Sabtu, 17 Oktober 2020

Gubernur Koster Apresiasi Peran OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara

Denpasar ,BaliKini.Net - Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi peran aktif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara dalam melakukan pengawasan dan pembinaan secara profesional kepada BPD Bali. 


Sehingga BPD Bali mampu bertumbuh secara berkualitas dan berkesinambungan, serta berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Bali. 


Hal ini disampaikan Gubernur Kostter saat menerima audiensi pimpinan OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara di Rumah Jabatan, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (16/10).


“Khususnya pada masa pandemi (Covid-19, red), BPD Bali terus menerus mengembangkan pelayanan berbasis IT, sejalan dengan penerapan protokol kesehatan dan kehidupan normal baru dalam melayani nasabahnya,” kata Gubernur Bali kelahiran Desa Sembiran, Buleleng.


Gubernur Koster juga mengapresiasi keberhasilan OJK Bali bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Bali menginisiasi program digitalisasi pengajuan KUR secara online pertama di Indonesia melalui kurbali.com.


“Program ini telah menjadi percontohan program pemulihan ekonomi nasional daerah di seluruh Indonesia,” sebutnya.


Menurutnya, pada masa pandemi ini OJK Bali terus berperan aktif, bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh stakeholders di Bali untuk terus memantau dan mendorong optimalisasi penerapan kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.


Gubernur Koster juga mengapresiasi OJK sebagai lembaga negara pertama yang turut melaksanakan Pasar Gotong Royong yang digagas bersama dengan mendiang Kepala OJK Bali Elyanus Pongsoda. 


“Kami semua merasa sangat kehilangan sosok beliau, namun kami yakin OJK Bali akan terus mampu menjalankan tugas dan kewenangannya dengan profesional,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali.


Dalam laporannya, Plh. Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Ananda R, Mooy mengatakan, meski perekonomian Bali sangat terdampak pandemi, beberapa indikator perbankan masih menunjukkan sentimen positif. 


Misalnya kredit yang meningkat 1,52 persen secara year on year (yoy) lebih besar dari nasional 1,33 persen (yoy). Sementara efisiensi perbankan di Bali juga terlihat lebih baik dengan indikator BOPO meningkat sebesar 16,68 persen (yoy)  lebih tinggi dari nasional sebesar 4,22 persen (yoy).


Menariknya meski Dana Pihak Ketiga (DPK) secara umum menurun, BPD Bali justru mengalami peningkatan sebesar 2,28 persen. “Ini menunjukkan BPD Bali memiliki nasabah yang setia. Loyalitasnya tinggi,” kata Ananda.


Program kurbali.com mendapat respon positif dari masyarakat. Sampai tanggal 5 Oktober 2020, tercatat sebanyak 1548 pengajuan. “Tingkat pengajuan KUR tinggi karena dengan sistem digital semakin dipermudah,” ujar pria yang juga menjabat Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Bali.


Di luar urusan pengawasan, OJK Bali juga mencoba membantu perekonomian Bali dengan platform UMKM MU. Tercatat beberapa produk UMKM Bali seperti kain songket dan kuliner sudah terdaftar di dalam market place buatan OJK ini. Menurut Ananda marketplace ini gratis bagi Usaha Mikro.


Audensi ini sekaligus dalam rangka menyambut ulang tahun OJK. Bulan November 2020 menandai sembilan tahun OJK telah berkiprah di Indonesia.[ar/r5]

Ny Putri Koster Dalam Sesi Acara 'Mantra Hati dan Filsafat Bali'

Denpasar , BaliKini.Net - Ketua Dekranasda Prov Bali Ny Putri Koster berkesempatan melakukan tapping wawancara dengan CEO Motivator Bali Learning Center (MBLC) Ketut Wiratama dalam acara 'Mantra Hati dan Filsafat Bali', yang bertempat di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (17/10).


Pada kesempatan ini, ia mengajak masyarakat Bali untuk selalu berpikir positif menghadapi pandemi Covid-19 ini. Hal lain yang menjadi sorotan Ketua Dekranasda tersebut adalah pelestarian kain tradisional Bali, baik endek maupun songket. 


Ia mengaku kagum dengan terpilihnya endek Bali menjadi salah satu motif pakaian dalam koleksi terbaru rumah mode dunia Christian Dior. 


Namun, ia menambahkan apakah kagum tersebut cukup? "Saya tidak mau kita hanya bisa kagum saja. Dior memilih tenun kita, lalu harus ada kompensasi dong untuk para perajin kita. Setidaknya dengan terpilihnya endek para perajin kita harus sejahtera," tegasnya.


Hal itu pun sudah ia lakukan saat rapat terakhir dengan pihak rumah mode tersebut. Ia mengaku Dior harus memenuhi beberapa kriteria terlebih dahulu yang bersifat menguntungkan para perajin kita untuk menggunakan endek dalam koleksi mereka.


Keinginannya, untuk kerajinan Bali adalah tentang mengembalikan fungsi tenun Bali yang sakral ke fungsinya semula. "Contohnya rangrang dari Nusa Penisa, itu kan diperuntukkan sebagai upacara, namun pernah booming sebentar tapi sekarang ditinggalkan lagi," ujarnya.


Tindakan mengeksploitasi songket rangrang telah menempatkan kain tersebut bukan di tempatnya, dan memudarkan kesakralan kainnya. Untuk itu, ia mengajak para perajin untuk tidak hanya mengejar target semata, namun narus kembali ke jati diri. 


"Menghasilkan karya yang berkualitas, karya yang sesuai dengan fungsi yang sesuai dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali," terangnya.


Sebagai informasi, MBLC adalah sebuah wadah yang mendorong anak muda untuk mengasah kemampuan serta nilai mereka, sehingga bisa berkembang dan mengabdi sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. 


"MBLC juga melakukan training untuk membentuk karakter managemen diri, kepemimpinan serta pengelolaan sumber daya manusia di Bali," pungkasnya.[ar/r5]

Cerita Bunda Putri Jalani Karantina Saat Dinyatakan Positif Covid-19

Denpasar ,BaliKini.Net  - Kabar soal keluarga Gubernur Bali I Wayan Koster terpapar Covid-19, tidak diungkapkan pihak Humas Provinsi Bali. Tertutupnya soal informasi tersebut, terkesan bahwa virus ini bagaikan aib.


Padahal Ny.Putri Koster berulang kali menekankan bahwa pandemi ini jangan sampai mengkerdilkan mereka yang terpapar virus. Intinya jangan jauhi manusianya, namun hindari virusnya.


Hal itu pula yang jadi curhatan wanita yang akrab disapa Bunda Putri ini, selama menjalani masa karantina. "Dengan selalu berpikiran positif akan membuat kita makin tenang dan menambah imun tubuh," ungkapnya.


Ia mengaku selama hampir dua minggu terkena virus tersebut dan memutuskan untuk karantina di BPK Pering, ia selalu berpikir positif dan mengajak masyarakat sesama penderita Covid-19 untuk fokus melakukan hal positif agar imun tubuh tetap terjaga.


"Selama masa karantina, saya sering mengajak masyarakat untuk berjemur, senam, ataupun meditasi. Agar terhindar dari stres karena terkena Covid-19," ujarnya.


Bahkan akunya selama itu pula selalu mengaja sesama pasien untuk bangkit dan bersemangat. "Saya tak segan untuk mengetuk tiap kamar pasien, untuk saling berbagi, misalnya minimal berbagi makanan," ungkapnya.


Dalam hal itu, menurutnya, poin terpenting untuk menjaga imun kita adalah menghilangkan stigma bahwa penderita Covid-19 adalah aib. "Ini yang harus kita ubah di masyarakat. Kita terkena penyakit mirip flu yang gampang sekali menular. Dan kita butuh istirahat dan tenang agar penyakit ini juga cepat hilang," tuturnya.


Diakuinya, selama karantina mersakan ada sebuah anugerah yang dirasakannya. "Jika kita terkena penyakit itu dan mampu sembuh dengan antibodi kita sendiri. Setidaknya kita adalah pilihan. Kita sudah mempunyai antibodi alami sekarang, sehingga bisa dengan mudah melawan penyakit tersebut kelak,” Demikina pendamping Gubernur Bali Wayan Koster.[ar/r5]

Jumat, 16 Oktober 2020

Update Covid-19 Hari ini, Bertambah 92 Orang Positif


Denpasar ,BaliKini.Net -
Covid-19 di Provinsi Bali, Jumat (16/10) masih mencatat pertambahan kasus yang makin meningkat. Dari data yang diterima, kasus terkonfirmasi positif terjadi penambahan sebanyak 92 orang yang terkena melalui melalui transmisi lokal. 


Untuk pasien sembuh sebanyak 133 orang dan hari ini kembali bertambah seorang meninggal.

Jumlah kasus secara kumulatif se Bali, untuk Positif ada 10.605 orang, 9.406 orang (88,69%), dan  meninggal dunia total 341 orang (3,22%). Kasus pasien aktif dalam penanganan medis saat ini masih 858 orang (8,09%).


Dengan terus terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bali, ditegaskan kepada seluruh desa adat menghentikan segala bentuk keramaian yang mendatangkan banyak orang. 


Untuk sementara, pelaksanaan upacara adat atau keagamaan yang sudah terporgram agar dilaksanakan dengan jumlah peserta ynag terbatas dan memenuhi protokol kesehatan  


"Serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas," tutupnya.[ar/r5]

Wagub Cok Ace di Acara Webinar Tourism Industry Post Covid 19: Survival and Revival Strategy


Denpasar ,BaliKini.Net -
Topik Tourism Industry Post Covid 19: Survival and Revival Strategy, dinilai Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati sangat tepat di tengah kondisi kelesuan pariwisata akibat pandemi.

Itu disampaikan Wagub Cok Ace saat menjadi pembicara dalam Webinar yang mengangkat   yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom ,di Ruang Rapat Wagub Bali, Jumat (16/10) 

Disampaikannya bahwa berbagai upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan, baik itu berupa program dan stimulus ekonomi  baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah diluncurkan.

Demikian pula halnya di sektor pariwisata , para pelaku industri pariwisata terus  berbenah dengan menyiapkan penerapan protokol kesehatan baik pada objek wisata, hotel maupun restaurant sehingga tumbuh kepercayaan di kalangan wisatawan akan penerapan protokol kesehatan di Bali.

"Disamping penerapan Clean, Health, Safety and Environment  ( CHSE), penerapan pembayaran non tunai dengan aplikasi QRIS terus digencarkan sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman untuk  berwisata ke Bali nantinya. Demikian pula halnya dengan pasar domestik yang terus dipacu dan pasar dosmetik ini merupakan peluang pasar yang  cukup potensial," kata Cok Ace.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan semua pihak baik itu pemerintah, pelaku industri pariwisata dan juga masyarakat diharapkan kepercayaan akan pariwisata Bali akan tumbuh dan pariwisata akan kembali bangkit.

Pada bagian lain Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo yang juga turut menjadi pembicara webinar menyampaikan bahwa pandemi ini adalah sebuah tantangan bagi kita semua tetapi kita jangan berputus asa. 

"Kita harus terus bekerja keras dan mengambil setiap peluang yang ada dari tantangan yang kita hadapi. Di masa pandemi Covid 19 ini kita lakukan refocusing terhadap kualitas serta target pasar pariwisata kita sehingga kedepan pariwisata kita akan lebih berkualitas. Indonesia memilki potensi pariwisata yang sangat luar biasa untuk itu kita harus berkerja sama , bersemangat dan saling bahu membahu  untuk kemajuan dan kebangkitan kembali pariwisata baik di Bali maupun Indonesia pada umumnya," ungkap Angela Tanoesoedibjo.[ar.r5]

Kamis, 15 Oktober 2020

Hari ini Pasien Sembuh Bertambah 157 Orang


Denpasar ,BaliKini.net  -
Covid-19 di Provinsi Bali, Kamis (15/10) masih mencatat pertambahan kasus yang makin meningkat. Dari data yang diterima, kasus terkonfirmasi positif penambahan sebanyak 100 orang yang terkena melalui melalui transmisi Lokal. Untuk pasien sembuh sebanyak 157 orang dan bertebah seorang meninggal.

Jumlah kasus secara kumulatif se Bali, untuk Positif ada 10.513 orang, sembuh  9.273 orang (88,21%), dan kasus meninggal ada 340 orang (3,23%). Kasus pasien aktif dalam penanganan medis menjadi 900 orang (8,56%).

Dengan terus terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bali, ditegaskan kepada seluruh desa adat menghentikan segala bentuk keramaian yang mendatangkan banyak orang. 

Untuk sementara, pelaksanaan upacara adat atau keagamaan yang sudah terporgram agar dilaksanakan dengan jumlah peserta ynag terbatas dan memenuhi protokol kesehatan  

"Serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas," tutupnya.[ar/r5]

Penyerahan Kompensasi Korban Tindak Pidana Terorisme oleh LPSK Pusat dan Komis III DPR RI


Denpasar,BaliKini.net  -
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menghadiri acara "Penyerahan Kompensasi Korban Tindak Pidana Terorisme yang terjadi di Poso dan Wonokromo", di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kamis (15/10).


Pihaknya sangat mengapresiasi atas pemberian kompensasi kepada korban tindak pidana Poso dan Wonokromo. Sehingga ke depan kompensasi ini dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup para korban dan keluarganya.


"Aksi terorisme ini harus terus di waspadai karena yang pergerakan dan jaringannya sulit dilacak,"Kata Cok Ace, mengingatkan.


Serangkaian pemenuhan hak korban terorisme dalam bentuk kompensasi yang sudah berkekuatan hukum tetap, yang akan dibayarkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat.


Provinsi Bali yang dipilih sebagai daerah dilakukannya penyerahan karena salah satu penerimanya sudah dipindah tugaskan ke Polda Bali, disamping Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat yang dipimpin oleh Ketuanya yakni Asto Atmojo Suroyo.


Juga akan melakukan assessment terhadap korban Bom Bali yang merupakan amanat Undang Undang Nomor 5 tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang perubahan kompensasi restitusi bantuan kepada saksi dan korban tindak pidana terorisme.


Penyerahan kompensasi tindak pidana terorisme Poso dan Wonokromo ini diserahkan langsung kepada : KOMPENSASI POSO 2 ( Putusan. Nomor 1383/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Utr) yang menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa ARDIANSYAH BAKRI. diserahkan kompensasi tindak pidana kepada para korban yakni

1. YACOB TAPPI sejumlah 100.500.000 

2. BASO IRWANTO sejumlah 33.250.000

3. ANDREW MAHA PUTRA sejumlah 1.932.445.143 3. 


Untuk kompensasi Wonokromo ( Putusan Nomor 474/Pid.Sus/2020/PN Jkt. Tim) yang menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa Imam Musthofa, membebankan kepada Negara Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan RI untuk memberikan kompensasi kepada: 

1. AGUS SUMARSONO sejumlah 66.244.528 

2. FEBIAN LASADEWA KUNCORO sejumlah 20.000.000 


Hingga saat ini tercatat sebanyak 207 proyeksi penerima kompensasi tindak pidana terorisme se-Indonesia dari 46 peristiwa. Dan khusus untuk Bali tahun ini sdh tercatat sebanyak 60 korban tindak pidana masa lalu yang terdaftar. 


Sedangkan bagi korban tindak pidana terorisme yang belum mendapatkan bantuan dan haknya diperkenankan untuk melaporkan datanya kepada LPSK di daerahnya masing-masing.[ar/r5]

Rabu, 14 Oktober 2020

Sebanyak 109 orang bertambah kasus Positif Covid-19 di Bali


Denpasar ,BaliKini.Net -
Pandemi masih terus berlangsung, namun sejumlah tempat angkringan diwilayah Denpasar masih terlihat selalu pesat dan banyak yang tidak mengenakan masker. Padahal, kasus jumlah pasien yang terpapar virus ini makin meninggkat.


Rabu (14/10) terjadi penambahan sebanyak 109 orang yang tersebar melalui transmisi lokal. Sedangkan untuk pasien yang aembuh bertambah sebanyak 141 orang, dan meninggal sebanyak 7 orang.


" Secara kumulatif, terkonfirmasi Positif  menjadi 10.413 orang, sembuh 9.116 orang (87,54%), dan  meninggal mencapai 339 orang (3,26%). Kasus Aktif masih dalam perawatan ada 958 orang (9,20%)," tulis Petugas Satgas Provinsi Bali dalam keterangan riilisnya.



ang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.


Dengan terus terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bali, ditegaskan kepada seluruh desa adat menghentikan segala bentuk keramaian yang mendatangkan banyak orang. 


Untuk sementara, pelaksanaan upacara adat atau keagamaan yang sudah terporgram agar dilaksanakan dengan jumlah peserta ynag terbatas dan memenuhi protokol kesehatan  


"Serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas," tutupnya.[ar/r5]

© Copyright 2019 Bali Kini | All Right Reserved