-->

Iklan

Menu Bawah

Usai Karantina, Warga Dusun Munduk Kaliakah Gelar Pecaruan

BaliKini.Net
Minggu, 02 Agustus 2020, 22.55 WIB Last Updated 2020-08-03T09:54:07Z
Jembrana,BaliKini.Net - Usai karantina wilayah didusun Munduk desa Kaliakah, Negara dicabut sejak (16/7) ,  oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19(GTPP) Kabupaten Jembrana,  Desa Pekraman Dharma Kerti desa Kaliakah Kangin, Negara menggelar upacara pecaruan Pemarisudha Jagat Kali Senggara.

Prosesi pecaruan yang dipuput oleh para sulinggih dihadiri Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan bersama Asisten I, I Nengah Ledang, Camat Negara I Wayan Andhy Anjasmara serta Perbekel, I Made Bagiarta dan Bendesa Kaliakah Kangin, I Putu Suarka dipusatkan di Catus Pata desa setempat, minggu ( 2/8).

Disela-sela penyerahan bantuan dana upakara, Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan memberikan apresiasi kepada warga masyarakat dusun Munduk desa Kaliah. Pasalnya, selama menjalani karantina mandiri di rumahnya masing senantiasa taat dan mematuhi prokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.”kami sangat bangga kepada seluruh warga masyarakat dusun Munduk ini. Selama menjalani karantina mandiri di rumah senantiasa sangat disiplin sehinngga hasilnya sangat memuaskan diman sampai saat ini tidak ada lagi warganya yang dinyatakan positif Covid-19. Bahkan, kita(Jembrana) mendapat predikat terbaik di Indonesia dalam penanganan Covid-19 ini,”ujarnya.

Selain upaya sekala dengan mematuhi protokol kesehatan, Wabup Kembang Hartawan  juga , mengapresiasi  masyarakat dusun Munduk  dalam penanganan Covid-19 yang  dilakukan secara niskala.

"Melalui  yadnya kali ini yakni, pecaruan pemarisudha jagat kali senggara kita sama sama  berharap krama desa kaliakah terhindar dari  malapetaka/wabah, " tegasnya.

Sementara Bendesa Pekraman Darma Kerthi desa Kaliakah Kangin, I Putu Suarka mengaku, upacara pecaruan pemarisuda jagat kali senggara, berawal dari petunjuk para sulinggih dan para tokoh-tokoh desa,” upacara pecaruan diambilkan dari Lontar Ronggo Segoro berdasarkan petunjuk para sulinggih sehingga terlaksana seperti ini, “ujarnya.

Bendesa, Putu Suarka juga mengatakan, setelah pecaruan di Catus Pata akan dilanjutkan ke setiap KK krama,”usai pelaksanaan pecaruan disini(Catus Pata) masing-masing kk juga akan menghaturkan caru di masing-masing keluarga dan untuk para pemuput, seluruh prosesi pecaruan dipuput para sulinggih yakni, Ida Nabe Diana Parama Santika  dari Grya Giri Sari, dusun Munduk, Ida Sulinggih Rastra Guna Wibawa, Grya Amerta Kumuma, Banjar Ceking serta  Ida Sri dari Grya Pande Wesi Tatasan desa Kaliakah,”pungkasnya. (Eka/R1)
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+