-->

Iklan

Jembrana salurkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial Tahap II

BaliKini.Net
Selasa, 09 Juni 2020, 19.58 WIB Last Updated 2020-06-09T12:58:08Z
Jembrana,BaliKini.Net - Gugus tugas  covid-19 Jembrana kembali  mendistribusikan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat jembrana terdampak covid-19, selasa ( 9/6/2020) di Kecamatan Pekutatan.

Bantuan diserahkan ketua gugus tugas yang juga Bupati Jembrana I Putu Artha ,merupakan jaring pengaman sosial tahap II penyisiran  dari Belanja Tak Terduga APBD Kabupaten Jembrana.

Penyerahan bantuan hari pertama  secara simbolis kepada warga penerima manfaaat di Kecamatan Pekuatatan juga dihadiri Dandim 1617 Jembrana Letkol Kav Jefri Marsono Hanok, Sekda Jembrana I Made Sudiada , Kasi Datun jKajari Jembrana Arief amadhoni serta Kapolsek Pekutatan Kompol I Gusti Agung Komang Sukasana. Secara bertahap, bantuan serupa juga akan diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di kecamatan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana dr I Made Dwipayana mengatakan, bantuan jaring pengaman sosial untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar akibat penurunan kemampuan keluarga terdampak covid-19.

"Bantuan ini tahap II kita salurkan kepada 5000 keluarga penerima manfaat( KPM) dengan total anggaran  Rp 3 milyar. Sebelumnya pada tahap I sudah kita salurkan paket sembako kepada 7180 KPM senilai Rp.4.339M," kata Dwipayana.

Masing-masing penerima manfaat mendapat paket sembako  senilai Rp 200.000 selama tiga bulan. Adapun rincian penerima manfaat  tahap II dimasing-masing kecamatan , untuk Kecamatan Jembrana mendapat 1182 KPM, Kecamatan Negara 1526 KPM, Kecamatan Melaya 801 KPM , Kecamatan Mendoyo 903 KPM  sedangkan Kecamatan Pekutatan terdapat 588 KPM.

Sementara Bupati Artha dalam arahannya mengatakan bantuan jaring pengaman sosial ini  bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah atas dampak pandemi Covid-19.

"Semoga bantuan ini pun dapat meringankan beban warga, memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari , ” harap Bupati Artha.

Disamping itu, ia mengajak masyarakat tetap mengutamakan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Selalu menggunakan masker, mencuci tangan setiap saat serta tidak memandang remeh potensi penularan virus.

"Meski Jembrana saat ini terendah angka kasusnya ,  tapi kewaspadaan tetap dijaga . Jangan kendurkan protokol covid-19. Bersama kita tekan penyebaran sehingga transmisi lokal tidak terjadi, " kata Artha.

Kepada jajaran perbekel serta camat yang juga hadir, Artha minta agar mewaspadai pergerakan orang luar masuk  dimasing-masing wilayah. Terutama mereka yang beraktifitas disimpul-simpul ekonomi. Contohnya aktivitas  dipasar yang  ada di kecamatan maupun masing-masing desa. " Harus dicek riwayat perjalanan , darimana asalnya. Apakah mereka datang dari wilayah terjangkit atau  zona merah . Termasuk kelengkapan surat keterangan rapid testnya ," tegasnya.

Jelang diberlakukannya tatanan hidup baru (new normal ) yang akan  digulirkan pemerintah pusat, Artha minta tiap instansi  bersiap dengan memastikan  kelengkapan alat penunjang.

“Intinya, ketika pemerintah  pusat sudah putuskan , kita didaerah harus siap.  Pastikan pula kinerja petugas pelayanan publik tetap baik , namun tetap menerapkan  protokol kesehatan agar seluruhnya  terhindar dari penyakit,” tandas Bupati Artha.  (Abhi/R1)

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU