-->

Iklan

Menu Bawah

Dit Polairud Polda Bali Kembali Gagalkan Penyelundupan Penyu Hijau

BaliKini.Net
Minggu, 12 Juli 2020, 17.27 WIB Last Updated 2020-07-12T10:27:34Z
Denpasar,BaliKini.Net - Tim Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Bali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan puluhan penyu hijau tangkapan nelayan yang akan dibawa ke Serangan.

Dari penangkapan, Minggu (12/7) dini hari itu, Direktur Polairud Polda Bali, Kombes Pol. Toni Ariadi Effendi, S.H., S.I.K., M.H., M.M. menegaskan telah mengamankan 7 orang dan 36 ekor penyu hijau. 

Penangkapan ini, berawal dari patroli rutin dari tim Polairud dalam menjaga diwiliayah perairan Benoa dan sekitarnya. Saat patroli melihat kapal jukung milik nelayah yang mencurigakan akan masuk perairan di Serangan.

Petugas langsung merapat untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya ditemukan ada sedikitnya 36 ekor penyu hijau yang hingga kini masuk satwa dilindungi.

Dari pengakuan Muhalim, nahkoda dari perauu boat tersebut beserta 6 ABK bahwa penyu didapat dari tangkapan di perairan Kerajakan dan rencananya akan di bawa kepada seseorang yang diketahui bernama Muhayat di Serangan.

Barang bukti lainnya yang diamankan selain penyu dan nahkoda serta ABK juga disita Perahu jukung bermesin temple 3 unit 15 PK. Tidak dijelaskan apakah pihak rencana pembeli yang disebut bernama Muhayat juga serta diamankan.

“Tim Polariud terus melakukan pengontrolan, terkait keamanan di laut. Selain menjaga masuknya celah perahu dari luar juga menjaga hal-hal yang melanggar hukum seperti penyelundupan habitat laut yang dilindungi," tegasnya. 

Untuk kasus ini, demikian Kombes Effendi menerangkan para pelaku diancam Pasal 21 ayat 2 huruf(a) jo Pasal 40 ayat 4 Undang undang no. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 

Selanjutnya kata dia, puluhan ekor Penyu tersebut akan ditangkarkan dulu dan dititipkan di BKSDA Denpasar yang nantinyaa akan dilepas liarkan kembalimdi waktu yang ditentukan.

Sementara para orang pelaku hingga saat ini masih diproses untuk pengembangan penyidikannya. "Pelaku masih kita lakukan pengembangan lebih lanjut," pungkasnya. (Ar/R5)
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+