-->

Jumat, 06 Februari 2026

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Desa Antiga, BPBD Karangasem Lakukan Assesment

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Desa Antiga, BPBD Karangasem Lakukan Assesment

Laporan reporter : Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, pada Kamis (5/2/2026), menyebabkan sejumlah kejadian bencana di Desa Antiga. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karangasem langsung diterjunkan untuk melakukan assesment dampak kejadian pada Jumat (6/2/2026).

Assesment dilakukan di beberapa lokasi terdampak, yakni Banjar Dinas Kaler, Banjar Dinas Ketug, serta SMP Negeri 3 Manggis. Kegiatan assesment dimulai pukul 08.30 Wita dan selesai pada pukul 12.00 Wita dengan melibatkan TRC BPBD Karangasem, aparat kecamatan, pemerintah desa, Pol PP, Damkar, serta pihak sekolah.

Di Banjar Dinas Kaler, hujan deras disertai perubahan aliran air Tukad Betel (Tukad Banjar Lebah) mengakibatkan penyengker rumah dan dapur pembuatan pakan babi milik warga bernama I Nengah Blongkoran tergerus dan hanyut. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. BPBD merekomendasikan normalisasi aliran sungai serta pembangunan bronjong untuk mencegah kejadian serupa.

Sementara itu, di Banjar Dinas Ketug terjadi longsor yang menimpa rumah warga atas nama I Wayan Sudarma hingga menyebabkan tembok rumah jebol. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan sekitar Rp15 juta. Di lokasi yang sama, sebuah sanggah/pelinggih milik I Nengah Reneng juga tertimbun longsor dan mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian sekitar Rp1,5 juta.

Dampak hujan juga dirasakan di SMP Negeri 3 Manggis, Banjar Dinas Kelod, Desa Antiga. Material lumpur banjir masuk ke dalam ruang kelas pada Kamis malam. Tujuh personel Damkar Karangasem dengan dua armada dikerahkan untuk melakukan pembersihan sejak pukul 09.00 hingga 12.00 Wita.

Selain itu, di Banjar Dinas Ketug, hujan menyebabkan tembok Pura Mrajan Alik Keramas jebol dan menimpa tembok rumah warga. Kerusakan meliputi satu pelinggih penunggun karang serta tembok rumah retak. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp30 juta dan berdampak pada sekitar 20 kepala keluarga pengempon pura.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“BPBD Karangasem telah melakukan assesment di seluruh lokasi terdampak untuk memastikan kondisi lapangan serta kebutuhan penanganan lanjutan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi hujan masih tinggi dan dapat memicu longsor maupun banjir susulan,” ujarnya.

BPBD Karangasem terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna melakukan langkah penanganan dan mitigasi risiko bencana ke depan. (Ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved