-->

Kamis, 16 April 2026

Anggarkan Rp 98,6 Miliar Untuk Gedung Baru di 15 SD Denpasar

Laporan Reporter: Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar tahun ini merealisasikan pembangunan gedung baru di 15 Sekolah Dasar (SD) negeri yang tersebar di beberapa wilayah Kota Denpasar. Pembangunan tersebut difokuskan pada penambahan ruang kelas baru (RKB) dengan pembangunan gedung bertingkat untuk mengatasi keterbatasan lahan serta meningkatnya jumlah siswa. 
Kabid Pendidikan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, mengatakan pembangunan tersebut meliputi pembangunan gedung lantai II dan III lengkap dengan tangga, kajian lalu lintas, kajian lingkungan UKL-UPL, hingga pengawasan pembangunan.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sarana prasarana pendidikan di Kota Denpasar. 
"Selain pembangunan fisik, juga dilengkapi kajian teknis seperti kajian lalu lintas dan kajian lingkungan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai regulasi,” ujarnya, kapada wartawan Kamis (16/04).
Dia menjelaskan, pembangunan dilakukan dengan konsep vertikal karena sebagian sekolah memiliki keterbatasan lahan. Dengan pembangunan gedung bertingkat, jumlah ruang kelas bisa ditambah tanpa harus memperluas lahan sekolah.
Selain pembangunan fisik, beberapa sekolah juga dilengkapi studi kelayakan proyek pembangunan ruang kelas baru guna memastikan perencanaan pembangunan berjalan optimal. Adapun 15 SD yang menjadi sasaran pembangunan beserta total anggarannya yakni SDN 9 Sesetan pembangunan Gedung Lantai III (12 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan. Total anggaran Rp 6.974.000.000.
SDN 15 Sesetan pembangunan Gedung Lantai II (10 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan. Total anggaran Rp 5.525.000.000. SDN 14 Pedungan pembangunan Gedung Lantai III (15 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, pengawasan pembangunan, serta studi kelayakan proyek pembangunan ruang kelas baru dengan total anggaran Rp 8.888.000.000.
SDN 13 Kesiman pembangunan Gedung Lantai III (9 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan dengan total anggaran Rp 5.375.000.000. SDN 16 Kesiman pembangunan Gedung Lantai III (6 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan. Total anggaran Rp 3.839.000.000.
SDN 14 Pemecutan pembangunan Gedung Lantai III (18 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, pengawasan pembangunan, serta studi kelayakan proyek pembangunan ruang kelas baru. Total anggaran Rp 10.484.000.000.
SDN 4 Dauh Puri pembangunan Gedung Lantai III (6 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan dengan total anggaran Rp 3.839.000.000.
SDN 19 Pemecutan pembangunan Gedung Lantai III (18 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, pengawasan pembangunan, serta studi kelayakan proyek pembangunan ruang kelas baru, total anggaran Rp 10.484.000.000.
SDN 1 Pemecutan pembangunan Gedung Lantai III (9 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan, total anggaran Rp 5.375.000.000. SDN 3 Pemecutan pembangunan Gedung Lantai III (9 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan, total anggaran Rp 5.375.000.000.
SDN 6 Ubung pembangunan Gedung Lantai III (9 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan, total anggaran Rp 5.375.000.000. SDN 4 Panjer pembangunan Gedung Lantai III (15 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, pengawasan pembangunan, serta studi kelayakan proyek pembangunan ruang kelas baru, total anggaran Rp 8.888.000.000.
SDN 2 Serangan pembangunan Gedung Lantai III (9 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan, total anggaran Rp 5.375.000.000. SDN 3 Sesetan pembangunan Gedung Lantai III (9 RKB dan tangga), kajian lalu lintas, kajian lingkungan/UKL UPL, serta pengawasan pembangunan, total anggaran Rp 5.435.000.000.
SDN 12 Peguyangan pembangunan Gedung Lantai III (12 RKB dan tangga), penyusunan DED pembangunan, serta pengawasan pembangunan, total anggaran Rp 7.242.000.000. Secara keseluruhan, total anggaran pembangunan sarana pendidikan tersebut mencapai sekitar Rp 98,6 miliar. 
Suriawan menambahkan, pembangunan ruang kelas baru ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar serta memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru.

Pemkot Denpasar Komitmen Dukung Program Pemagangan Nasional,

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini terkait Program Pemagangan Nasional di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/4). 

Pemkot Denpasar Komitmen Dukung Program Pemagangan Nasional, 
Jadi Jembatan Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Wujudukan Tenaga Kerja Berdaya Saing.

Denpasar,  Bali Kini - Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Pemagangan Nasional. Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/4). Dimana, Pemkot Denpasar menilai bahwa program pemagangan/magang merupakan wahana efektif dalam menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja guna mewujudkan tenaga kerja berdaya saing. 

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ini turut dihadiri segenap Anggota Komisi IX DPR RI, Plt. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker, Estiarty Haryani, Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi Kemenaker, Andri Susila, Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta stakeholder terkait lainya. 

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar secara konsisten memastikan pelaksanaan pemagangan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. Hal ini lantaran program pemagangan di Kota Denpasar telah memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Secara umum, kami mencatat bahwa sekitar 40–60% peserta pemagangan berpotensi direkrut menjadi pekerja tetap, khususnya di sektor pariwisata dan jasa. Hal ini menunjukkan bahwa pemagangan menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan menuju dunia kerja dalam mendukung penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja,” ujarnya. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini dalam kesempatan tersebut menjelaskan, kunjungan ini dilaksanakan guna mendalami berbagai masalah dan isu-isu strategis yang terkait dengan pengawasan pelaksanaan program pemagangan nasional lulusan perguruan tinggi di industri. Hal ini lantaran banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi akademik yang memadai, namun masih memerlukan penguatan keterampilan praktis serta pemahaman terhadap kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri. Di akhir sesi, juga turut diserahkan secara simbolis jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan beasiswa kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Dalam konteks tersebut, Pemerintah memberikan dukungan berupa bantuan pemerintah dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, menyiapkan lulusan baru perguruan tinggi memasuki dunia kerja, dan memberikan peluang kesempatan kerja melalui program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi yang dilaksanakan melalui program yang dilaksanakan oleh Kementeriaan Ketenagakerjaan RI,”ujar Zaini. 

Dikatakannya, pemilihan Kota Denpasar sebagai salah satu lokasi kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Dimana, Kota Denpasar merupakan pusat aktivitas ekonomi, kegiatan pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Provinsi Bali, Aktivitas ekonomi yang tinggi menciptakan kebutuhan besar terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan siap kerja. 

“Kedekatan Kota Denpasar dengan Kawasan Pariwisata Internasional seperti Sanur, Kuta, dan Nusa Dua yang menjadi pusat industri pariwisata dan jasa, menjadikan Denpasar lokasi yang ideal untuk pengembangan pemagangan di sektor hospitality, kuliner, dan layanan jasa,” ujarnya. 

Ditambahkannya, dengan karakter ekonomi berbasis jasa dan pariwisata, Kota Denpasar berpotensi menjadi model pengembangan pemagangan berbasis industri jasa dan pariwisata yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia. 

“Dengan berdasar pada fungsi pengawasan yang melekat yang dimiliki oleh Komisi IX DPR RI terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah khususnya di bidang Ketenagakerjaan, Kunjungan kerja spesifik yang akan dilaksanakan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan program pemagangan, termasuk berbagai tantangan dan peluang pengembangannya ke depan,” ujarnya. (Ags).

Ketua BNK Tabanan I Made Dirga menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum

Tabanan , Bali Kini  – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, selaku Ketua BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Tabanan menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) Semester I Tahun 2026 di Kantor Kejaksaan Negeri Tabanan, Rabu (15/4). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Tabanan serta jajaran terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Pemusnahan barang bukti serta penandatanganan berita acara dilaksanakan sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas, transparan, dan akuntabel, sekaligus upaya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan.

I Made Dirga Wakil Bupati Tabanan memimpin rapat pembahasan permasalahan batas Desa Sesandan

Tabanan , Bali Kini  – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, memimpin rapat pembahasan permasalahan batas Desa Sesandan, Tabanan pasca diundangkannya Peraturan Bupati Tabanan Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan, Selasa, (14/4). Rapat yang turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, Perangkat Daerah terkait, Kantor Pertanahan, serta tenaga ahli ini berlangsung di Kantor Bupati Tabanan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyamakan persepsi dan mencari solusi terhadap permasalahan batas wilayah secara komprehensif. Melalui forum koordinasi ini, diharapkan tercapai kesepahaman bersama guna mewujudkan penataan wilayah yang jelas, tertib administrasi, serta menjaga kondusivitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.(*)

Rabu, 15 April 2026

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menghadiri kegiatan persembahyangan Bakti Penganyar dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang digelar di Pura Agung Besakih

Tabanan , Bali Kini — Mewakili Bupati Tabanan dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menghadiri kegiatan persembahyangan Bakti Penganyar dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang digelar di Pura Agung Besakih, yang berlokasi di Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Senin (13/4). 

Kehadiran Wakil Bupati dan jaaran merupakan wujud bhakti serta komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai spiritual serta tradisi keagamaan Hindu di Bali, khususnya dalam pelaksanaan karya besar yang memiliki makna sakral bagi umat Hindu.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta para asisten Setda, kepala perangkat daerah, serta jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Seluruh rangkaian persembahyangan berlangsung dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan, mencerminkan rasa tulus ikhlas serta kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang persembahyangan, tetapi juga mempererat sinergi dan spiritualitas antar aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. ( *)

Tingkatkan Daya Saing, Pelaku UMKM Bangli Ikuti Literasi Digital "Cakap Digital"


BANGLI , Bali Kini – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli terus memacu transformasi digital bagi pelaku usaha lokal. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Literasi Digital Tahap II bertajuk "Cakap Digital untuk UMKM" yang digelar di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB), Kantor Bupati Bangli, Selasa (14/4/2026).

Sebanyak 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kabupaten Bangli hadir untuk memperdalam strategi bertahan dan berkembang di tengah pesatnya persaingan pasar global.

Kepala Bagian Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfosan Kabupaten Bangli, A.A. Krisna Budiawan, saat membuka acara menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci utama akses pasar di masa kini.

"Saat ini kita tidak lagi bicara soal 'besok'. Bagi UMKM di Bangli, literasi digital adalah strategi bertahan hidup sekaligus kunci akses pasar global. Tanpa pemahaman digital, kita akan tertinggal oleh persaingan yang kian ketat," ujar Krisna Budiawan.

Ia menambahkan, selain mengejar keuntungan materi, pelaku usaha juga harus memahami regulasi yang ada. Pemerintah telah menyiapkan payung hukum yang kuat untuk memberikan rasa aman, mulai dari UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, hingga aturan terbaru Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026.

"Di tengah pesatnya perkembangan era digital, masyarakat—khususnya pelaku UMKM—dituntut memiliki kecakapan dalam menggunakan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab," imbuhnya.


Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya perwakilan Diskominfo Provinsi Bali dan I Made Indra Wijaya dari Mapindo. Diskusi berlangsung interaktif dipandu oleh moderator senior sekaligus praktisi komunikasi, Ida Bagus Agung Ketut Ludra.

Para peserta diberikan pelatihan intensif yang berfokus pada tiga pilar utama yakni Optimalisasi Platform Digital yaitu Strategi efektif memasarkan produk secara daring agar mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Keamanan Digital dengan Edukasi mengenai perlindungan data usaha dan transaksi dari ancaman kejahatan siber.

Serta Etika Ruang Digital dengan Membangun branding yang sehat, positif, dan bertanggung jawab di media sosial.

Melalui program literasi digital ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap para pelaku UMKM tidak hanya sekadar "masuk" ke ekosistem digital, tetapi mampu mengelola strategi pemasaran secara mandiri dan profesional.

Diharapkan dengan meningkatnya kompetensi digital ini, UMKM di Bangli dapat "naik kelas" dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap penguatan ekonomi lokal di era ekonomi kreatif.

Berbagi Praktik Baik, Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Aceh Utara

Ket. Foto : Wakil Ketua Dekranasda Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menerima kunjungan dari Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, di sentra perajin Tenun Ikat Bali Nusa, Denpasar, Rabu (15/4).

Denpasar. Bali Kini -  Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail, di sentra perajin Tenun Ikat Bali Nusa, Denpasar, Rabu (15/4). Kunjungan ini menjadi momentum berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pelestarian kain tradisional.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menegaskan bahwa Dekranasda Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Ny. Sagung Antari Jaya Negara terus berkomitmen menjalankan program kerja yang berfokus pada upaya menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

“Dekranasda Kota Denpasar berupaya meningkatkan kualitas produk kerajinan dan kapasitas perajin sebagai bagian dari penguatan jati diri bangsa serta kearifan lokal,” ujar Ayu Kristi Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari.

Sementara itu, Ny. Musliana Ismail mengungkapkan bahwa Dekranasda Kota Denpasar dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai berhasil dalam pelestarian dan pengembangan tenun ikat endek.
“Kami ingin belajar langsung mengenai program kerja Dekranasda Denpasar, khususnya dalam menjaga eksistensi tenun endek. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi ilmu bersama para perajin,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman bersama pemilik Tenun Ikat Bali Nusa, Primasari Pande. Ia menjelaskan bahwa usaha tenun yang dikelolanya telah berjalan sejak tahun 1982 dengan menggunakan bahan katun dan sutra, serta proses produksi yang dimulai dari benang hingga menjadi kain menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Primasari juga menekankan bahwa perawatan kain tenun ikat endek memerlukan perlakuan khusus agar kualitas dan keindahannya tetap terjaga.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi antar daerah dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk kerajinan lokal di tingkat nasional.
(Pur)

Walikota Denpasar Jaya Negara Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pembangunan PSEL Denpasar Raya

Ket. Foto :
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama dengan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) PSEL Denpasar Raya, beberapa waktu lalu.

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama dengan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) penyiapan dan penyediaan infrastruktur pendukung untuk fasilitas PSEL Denpasar Raya

“Pemerintah Kota Denpasar bersama dengan Pemprov Bali Pemerintah Kabupaten Badung resmi menandatangani perjanjian kerja sama penyediaan infrastruktur pendukung untuk fasilitas PSEL Denpasar Raya,” ucap Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam keterangannya di kantor Walikota Denpasar, Rabu (15/4).

Untuk diketahui, dalam dokumen yang ditandatangani dituliskan kerja sama mencakup penyiapan dan penyediaan infrastruktur pendukung sebagai fondasi utama pembangunan PSEL.

Pada kesempatan itu, Walikota Denpasar Jaya Negara juga menyampaikan, perjanjian kerja sama ini diharapkan tidak hanya sekedar menjadi administratif saja, namun simbol komitmen bersama dalam menjawab persoalan lingkungan yang telah lama menjadi polemik.

Pihak Pemkot Denpasar, kata Walikota Jaya Negara siap berkomitmen untuk berkolaborasi antarwilayah untuk menyiapkan sarana dan prasarana pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Selain itu, ia juga berharap kedepannya sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber energi yang dapat diolah menjadi listrik

"Kita harapkan PSEL ini dapat menjadi  solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah di Bali,” 

Lebih jauh, Walikota Jaya Negara  mengungkapkan bahwa pembangunan fisik proyek ini ditargetkan segera dimulai.
Sebagai informasi, proyek PSEL yang akan berlokasi di dekat Pelabuhan Benoa ini ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada pertengahan 2026.

Hal ini, lanjut Walikota Jaya Negara sekaligus juga menjadi bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam, dan berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Bali.

"Mudah-mudahan PSEL Denpasar Raya ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mendukung ketahanan energi daerah," jelasnya. (Win)

Sekretaris 1 TP. Posyandu Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa hadiri Penutupan Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali

Ket. Foto : Sekretaris 1 TP Posyandu Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa saat menghadiri penutupan Kegiatan Bina Posyandu Tahap II Provinsi Bali yang diikuti oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana resmi ditutup pada Rabu (15/4) di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu.


Denpasar, Bali Kini  - Kegiatan Bina Posyandu Tahap II Provinsi Bali yang diikuti oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana resmi ditutup pada Rabu (15/4) di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu.

Penutupan kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris 1 TP Posyandu Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, yang hadir mewakili Ketua TP Posyandu Kota Denpasar. Dalam kesempatan itu, Ny. Ayu Kristi turut menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus dan tersertifikasi.

Saat ditemui disela-sela kegiatan, Sekretaris 1 TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa kader Posyandu memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peran tersebut sangat penting, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, kegiatan Bina Posyandu yang telah berlangsung selama beberapa hari tersebut memberikan manfaat nyata bagi para kader, terutama dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta pemahaman terhadap berbagai program pelayanan masyarakat.

"Melihat seperti ini, kegiatan ini sangat berguna dan sungguh sangat bermanfaat bagi kader posyandu. la juga mengungkapkan rencana untuk mengembangkan pelaksanaan program tersebut ke depan agar lebih efektif. Salah satunya dengan membagi kegiatan Bina Posyandu ke dalam dua kategori, yakni pelatihan khusus bagi kader Posyandu serta pembinaan bagi para pembina Posyandu sesuai dengan arahan Ketua TP. Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, ujarnya.

Sementara Kadis PMD dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, saat menutup kegiatan mengatakan, untuk total peserta dari Kota Denpasar dan Kabupaten Jembrana Total peserta 111 orang, dengan jumlah peserta kota 32 orang peserta yang terdiri dari Ketua TP.PKK Kecamatan Denut, Dentim, Densel dan Ketua TP.PKK Desa/kelurahan. Untuk peserta Jembrana 79.

“Saya berpesan kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan agar tidak menyimpan pengetahuan yang diperoleh hanya untuk diri sendiri. la berharap ilmu yang didapat dapat dibagikan kembali kepada kader Posyandu lainnya di wilayah masing-masing. Dengan demikian, peningkatan kapasitas kader dapat dirasakan secara lebih luas dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan di tingkat masyarakat”, ujarnya. (Ays).

Pemkab Jembrana Sosialisasikan Skema Beasiswa "1 Keluarga 1 Sarjana" Program Pemprov Bali

Jembrana , Bali Kini – Akselerasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Jembrana. Melalui sosialisasi program strategis Provinsi Bali, yakni "1 Keluarga 1 Sarjana" dan "Bali Go Global", Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan visi Jembrana menuju pusat SDM kompetitif, Rabu (15/4).

Program “1 Keluarga 1 Sarjana” yang digagas Pemerintah Provinsi Bali ini, menyasar keluarga kurang mampu ber-KTP Bali. Program ini memberikan beasiswa penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima.

Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan mencakup pembebasan biaya pendaftaran, SPP/UKT hingga delapan semester, serta uang pangkal yang ditanggung oleh perguruan tinggi mitra. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan subsidi biaya hidup setiap bulan, yakni Rp1,4 juta untuk wilayah Denpasar dan Badung, Rp1,2 juta untuk Buleleng dan Karangasem, serta Rp750 ribu bagi mahasiswa Universitas Terbuka.

Seleksi program ini dilakukan secara ketat dan tepat sasaran, dengan mempertimbangkan rekomendasi desa adat serta indikator ekonomi seperti penggunaan listrik 450 hingga 900 VA. Tercatat, sebanyak 28 perguruan tinggi di Bali telah siap menjadi mitra dalam menyukseskan program ini.

Pemprov Bali menargetkan sebanyak 1.450 mahasiswa dapat terserap dalam program ini, dengan tujuan utama memastikan setiap keluarga kurang mampu memiliki minimal satu sarjana guna meningkatkan taraf hidup dan kualitas SDM.
Sejalan dengan itu, program “Bali Go Global” turut diperkenalkan sebagai upaya memperluas peluang generasi muda Bali untuk berkiprah di kancah internasional. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan melalui pendidikan vokasi dan pelatihan, serta membuka akses kerja ke luar negeri.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini kita bicara soal masa depan. Bukan hanya masa depan anak-anak kita, tetapi masa depan keluarga kita semua. Pemerintah provinsi memiliki program 1 KK 1 Sarjana, dan di Jembrana kita juga punya semangat yang sama melalui program 1 KK 1 Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah persaingan yang semakin ketat, pendidikan menjadi faktor penentu untuk “naik kelas”. Meski tidak menutup kemungkinan sukses tanpa pendidikan tinggi, namun peluang akan jauh lebih besar bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan.

Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan. Dengan adanya satu sarjana dalam keluarga, diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan kesejahteraan keluarga tersebut.
“Kalau dulu orang tua kita berjuang dengan tenaga, sekarang anak-anak kita harus berjuang dengan ilmu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Kembang mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan peluang yang telah dibuka pemerintah. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendorong dan memotivasi anak-anak agar tidak berhenti pada jenjang pendidikan menengah. 

Sementara , Program "Bali Go Global" diperkenalkan sebagai jawaban atas tantangan pasar kerja internasional, di mana pemuda Jembrana didorong untuk menguasai keterampilan vokasi dan sertifikasi global. Sementara itu, program "1 Keluarga 1 Sarjana" menjadi fondasi akademis bagi keluarga prasejahtera untuk memiliki daya saing intelektual.

"Pemerintah sudah membuka jalan dan menyiapkan infrastrukturnya. Kini tinggal bagaimana masyarakat, terutama orang tua, memotivasi anak-anaknya untuk berani bermimpi besar," pungkas Bupati Kembang. 

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, di mana putra-putri daerah dari pelosok desa sekalipun memiliki akses yang sama terhadap pendidikan tinggi dan peluang kerja global. ( * )
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved