-->

Kamis, 21 Mei 2026

Tingkatkan Kinerja dan Integritas, Pemkab Bangli Gelar Sosialisasi Disiplin ASN Berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021

BANGLI, Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen penuh dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan melayani. Sebagai langkah nyata penegakan integritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar kegiatan Sosialisasi Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Acara ini berlangsung pada Kamis (21/5/2026) bertempat di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB) di lingkungan Setda Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangli, Pejabat Administrator, serta pengelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Drs. I Dewa Bagus Riana Putra, Msi. yang mewakili Bupati Bangli menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan pondasi utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “PP Nomor 94 Tahun 2021 ini harus dipahami secara mendalam oleh seluruh ASN di Kabupaten Bangli. Peraturan ini tidak hanya memuat sanksi atau hukuman disiplin, tetapi esensinya adalah instrumen untuk membina, mengarahkan, dan menjaga agar kinerja ASN tetap berada pada koridor aturan yang berlaku," ujarnya.

Inspektur Kabupaten Bangli Jero Penyarikan A. Widata. S.AG., M.SI. CGCAE., CGRE memaparkan beberapa poin krusial dalam PP Nomor 94 Tahun 2021, di antaranya: Penekanan pada batasan-batasan tegas yang harus dipatuhi ASN, termasuk netralitas dalam kehidupan berpolitik, Penjelasan mengenai klasifikasi hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat. Salah satu aturan yang disorot adalah sanksi tegas berupa pemberhentian bagi ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara akumulatif, Menegaskan bahwa atasan langsung memiliki wewenang sekaligus kewajiban untuk menjatuhkan hukuman disiplin kepada bawahan yang melanggar. Jika atasan membiarkan pelanggaran terjadi, maka atasan tersebut juga akan dijatuhi sanksi.

Sementara itu kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bangli Made Mahindra Putra, S.STP, MM mengatakan setiap pelanggaran memiliki konsekuensi yang tegas yaitu: Hukuman Ringan berupa teguran hingga pernyataan tidak puas. Hukuman Sedang berupa pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%. Hukuman Berat yang berujung pada penurunan jabatan hingga pemberhentian sebagai PNS.  

“Secara khusus, saya ingatkan terkait pelanggaran kehadiran. Akumulasi alpa dalam satu tahun akan menentukan sanksi kita. Jangan meremehkan hal ini, karena tidak hadir berturut-turut selama 10 hari kerja tanpa izin akan langsung dihentikan pembayaran gajinya mulai bulan berikutnya. Oleh karena itu, mari kita kawal bersama empat langkah strategis: optimalkan sosialisasi aturan, lakukan pembinaan berkelanjutan, perketat monitoring berkala, dan tegakkan hukuman secara adil serta transparan,”ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap dapat membangun kesadaran kolektif demi terciptanya budaya kerja yang produktif, transparan, dan akuntabel. Dengan pemahaman regulasi yang kuat, diharapkan angka pelanggaran disiplin di lingkungan Pemkab Bangli dapat ditekan seminimal mungkin.(*)

Harkitnas ke-118 di Bangli: Bupati Sedana Arta Tekankan Kedaulatan Digital dan Program Prioritas Nasional.


BANGLI, BALI KINI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Bangli pada Rabu (20/5/2026).

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, jajaran Forkopimda, Sekda Bangli, Pimpinan Perangkat Daerah, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi Digital RI, Meutya Viada Hafid, yang menyoroti pergeseran tantangan bangsa di era modern.

Pidato Menkomdigi mengingatkan bahwa momentum 20 Mei merupakan refleksi berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang menjadi awal transformasi perjuangan fisik menjadi perjuangan intelektual. Namun di tahun 2026, medan perjuangan telah berubah.

"Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," ujar Sedana Arta saat membacakan pidato tersebut.

Sejalan dengan tantangan ini, Harkitnas 2026 mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" sebagai simbol komitmen melindungi generasi muda sekaligus menegaskan kemandirian nasional.

Upacara ini juga menjadi momentum untuk menegaskan dukungan terhadap langkah taktis Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, ada empat program prioritas yang tengah berjalan masif untuk membangun kesejahteraan masyarakat meliputi Makan Bergizi Gratis, Pemerataan Pendidikan, Cek Kesehatan Gratis, Serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Salah satu poin paling krusial dalam amanat tersebut adalah ketegasan pemerintah dalam melindungi anak-anak di dunia maya. Pemerintah kini memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

"Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Kebijakan ini memastikan anak-anak kita mengakses ruang digital yang sehat dan sesuai usia tumbuh kembangnya," tegas Bupati Bangli.

Menutup sambutannya, Bupati Sedana Arta mengajak seluruh elemen masyarakat Bangli mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk menyalakan kembali api semangat Boedi Oetomo. Ia menekankan pentingnya menjadikan Asta Cita (delapan misi besar pemerintah) sebagai kompas utama pembangunan.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," pungkas Sedana Arta (*)

Rabu, 20 Mei 2026

Wujudkan Satu Data Indonesia, Pemkab Bangli Canangkan Program Desa Cantik 2026.

Bangli , Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Bangli memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan meluncurkan program Desa Cinta Statistik atau “Desa Cantik” 2026. Pencanangan dilakukan secara hybrid di Ruang Rapat Krisna Setda Bangli, Selasa (19/5/2026).

Program ini menjadi langkah strategis Pemkab Bangli untuk memastikan data dari tingkat desa tersaji akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menegaskan bahwa data desa merupakan fondasi utama seluruh kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. 

“Pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 menempatkan kawasan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini sejalan dengan RPJMN 2025-2029 yang memprioritaskan pembangunan dari desa untuk memerangi kemiskinan dan menciptakan pemerataan,” ujarnya.

Sekda menyoroti lonjakan permintaan data ke desa oleh kementerian dan lembaga sejak disahkannya UU Desa hingga perubahan kedua melalui UU No. 3 Tahun 2024. Menurutnya, peningkatan Dana Desa harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM perangkat desa dalam pengelolaan statistik.

“Pembangunan tanpa data yang berkualitas adalah pemborosan. Sebaliknya, data desa yang kuat akan menghasilkan pembangunan yang tepat dan merata. Kebijakan yang berkualitas lahir dari data yang berkualitas,” tegasnya.

Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Dewa Ayu Kadek Satrini, menjelaskan Desa Cantik merupakan pembinaan statistik sektoral agar desa tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek pembangunan. 

“Peran desa sebagai satuan wilayah terkecil sangat penting dalam menyediakan data yang akurat,” katanya.

Pada pencanangan ini, Pemkab Bangli juga mengukuhkan Agen Statistik dari tiga desa percontohan, yakni Desa Abuan, Desa Bangbang, dan Desa Belancan. Pemilihan ketiganya berdasarkan rekomendasi Dinas PMDPPKB Bangli.

Selaku Narasumber, Kadis Kominfosan Bangli, I Nyoman Murditha, memaparkan materi “Digitalisasi Data Desa dalam Mendukung Pengelolaan Data yang Modern dan Efisien”. Ia menekankan pentingnya digitalisasi agar data desa terhubung, terbarui, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan.

“Pembangunan saat ini tidak bisa lagi berbasis asumsi, tetapi harus berbasis data. Tantangannya, banyak data desa masih tersebar di berbagai aplikasi seperti Prodeskel, SDG Desa, dan DTSEN sehingga tidak sinkron,” jelasnya.

Melalui Desa Cantik, Dinas Kominfosan bersama Dinas PMD dan BPS berkomitmen melakukan transformasi digital yang memenuhi prinsip Satu Data Indonesia, yakni standar data baku, metadata jelas, interoperabilitas, dan hak akses yang tepat.

Di akhir acara, Sekda Bangli mengajak seluruh kepala desa, lurah, dan agen statistik menyajikan data sesuai kebutuhan, valid, aktual, mudah dipahami, mudah diakses, dan terintegrasi. 

Dengan data desa yang berkualitas, Pemkab Bangli menargetkan program strategis berjalan tepat sasaran, bantuan sosial tidak salah target, anggaran lebih efisien, dan keputusan publik dapat diambil lebih cepat.

Selasa, 19 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alam


Bangli ,Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bangli yang ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5). Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai dan daerah rawan longsor.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Camat Susut, BPBD Kabupaten Bangli, jajaran Polsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Tiga, Babinsa Desa Tiga, tokoh adat Jro Mangku Desa Buungan, Kelihan Desa Buungan, dan warga sekitar.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, menjelaskan bahwa sebanyak 150 pohon ditanam di lokasi tersebut, terdiri dari beragam jenis tanaman. Mulai dari jenis tanaman pelindung seperti majegau dan ketapang, hingga tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Pemilihan lokasi di Pura Dalem Buungan bukan tanpa alasan, mengingat kawasan ini berdekatan dengan aliran sungai dan masuk dalam kategori wilayah rawan bencana, sehingga penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“FPRB berkomitmen untuk terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung setiap langkah kami, baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Bangli,” ujar I Wayan Wiwin.

Menurutnya, prioritas utama program penanaman pohon FPRB adalah wilayah-wilayah yang memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan aksi nyata yang dilakukan FPRB. Ia menegaskan, kegiatan reboisasi atau penanaman pohon ini memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan bertujuan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh.

“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” jelas Diar.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memicu semangat organisasi masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Bangli untuk semakin mencintai lingkungan dan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. “Mari kita jaga warisan alam ini bersama-sama, agar Kabupaten Bangli tetap asri, aman, dan lestari untuk generasi mendatang,” tutup Wakil Bupati.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT Bangli ke-822, yang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.(*)

Rabu, 13 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Bangli dan FPRB Tanam 150 Pohon, Peringati HUT ke-822 dengan Aksi Pelestarian Alamv



Bangli , Bali Kini - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bangli yang ke-822, Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Pura Dalem Buungan, Kecamatan Susut, Rabu (13/5). Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di wilayah yang memiliki banyak aliran sungai dan daerah rawan longsor.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, didampingi Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli, Camat Susut, BPBD Kabupaten Bangli, jajaran Polsek Susut, Danramil Susut, Perbekel Desa Tiga, Babinsa Desa Tiga, tokoh adat Jro Mangku Desa Buungan, Kelihan Desa Buungan, dan warga sekitar.

Ketua FPRB Kabupaten Bangli, I Wayan Wiwin, menjelaskan bahwa sebanyak 150 pohon ditanam di lokasi tersebut, terdiri dari beragam jenis tanaman. Mulai dari jenis tanaman pelindung seperti majegau dan ketapang, hingga tanaman buah bernilai ekonomi seperti nangka dan alpukat. Pemilihan lokasi di Pura Dalem Buungan bukan tanpa alasan, mengingat kawasan ini berdekatan dengan aliran sungai dan masuk dalam kategori wilayah rawan bencana, sehingga penanaman pohon diharapkan dapat memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“FPRB berkomitmen untuk terus bersatu dan bergerak bersama menjaga alam dan lingkungan sebagai wujud rasa cinta kepada bumi pertiwi. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung setiap langkah kami, baik dalam kegiatan penanaman pohon ini maupun program sosialisasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat dan sekolah-sekolah se-Kabupaten Bangli,” ujar I Wayan Wiwin.

Menurutnya, prioritas utama program penanaman pohon FPRB adalah wilayah-wilayah yang memiliki aliran sungai serta daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan tujuan jangka panjang untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus meminimalkan dampak bencana yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan aksi nyata yang dilakukan FPRB. Ia menegaskan, kegiatan reboisasi atau penanaman pohon ini memiliki makna lebih dalam, bukan sekadar menambah jumlah pepohonan, melainkan bertujuan mengembalikan fungsi ekosistem secara menyeluruh.

“Pohon berfungsi sebagai penyaring air alami dan pengendali iklim. Jika ekosistem terjaga dengan baik, maka ketersediaan air bersih terjamin dan suhu lingkungan tetap seimbang, sehingga risiko bencana seperti banjir atau kekeringan dapat ditekan,” jelas Diar.

Pihaknya juga berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan memicu semangat organisasi masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Bangli untuk semakin mencintai lingkungan dan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian alam. “Mari kita jaga warisan alam ini bersama-sama, agar Kabupaten Bangli tetap asri, aman, dan lestari untuk generasi mendatang,” tutup Wakil Bupati.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT Bangli ke-822, yang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.(*)

Wujudkan Generasi Emas 2045, TP PKK Bangli Gelar Literasi Kesehatan Ibu dan Pencegahan Kanker Serviks


​Bangli , Bali Kini – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 sekaligus menyambut HUT Kota Bangli ke-822, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli menggelar kegiatan Literasi Kesehatan Ibu dengan tema "Perempuan Sehat dan Berdaya, Cegah Kanker Serviks Menuju Indonesia Emas 2045".

​Acara yang  digelar di Gedung Bukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi wanita serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Bangli.


​Dalam sambutannya, Ny. Sariasih Sedana Arta menekankan bahwa kesehatan seorang ibu adalah pilar utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa ibu tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi teladan dan sumber literasi kesehatan bagi keluarga.

​"Perempuan memiliki peran strategis. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berkualitas. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan reproduksi, khususnya pencegahan kanker serviks, harus menjadi prioritas kita bersama," ujar Ny. Sariasih.


​Beliau juga menambahkan bahwa kanker serviks adalah ancaman serius yang sebenarnya bisa dicegah melalui edukasi dini, pola hidup sehat, vaksinasi HPV, serta pemeriksaan rutin melalui metode IVA Test maupun Pap Smear.


​Kegiatan literasi ini menghadirkan narasumber ahli, dr. I Made Pasek Soma Gauthama, yang memaparkan materi komprehensif mengenai "Mencegah Kanker Serviks untuk Mewujudkan Generasi Sehat".

​Dalam pemaparannya, dr. I Made Pasek menekankan pentingnya vaksinasi HPV yang kini telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional dan dibiayai negara. Ia menjelaskan bahwa vaksinasi ini sangat efektif jika diberikan sejak dini (usia 9-14 tahun) namun tetap bermanfaat bagi perempuan hingga usia 45 tahun.

​Selain vaksinasi, dr. I Made Pasek juga menggarisbawahi pentingnya skrining dengan metode DNA HPV yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, guna mendukung target pemerintah dalam eliminasi kanker serviks pada tahun 2030.

​Acara ini turut dihadiri oleh ​Kepala Dinas Kesehatan ,Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli, ​Ketua GOW Kab. Bangli Ny. Suciati Diar, Ketua Gatriwara, Ketua Bhayangkari, dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Bangli, ​Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Pusparini Riana Putra, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, dan Ketua Dharmayukti Karini, ​Ketua IBI Bangli, Ketua IWAPI Bangli, serta Direktur RS BMC,​Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bangli.

​Di sela-sela kegiatan, sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi keluarga, dilakukan juga penyerahan bantuan alat Vacuum Sealer untuk mendukung pelatihan olahan babi bagi kelompok binaan PKK.

​Ny. Sariasih Sedana Arta berharap para peserta yang hadir dapat menjadi "Agen Edukasi" di lingkungan masing-masing.

​"Mari kita gerakkan 10 Program Pokok PKK untuk menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Dengan perempuan yang berdaya, kita melangkah pasti menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya seraya membuka acara secara resmi. (*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved