-->

Sabtu, 02 Juli 2022

Komang Teja Kembangkan Ternak Madu Kele-kele dari Kalimantan dan Sumatera


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Komang Teja, asal Banjar Sangging, Desa Kamasan, Klungkung ini mulai membudidayakan Lebah Klanceng atau di Bali lebih dikenal dengan nama Kele-kele untuk dicari madunya. Madu Trigona ( Kele – Kele ) dipercaya banyak memiliki manfaat dan sangat  baik untuk kesehatan tubuh.

Usaha Ternak madu Kele-kele Komang Teja sudah dikembangkan sejak 2 tahun berawal dari Kele-kele lokal. Kini Komang Teja mulai mengembangkan Kele-kele dari Sumatera dan Kalimantan. Hal ini terlihat saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta menyambangi usaha ternak madu kele-kele di Banjar Sangging, Desa Kamasan, Jumat (1/7).

Budidaya Kele-Kele, Komang Teja memanfaatkan pekarangan rumahnya. "Awalnya cuman ada 5 sarang/koloni saya kembangkan lagi sampai 200 sarang/koloni. Dengan melihat perkembangan kele-kele ternyata ada yang dari Kalimantan dan Sumatera, saya dikembangkan sampai sekarang dengan kualitas madu yang lebih baik dengan diisi bee pollen," ujar Komang Teja

Lebih lanjut Komang Teja menjelaskan, rumah/sarang kele-kele tersebut langsung dikirim dari Kalimantan dan Sumatera, kini dirinya sudah memiliki puluhan rumah/sarang kele-kele jenis Kalimantan dan Sumatera dihalaman rumahnya. Produk madu yang dihasilkan Komang sudah terbukti khasiatnya dan banyak dicari. Dirinya memasarkan produknya melalui media sosial dan bisa langsung dicari ke rumahnya.

Bupati Suwirta yang berkesempatan menyambangi usaha ternak madu kele-kele mengatakan, peternakan madu kele-kele salah satu potensi bisnis yang ada hubungannya dengan kesehatan. Lebih lanjut pihaknya akan menugaskan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan  Klungkung untuk dibina lebih lanjut, karena ini potensi yang luar biasa menampung tenaga kerja, meningkatkan ekonomi dan menjadikan produk unggulan Desa Kamasan selain wayang klasik kamasan dan bisa dijadikan oleh-oleh. "Usah ini akan kami bina agar menghasilkan madu kele yang layak dipasaran dan sebagai oleh-oleh tentu legalitas produk ijin BPOM juga harus terpenuhi layak masuk ke pasar modern," ujar Bupati Suwirta. (h/yande)

DPC Pemuda Demokrat Klungkung Lepas 100 Ekor Tukik


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Semangat Marhaenisme, DPC Pemuda Demokrat Klungkung menggelar Aksi Sosial Menjaga Lingkungan dan Ekosistem yang meliputi pelepasan 100 ekor tukik (anak kura-kura) dan bersih-bersih sampah plastik yang bertempat di Pantai Watu Klotok serta penanaman bibit pohon perindang dan tanaman upakara yang bertempat di wewidangan Pura Watu Klotok, Sabtu (2/7/2022). 

Kegiatan Sosial berbasis lingkungan dan ekosistem ini dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi Klungkung; Bapak Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, S.Pd., M.M dengan jajaran OPD terkait di lingkungan pemerintahan Kabupaten Klungkung, serta menggandeng seluruh organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Kabupaten Klungkung, dan pengurus Pemuda Demokrat Indonesia se-Bali. 

Ida Bagus Nyoman Wiskayana, S.E selaku Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Klungkung  menyatakan kegiatan aksi sosial berbasis lingkungan dan ekosistem  adalah rangkaian HUT Pemuda Demokrat Indonesia yang ke-75 sekaligus sebagai bagian memperkenalkan kemasyarakatan organisasi pemuda demokrat Indonesia. "Melalui kegiatan ini generasi muda diajak mengaktualisaskan pemikiran Bung Karno dalam pembangunan Bangsa dan Negara melalui kepeduliaan lingkungan dan ekosistem kedepan bagi anak, cucu kita dimasa mendatang," tegasnya. 

A.A Made Angga Hartayana, S.Pd., S.H selaku ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Bali menyampaikan dengan tegas komando kepemimpinannya, Pemuda Demokrat Indonesia se-Balii haruslah memiliki progam-progam visioner dengan mengarahkan prinsip-prinsip pemikiran Bung Karno bagi keberlangsungan pembangunan di daerah masing-masing, serta harus siap bersinergi dengan siapapun; baik pemerintah, organisasi kepemudaan, masyarakat dan lain sebagainya.  "Apa yang dilakukan pada kegiatan Pemuda Demokrat Klungkung ini adalah wujud dari Tri Sakti; berdikari dalam Ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai bentuk revolusi suatu bangsa, jika sampah dan alam kita rusak maka jelas kita tidak akan bisa berdikari ekonomi, dan sampah bukanlah kebudayaan, oleh karena itu kedepan DPC lainnya diharapkan dapat mengikuti," Tandasnya. 

Lebih mendalam sambutan Bapak Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, S.Pd., M.M., sangat mengapresiasi kegiatan Aksi Sosial Menjaga Lingkungan dan Ekosistem yang dilakukan hari ini. "Saya sampai searching di google berkaitan dengan apa sesungguhnya Pemuda Demokrat Indonesia ini? Ternyata organisasi ini telah berumur 75 tahun, selamat untuk seluruh pengurus di Bali. Kedepan saya harapkan sinergi ini tetap berlanjut berkaitan dengan menjaga ekosistem dan lingkungan. Kegiatan hari ini sejalan dengan dasar atau pondasi Gema santi. Karena Gema santi singkatan dari Gerakan Masyarakat yang santun dan inovatif dan seluruh program yang dibuat bertujuan untuk memberikan kebahagian kepada seluruh masyarakat di Klungkung," Katanya. Selain itu, keaktifan dan peran serta dari masyarakat juga diharapkan dalam proses pembangunan dan mendukung seluruh program pemerintah.

Diakhir kegiatan pelepasan 100 ekor tukik, bersih-bersih sampah plastik, dan penanaman pohon upakara, Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Klungkung yang akrab disapa Gus Wis menjelaskan “kedepan kami akan melaksanakan kegiatan serupa antara bulan Agustus dengan September mengenai sampah yang akan kembali kita sinergikan demi Klungkung, serta menyampaikan ucapan terimakasih kepada Trash Hero Semarapura atas kolaborasi bersama. Pemuda Klungkung harus bersinergi dan siap bergerak untuk kemajuan Kabupaten Klungkung baik masyarakat maupun alamnya harus terjaga; sebagaimana Ideologi Bung Karno harus kita aktualisasikan," tutupnya.

Kamis, 30 Juni 2022

Kukuhkan Awig-Awig Desa Adat Penarukan, Bupati Suwirta Minta Masyarakat Jaga Kerukunan


KLUNGKUNG, Awig-awig merupakan sebuah aturan adat yang mengatur kehidupan masyarakat guna terciptanya ketertiban dan ketentraman. Maka dari itu, mari ikuti segala aturan dari awig-awig ini dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut menjadi arahan saat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta Mengukuhkan Awig-Awig di Wantilan Pura Dalem, Desa Adat Penarukan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (30/6). Turut hadir Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung Dewa Made Tirta, Camat Banjarangkan I Dewa Made Aswin.

Bupati Suwirta juga mengingatkan, Perbekel dan Bendesa harus selalu harus bekerjasama dan berdampingan, masing masing tidak boleh merasa paling hebat. Desa Adat dan Dinas wajib rukun dan bersatu, karena jika Dinas dan Adat tidak rukun maka Krama/warga yang akan menjadi korban. Dalam membangun desa, Bendesa maupun perbekel juga didorong untuk menurunkan harga diri serta merangkul semua komponen di Desa. "Awig Awig yang telah dikukuhkan dan dipasupati ini selanjutnya harus disosialisasikan dan diimplementasikan kepada masyarakat. Kerjasama antara Perbekel dan Bendesa harus terus sejalan agar apa yang menjadi tujuan di Desa bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya," ujar Bupati Suwirta.

Selain itu, Bupati Suwirta juga berharap agar suluruh masyarakat bisa menaati awig-awig ini. Permasalahan sampah juga harus diperhatikan khususnya di Desa, kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar nantinya lingkungan tetap bersih. "Mari ikuti aturan dari Awig-Awig ini dengan niat tulus ikhlas agar nantinya situasi yang aman, tentram dan tertib selalu tercipta," harap Bupati Suwirta.

Usai mengukuhkan Awig-Awig tersebut, Bupati Suwirta juga melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Pujawali di Pura Dalem Desa Adat Penarukan.(

Menetralisir Bumi dan Menolak Bala, Sanghyang Jaran Pura Puseh Sari Banjarangkan Kembali di Pentaskan



BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Tarian Sakral Sanghyang Jaran Pura Puseh Sari Banjarangkan kembali dipentaskan pada saat pujawali atau piodalan di Pura Puseh Taman Sari, Desa Adat Banjarangkan, pada Buda Umanis Medangsia, Rabu (29/6) malam. Sanghyang Jaran dipentaskan satu tahun sekali untuk menetralisir bumi dan menolak bala (penyakit) untuk warga Desa Banjarangkan. Dimana tarian ini memiliki makna spiritualitas dan religiusitas yang tinggi merupakan warisan pengempon Puseh Sari dilengkapi dengan pelawatan Ida Batara berupa Kuda terbuat dari kayu, beserta atribut lainya dengan 3 (tiga) jenis warna sanghyang yakni Sanghyng berwarna Putih, Sanghyang berwarna Kuning, dan Sanghyang Berwarna Poleng (hitam putih). 

Bendesa Adat Banjarangkan, A.A Gede Dharma Putra mengatakan, pementasan Sanghyang Jaran dilakukan melalui serangkaian upacara yang kompleks termasuk tarian wali karena memerlukan serangkaian upacara untuk mementaskannya. "Sanghyang Jaran diturunkan atau napak pertiwi untuk menetralisir bumi dan menolak bala," Ujarnya. 

Lebih lanjut dijelaskan ritual diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin pemangku pemucuk Pura Puseh Sari. Setelah sembahyang berakhir, sekaa kidung sanghyang akan duduk bersila tepat di depan bangunan pelinggih Pengaruman disiapkan pengasepan (terbuat dari tanah liat yang diisi dengan bara api) di atas sebuah dulang. 

Penglingsir kemudian memolesi pamor ke tubuh sekaa kidung dan penari yang sudah kerangsukan dengan tapak dara yang telah disiapkan. Ketika bara api sudah dirasa siap, maka sekaa kidung yang terdiri dari teruna teruni, mulai melantunkan nyanyian pemanggil roh sanghyang. Sanghyang Jaran baru akan beraksi ketika lagu sudah dimulai. Semakin lama tempo dan irama nyanyian semakin kencang, Sang pemundut (penari) mulai kehilangan kesadaran dengan mengepak-ngepakan badannya layaknya seekor kuda. Semakin lama, tubuh penari semakin kehilangan kontrol untuk menuju ke api. 

Puncaknya, sang penari akan melompati dan menginjak-nginjak bara api yang telah disediakan secara membabi buta. Seketika penari mulai tak sadarkan diri nyeburin bara api dan jatuh di tengah arena pementasan. Bahkan beberapa di antaranya berjalan di atas bara api yang telah berserakan di tanah. "Mereka tak merasakan panasnya bara api, tak ada yang terluka, apalagi terbakar. ltulah gambaran sekilas tarian sakral Sanghyang Jaran yang dipentaskan  di Jaba Pura Baleagung, Pura Puseh Taman Sari, Desa Adat Banjarangkan, Klungkung," jelasnya tokoh adat Desa Banjarangkan ini. 

Sementara, seeka gending kembali melantunkan bait demi bait untuk mengiringi Sanghyang Jaran napak pertiwi.  Kekidungan yang digunakan menggunakan kekidungan khas yang hanya ada di Pura Puseh Sari. Dari kidung atau nyanyian yang dilantunkan dapat ditafsirkan bahwa Sanghyang Jaran dibangunkan untuk diajak meliang-liang atau melila cita atau jalan-jalan, kemudian diakhiri dengan harapan semua senang, bahagia (pada girang). 

A. A Gede Dharma Putra berharap tarian Sanghyang Jaran menjadi menjadi tonggak baru bagi kehidupan masyarakat di Desa Banjarangkan ke depan agar lebih maju, makmur dan terlepas dari berbagai petaka. "Perubahan musim yang ekstrem, dimana penyakit dan wabah akan menyelimuti bumi. Untuk mencegah penyebaran penyakit inilah, Sanghyang Jaran diturunkan atau napak pertiwi untuk menetralisir bumi yang sedang mengalami ketidakseimbanga," Ujar AA Gede Dharma. (

Terinspirasi Inovasi TOSS, Bupati Sanggau Kunjungi Klungkung


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Asisten Administrasi Umum Dewa Gde Darmawan menerima kunjungan Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Ny. Arita Apolina beserta rombongan di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat(20/6). Kunjungan kerja ini dilaksanakan untuk mempelajari tentang Inovasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang dimiliki Kabupaten Klungkung. 

Dalam sambutannya Bupati Suwirta menjelaskan mengenai proses awal inovasi TOSS yang kini sudah berkembang dengan baik sehingga lolos menjadi Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik, Bupati Suwirta juga menjelaskan mengenai potensi pertanian serta pariwisata di Nusa Penida. “Selamat datang kami ucapkan pak, mengenai inovasi yang kami buat di sini kami buat dengan sederhana namun efektif efisien, untuk sampah kami kelola langsung dari sumbernya dan untuk sekarang kami lebih fokus untuk membuat pupuk, kami juga memiliki koperasi untuk mengelola hasil di sana karena sehebat apapun peran teknologi tetap peran manusianya yang terpenting pak”ucap Bupati Suwirta

Bupati Sanggau Paolus Hadi dalam kunjungannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemkab Klungkung. “Saya beberapa kali berkesempatan bertemu Bapak Bupati Suwirta di acara-acara kepala daerah, darisana saya mengetahui dan terinspirasi dengan kesuksesan pengelolaan sampah ini, sehingga saya bersama tim kemari untuk melihat bagaimana proses dan peran masyarakatnya dalam program inovasi ini”ucap Bupati Paoulus

Setelah menyaksikan beberapa video mengenai inovasi TOSS, Bupati Paoulus beserta rombongan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Ketut Suadnyana mengunjungi TOSS Center yang berada di Jl. Kusuma Bahari, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. 

Kodim 1610 Klungkung Segera Miliki Kantor Baru


BALIKINI.NET | KLUNGKUNG — Kantor mewah bercat hijau army akan di bangun dengan dua lantai di halaman Makodim 1016 Klungkung. Mengawali proses pembangunan Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta mewakili Bupati Klungkung melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Kantor Baru Kodim 1610 Klungkung di Halaman Makodim 1016 Klungkung, Kamis (30/6)

Hadir langsung Komandan Korem 163/Wirasatya, Kolonel Inf Choirul Anam, Dandim 1610/Klungkung, Letkol Inf Suhendar Suryaningrat, Kapolres Klungkung, AKBP Made Dhanu Ardana, Dandim 1610/Klungkung, Wakil Ketua DPRD Klungkung, Tjokorda Gde Agung,  Plt. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung, I Wayan Parna dan undangan terkait lainnya.

Komandan Korem 163/Wirasatya, Kolonel Inf Choirul Anam, merasa bangga karena kantor kodim yang mewah dan megah tersebut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung. Danrem Kolonel Inf Choirul Anam, berharap dengan adanya gedung baru diharapkan dapat meningkatan kinerja satuan “Terima kasih kepada Pemerintah daerah yang telah memberikan Gedung Kantor Baru Kodim 1610 Klungkung. Dengan Gedung baru ini tentunya dapat meningkatkan kinerja satuan menjadi semangat baru membangun masyarakat menuju kesejahteraan," ucap Danrem Kolonel Inf Choirul Anam.

Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta berharap kantor yang cukup megah itu akan memberikan kenyamanan kepada para personel yang berada pada Satuan Kodim 1610 Klungkung. "Mudah-mudahan dengan telah dibangunnya Gedung Kantor Kondim 1610 Klungkung, Dandim dan Staf dapat bekerja dengan nyaman. Sehingga dapat konsentrasi memberikan kontribusi selaku Forkopimda bersama – sama membangun dan meningkatkan keamanan dan kenyamanan di masyarakat klungkung," harap Wabup Kasta.

Dirinya juga berharap rekanan dapat bekerja dengan baik, tidak mengurangi kualitas dan berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita bersama. Disamping itu Konsultan pengawas juga harus mengawasi dengan baik, dan bekerja dengan sebaik-baiknya.

Sementara Pembangunan Kantor Kodim 1610 Klungkung sebesar 2 Miliar lebih, dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV. Mulia Siwa Jaya dan Konsultan Pengawas CV. Jaya Desain dengan waktu pengerjaan selama 180 hari kalender. Dibangun dengan 2 lantai, lantai 1 terdiri dari Lobby, Ruang KUUD, Ruang Kasdim, Ruang Dandim, Ruang Ajudan, Ruang Rapat dan Lantai 2 terdiri dari Ruang Aula dan panggung.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved