-->

Senin, 09 Februari 2026

Kolaborasi Pemkot Denpasar dan INTI Bali Gelar Festival Cahaya Lampion Sambut Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota Denpasar

DENPASAR , BALI KINI – Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali akan menggelar Festival Cahaya Lampion dalam rangka menyambut Perayaan Imlek 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar.

Festival ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Februari 2026. Sebanyak 700 lampion menyala akan menghiasi kawasan pusat kota Denpasar, membentang dari Jalan Gajah Mada hingga depan Kantor Wali Kota Denpasar, serta Jalan Kartini, guna menciptakan suasana Imlek yang meriah, tertata, dan sarat makna kebersamaan.

Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menerima audensi Perimpunan INTI Bali  Senin (9/2) di Kantor Wali Kota Denpasar.  Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara menyampaikan bahwa Festival Cahaya Lampion merupakan wujud nyata harmoni antara budaya Tionghoa dan nilai-nilai lokal Bali. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga sarana edukasi, penguat hubungan sosial, pendukung pariwisata budaya, serta penegas citra Bali sebagai ruang persatuan dalam keberagaman.

“Selamat merayakan Imlek 2026. Festival ini mencerminkan harmoni budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Bali, sekaligus menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat toleransi dan persatuan di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Dalam rangkaian festival tersebut, Jalan Kartini juga akan diramaikan dengan kuliner khas Tionghoa, mengingat kawasan tersebut sejak lama dikenal sebagai pusat aktivitas dan perkumpulan masyarakat Tionghoa di Kota Denpasar. Kehadiran kuliner khas ini diharapkan mampu menghadirkan nuansa Imlek yang semakin kental.

“Dengan adanya kuliner khas Tionghoa di Jalan Kartini, suasana perayaan Imlek di Kota Denpasar akan terasa semakin hidup dan berkarakter,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Jaya Negara menyampaikan bahwa ke depan Pemerintah Kota Denpasar juga merencanakan penataan kawasan Jalan Kartini agar memiliki ciri khas budaya Tionghoa, tanpa mengganggu pelaksanaan adat dan tradisi setempat, termasuk saat berlangsungnya upacara adat seperti ngaben.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menambahkan bahwa pemasangan cahaya lampion ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Perhimpunan INTI Bali. Untuk beberapa kawasan yang belum terjangkau, pemasangan lampion akan difasilitasi langsung oleh pihak INTI Bali.
“Festival Lampion ini menjadi simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan masa depan. Lampion juga dimaknai sebagai penerang di tengah kegelapan, penolak nasib buruk, serta simbol kebersamaan keluarga, dengan warna merah yang merepresentasikan kemakmuran,” jelas Riyastiti.

Festival Cahaya Lampion ini juga akan dirangkaikan dengan Cafe Festival yang merangkul pelaku UMKM lokal yang telah beraktivitas di sepanjang kawasan Jalan Gajah Mada, di antaranya Bhineka Djaja, Pizza Tjahaja, Kafe Jago, BKKOFFEE, dan Terasa Seperti Kopi Minggu.

Tidak hanya itu, festival ini juga akan dimeriahkan dengan performa musik akustik yang diisi oleh pemuda dan pemudi Kota Denpasar. Penampilan tersebut akan berlangsung di beberapa coffee shop sepanjang Jalan Gajah Mada sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda.

Ketua PD INTI Bali  Putu Agung Prianta, menambahkan bahwa dalam rangka perayaan Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota Denpasar, INTI Bali juga akan menggelar Senam Bersama bertajuk “Satu Langkah Banyak Warna, Merajut Kebersamaan” pada 15 Februari 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.

Selain senam bersama, INTI Bali juga akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seperti kerja bakti sosial dan donor darah. Untuk Puncak Perayaan akan berlangsung tanggal 20 Februari di Restoran Hongkong Garden . 

“Perayaan ini rutin kami laksanakan mengingat Kota Denpasar merupakan kota yang menjunjung tinggi toleransi dalam keberagaman,” tegasnya.

Melalui Festival Cahaya Lampion ini, diharapkan perayaan Imlek 2026 dan HUT Kota Denpasar dapat berlangsung inklusif, meriah, serta memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi lokal dan pengembangan pariwisata budaya Kota Denpasar. (Ayu)

Penetapan Tersangka Kakanwin BPN Bali Berlanjut

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Seluruh permohonan praperadilan Kakanwil BPN Bali Made Daging terhadap penetapan tersangka oleh Polda Bali Ditolak dalam putusan Pengadilan Negeri Denpasar (PN Denpasar), Senin (09/02).
Hakim Tunggal  I Ketut Somanasa, SH.,memutuskan penetapan tersangka Made Daging dalam kasus kearsipan di BPN Badung sah menurut hukum. “Menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya,” bunyi amar putusan.
Hakim mengatakan sidang praperadilan tidak memiliki kewenangan dalam menilai pasal yang jadi argumentasi pemohon mengajukan praperadilan. Dalam putusannya, sidang praperadilan hanya berwenang menilai prosedur penetapan tersangka dengan yang minimal dua alat bukti yang sah.
Menyikapi putusan Hakim, Pasek Suardika.,dkk selaku Tim kuasa hukum Made Daging mengaku menerima putusan hakim, namun tetap memberikan sejumlah catatan. Dimana pihaknya akan membuktikan apa yang diputuskan hakim dalam sidang praperadilan. 
“Sudah jelas dalam UU KUHP yang baru kasus yang sudah tidak diatur dalam perundang-undangan yang baru dihentikan demi hukum,” jelasnya.  
Pihaknya mempermasalahkan Pasal 421 KUHP lama yang dijadikan dasar sangkaan Made Daging, karena pasal itu tidak lagi dikenal dalam sistem hukum pidana (KUHP) yang berlaku saat ini. 
Berikutnya Pasal 83 UU Kearsipan mengenakan ancaman satu tahun atau denda Rp 25 juta, sehingga sesuai Pasal 136 ayat (1) huruf a UU RI No. 1 tahun 2023 tentang KUHP telah berlaku ketentuan tentang kedaluwarsa yaitu tiga tahun.
"Sehingga perkara ini gugur demi hukum, mengingat pemohon dengan peristiwa yang dimasalahkan saat menjadi Kepala Kantor Pertanahan Badung sudah melewati jangka waktu tiga tahun," bebernya.
Sementara, tim bidang hukum Polda Bali saat membacakan kesimpulan pada sidang sebelumnya menyatakan bahwa dua pasal yang digugat yakni, pasal 421 KUHP Lama dan pasal 83 UU No 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, tidak sesuai dengan alasan hukum dan fakta hukum yang sebenarnya. 
Pihak Ditreskrimsus Polda Bali selaku termohon melalui tim Bidang Hukum Polda Bali yang diwakili Wayan Kota, Nyoman Gatra menegaskan bahwa penetapan Made Daging sebagai tersangka telah dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Bidkum Polda, permohonan praperadilan yang diajukan pemohon pada pokoknya mempersoalkan keabsahan penetapan tersangka. Namun, termohon menilai dalil-dalil yang diajukan pemohon tidak berdasar secara hukum.
Terkait penggunaan Pasal 421 KUHP lama, termohon menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan pada 10 Desember 2025, saat KUHP lama masih berlaku. Karena itu, penetapan tersebut dinilai sah dan tidak bertentangan dengan asas hukum pidana.
“Penetapan tersangka mengacu pada hukum yang berlaku saat perbuatan terjadi dan saat penetapan dilakukan. KUHP nasional baru mulai berlaku 2 Januari 2026, sehingga tindakan penyidik pada 10 Desember 2025 tidak dapat dianggap cacat formil,” demikian salah satu poin kesimpulan termohon.
Termohon juga menilai argumentasi pemohon yang menyatakan Pasal 421 KUHP telah tidak berlaku tidak dapat dijadikan dasar membatalkan status tersangka. 
"Sebab, asas hukum pidana menegaskan hukum yang berlaku adalah hukum pada saat perbuatan terjadi (tempus delicti regit actum)," demikian Nyoman Gatra, mantan Kapolres Gianyar.

SPPG Subagan 2 Karangasem Hentikan Operasional Sementara, Orang Tua Harap Segera Dibuka Kembali

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini  — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangasem Subagan 2 resmi menghentikan sementara operasional dapur mulai 9 Februari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait temuan makanan tidak layak konsumsi yang sempat dibagikan kepada siswa.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Pemberhentian Sementara Operasional SPPG Nomor 009/SP/SPPG-SBG/II/2026 tertanggal 7 Februari 2026, yang ditandatangani oleh Kepala SPPG Subagan 2, Aryaseh, S.H.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pemberhentian operasional dilakukan akibat adanya kejadian makanan basi pada menu sate lilit, serta sebagai langkah untuk peningkatan fasilitas dan prasarana dapur.

“SPPG Karangasem Subagan 2 akan berhenti operasional sementara mulai tanggal 09 Februari 2026 hingga waktu yang tidak dapat ditentukan, dikarenakan menunggu hasil investigasi dari BGN terkait kejadian makanan basi beberapa waktu kemarin,” tulis Aryaseh dalam surat resminya.

Sebelumnya, pemberitaan menyebutkan bahwa menu sate lilit yang dibagikan kepada siswa sudah masam (basi) bahkan ditemukan nasi yang masih mentah dan tidak layak konsumsi. Kondisi tersebut berdampak pada ratusan siswa. Beruntung, para guru dengan sigap mengingatkan siswa untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut, sehingga tidak menimbulkan korban keracunan.

Penghentian sementara layanan Makan Bergizi Gratis ini menuai perhatian dari para orang tua siswa. Salah satu orang tua berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan agar program tetap berjalan dengan aman.

“Kami berharap SPPG bisa kembali beroperasi, tapi dengan pengawasan yang lebih ketat dan evaluasi. Program ini sangat membantu anak-anak,” ujar salah satu orang tua siswa.

Pihak SPPG menyatakan akan kembali beroperasi setelah hasil investigasi BGN keluar dan seluruh perbaikan fasilitas dapur dinyatakan layak. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi dukungan sekolah selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Karangasem. (Ami)

Minggu, 08 Februari 2026

Peringati HUT WHDI, Bupati Satria Perkuat Peran Perempuan Dalam Pembangunan Daerah

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri Puncak HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Klungkung di Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, Minggu (8/2). Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya dan Ida Dalem Semaraputra.

Acara yang mengusung sebuah tema "Pemberdayaan Perempuan dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas” ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menekankan bahwa tema perayaan tahun ini, sangat relevan dengan visi besar bangsa di tahun 2045 Perempuan sebagai Pilar Utama Keluarga. "Perempuan adalah pilar utama dalam kehidupan keluarga. Peran mereka tidak hanya terbatas pada tugas domestik, tetapi juga mencakup peran strategis dalam pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan ekonomi keluarga," ujarnya.

Selain itu, Bupati Satria juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota WHDI Kabupaten Klungkung atas kontribusi nyata mereka selama ini. Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, WHDI dinilai mampu menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil. "Mari kita jaga dan perkuat semangat persatuan dalam memberdayakan perempuan. Bersama-sama kita wujudkan keluarga-keluarga yang sehat dan sejahtera sebagai pondasi tercapainya Indonesia Emas," tutupnya.

Sementara itu, Ketua WHDI Kabupaten Klungkung, Ny. Kusuma Surya Putra menekankan bahwa pentingnya peran strategis perempuan dalam menjaga nilai-nilai luhur agama, adat, dan budaya Bali. Sebagai kabupaten yang dikenal sebagai pusat sejarah dan kebudayaan, perempuan di Klungkung dituntut untuk menjadi penggerak keharmonisan sosial. “Semoga di usia ke-38 ini WHDI semakin solid, matang dan berdaya serta terus menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat Klungkung yang MAHOTTAMA (Maju, Harmonis, Tentram dan Makmur),” harapnya.


Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Musholla Al-Hikmah Joglo

Ket foto : 

Wawali Arya Wibawa Buka Workshop 
Wujud Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat Kelola Sampah. 

Denpasar , Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Workshop Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber yang bertajuk "Pengelolaan Sampah Ramadhan Berkah Tanpa Sampah" di Musholla Al-Hikmah Joglo, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, pada Minggu (8/2) pagi. 

Kegiatan workshop yang diikuti oleh perwakilan Masjid serta Musholla se- Kota Denpasar ini turut dihadiri perwakilan MUI Kota Denpasar, Dewan Masjid Indonesia, PC NU Kota Denpasar serta organisasi Agama Islam lain di Kota Denpasar lainnya. 

Wawali Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum bertemu masyarakat ini merupakan kesempatan bagi Pemkot Denpasar dapat secara gamblang menjelaskan persoalan pengelolaan sampah yang ada di Kota Denpasar.

Dimana, arahan Presiden RI Kabupaten/Kota di Bali untuk melaksanakan Kurve atau gerakan serentak penanganan sampah. Selain gerakan bersama turun ke lapangan (Kurve) juga telah memasifkan sosialisasi kepada masyarakat bagaiman tata kelola sampah di masing-masing rumah tangga. Karena merubah kebiasaan masyarakat jauh lebih kompleks daripada gerakan gotong-royong. Dimana harus dilakukan secara berkelanjutan. 

Karenanya, Arya Wibawa mengajak seluruh tokoh baik agama islam maupun agama lainya yang ada di Kota Denpasar dan dalam momentun jelang Ramadhan bisa kita sisipkan juga sosialisasi pengelolaan sampah dalam ceramah keagamaan kepada masyarakat. 

"Dengan kondisi per 1 Maret 2026 TPA Suwung ditutup, sementara Denpasar belum memiliki TPA dengan daya tampung besar. Pemkot telah melakukan solusi diantaranya program Teba modern, pengadaan Komposter, pengelolaan sampah berbasis sumber melibatkan 24 TPS3R yang ada di Kota Denpasar," ujarnya. 

Arya Wibawa menekankan, Pemkot telah mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber rumah tangga dan telah membuat 6000 teba modern dan akan terus bertambah. Pemkot juga memaksimalkan fungsi TPS3R di 24 titik di desa kelurahan di Kota Denpasar. Bahkan, di Tahun 2026 ini, Pemkot akan membangun lagi tiga TPS3R baru dengan skala lebih besar memanfaatkan lahan Hibah dari Pemorov Bali di Kota Denpasar yakni di wilayah Pemecutan Kaja, Sidakarya, dan Sanur. 

Pihaknya mengakui, saat ini belum bisa mengcover seluruh wilayah terutama yang tidak memiliki TPS3R. Menjawab hal ini, Pemkot melaksanakan pengadaan mesin dengan skala penyelesaian maksimal 200 Ton dengan target operasi penuh bulan Mei mendatang. Selain juga penambahan kapasitas mesin di sejumlah TPS3R yang akan dilakukan bertahap.

Pemkot dibantu Pemerintah Pusat kedepan juga akan membangun Fasilitas  Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kami optimis kalau ini terwujud akan meringankan pengolahan dan pengelolaan sampah di Kota Denpasar dan Bali, dengan catatan kita tidak kendorkan program pengelolaan sampah di rumah tangga dan sosialisasi. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada akhir 2027.

"Membuat kebijakan pengelolaan dan pengolahan sampah ini tidak hanya dipikirkan jangka pendek tapi juga jangka panjang. Kalau seluruh Kota melaksanakan kegiatan seperti Workshop ini kami optimistis sampah di Kota Denpasar akan bisa cepat tertangani," ujar Arya Wibawa. 

Sementara Ketua Yayasan Al Hikmah Joglo, Hj. Nuryadi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Wawali Arya Wibawa dan terima. kasih telah hadir memberikan dukungan terhadap acara Workshop yang kami laksanakan ini. 

"Kegiatan kami ini mengundang perwakilan Masjid dan Musholla se - Kota Denpasar. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat membantu menjadi solusi penanganan sampah di Kota Denpasar. Karena, dengan pengelolaan dan pengolahan sampah yang baik akan tercipta situasi kondusif dan aman dan nyaman bagi kita semua, " ujar Nuryadi. (esa-toblo)

Pemkot Denpasar Laksanakan Persembahyangan dan Vaksinasi Hewan Gratis Serangkaian Hari Raya Tumpek Uye

Ket foto:
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dalam kesempatan meninjau vaksinasi gratis serangkaian perayaan Tumpek Uye kepada hewan peliharaan di area Pura Lokanatha Lumintang, Sabtu (7/2)


Denpasar, Bali Kini - Perayaan Tumpek Uye atau Tumplek Kandang yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye, di Kota Denpasar dipusatkan di kawasan Pura Lokanatha, Lumintang, Sabtu (7/2). 

Selain persembahyangan, perayaan hari raya Umat Hindu yang dikenal sebagai hari raya untuk memuliakan hewan ini, juga diisi dengan kegiatan Vaksinasi Rabies gratis bagi hewan peliharaan.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara dan sejumlah pimpinan OPD menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini, sengaja menggelar kegiatan Vaksinasi Rabies sebagai bentuk upaya turut memuliakan hewan-hewan sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan.

"Untuk Vaksinasi Rabies gratis sendiri sebetulnya sudah sering dilaksanakan. Namun hari ini menjadi spesial, karena bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang," kata Eddy Mulya. 

Seperti yang diketahui, perayaan Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang diperingati oleh umat Hindu setiap 210 hari sekali (perhitungan kalender Bali) atau tepatnya pada tepatnya pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Uye. Pada Tumpek ini, umat Hindu membuat sebuah upacara bagi binatang dalam artian umat Hindu memuja keagungan Ida Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Siwa Pasupati yang disebut Rare Angon, penggembala semua makhluk di alam semesta ini.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan, perayaan Tumpek Uye ini selain memuliakan lingkungan hewan (Bhuwana agung), juga untuk menyucikan diri dari sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia (bhuwana alit).


Adapun prosesi perayaan Tumpek Uye kali ini diawali dengan pelaksanaan persembahyangan bersama yang dipimpin Ida Pedanda Gede Pengiyasan dari Griya Braban. Setelah prosesi persembahyangan usai, kemudian dilanjutkan dengan upacara “otonan” untuk hewan peliharaan. 

"Setelah melewati prosesi ini, para hewan yang datang kemudian mendapatkan vaksinasi gratis di jaba Pura Agung Lokanatha," jelasnya. (Win)

Kintamani Siapkan Pembangunan Berkelanjutan Lewat Musrenbang RKPD 2027

Kintamani , Bali Kini - Kecamatan Kintamani bergerak cepat mempersiapkan rencana pembangunan daerah (RKPD) untuk tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar tahun 2026 ini. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Kintamani, (6/2) forum ini menjadi wadah partisipatif bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyuarakan aspirasi dan merumuskan prioritas pembangunan yang berkelanjutan.

Musrenbang RKPD ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, anggota DPRD Kabupaten Bangli, Kepala BPS, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan perempuan. Semangat kolaborasi tampak jelas dalam setiap sesi diskusi, di mana sebanyak 280 total usulan yang diajukan oleh desa masuk dalam musrenbang tersebut dibahas secara transparan dan konstruktif.

Camat Kintamani Ketut Erry Soena Putra dalam sambutannya menekankan bahwa Musrenbang adalah fondasi penting untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. "Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kintamani," ujarnya.

Berbagai usulan prioritas mencuat dalam forum ini, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seluruh usulan tersebut akan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bangli, serta mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.

"Kami berharap, melalui Musrenbang ini, kita dapat menghasilkan rencana pembangunan yang berkualitas dan terintegrasi, sehingga mampu mengakselerasi pembangunan Kintamani secara berkelanjutan," ucap Ketut Erry. 

Musrenbang RKPD Kecamatan Kintamani ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan semangat gotong royong, Kintamani siap menyongsong masa depan yang lebih gemilang.

Senderan Jebol di Sidemen Akibat Hujan Deras, Kerugian Capai Rp25 Juta


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan senderan jebol di Banjar Dinas Kebung Kauh, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Jumat malam (6/2/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Peristiwa tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) menurunkan tiga personel ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen awal.

“Kami menerima laporan pada pukul 21.00 WITA dan segera mengerahkan tiga personel TRC ke lokasi untuk melakukan asesmen,” ujar Koordinator TRC BPBD Karangasem, I Wayan Mendra, Sabtu (7/2/2026).

Senderan yang jebol diketahui merupakan milik warga setempat atas nama I Gede Budiarta. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, senderan mengalami kerusakan dengan tinggi sekitar 4 meter dan panjang mencapai kurang lebih 10 meter.

“Kerusakan senderan cukup signifikan. Berdasarkan penghitungan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai Rp25 juta,” jelas I Wayan Mendra.

Proses asesmen dilakukan pada Sabtu (7/2/2026) mulai pukul 11.50 hingga 12.30 WITA dengan pendampingan Kepala Wilayah Kebung Kauh dan Kepala Wilayah Kebung Kangin guna memastikan data kerusakan tercatat secara akurat.

Pihak BPBD menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini kami masih melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk langkah penanganan dan tindak lanjut bantuan bagi warga terdampak,” tambahnya.

BPBD Karangasem mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah Karangasem masih cukup tinggi dan berpotensi memicu kejadian serupa. (Ami)

NELAYAN BELUM KEMBALI DARI MELAUT

KARANGASEM  , BALI KINI -- Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan yang belum kembali dari melaut di perairan Desa Bunutan, Kecamatan Abanh, Karangasem, Sabtu (7/2/2026). I Nengah Sarem (68) sudah berangkat sejak hari Jumat sekitar pukul  14.30 Wita. Dikarenakan tak ada kabar, pihak keluarga dan rekan nelayan berinisiatif mencari namun tak kunjung memberikan hasil.

Pada hari ini informasi adanya nelayan hilang baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari Kepala Dusun setempat. "Informasi adanya nelayan hilang kami terima hari ini pada pukul 10.55 Wita dan langsung kami timdaklanjuti," ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. 

Petugas siaga berkoordinasi dengan Polsek Abang, Karangasem  dan keluarga korban untuk bisa mempersiapkan pencarian. Sebayak 6 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bergerak menuju lokasi dan tiba kurang lebih 12.30 Wita. Dengan menggunakan rigid Inflatable boat (RIB) 4 personel dari tim SAR gabungan memulai penyisiran di seputaran lokasi biasanya korban melaut. Unsur SAR yang terlibat diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Pol Airud Karangasem, Pol air Polda Bali Pos Kubu, Pos AL Candidasa, Polsek Abang, Koramil Abang, Babinsa Ds Bunutan, BPBD Karangasem, Balawista Amed BPBD Karangasem, Bakamla Bali, Bhabinkabtibmas Ds. Bunutan, Kadus Ds Bunutan, keluarga korban serta masyarakat nelayan setempat.

"Info dari pihak keluarganya bahwa sudah melaksanakan pencarian dengan 3 buah jukung  dengan 6 orang nelayan, serta melibatkan kelompok Nelayan Bunutan dengan jumlah 7 jukung menuju ke arah selatan Lombok," jelas Sidakarya.

Hingga sore ini tim SAR gabungan belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan I Nengah Sarem. "Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca mendung, angin kencang mencapai 10 KM per jam, air laut gelombang tinggi," terang I Putu Handika Bhayangkara, selaku koordinator di lapangan. 

Rencananya operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi. Meskipun sore ini penyisiran dihentikan sementara, namun koordinasi/ komunikasi tetap intens dilakukan dan apabila ada laporan penemuan personil bisa segera.
                 

Tumpek Uye Diperingati Sekala-Niskala di Jembrana, Dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati

Jembrana , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Raya Tumpek Uye atau Tumpek Kandang secara sekala dan niskala yang dipusatkan di Pura Dang Kahyangan Jati, Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Sabtu (7/2). Peringatan hari suci yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye ini dihadiri langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna serta jajaran OPD Pemkab Jembrana.

Perayaan Tumpek Uye kali ini dilaksanakan melalui dua rangkaian kegiatan. Secara sekala atau di alam nyata, Pemkab Jembrana melaksanakan vaksinasi rabies, pemberian vitamin, penyemprotan disinfektan pada hewan, serta penebaran benih ikan. Sementara secara niskala, kegiatan diisi dengan persembahyangan bersama di Pura Dang Kahyangan Jati.

Usai persembahyangan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan bahwa Tumpek Uye dimaknai sebagai momentum untuk memuliakan dan menghormati hewan atas manfaat besar yang telah diberikan kepada manusia.
“Pada hari ini seluruh umat se-dharma merayakan Tumpek Uye sebagai wujud rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus pembelajaran bagaimana umat manusia menjaga dan merawat alam, sehingga keharmonisan antara manusia dan alam tetap terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, hewan merupakan ciptaan Tuhan selain manusia yang patut dihormati dan didoakan. Oleh karena itu, peringatan Tumpek Uye menjadi pengingat agar manusia tidak bersikap eksploitatif terhadap makhluk hidup lainnya.
“Tumpek Uye dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Pawukon Bali, tepatnya Saniscara Kliwon Wuku Uye. Melalui peringatan ini, selain berdoa, kita juga melakukan aksi nyata seperti vaksinasi rabies, pemberian vitamin, dan penyemprotan disinfektan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan hewan,” tandasnya. (*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved