-->

Senin, 08 Juni 2026

TIM SAR CARI 2 KORBAN TERSERET ARUS DI PANTAI KUTA

KUTA , BALI KINI -- Dua bocah terseret arus di Pantai Kuta, Kabupaten Badung saat bermain bola pada Minggu sore, sekitar pukul 18.05 Wita. Sesaat sebelum kejadian mereka sedang bermain bola di bibir pantai, beberapa kali bolanya terlempar ke laut, namun nahas saat sedang mengambil bola korban terseret ombak dan menghilang.

Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 18.50 Wita dari Bapak Asad. Diketahui identitas korban atas nama Airlangga Andrianto (13 tahun) dan Noval Aditya Saputra (8 tahun), keduanya bertempat tinggal di Jalan Mataram, Kuta.

Malam itu diberangkatkan 6 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menuju lokasi. Terkendala dengan jarak pandang yang terbatas, upaya pencarian kemarin malam dilakukan dengan penyisiran sepanjang pantai. Hingga pukul 22.00 Wita hasil pencarian masih nihil.

Pagi ini SRU darat dan SRU laut kembali digerakkan dengan menurunkan 1 unit rubber boat. Sementara itu Balawista Kuta melakukan penyisiran menggunakan 1 unit jetski. SRU darat penyisiran ke arah selatan sejauh kurang lebih 1 KM. Rencana operasi SAR hari ke dua akan menyisiri seputar lokasi kejadian seluas 3 NM2 oleh SRU laut.

Unsur SAR yang terlibat selama berlangsungnya operasi SAR diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta, Polairud Polresta Denpasar, Babinpotmar, Balawista Kuta, Banser, BRC, pihak keluarga dan masyarakat setempat. (ayu)

Bupati Sanjaya Antar Tabanan Torehkan Prestasi Nasional di Bidang Pengentasan Stunting dan Kemiskinan

Tabanan , Bali Kini Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta Marriott Hotel, Jumat (4/6), usai menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda Jawa dan Bali yang berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

 

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran kementerian Republik Indonesia, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kepala Badan Pusat Statistik. Pertemuan juga diikuti para kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Jawa dan Bali sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

 

Rakor Forkopimda mengangkat pembahasan mengenai peran pemerintah pusat dalam mewujudkan peningkatan sinergitas guna menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban umum. Forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpimpinan daerah melalui pertukaran informasi dan gagasan dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta menjaga stabilitas wilayah.

 

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Regional Financial Discussion dari Kementerian Dalam Negeri bertema Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing. Berbagai isu strategis dibahas oleh para narasumber, mulai dari kondisi riil pengelolaan keuangan daerah, tantangan peningkatan pendapatan asli daerah, optimalisasi belanja daerah, hingga penggalian potensi pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan pemerintah daerah beserta pemetaan risikonya.

 

Pada malam apresiasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting yang menilai komitmen serta kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan program secara terpadu dan berkelanjutan.

 

Penilaian meliputi konvergensi program, capaian layanan, efektivitas intervensi hingga tingkat desa, laju penurunan angka stunting dan kemiskinan, serta inovasi daerah yang mampu menghadirkan solusi kreatif, adaptif, dan berdampak langsung kepada masyarakat. Apresiasi tersebut diserahkan oleh Maruarar Sirait Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). 

 

Prestasi ini menjadi pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menekan angka stunting dan kemiskinan. Salah satu inovasi yang terbukti mampu mendukung percepatan penurunan stunting adalah program unggulan Bupati Ngantor di Desa yang diinisiasi langsung oleh Bupati Sanjaya. Program tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, lintas sektor, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara langsung hingga ke tingkat desa dan keluarga sasaran.

 

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Tabanan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tabanan yang selama ini turut berperan aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

 

Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, yang telah memberikan penilaian dan apresiasi kepada Kabupaten Tabanan atas prestasi dalam pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting. Terima kasih juga kepada masyarakat Tabanan yang selama ini bersama-sama mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang sangat koordinatif membuat berbagai program dapat berjalan dengan baik. Dengan kerja sama, saling bahu-membahu, dan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah daerah, berbagai prestasi akhirnya dapat kita wujudkan bersama,ujar Sanjaya.

 

Ia menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan yang lebih merata (*)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Tabanan Gelar Aksi Resik Sampah

Tabanan , Bali Kini  — Memaknai Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tabanan menguatkan semangat menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan Resik Sampah. Kegiatan dipusatkan di kawasan Lapangan Alit Saputra Tabanan, Jumat, (5/6), yang dirangkaikan dengan perayaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan. 


Aksi bersih-bersih dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan, bersama Dandim 1619/Tabanan. Turut hadir Pimpinan Perangkat Daerah terkait, serta diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan dengan penuh semangat. Para peserta bergotong royong memungut dan memilah sampah, membersihkan area publik, serta mengkampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.


Hal ini menjadi implementasi nyata peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tahun 2026, peringatan mengusung tema global "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future" yang diperkuat melalui kampanye publik #NowForClimate. Tema ini diarahkan untuk memperkuat aksi iklim berbasis alam (nature-based solutions), memperluas partisipasi publik secara inklusif, serta mendorong inovasi teknologi hijau guna memitigasi dampak perubahan iklim yang kian nyata.


Melalui sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, pihaknya menyampaikan, sejalan dengan arah strategis global tersebut, Indonesia merespons secara progresif dengan menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026, yakni "Saatnya Bekerja untuk Iklim". Tema nasional ini dirancang sebagai instrumen penggerak untuk mentransformasikan paradigma masyarakat, sehingga upaya komunikasi publik tidak hanya sebatas membangun pengetahuan (awareness) dan kesadaran (consciousness), melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan.


"Untuk mewujudkan perubahan perilaku tersebut, pemerintah menginternalisasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan melalui platform Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Melalui Gerakan Indonesia ASRI, nilai-nilai ekologis tidak lagi menjadi narasi makro yang abstrak, melainkan menjadi gaya hidup baru yang melekat pada sanubari setiap individu,” ujar Dirga.


Pihaknya juga menegaskan, bahwa upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya sebatas meningkatkan kesadaran, namun harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dimulai dari lingkungan terkecil, mulai dari rumah tangga, banjar, desa, komunitas, dunia usaha hingga pemerintah. Salah satunya dengan memperkuat budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meningkatkan penghijauan, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.


“Selain itu, kita harus mempersiapkan generasi muda Tabanan, yaitu Anak Gaul Tabanan (AGATA), sebagai generasi hijau yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terus diperkuat agar menjadi karakter dan gaya hidup generasi masa depan,” imbu Dirga. @prokopimtabanan,-


Tutup FESTA II Tahun 2026, Bupati Sanjaya Apresiasi Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya


Tabanan , Bali Kini  — Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., menghadiri sekaligus menutup secara resmi acara seremonial Festival Kecamatan Tabanan (FESTA) II yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria pada Sabtu (6/6) tersebut berlangsung meriah dan turut dihadiri oleh Cokorda Anglurah Tabanan, perwakilan jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, pimpinan instansi vertikal, para camat se-Kabupaten Tabanan, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sanjaya menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada generasi muda, khususnya Sabha Yowana Desa Adat se-Kecamatan Tabanan, atas semangat, kreativitas, dan dedikasi mereka dalam menyelenggarakan FESTA Tahun 2026. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi bukti nyata komitmen generasi muda dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan nilai-nilai seni, budaya, dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.


Sebagai bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya tersebut, dalam kesempatan itu turut ditampilkan tari klasik karya Maestro Tari I Ketut Maria, seniman asal Tabanan, yakni Tari Teater Pangkung. Penampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan FESTA II sekaligus menjadi wujud nyata upaya menghidupkan kembali warisan seni budaya daerah. Terkait hal tersebut, Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan festival yang turut mengangkat kembali potensi seni dan kearifan lokal Tabanan.


Sanjaya juga menyerahkan Penghargaan Pramana Patra Abdi Winangun serta penghargaan kepada para pemenang Lomba Musatwa Bali. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam pelestarian nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali. Melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Tabanan, baik dari segi tradisi maupun seni budaya, Sanjaya menilai pentingnya berbagai event dan festival sebagai media untuk mengangkat kembali tradisi serta kearifan lokal yang dimiliki masyarakat.


Menurutnya, Tabanan memiliki banyak tokoh dan seniman berbakat yang telah melahirkan berbagai karya seni bernilai tinggi. Oleh karena itu, diperlukan ruang dan kesempatan yang memadai agar karya-karya tersebut tetap hidup, dikenal, serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Sanjaya juga mendorong agar setiap kecamatan terus mengembangkan festivalnya masing-masing sebagai wadah untuk menampilkan potensi daerah sekaligus memperkenalkan kembali berbagai warisan budaya yang pernah berkembang di masa lalu kepada masyarakat masa kini.

“Kalau tidak pernah diperjuangkan tidak pernah diberikan ruang dan waktu untuk mereka tampil siapa yang akan tahu begitulah ibaratnya maka dari itu saya sampaikan apapun yang kita miliki kearifan lokal itu tampilkan berikan ruang dan waktu sehingga itu menjadi produk warisan budaya kita sehingga juga ketika kita buat festival budaya untuk memperkenalkan semua kearifan lokal yang kita miliki”, imbuhnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai budaya, karakter, serta kehidupan sosial masyarakat yang harmonis. Kehadiran FESTA dinilai menjadi bagian penting dalam upaya membangun Tabanan yang maju dan berkembang, namun tetap berakar kuat pada adat, budaya, tradisi, dan kearifan lokal.


Melalui pelaksanaan FESTA 2026, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya yang berkelanjutan, memberikan ruang bagi seniman dan generasi muda untuk berekspresi, sekaligus menjadi potensi pengembangan perekonomian dan pariwisata daerah. Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya leluhur, FESTA diharapkan mampu terus mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Tabanan serta memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman. 

Bupati Sanjaya Resmi Buka PKB Tabanan 2026


 Ribuan Seniman Siap Tampilkan Karya Terbaik Pada PKB XLVIII Bali

Tabanan , Bali Kini Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana Tabanan, Minggu, (7/6). Kegiatan yang menjadi ruang ekspresi seni budaya masyarakat tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat yang tampak memadati area Garuda Wisnu Singasana sepanjang malam.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua GOW Kabupaten Tabanan yang mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa beserta Ketua Gatriwara Kabupaten Tabanan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta Ketua DWP Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para asisten Setda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para camat se-Kabupaten Tabanan.

 

PKB Kabupaten Tabanan bertujuan memberikan ruang pentas sekaligus ajang uji coba bagi para seniman daerah sebelum tampil pada Pesta Kesenian Bali tingkat Provinsi Bali yang akan berlangsung di Taman Budaya Art Centre Denpasar pada 13 Juni hingga 12 Juli 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Tabanan untuk menyaksikan secara langsung berbagai karya seni yang akan mewakili daerah di tingkat provinsi.

 

Kabupaten Tabanan tahun ini turut berpartisipasi dengan menampilkan 15 materi dari total 20 materi yang dipentaskan pada PKB Provinsi Bali. Materi tersebut terdiri atas 9 parade dan 6 kategori lomba yang melibatkan berbagai cabang seni tradisional Bali. Adapun kategori parade meliputi Gong Kebyar Anak-anak, Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Wanita, Pawai, Peragaan Busana, Joged Tradisi, Ngelawang, Pelegongan Klasik, dan Angklung Kebyar. Sementara kategori lomba terdiri atas Baleganjur, Barong Ket, Taman Penasar, Mewarnai, Mesatwa, serta Jantra Tradisi Bali.

 

Sekitar 2.000 seniman terlibat dalam seluruh rangkaian persiapan PKB tahun ini. Berbagai materi telah dipersiapkan sejak Januari 2026 dan mendapatkan pembinaan intensif dari tim pembina Kabupaten Tabanan yang terdiri dari unsur seniman, akademisi seni, dan budayawan.

 

Bupati Sanjaya mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan untuk menyaksikan pembukaan PKB. Menurutnya, kehadiran masyarakat yang memenuhi kawasan Garuda Wisnu Singasana menjadi bukti bahwa seni dan budaya masih memiliki tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat Tabanan. Masyarakat Tabanan yang hadir malam ini, baik dari Meliling, Dajan Peken, Selemadeg Barat dan wilayah lainnya, semuanya hadir memenuhi Lapangan Garuda Wisnu Singasana yang megah ini,ujarnya.

 

Ia juga menegaskan, bahwa PKB Kabupaten Tabanan merupakan wahana bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mendukung perkembangan seni budaya daerah. Pelaksanaan PKB tingkat kabupaten sebelum penyelenggaraan PKB Provinsi Bali dinilai menjadi kesempatan penting bagi para seniman untuk menampilkan kemampuan terbaiknya sebelum berlaga di tingkat yang lebih tinggi.

 

Lebih lanjut, Sanjaya berharap pelaksanaan PKB Kabupaten Tabanan ke depan dapat berlangsung lebih lama. Selain memberikan ruang yang lebih luas bagi para seniman dan pecinta seni, perhelatan budaya tersebut juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Kalau bisa tahun depan lebih panjang lagi pelaksanaannya. Bukan hanya dicintai oleh para pecinta seni di Tabanan, tetapi juga memberikan dampak bagi UMKM dan masyarakat kecil yang menikmati perputaran ekonomi dari festival ini,tegasnya.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Ni Luh Nyoman Sri Suryati, dalam laporannya menyampaikan, bahwa PKB Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, bertempat di Taman Bung Karno, Garuda Wisnu Singasana Tabanan. Selain menyajikan berbagai pertunjukan seni, kegiatan ini juga diramaikan oleh UMKM, kuliner, kerajinan, dan pelaku ekonomi kreatif yang turut meramaikan jalannya festival budaya tersebut.

 

Sri Suryati menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan atas dukungan dan arahan yang diberikan sehingga PKB Kabupaten Tabanan dapat terselenggara dengan baik. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah kreativitas para seniman sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Kami berharap pelaksanaan PKB Kabupaten dapat membangkitkan kreativitas seni para seniman Tabanan dan memutar roda perekonomian rakyat Tabanan untuk memperkokoh Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,pungkasnya.

 

Malam itu, panggung Garuda Wisnu Singasana menampilkan tiga duta seni Kabupaten Tabanan yang akan berlaga di PKB Provinsi Bali 2026, yakni Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Istri Kesarin Mesari 108 yang membawakan Tari Kreasi Semara Ratih, dilanjutkan dengan Gong Kebyar Anak-anak, Sanggar Seni Iswara Murthi dengan pementasan Dolanan Mekekua-kekuaan, serta Gong Kebyar Dewasa oleh Sekaa Gong Suara Kencana yang menampilkan Fragmen Tari Amukti Jayaning Singasana. Penampilan tersebut sukses memukau dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati area pertunjukan

Minggu, 07 Juni 2026

TP PKK Bangli Borong Prestasi di Ajang Provinsi Bali


"Raih Juara I Lomba Yel-Yel dan Juara II Lomba Memasak Serba Ikan"

Denpasar , Bali Kini - Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Bali. Dalam ajang Lomba Memasak Serba Ikan dan Lomba Yel-Yel Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Mall Bali Galeria, Sabtu (6/6/26), kontingen Kabupaten Bangli sukses meraih Juara I Lomba Yel-Yel dan Juara II Lomba Memasak Serba Ikan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kreativitas, inovasi, dan kekompakan kader-kader PKK Kabupaten Bangli dalam mendukung program peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir memberikan dukungan langsung Sekretaris I TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, didampingi Ny. Pusparini Riana Putra. Kehadiran keduanya menjadi penyemangat bagi para peserta yang tampil mewakili Kabupaten Bangli di hadapan dewan juri dan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Lomba yang mengusung tema “Bali Jagadhita” ini diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali serta TP PKK Provinsi Bali. Kegiatan tersebut diikuti oleh sembilan tim perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-Bali.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat. Melalui lomba memasak, peserta ditantang menghadirkan kreasi menu berbahan dasar ikan yang tidak hanya lezat dan menarik, tetapi juga bernilai gizi tinggi. Sementara itu, lomba yel-yel menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat, kekompakan, serta kemampuan kader PKK dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat.

Ny. Suciati Diar menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh tim yang telah mempersiapkan diri dengan maksimal sehingga mampu meraih hasil yang membanggakan. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kolaborasi, semangat gotong royong, serta komitmen kader PKK Bangli dalam mendukung program peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi TP PKK Kabupaten Bangli, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein yang sangat baik bagi pertumbuhan dan kesehatan keluarga. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh kader PKK untuk terus berinovasi dan berkarya,” ujar Istri Wakil Bupati Bangli tersebut.

Keberhasilan meraih dua penghargaan sekaligus menegaskan kiprah TP PKK Kabupaten Bangli sebagai salah satu organisasi pemberdayaan keluarga yang aktif dan berprestasi di tingkat Provinsi Bali. Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pemenuhan gizi keluarga berbasis pangan lokal.

Prestasi yang diraih di ajang tingkat provinsi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran TP PKK Kabupaten Bangli sebagai motor penggerak edukasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mendukung terwujudnya Bali yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.

1000 Lebih Rare Angon Mengikuti Lomba Layang-layang Pelangi Bali

Laporan Reporter: Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Antusiasme rare angon Bali terhadap kelestarian tradisi layang-layang kian meningkat. Hal ini terbukti dari melonjaknya jumlah peserta dalam gelaran lomba layang-layang Pelangi Bali ke-48 yang digelar di Pantai Padanggalak, Minggu (7/6).
Event tahunan yang diselenggarakan pada 6 dan 7 Juni 2026 ini diikuti total 1.077 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Sekretaris Pelangi Bali, I Gusti Ngurah Arya Wardana, mengungkapkan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Ada peningkatan yang sangat signifikan. Tahun lalu kita di angka 900-an, tepatnya 920-an peserta. Nah, tahun ini sudah mencapai 1.077 peserta," katanya,. Arya Wardana menambahkan, jika dahulu perlombaan didominasi oleh perwakilan Seka Teruna-Teruni (STT), kini peserta juga datang dari klub-klub layangan mandiri. 
Meski demikian, keterlibatan STT dinilai masih tetap ada walaupun tidak sedominan dulu. Kategori yang dilombakan terbagi menjadi dua kelompok usia, yaitu remaja dan dewasa. 
Sementara untuk jenis layangan yang dilombakan meliputi layang pecukan, bebean, janggan, janggan buntut, hingga kreasi. Selain itu, ada juga lomba pindekan dengan 70 peserta.
Untuk menjaga kredibilitas kompetisi, Pelangi Bali menerjunkan tiga tim khusus, yakni tim ukur, tim juri, dan tim pantau.  Adapun kriteria penilaian yang ditetapkan oleh tim juri meliputi aspek warna, elog, keserasian/pakaian, hingga panjang tali layangan. 
Dalam gelaran ini, Arya Wardana menyelipkan harapan sekaligus ruang refleksi bagi para rare angon.  Menurutnya, kelestarian budaya layangan di Bali saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat menyempitnya lahan terbuka.
Saat ini, wilayah Denpasar hanya menyisakan dua lokasi yang representatif untuk menerbangkan layang-layang berskala besar, yaitu di Pantai Padanggalak dan Pantai Mertasari. "Harapan kami dari Pelangi Bali, sebagai induk organisasi pelayang di Bali, agar pemerintah dalam hal ini bisa menyediakan lahan yang pas dan cukup. Dengan begitu, kami sebagai generasi muda Bali bisa terus melestarikan lomba layang-layang ini dan dapat melayangan dengan nyaman," pungkasnya.

Belasan Petugas Parkir Nakal di Denpasar Terkena Sidak

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini - Banyaknya laporan petugas parkir nakal membuat Perumda Bhukti Praja Sewakadarma langsung melaksanakan sidak pelaksaaan pelayanan parkir. Dalam semalam semalam sebanyak 15 petugas parkir berhasil dijaring. 

Dirut Perumda Bhukti Praja Sewakadarma Denpasar, I Nyoman Putrawan, S.T mengatakan sidak kali ini menekankan pada pelayanan petugas jasa layanan parkir yang meliputi, penggunaan uniform sesuai ketentuan, penggunaan karcis parkir yang resmi serta pelaksanaan tugas sesuai dengan SOP layanan yang ada. 

Selain itu pada sidak ini juga menekankan pada pengamanan area bertugas, optimalisasi target pendapatan dari petugas jasa layanan yang bertugas serta temuan petugas jasa layanan parkir liar. Sidak ini dipusatkan di seputaran Lapangan Puputan , Jl Kamboja,A Yani , Malboro, Monang Maning, dan Jl Diponegoro. 

Pada sidak yang dilakukan pada pengelolaan parkir dalam Rumija (Ruang Milik Jalan) masih ditemukan beberapa pelanggaran diantaranya, petugas jasa layanan parkir bertugas tanpa menggunakan uniform resmi dari Perumda BPS.

"Penggunaan karcis tidak sesuai dengan ketentuan (karcis yang digunakan karcis tahun 2025 yang seharusnya karcis yang digunakan karcis tahun 2026), masih ditemukan petugas parkir liar (petugas parkir yang tidak resmu dari Perumda),"sebut Putrawan.

Dari sidak tersebut terdapat 15 petugas parkir yang ditemukan melakukan pelanggaran ,12 tidak memakai uniform resmi sesuai ketentuan, 2 tidak menggunakan karcis tahun 2026, dan 1 petugas parkir tidak resmi (belum terigister). 

Untuk sementara pihaknya hanya mengenakan sanksi sebatas pembinaan. Bila melakukan kembali, maka sanksi peringatan tertulis (SP) diberikan.  

"Untuk petugas jasa layanan parkir liar yang belum terigister, oleh tim sidak langsung di arahkan ke kantor untuk di proses lebih lanjut dimana area parkir yang mereka jaga sebelumnya dijadikan post resmi perumda BPS," ujarya.

Sabtu, 06 Juni 2026

Bangli Gaungkan Aksi Nyata untuk Iklim, Forkopimda Turun Langsung Bersihkan Kota dan Tanam Bunga

 Bangli , Bali Kini  - Semangat menjaga bumi dan memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan menggema di Alun-Alun Kota Bangli, Jumat (5/6/2026). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Kabupaten Bangli tidak sekadar diisi dengan seremoni, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata berupa pembersihan kawasan publik dan penanaman bunga pucuk bang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di jantung Kota Bangli tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, pimpinan perangkat daerah, TNI-Polri, pelajar, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi simbol kuat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tanggal 5 Juni merupakan momentum global yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1972. Tahun ini, dunia mengusung tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” yang diperkuat melalui kampanye #NowForClimate, sebagai ajakan untuk mempercepat aksi iklim berbasis alam dan mendorong keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

Tema tersebut selaras dengan tema nasional Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, yakni “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini menegaskan bahwa tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini tidak cukup dijawab dengan kesadaran semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang dikenal sebagai Triple Planetary Crisis, berbagai daerah di Indonesia didorong untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kabupaten Bangli menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmen tersebut melalui pelaksanaan aksi kolektif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Suasana kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta bahu-membahu membersihkan area publik, mengumpulkan sampah, serta melakukan penataan lingkungan di kawasan alun-alun. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bunga pucuk bang yang diharapkan dapat memperindah kawasan kota sekaligus memperkuat ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.

Lebih dari sekadar mempercantik wajah kota, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Penanaman vegetasi dan pemeliharaan ruang hijau diyakini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, meningkatkan daya serap air, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga dimanfaatkan untuk memperkuat implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang saat ini terus digelorakan pemerintah. Melalui gerakan tersebut, nilai-nilai pelestarian lingkungan diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh menjadi budaya dan gaya hidup yang melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Partisipasi aktif berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan semakin tingginya kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Bangli.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Bangli pun menjadi bukti bahwa upaya menjaga bumi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan sekitar. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat, harapan untuk mewujudkan Bangli yang hijau, bersih, indah, dan tangguh terhadap perubahan iklim bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

Dengan semangat "Saatnya Bekerja untuk Iklim", Bangli berharap bahwa masa depan lingkungan tidak ditentukan oleh rencana semata, melainkan oleh aksi nyata yang dilakukan hari ini demi generasi yang akan datang.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Denpasar Gelar Aksi Kebersihan dan Penanaman Pohon Serentak.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak  yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6).


Denpasar,
Pemerintah Kota Denpasar menggelar aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak  yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6). Selain merupakan kegiatan rutin, aksi tersebut juga dilaksanakan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Selain di kawasan Pantai Padanggalak, aksi yang sama juga turut dilaksanakan disepanjang pantai wilayah Kota Denpasar hingga wilayah desa/kelurahan se-Kota Denpasar. 

Aksi tersebut diikuti langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Forkopimda Kota Denpasar, TNI/Polri, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Pramuka, Komunitas, masyarakat, Desa Adat, serta siswa/siswi. 

Usai mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon, Walikota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa beserta jajaran turut mengikuti Teleconference bersama Kementerian Lingkungan Hidup serangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dan Gerakan Indonesia Asri secara nasional yang dihadiri Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan bingkisan kepada SMPN 9 Denpasar, SMPN 14 Denpasar dan Jatandras Polresta Denpasar yang behasil mengumpulkan sampah terberat. Tak hanya itu, apresiasi berupa sembako juga diberikan kepada petugas kebersihan yang tak kenal lelah menjaga kebersihan wilayah Kota Denpasar.  

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan bersih-bersih serentak dan penanaman pohon yang dilaksanakan di berbagai titik di Kota Denpasar, pemerintah bersama masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. 

“Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat merupakan warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jaya Negara, gerakan bersih-bersih dan penanaman pohon tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga dampak perubahan iklim. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat ekologis bagi kota, sementara aksi bersih-bersih menjadi simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Denpasar. 

“Ketika masyarakat bergerak bersama, sekecil apa pun langkah yang dilakukan akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan kita,” katanya.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai gerakan berkelanjutan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga ikut serta dalam penghijauan kota. 

“Mari kita jadikan Denpasar sebagai rumah bersama yang nyaman, asri, dan lestari. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, saya yakin kita mampu mewujudkan Denpasar yang semakin maju, berbudaya, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang melibatkan sekitar 50.000 peserta. Kegiatan yang mengusung tema 'Saatnya Bekerja Untuk Iklim,l' ini dipusatkan di Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, dengan melibatkan unsur TNI/Polri, ASN, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, Forkopimda, serta masyarakat di seluruh desa dan kelurahan. 

Pihaknya mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan kolektif menjaga lingkungan. 

“Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Denpasar menjadi modal utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gustra menjelaskan bahwa berbagai kegiatan seperti aksi bersih pantai, penanaman pohon, kampanye pemilahan sampah, Sekolah Sungai, hingga pelatihan masyarakat dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan dari berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak usia dini serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. 

“Kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya. 

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan lingkungan berada di tangan kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat, kami optimistis Denpasar dapat menjadi contoh kota yang berhasil membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Ags).
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved