Denpasar , Bali Kini - Perayaan hari Cap Go Meh merupakan upacara penutupan perayaan tahun baru Imlek Kongzili 2577 dan bersamaan dengan persembahan Ciswak. Kekusukan makin terasa, terlebih pada hari ini bertepatan dengan hari Purnama Kesanga.
Warga Bali yang keturunan etnis Thionghoa turut berbaur dalam perayaan Cap Go Meh. Sebagaimana terpantau di sejumlah kongco termasuk Vihara Dharmayana Kuta, Jalan Blambangan, Kuta, Selasa (3/3).
Cap Go Meh ini melambangkan hari ke-15 dan sekaligus merupakan penutupan perayaan tahun baru Imlek.
Istilah ini berasal dari dialek dan secara harafiah berarti hari ke-15 dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.
Pada Cap Go Meh ini ada ribuan umat untuk melangsungkan persembahyangan dengan berbagai persembahan. Adi Dharmaja Kusuma selaku Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta menerangkan bahwa perayaan Cap Go Meh merupakan rangkaian terkahir perayaan Imlek 2577 dan merupakan purnama pertama pada Imlek tahun ini.
"Di Vihara Dharmayana Kuta melaksanaan ini dan semua komponen warga Tionghoa yang masih mewarisi ajaran leluhur pasti melakukan penghormatan pada Cap Go Meh ini,” jelas Adi Dharmaja.
Imlek tahun ini shio Kuda Api 2026 (mulai 17 Februari 2026) diprediksi membawa energi ekstrem, shio yang mengalami ciong (bentrok) adalah Tikus, Kuda, Kerbau, Ayam, dan Kelinci.
Dimana Vihara Dharmayan Kuta melakukan persembahyangan secara umum sejak pagi,, bahkan yang datang silih berganti secara bergiliran. Di Vihara Dharmayan Kuta juga ada persembahyangan Ciswak atau tolak bala.
Ritual tolak bala dalam tradisi Tionghoa yang bertujuan menyucikan diri, membuang nasib buruk (ciong), dan menangkal energi negatif menjelang atau setelah Tahun Baru Imlek. Ritual ini mirip dengan ruwatan, di mana peserta berdoa untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan keberuntungan.
Umat yang shionya berbenturan pada tahun baru imlek persembahyangan Ciswak atau tolak bala untuk mengurangi nasib buruk. Para memangku atau pemuka agama disini melakukan ritual melukat dimana umat dibasuh dan dipercikan Tirta oleh Pemangku.
Mereka yang Ciong melakukan persembahyangan ini dengan mengantre, persembahyangan Ciswak mencapai ratusan orang.
Sementara umat yang datang saat Cap Go Meh bisa diperkirakan ribuan orang hingga malam nanti.
"Ada juga wisatawan asing yang berkunjung ke vihara kami, sekaligus melakukan persembahyangan Cap Go Meh di sini,” ungkapnya.
Harapan kita saat perayaan Cap Go Meh ini diberikan berkah kemuliaan dan berkah yang melimpah serta stabilitas ekonomi, disaat kondisi perekonomian bangsa yang tak baik baik saja. Serta kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan dan kedamaian buat bangsa dan negara luar yang sedang berkecamuk perang.
"Semoga jalan damai bisa terwujud antar satu negara satu sama lainnya, guna menghindari korban jiwa, materi dan lainnya," Singkat Adi Dharmaja.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram