-->

Jumat, 04 September 2026

Bupati Gus Par Ajak Warga Kubu Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Lahan“Mencegah Satu Percikan Api Jauh Lebih Mulia daripada Memadamkan Kobaran Api”

Bupati Gus Par Ajak Warga Kubu Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Lahan“Mencegah Satu Percikan Api Jauh Lebih Mulia daripada Memadamkan Kobaran Api”

KUBU, KARANGASEM , BALI KINIBupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, S.E., yang akrab disapa Bupati Gus Par, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat dalam Upaya Mencegah Kebakaran Lahan di Kecamatan Kubu, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kubu, Senin (31/8/2026).

Dalam arahannya, Bupati Gus Par menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Kubu yang memiliki karakteristik lahan kering dan rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau.

Menurutnya, pencegahan kebakaran lahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran. Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai terjadinya kebakaran.

Bupati Gus Par mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, sekaligus bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi penerus.

“Mari kita bertanya pada nurani masing-masing: apakah kita akan membiarkan tanah ini berubah menjadi lautan api dan langit kita tertutup pekatnya asap? Setiap kali kebakaran lahan terjadi, yang terbakar bukan hanya semak belukar dan pepohonan, melainkan harapan masa depan anak-anak kita.

 Kebakaran lahan bukanlah takdir yang tidak bisa dihindari, melainkan bencana yang bisa kita hentikan bersama dengan kesadaran penuh dari dalam hati,” tegas Bupati Gus Par.

Sinergi Lintas Sektor, Desa dan Adat Jadi Benteng Terdepan
Bupati Gus Par mengapresiasi kehadiran dan kesiapsiagaan para Perbekel, Bendesa Adat, Kelihan Desa Adat, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satlinmas, Pecalang, serta Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) se-Kecamatan Kubu.

Ia menilai unsur pemerintahan desa, masyarakat, serta tokoh adat memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.

“Kalau kita ingin mencegah kebakaran, maka benteng pertahanan pertama ada di desa. Karena masyarakat yang paling cepat melihat, mengetahui dan merespons ketika ada potensi api,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

Para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, di antaranya dari Kodim 1623/Karangasem, Polres Karangasem, Kejaksaan Negeri Karangasem, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem.

Materi yang diberikan mencakup aspek pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan awal kebakaran, kepastian hukum, hingga strategi pengelolaan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Bupati Gus Par kembali mengingatkan agar seluruh pihak tidak menunggu api membesar untuk bertindak.

“Mari kita balikkan keadaan. Jangan tunggu api membesar baru kita bergerak! Mencegah satu percikan api hari ini jauh lebih mulia daripada memadamkan kobaran api besok.

 Rapatkan barisan, buktikan desa-desa di Kecamatan Kubu tangguh, sigap, dan bebas dari bahaya kebakaran demi terwujudnya visi Karangasem AGUNG, Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi,” seru Bupati Gus Par.

Kejadian Kebakaran Lahan Terus Menurun
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem, Artha Negara, S.STP., M.A.P., dalam laporannya menyampaikan bahwa angka kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Karangasem menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat:
Tahun 2024: 92 kejadian, dengan 64 kejadian di Kecamatan Kubu.
Tahun 2025: 39 kejadian, dengan 31 kejadian di Kecamatan Kubu.
Tahun 2026 hingga 29 Agustus: 23 kejadian, dengan 14 kejadian di Kecamatan Kubu.

Penurunan tersebut menjadi indikator positif dari semakin kuatnya upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat.

 Namun demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, khususnya di Kecamatan Kubu yang memiliki kondisi geografis dengan banyak wilayah lahan kering dan berpotensi mudah terbakar pada musim kemarau.

Perkuat Edukasi dan REDKAR di Tingkat Desa
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemkab Karangasem mendorong tiga langkah utama dalam memperkuat pencegahan kebakaran lahan.

Pertama, meningkatkan edukasi masyarakat mengenai Pembukaan dan Pengelolaan Lahan Tanpa Membakar (PLTB) sebagai upaya mengurangi risiko munculnya sumber api.

Kedua, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam penanganan dan pemadaman api pada tahap awal, sehingga potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

Ketiga, mempercepat legalitas dan aktivasi Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) di tingkat desa melalui Surat Keputusan (SK) Perbekel.

Pembentukan dan penguatan REDKAR tersebut diarahkan di seluruh desa di Kecamatan Kubu, meliputi Desa Kubu, Dukuh, Tulamben, Baturinggit, Sukadana, Tianyar, Tianyar Tengah, dan Tianyar Barat.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, unsur adat, TNI-Polri, serta perangkat daerah terkait, Pemkab Karangasem berharap upaya pencegahan kebakaran lahan dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

“Mari kita jaga Karangasem bersama. Jangan biarkan kelalaian sesaat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang dampaknya harus kita tanggung bersama.

 Pencegahan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkas Bupati

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved