-->

Senin, 12 Oktober 2026

Jaga Peradaban dan Tradisi, Bupati Klungkung Hadiri Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI


KLUNGKUNG, BALI KINI - Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak perayaan Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Klungkung Heritage Festival di Pelataran Pemedal Agung Kertagosa Klungkung, Sabtu (10/10).

Kegiatan yang dihelat dalam rangka pelestarian budaya tradisional khas Puri Agung Klungkung ini diawali dengan prosesi kirab dari Puri Agung Klungkung menuju Kertagosa. Dalam prosesi tersebut, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra bersama permaisuri ditandu menuju Monumen Puputan Klungkung untuk menyaksikan parade budaya sebelum akhirnya dilanjutkan menuj pelataran Pemedal Agung Kertagosa.

Bupati Klungkung I Made Satria dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar puri yang secara konsisten melaksanakan kegiatan ini. Menurutnya, acara ini merupakan wujud penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya menjaga kelanjutan tradisi budaya Bali.

"Klungkung memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dan peradaban Bali sebagai salah satu pusat kerajaan pada masa lampau. Puri Agung Klungkung bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, melainkan juga simbol perjalanan peradaban kepemimpinan, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur," ujar Bupati Satria.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, perilaku, penghormatan terhadap adat, serta kecintaan terhadap identitas dan jati diri masyarakat Bali. Bupati Satria berharap perayaan ini dapat memperkuat hubungan antar-generasi dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Sementara itu, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra menjelaskan, perayaan abhiseka ini digelar untuk menunjukkan komitmen Puri Agung Klungkung dalam melestarikan adat dan istiadat di tengah tantangan zaman modern serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Walaupun tantangan pelestarian di era modern sangat berat, kami akan terus berupaya agar adat dan budaya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan dilaksanakan. Di samping itu, peringatan ini juga bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung agar semakin dikenal di seluruh nusantara dan lebih bergairah," ungkap Ida Dalem Smara Putra.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung atas dukungannya terhadap pelestarian adat dan budaya. Kehadiran para raja dan sultan dari berbagai organisasi dalam kesempatan ini, lanjutnya, menjadi simbol kuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Meskipun kita berbeda cara dan metode dalam melestarikan adat dan budaya, tujuan kita tetap satu, yaitu menjaga persatuan. Jangan kita besar-besarkan perbedaan, tetapi mari kita besar-besarkan persamaan," pungkasnya.

Puncak perayaan ini turut dihadiri oleh para raja dan sultan nusantara, penglingsir dan pasemetonan puri se-Bali, Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI, Danrem 163/Wirasatya, jajaran Forkopimda Kabupaten Klungkung, serta undangan terkait lainnya.(Rl)

Perkokoh Ketahanan Budaya, Bupati Satria Bersama Wakil Bupati Tjok Surya Hadiri Rangkaian Karya di Tiga Pura


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri uleman (undangan) rangkaian upacara karya keagamaan di tiga lokasi berbeda pada Sabtu (10/10).

Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendukung pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali.
Adapun tiga lokasi upacara yang dihadiri meliputi:

Pura Dalem Pasek Gelgel Semaagung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan (Karya Ngenteg Linggih, Nubug Pedagingan, Mapadudusan Alit, Medasar Caru Balik Sumpah).

Pura Pajenengan Pande, Desa Tegak, Kecamatan Klungkung (Karya Ngenteg Linggih, Caru Walik Sumpah Agung, Mupuk Pedagingan, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna).

Pura Dadia Batur Kubon Tubuh Lebu, Sidemen, Karangasem (Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Madya, Tawur Wrespati Kalpa).

Di sela-sela kegiatan, Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat di Bali. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan krama pengempon pura memegang peranan krusial dalam merawat tradisi secara berkelanjutan.

"Adat dan agama adalah akar identitas kita di Bali. Melalui sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap momentum upacara ini dapat mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mengokohkan ketahanan budaya kita di tengah derasnya modernisasi," ujar Bupati Satria.

Rangkaian upacara sakral yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh para tokoh masyarakat setempat serta krama pengempon pura. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelancaran pelaksanaan yadnya, Bupati Satria menyerahkan dana punia yang diterima langsung oleh masing-masing Kelihan Pengempon Pura.

Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap pelaksanaan karya yadnya ini mampu memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya di tengah masyarakat. Momentum keagamaan ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk senantiasa menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan sesama, alam lingkungan, serta Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana.(*)

Komitmen Bupati Satria Wujudkan Nusa Penida Hijau dan Berkelanjutan Lewat Kerthi Bhumi Satwika


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri penandatanganan Kesepakatan Bersama Penyelenggaraan dan Implementasi Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika Tahun 2026–2030 di Wantilan Pura Dang Khayangan Er Jeruk, Kabupaten Gianyar, Sabtu (10/10). Momentum ini menjadi langkah krusial bagi Kabupaten Klungkung, khususnya dalam memperkuat komitmen kelestarian lingkungan di destinasi wisata dunia, Kepulauan Nusa Penida.

Kepulauan Nusa Penida resmi ditetapkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai satu dari enam kawasan strategis Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika di Bali. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor 912/04-B/HK/2026 yang diterbitkan pada 6 Oktober 2026.

Hadirnya Bupati I Made Satria dalam penandatanganan kesepakatan ini menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mengimplementasikan kebijakan pembangunan hijau, khususnya di kawasan kepulauan yang menjadi prioritas pariwisata berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria menyambut positif penetapan Nusa Penida sebagai kawasan rendah emisi. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya menjaga daya dukung lingkungan Nusa Penida di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata.

"Penetapan Kepulauan Nusa Penida sebagai Kawasan Rendah Emisi adalah momentum penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kelestarian alam. Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen penuh mendukung serta mengimplementasikan program ini agar Nusa Penida tetap hijau, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," ujar Bupati I Made Satria.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika bukan sekadar penamaan kawasan, melainkan perubahan pendekatan pembangunan agar kemajuan ekonomi sejalan dengan perlindungan lingkungan. Selain Nusa Penida, lima kawasan strategis lainnya meliputi Ubud, Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Kota Denpasar.
Pelaksanaan program selama kurun waktu 2026–2030 ini akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta kemampuan fiskal masing-masing daerah, didukung evaluasi berkala untuk mengukur capaian kinerjanya.

Penandatanganan kesepakatan yang berlangsung pada Saniscara Kliwon Wayang (Rahina Tumpek Wayang) ini sarat akan nilai spiritual dan kearifan lokal Sad Kerthi. Kebijakan ini merupakan manifestasi konkret dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Haluan Pembangunan Bali Masa Depan (100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125), guna mewariskan alam Bali yang bersih, sehat, dan lestari.

Turut mendampingi Bupati Satria, Penjabat (Pj.) Sekda Klungkung I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, serta Kepala OPD terkait(*)

Luaskan Jangkauan, Bupati Satria Harap Manusa Yadnya Masal Klungkung Diikuti Umat Hindu se-Nusantara


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Upacara Manusa Yadnya Masal gratis yang diinisiasi oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung. 

Kegiatan masal tersebut berlangsung khidmat di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe pada Jumat (10/10/2026). Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Klungkung, I Made Satria, yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria. 

Bupati Satria berkomitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung akan terus mendorong agar program ini dapat ditingkatkan dari segi kualitas maupun jangkauan di tahun-tahun mendatang. Pihaknya berharap pelaksanaan di masa depan tidak hanya diikuti oleh masyarakat lokal, tetapi juga dapat merangkul umat Hindu dari seluruh Nusantara.

Sebagai langkah konkret perluasan program, Pemkab Klungkung bersama PHDI berencana menggelar kegiatan serupa di Wilayah Kecamatan Nusa Penida pada tahun depan. Langkah ini diambil guna mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat kepulauan sekaligus meringankan beban biaya transportasi penyeberangan warga Nusa Penida menuju daratan Klungkung.

"Pemerintah Daerah mendukung penuh program positif ini. Selain meringankan beban ekonomi warga, pelaksanaan yadnya secara masal juga menguatkan rasa kebersamaan dan gotong royong antarumat Sedharma," ujar  Bupati Satria

Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Klungkung, Jero Mangku Kadek Candra, menjelaskan bahwa tradisi masal ini diselenggarakan untuk membantu umat Hindu menjalankan swadharma keagamaan tanpa terkendala beban biaya.

Upacara yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut mencakup berbagai tingkatan upacara Manusa Yadnya, di antaranya Mepandes (Potong Gigi), Bayuh Wayang Sapuh Leger, Bayuh Sukerta, Bayuh Tampel Bolong, Mapetik Rambut, hingga Upacara Tiga Bulanan.(*)

Serahkan Tali Kasih ke Umat Khonghucu, Bupati Satria Perkokoh Kerukunan Umat Lewat "Satria Peduli"


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung kembali menunjukkan komitmen kuat melalui inovasi "Satria Peduli" dengan merawat kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Hal tersebut terlihat saat Bupati Klungkung, I Made Satria menyerahkan tali kasih berupa lampion kepada umat Khonghucu yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi Tahun 2577 Kongzu / 2026 Masehi di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Jumat (9/10). 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa inovasi "SATRIA PEDULI" merupakan sebuah program hasil kolaborasi antara Badan Kesbangpol Kabupaten Klungkung dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. “Jadi program ini merupakan apresiasi Pemkab Klungkung terhadap seluruh umat beragama di Kabupaten Klungkung. Kita luncurkan program ini ditahun 2026 dan kedepan akan terus berlanjut. Program ini jangan dilihat dari nilai yang diberikan tetapi ketulusan dan perhatian pemerintah kepada umat beragama. Semoga bantuan ini bermanfaat dan tentunya mempererat kemitraan pemerintah dengan umat beragama demi terwujudnya visi Kabupaten Klungkung yang MAHOTTAMA (Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur), ” harap Bupati Satria 

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyebarkan kedamaian, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar, dengan memegang teguh prinsip kedamaian. “Mari bersama-sama kita maknai peringatan ini tidak hanya menjadi sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur kemanusiaan, kebijaksanaan, dan cinta kasih yang diajarkan oleh Sang Guru Besar,” harap Bupati Satria.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas / Kesbangpol) Kabupaten Klungkung, Drs. I Dewa Ketut Sueta Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berpedoman pada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang pedoman tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan FKUB, dan pendirian rumah ibadah. Adapun tujuan kegiatan ini yakni menciptakan sinergi yang harmonis antara seluruh umat beragama dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan bersama dan mempererat silaturahmi serta memantapkan persaudaraan melalui inovasi "Satria Peduli". Inovasi ini merupakan pengejawantahan dari Tri Kerukunan Umat Beragama yang menjadi tiang penopang kedamaian di Klungkung. “Melalui program "Satria Peduli", pemerintah daerah hadir secara adil dan proporsional untuk seluruh umat beragama guna menjaga kedamaian yang selama ini telah terjaga dengan baik di Kabupaten Klungkung,” harapnya.


Buka Konsolidasi PWI, Bupati Satria Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Sinergi Pers Dalam Membangun Klungkung Mahottama


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka kegiatan Konsolidasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pengurus Cabang Klungkung di Kolam Pancing Nirmala, Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (9/10). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Organisasi dan Penguatan Peningkatan Profesionalisme Wartawan”.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menyambut baik serta mengapresiasi penyelenggaraan konsolidasi ini. Menurutnya, acara ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, sekaligus meningkatkan profesionalisme insan pers terutama dalam pembangunan di Kabupaten Klungkung. “Jadi melalui kegiatan ini produk jurnalistik agar mampu mendinginkan suasana dan merawat persatuan di tengah masyarakat. Mari terus tingkatkan kemitraan dan kerja sama yang baik ini dan semoga lewat organisasi ini semakin solid dan profesionalisme wartawan di Klungkung kian meningkat," ujarnya.

Selain itu, Bupati Satria juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun Klungkung. Peran pers sangat dibutuhkan untuk mengedukasi masyarakat melalui penyampaian informasi yang akurat serta menjalankan fungsi kontrol sosial yang konstruktif. “Pemerintah dan insan pers harus terus menjalin hubungan yang baik dan sinergis. Saya sangat membutuhkan dukungan media untuk menyukseskan pembangunan daerah demi mewujudkan masyarakat Klungkung yang Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur (Mahottama),” harap Bupati Satria.

Sementara itu, Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsara turut memberikan sejumlah arahan penting bagi para anggota. Pihaknya meminta bagaimana menjadi pers yang profesional, independen, dan berintegritas dalam menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan agar jangan sampai pers memicu perpecahan atau menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya, terutama di tengah dinamika sosial saat ini. 

“Sinergi yang kuat antar pemerintah dan pers
sangat diperlukan dan hal terpenting kerjasama yang sudah berjalan dengan baik ini agar dipertahankan dan ditingkatkan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan daerah dan mencerdaskan masyarakat dalam menerima informasi,” harapnya.


Minggu, 11 Oktober 2026

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Tas Pedagang Pasar Amlapura Timur dalam 1x24 Jam


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Tim Resmob Tohlangkir Satreskrim Polres Karangasem berhasil menangkap pelaku pencurian tas milik seorang pedagang di Pasar Amlapura Timur, Jalan Kesatrian, Kelurahan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Pelaku berinisial I Nengah Suarta, 41 tahun, ditangkap di kediamannya di wilayah Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, setelah polisi melakukan penyelidikan dan penelusuran rekaman CCTV.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat setelah kejadian dilaporkan.

“Benar, pelaku sudah berhasil kami tangkap dalam kurun waktu 1x24 jam,” ungkapnya.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 04.00 WITA. Korban, Ni Luh Suasti, 57 tahun, saat itu tengah mempersiapkan dagangannya di Pasar Amlapura Timur.

Sebelum kejadian, korban meletakkan tas selempang berwarna cokelat kehitaman di atas meja dagangan, kemudian menutupinya dengan jaket. Saat korban sibuk mempersiapkan dagangan dengan posisi membelakangi tas, pelaku diduga mengambil tas tersebut tanpa sepengetahuan korban.

Tas itu berisi uang tunai yang diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta, satu unit telepon genggam merek Aitel, KTP, serta kunci lemari rumah. Berdasarkan barang bukti yang diamankan, polisi turut menyita uang tunai sebesar Rp6.391.000.

Pengungkapan kasus bermula setelah Tim Resmob Tohlangkir mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan petunjuk dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penelusuran rekaman kamera pengawas dan penyelidikan manual, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku beserta arah pergerakannya setelah melakukan pencurian.

Petugas kemudian bergerak menuju rumah pelaku di Desa Bugbug dan berhasil mengamankannya untuk dibawa ke Polres Karangasem guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Supra warna hitam bernomor polisi DK 6103 CA yang diduga digunakan pelaku saat beraksi, helm hitam, jaket hoodie hijau, celana pendek abu-abu, serta tas selempang milik korban beserta isinya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 476 KUHP tentang pencurian. Penyidik selanjutnya akan melengkapi administrasi penyidikan, melaksanakan gelar perkara untuk peningkatan ke tahap penyidikan, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum. (Ami)

Sabtu, 10 Oktober 2026

Dorong Kriya Lokal Berdaya Saing Global, Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award di INACRAFT 2026


Tabanan , BALI KINI – Keunggulan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang pameran kerajinan INACRAFT Vol. 5, October 2026 dengan tema Youthpreneurs. Dekranasda Kabupaten Tabanan berhasil meraih penghargaan Best Booth Award kategori Kementerian/Dinas/Lembaga. Capaian membanggakan ini menjadi wujud keberhasilan pembinaan dan pendampingan yang secara konsisten dilakukan Dekranasda Kabupaten Tabanan, dalam mendorong potensi perajin dan pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.

 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum BPP ASEPHI dalam acara yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (9/10).  Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Dekranasda Tabanan dalam memperluas promosi produk kerajinan daerah serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM.

 

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari penampilan stan Dekranasda Kabupaten Tabanan yang mengusung identitas budaya Bali melalui desain gapura tradisional yang megah, dan berkarakter khas Kabupaten Tabanan, yang mengangkat filosofi Jineng Bali, bangunan tradisional tempat penyimpanan hasil panen yang menjadi simbol kemakmuran, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Terinspirasi dari nilai-nilai luhur tersebut, gapura ini merepresentasikan Tabanan sebagai Lumbung Pangan Bali, daerah yang kaya akan potensi pertanian, subak, serta warisan budaya yang tetap lestari sepanjang zaman.

 

Perpaduan arsitektur Bali yang agung, detail ornamen tradisional yang artistik, dan sentuhan estetika modern menjadikan gapura ini bukan sekadar gerbang fisik, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan jati diri masyarakat Tabanan. Sebuah mahakarya arsitektur yang mencerminkan keharmonisan antara budaya, alam, dan kemajuan. Pun dipadukan dengan penataan produk kerajinan yang menarik dan estetik, beragam produk unggulan IKM Tabanan ditampilkan untuk memperkenalkan karakter, kreativitas, serta kualitas kriya lokal kepada pengunjung. 

 

Penilaian Best Booth Award meliputi sejumlah aspek, di antaranya suasana stan yang ramah, keindahan, kesesuaian desain dengan tema, serta pemanfaatan dan penataan ruang.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perajin dan IKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan inovasi produk kerajinan daerah, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya melalui pengembangan kriya yang mampu mengikuti perkembangan pasar. 

 

“Puji syukur, penghargaan Best Booth INACRAFT October 2026 ini kami persembahkan untuk seluruh perajin dan UMKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Ini adalah bukti kerja kolektif dan komitmen kami untuk terus melestarikan serta mengembangkan kriya Tabanan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Bunda Rai.

 

Lebih lanjut, beliau menyampaikan apresiasi kepada ASEPHI dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya ajang tersebut. Dekranasda Kabupaten Tabanan, dikatakannya akan terus berupaya mendorong penguatan kualitas, inovasi, dan promosi produk kerajinan lokal agar semakin dikenal luas. “Terima kasih kepada ASEPHI dan seluruh pihak. Di bawah binaan Dekranasda Tabanan, kami akan terus mendorong inovasi, kualitas dan promosi produk lokal Tabanan. Kriya Tabanan harus mendunia,” tegasnya.

 

Prestasi di INACRAFT October 2026 ini menjadi dorongan bagi Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk terus memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku IKM, sekaligus mengoptimalkan potensi kerajinan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah. Melalui kolaborasi, inovasi, dan promosi yang berkelanjutan, produk kerajinan khas Tabanan diharapkan semakin dikenal, mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, serta membawa identitas budaya Tabanan ke panggung yang lebih luas. @prokopimtabanan, (*)

 


Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali


Tabanan , Bali Kini – Memperkuat sradha bhakti sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memaknai Rahina Tumpek Wayang. Hal tersebut diwujudkan,l melalui persembahyangan bersama pada Sabtu, (10/10), yang dihadiri Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah serta ribuan ASN, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, dan para pemangku PSN Kabupaten Tabanan. 

Persembahyangan berlangsung di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rahina Tumpek Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari menjadi momentum untuk menjaga keseimbangan serta keharmonisan alam Bali, baik secara sekala maupun niskala, termasuk dalam menjaga krama, lingkungan, dan kelestarian budaya. Juga persembahyangan bersama ini merupakan wujud pelaksanaan swadharma negara dan swadharma agama oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. 

“Hari ini, kami di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan swadharma negara dan swadharma agama melalui persembahyangan bersama pada Rahina Tumpek Wayang, yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari. Juga bertujuan dalam rangka Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga keharmonisan Jagat Bali secara Sekala dan Niskala, menjaga krama, alam lingkungan dan budaya," ujar Sanjaya.

Ia juga menyampaikan, persembahyangan pada Tumpek Wayang merupakan wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ida Bhatara Iswara, yang berkaitan dengan kesenian dan cahaya. Melalui persembahyangan tersebut, diharapkan cahaya suci dapat menerangi kehidupan, menghilangkan kegelapan, serta memberikan kerahayuan bagi masyarakat Tabanan dan Bali.

Lebih lanjut, Sanjaya mengajak seluruh masyarakat sedharma di Kabupaten Tabanan untuk turut melaksanakan persembahyangan pada Rahina Tumpek Wayang sebagai bentuk doa dan bhakti, sekaligus memohon keselamatan, keseimbangan, dan keharmonisan kehidupan. Ajakan ini sejalan dengan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan kelestarian budaya Bali sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Melalui momentum Rahina Tumpek Wayang, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat kebersamaan dalam menjalankan swadharma negara dan swadharma agama semakin kuat. Selain mempertebal sradha bhakti, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Bali serta keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM)

Momentum Tumpek Wayang, Pemkab Jembrana Gelar Persembahyangan, Sosialisasi Pembangunan PLTS Hingga Aksi Bersih-Bersih Sampah


Jembrana , Bali Kini - Momentum Tumpek Wayang di Kabupaten Jembrana, berbagai kegiatan dilaksanakan dari bersih-bersih sampah, persembahyangan bersama, sosialiasi rencana pembangunan PLTS di Desa Budeng hingga Pameran Hasil Pertanian Jembrana.


Rangkaian persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Kembar, Desa Budeng, yang dipimpin langsung oleh Sekda I Made Budiasa, dihadiri perwakilan Forkopimda Jembrana, Kepala OPD, Prebekel dan Bendesa, serta masyarakat setempat, Sabtu (10/10).


Sekda I Made Budiasa, yang membacakan sambutan Bupati Jembrana, salah satu rencana yang akan dikembangkan yakni pembangunan PLTS di Desa Budeng, pada calon lahan tambak tidak produktif seluas 89,0 hektare yang terdiri dari 20 hektare sebagai aset Pemerintah Provinsi Bali dan 69 hektare masih sertifikat Hak Milik. 


Tentu, rencana ini perlu dipelajari secara saksama agar peluang pemanfaatan energi matahari dapat berjalan selaras dengan penggunaan lahan dan kebutuhan masyarakat.


"PLTS memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik. Pengembangan energi terbarukan dapat mendukung penyediaan energi yang lebih bersih dan membuka peluang kegiatan ekonomi. Namun, kapasitas pembangkit, teknologi, pembiayaan, serta sambungan dan pembelian listrik masih perlu ditentukan melalui kajian dan persetujuan pihak yang berwenang," ucapnya.


Karena itu, kata Budiasa sosialisasi hari ini merupakan bagian dari proses penyiapan rencana. Pemeriksaan dokumen tanah, kesesuaian tata ruang, kondisi tanah tambak, aliran air, dampak lingkungan, dan kelayakan usaha harus dilakukan sebelum keputusan pembangunan ditetapkan.


"Saya meminta perangkat daerah terkait berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, PLN, serta instansi yang berwenang. Status dan batas aset harus jelas. Hak atau penggunaan lahan oleh pihak lain harus diperiksa. Saluran air dan fungsi lingkungan harus diperhatikan. Pilihan konstruksi tidak boleh ditetapkan hanya berdasarkan luas lahan yang tersedia," ungkapnya.


Kepada masyarakat, Budiasa mengajak untuk menyampaikan kondisi yang diketahui di lapangan. Informasi mengenai genangan, saluran air, akses warga, penggunaan tambak, serta kegiatan yang menjadi sumber penghidupan sangat penting untuk penyusunan kajian. Jika ada kekhawatiran atau keberatan, sampaikan melalui forum ini dan saluran resmi yang disiapkan penyelenggara.


Kepada tim yang menyiapkan rencana, saya meminta setiap masukan dicatat, dikaji, dan diberikan tanggapan. Libatkan penggarap dan pekerja tambak apabila ada, kelompok perempuan, warga rentan, serta unsur desa adat. Informasi mengenai hasil kajian dan perkembangan rencana perlu disampaikan kembali kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.


"Kita mengharapkan manfaat bagi daerah dan warga sekitar. Peluang pekerjaan, pelatihan, dan keterlibatan usaha lokal dapat dibahas sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku. Akan tetapi, jangan menjanjikan jumlah pekerjaan, listrik gratis, atau pembagian pendapatan sebelum terdapat dasar, kemampuan, dan kesepakatan yang jelas," harapnya.

Terkait, pameran hasil pertanian, Pihaknya menyampaikan penghargaan kepada para petani, kelompok tani, dan pelaku usaha yang menampilkan hasil kerja mereka. Di balik setiap produk yang dipamerkan, terdapat ketekunan mengolah lahan, merawat tanaman, menghadapi perubahan cuaca, dan menjaga mutu hasil panen.


Pameran ini dapat menjadi tempat belajar dan memperluas pemasaran. "Saya mengajak para pengunjung mengenal produk pertanian Jembrana, membeli produk lokal sesuai kebutuhan, dan membangun hubungan usaha yang saling menguntungkan. Bagi para peserta pameran, gunakan kesempatan ini untuk mendengar kebutuhan konsumen dan memperbaiki kualitas, kemasan, serta pelayanan," tuturnya.



Selain persembayangan bersama, sebelumnya pada hari Jumat (9/10) Pemkab Jembrana melalui DLHPKP melaksanakan melaksanakan kegiatan Tumpek Wayang Resik Sampah di sejumlah lokasi, meliputi area depan dan didalam Stadion Pecangakan, area Civic Center Kantor Bupati dan area Parkir Pemkab Jembrana.


Kegiatan Resik sampah melibatkan 210 peserta yang berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. 


Dari hasil kegiatan, sampah organik yang berhasil dikumpulkan sebanyak 240 kilogram, sedangkan sampah anorganik sebanyak 70 kilogram. Total sampah yang terkumpul mencapai 310 kilogram.


Selain itu, juga dilakukan pembagian ratusan tas ramah lingkungan kepada masyarakat dan pedagang di Pasar Umum Negara.


Bantuan tersebut merupakan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Cahaya Terang Bumi Lestari sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan.

 
Melalui kegiatan ini, masyarakat dan pedagang diharapkan dapat membiasakan diri membawa dan menggunakan tas ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti kantong plastik. Langkah sederhana ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi timbulan sampah plastik serta menjaga kebersihan lingkungan pasar. (*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved