-->

Iklan

Menu Bawah

Tindaklanjuti Kasus Tri Nugroho, Tim Kejagung Dikirim ke Bali

BaliKini.Net
Selasa, 01 September 2020, 20.00 WIB Last Updated 2020-09-01T13:00:58Z
Denpasar,BaliKini.Net - Tim khusus dari Kejaksaan Agung akan dikirimkan ke Bali untuk menindaklanjuti soal  kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tri Nugroho yang diduga bunuh diri dengan cara menembak diri saat di toilet Kejati Bali.

Terkait insiden tersebut, Jaksa Agung memerintahkan Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI untuk melalukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam insiden itu.

Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulisnya yang dilayangkan Kepala Pusat Peneranhan Hukum, Hari Setiyono,SH.MH, Selasa (1/9).

"Jadi kedatangan tim sari Kejagung guna memastikan apakah dalam insiden ini terdapat pelanggaran SOP atau tidak terhadap penyidik di Kejati Bali saat menangani perkara, sebelum insiden itu terjadi," tegas Setiyono tulisnya.

Terkait itu, Wakajati Bali, Asep Maryono juga membenarkan soal akan turun tim penyidik dari Kejagung untuk menindaklanjuti soal insiden dugaan bunuh diri dari tersangka yang terjerat kasus TPPU dan Gratifikasi dengan kerugian negara lebih dari Rp65 miliar.

"Pada intinya kami sangat ingin transparan dan terbuka. Tidak ada yang harus ditutupi, begitu juga dengan pemeriksaan oleh penyidik di Polda Bali semoga hasilnya menjadi terang semuanya," aku Asep, Selasa (1/8) di gedung Kejati Bali, Renon Denpasar.

Sebagaimana di ketahui, Tri Nugroho terseret kasus ini saat dia menjabat sebagai kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Badung dan Denpasar. Ada kuat dugaan banyak pejabat tinggi ikut terseret dalam perkara ini.

Namanya terseret dalam kasus dugaan TPPU dan Gratifikasi, setelah terungkap dalam persisangan sebagai saksi kasus yang menjerat mantan Wagub Ketut Sudikerta (vonis 6 tahun penjara).

Ia mengakhiri hidupnya setelah menandatangani berita acara penahanan. Selanjutnya ditemukan tewas dengan luka pada bagian dada di dalam toilet Kejayi Bali. Diduga tersangka bunuh diri dengan menembakan diri menggunakan senjata api yang di bawanya sejak awal.

Hingga saat ini, sejumlah alat bukti baik itu senjata jenis Revolver Turki berikut lima amunisi yang tersisa di dalam senjata api tersebut diamankan di Polda Bali untuk proses penyidikan.

"Termasuk bukti lain rekaman scctv sebelum dan sesudah insiden itu terjadi," tandas Wakajati Bali.[ar/r5]
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+