-->

Kamis, 15 Oktober 2026

Kelangkaan BBM, Siswa SLB Negeri 1 Karangasem Belajar dari Rumah

Kelangkaan BBM, Siswa SLB Negeri 1 Karangasem Belajar dari Rumah


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, BALIKINI– Dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali turut memengaruhi aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran daring, termasuk SLB Negeri 1 Karangasem, sebagai upaya mengurangi mobilitas masyarakat di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Karangasem.

Kebijakan tersebut berlaku pada 15 hingga 17 Oktober 2026. Selama periode tersebut, siswa mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA diarahkan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.

Khusus di SLB Negeri 1 Karangasem, sistem pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing siswa yang memiliki beragam kondisi disabilitas. Alih-alih menerapkan pembelajaran daring secara penuh, pihak sekolah memberikan tugas tambahan yang dapat dikerjakan siswa bersama keluarga di rumah.

“Materi yang diberikan berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, membiasakan diri mengucapkan salam, serta mengenal dan menghafal nama-nama benda di lingkungan sekitar,” tandas I Wayan Muliarta, Guru Bahasa Bali SLB N 1 Karangasem.

Pemberian tugas tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik ketunaan setiap siswa agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal meskipun kegiatan belajar tatap muka sementara ditiadakan.

Hasil pembelajaran siswa selanjutnya diunggah ke Google Drive yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Dengan demikian, guru tetap dapat memantau aktivitas belajar siswa selama masa pembelajaran dari rumah.

Kebijakan meliburkan siswa dari kegiatan belajar tatap muka ini diharapkan dapat membantu mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Karangasem dapat berangsur terurai.

Meski demikian, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan siswa, sehingga hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi di tengah kondisi kelangkaan BBM yang terjadi di Bali. (Ami)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved