polda Bali Gelar Razia Antisipasi Penimbunan Masker

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Polda Bali Gelar Razia Antisipasi Penimbunan Masker

Bali Kini
Kamis, 05 Maret 2020

Denpasar,BaliKini.Net - Subdit 1 Dit Reskrimsus Polda Bali melakukan razia ke sejumlah apotek, pedagang grosir serta distributor wilayah Bali. Tindakan ini untuk menjawab keluhan masyarakat yang kawatir akan kelangkaan masker karena penimbunan.

Kasubdit 1 Dit Krimsus Polda Bali Kompol Leo Martin Pasaribu S.Ik, M.H menyebutkan beberapa tempat yang dirazia, yaitu : PT. Cahaya Intan Medika, Viva Apotek, Apotek Kimia Farma Diponegoro, PT. United Dico Citas(Distributor).

Selanjutnya PT. Anugerah Pharmindo Lestari(Distributor), PT. Anugerah Argon Medica(Distributor), PT. Mensa Bina Sukses(Distributor), PT. Envesal Denpasar,  dan PT. Anugerah Balindo Alkesindo Medical Equipmen(Distributor).

“Kita juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada pemilik apotek, pedagang grosir serta distributor wilayah bali agar jangan ada yang berupaya menimbun masker dan Hand Sanitizer," tegas Kompol Leo Martin Pasaribu S.Ik, M.H Kamis (5/3).

Kata dia, apabila terbukti dengan sengaja menimbun masker maupun antiseptic, bisa dikenakan Pasal 107 UU Perdagangan No.7 Tahun 2014.

Dari beberapa tempat yang dirazia hasilnya, hampir di beberapa tempat di wilayah denpasar mengalami kekosongan stok masker. 

"Tidak ditemukan upaya penimbunan masker yang diduga dilakukan pihak pengelola apotek maupun toko," jelasnya.

Pantuan di lokasi, para penjual sengaja tidak menambah atau mengisi kembali stok masker yang kosong. Karena harga masker yang melonjak tajam dibanding sebelumnya.

Jika sebelumnya harga masker hanya berkisar Rp. 25.000 atau Rp. 30.000 ribu per box untuk isi 50 masker, namun kini harga masker mencapai 200 hingga Rp 250 ribu per box untuk isi 50 masker, serta harga antiseptic isi 60 ml seharga Rp. 138.000/botol.

"Perlu saya sampaikan bhawa kelangkaan terjadi karena tidak ada penambahan kuota pengiriman dari distributor pusat. Jadi tidak ada kita temukan adanya upaya penimbunan. Kegiatan ini tidak sampai disini, akan kita terus lakukan pantauan. Bilamana masyarakat ada yang menemukan lokasi diduga melakukan penimbunan masker, segera laporkan," Leo Martin Pasaribu. [*]