-->

Kamis, 07 Mei 2026

Angkat Tema Edu Green,Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Denpasar Education Festival 2026

Ket. Foto :Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang didampingi  Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menghadiri puncak acara DEF di Gedung Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Kamis (7/5). 


Denpasar, Bali Kini - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI memberikan apresiasi atas gelaran Denpasar Education Festival (DEF) yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Ajang ini menjadi bukti positif Pemerintah Kota Denpasar berhasil memadukan berbagai elemen pendidikan secara berkelanjutan.


Demikian diungkapkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang didampingi  Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menghadiri puncak acara DEF di Gedung Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Kamis (7/5). 


Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali,  IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa,  Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB. Yoga Adi Putra, forkopimda, pimpinan OPD, kepala sekolah, guru serta undangan lainnya. 


Pelaksanaan DEF Tahun 2026 ini juga dirangkaikan dengan penyerahan dua rekor muri yakni sekolah rintisan cinta bangga paham rupiah dan gebyar yoga asana serentak. Dalam kesempatan tersebut juga turut digelar beragam pementasan kreativitas pelajar dan apresiasi insan pendidikan Kota Denpasar.


Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya mengatakan, DEF Tahun 2026 merupakan bukti nyata bahwa pusat pendidikan berlangsung baik. Hal ini merupakan sebuah ekosistem untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Pihaknya sangat mengapresiasi tema yang diangkat dalam event tersebut. 


"Kami rasa tema yang diangkat sangat tepat, yakni edu green dimana merupakan pendidikan yang ramah lingkungan. Hal ini tentunya sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk membangun budaya asri (aman, sehat, bersih dan indah)," ujarnya. 


Dikatakannya, generasi yang kuat, tangguh dan beradaptasi dengan berbagai macam perubahan dengan memiliki sedikitnya empat kekuatan, yakni kekuatan jasmani, kekuatan intelektual, kekuatan sepiritual dan kekuatan moral. Hal inilah yang menjadi poin penting pelaksanaan Denpasar Education Festival ini.


"Kami sudah dua kali hadir langsung dalam festival ini, tentunya festival ini dapat diadopsi oleh daerah lain dan menjadi percontohan penguatan pendidikan melalui event-event semacam ini," ujarnya. 

Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara  mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti di Kota Denpasar. Sebagai kota budaya dan kota kreatif, Denpasar senantiasa menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. 

Secara berkelanjutan Pemerintah Kota Denpasar siap membangun sinergitas dalam mendukung terwujudnya pendidikan bermutu dan berkualitas di Indonesia.
Lebih lanjut dijelaskan, upaya pembangunan manusia di Kota Denpasar menunjukkan capaian yang membanggakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar Tahun 2025 mencapai 85,63 yang melampaui rata-rata Provinsi Bali maupun nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi berlangsung dengan selaras dan berkelanjutan.

Kadis Dikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama menambahkan, adapun rangkaian kegiatan DEF tahun ini meliputi workshop peningkatan Kompetensi Guru PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar, gelar Senam Anak Indonesia Hebat, Kampanye 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Book Fair (Bazar Buku), pameran inovasi pendidikan, pentas seni kreativitas pelajar, apresiasi insan pendidikan Kota Denpasar, Puncak Peringatan Hari Pendidikan dan DEF Ke-3 Tahun 2026. Adapun kegiatan ini diikuti sebanyak 25 stand dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga SPK. Pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi, hasil penelitian, hingga prestasi siswa tingkat nasional. (Eka)

TP. Posyandu Kota Denpasar Tuntas Ikuti Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali,

Ket foto : Ketua TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat mengikuti penutupan Kegiatan Bina Posyandu 6 SPM yang digelar TP. Posyandu Provinsi Bali di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu pada Kamis (7/5). 

Ny. Sagung Antari Tekankan Percepat Implementasi,  Optimalisasi Pelayanan di Masyarakat. 

Denpasar, Bali Kini - Pelaksanaan kegiatan Bina Posyandu 6 SPM Angkatan IV yang digelar TP. Posyandu Provinsi Bali secara resmi ditutup. Penutupan kegiatan yang dilaksanakan guna mendukung peningkatan kapasitas serta pengetahuan kader dalam mewujudkan optimalisasi pelayanan di masyarakat ini dilaksanakan Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata di di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu, Kamis (7/5). 

Pada Gelombang IV kali ini, peserta dari Kota Denpasar turut diikuti TP. Posyandu Kota Denpasar yang dipimpin Ketua TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Ketua TP. Posyandu Kecamatan. Hal ini menunjukan keseriusan TP. Posyandu Kota Denpasar bersama jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan posyandu yang berkemanfaatan dan berkelanjutan. 

Dalam kesempatan yang sama juga turut serta Ketua TP. Posyandu desa/kelurahan se-Kecamatan Denpasar Barat. Kegiatan ini juga sekaligus melengkapi keikutsertaan TP. Posyandu se-Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara dan Kecamatan Denpasar Selatan yang telah lebih dahulu bergabung pada Gelombang I, II dan III.   

Dalam sambutannya, Kadis PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata menjelaskan bahwa kegiatan Bina Posyandu ini sengaja diinisiasi untuk semakin menguatkan para kader yang merupakan garda terdepan dalam program Posyandu 6 SPM ini. Dimana, kegiatan ini menjadi wahana penting dalam memahami regulasi, yang dulu Posyandu hanya pelayanan kesehatan, sekarang lebih luas ke berbagai cakupan kehidupan masyarakat.

Adapun Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), lanjut Putri Koster merupakan konsep baru yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan enam bidang utama: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, dan Sosial.

"Sebagai Tim Pembina, Pemerintah Provinsi Bali bertugas untuk melakukan pembinaan. Dan kami optimalkan bagi para Tim Pembina Kabupaten/Kota serta Desa/Kelurahan, dengan harapan dapat melaksanakan pembinaan kepada kader posyandu sebagai upaya optimalisasi posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Dwi Dewata juga menekankan dan mengajak seluruh kader Posyandu untuk ikut bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini lantaran, kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu poin yang ada di dalam Posyandu 6 SPM. 

"Mari kita sama-sama bergerak untuk kebersihan lingkungan ini. Salah satu upayanya adalah setiap bulannya, kita sudah melakukan gerakan Kulkul TP PKK dan Posyandu, selain itu sosialisasi PSBS, hingga pelayanan menyeluruh sesuai dengan indikator posyandu 6 SPM. Ini adalah sinergitas yang harus kita lakukan berkelanjutan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, pihaknya mengatakan bahwa pelatihan Bina Posyandu 6 SPM ini sendiri telah diikuti oleh seluruh TP. Posyandu, baik di tingkat Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar.   

"Sehubungan dengan semua TP. Posyandu se-Kota Denpasar telah tuntas mengikuti kegiatan Bina Posyandu ini, kami berharap TP. Posyandu Kcematan dan Desa/Kelurahan dapat menjadi contoh dalam menjalankan dan mengaplikasikan pada program Posyandu 6 SPM secara berkelanjutan," ujarnya. 

Sagung Antari juga berharap, seluruh pesrrta Bina Posyandu dari Kota Denpasar dapat memahami dengan baik seluruh materi terkait, antara lain akselerasi layanan Posyandu, pengelolaan Posyandu desa/lurah, serta layanan yang berkaitan dengan sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

"Melalui Bina Posyandu ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kapasitas dan digetoktularkan di masyarakat guna mewujudkan pelayanan optimal bagi masyarakat sebagai bentuk bekerja bersama mendukung terwujudnya Kota Denpasar yang MAJU, makmur, aman, jujur dan unggul," ujarnya. 

Tampak hadir pula Kadis DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, Sekretaris DPMD Kota Denpasar, Tresna Yasa, Sekretaris DPUPR Kota Denpasar, Toni Marthana Wijaya, serta undangan lainya. (Ags).

Komisi I DPRD Karangasem Sidak ke Inspektorat, Bahas Tindak Lanjut Temuan BPK


Komisi I DPRD Karangasem Sidak ke Inspektorat, Bahas Tindak Lanjut Temuan BPK

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini - DPRD Kabupaten Karangasem melalui Komisi I melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Inspektorat Daerah Kabupaten Karangasem pada Kamis (7/5/2026). Sidak dipimpin Ketua Komisi I, I Nengah Karwayan, guna memastikan progres penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, DPRD menyoroti sejumlah rekomendasi hasil pemeriksaan BPK yang masih dalam proses penyelesaian. Jika nantinya ditemukan kendala yang belum dapat diselesaikan oleh perangkat daerah, maka persoalan tersebut akan dibahas bersama DPRD guna mencari jalan keluar.

I Wayan Wendra Ariawan, 
Irban Investigasi memaparkan bahwa hingga Semester I Tahun 2025, jumlah keseluruhan temuan pemeriksaan BPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem mencapai 471 temuan dengan total 1.209 rekomendasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.109 rekomendasi atau 91,73 persen telah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK. Sementara itu, 60 rekomendasi atau 4,96 persen masih dalam proses tindak lanjut, 33 rekomendasi atau 2,98 persen masih dalam tahap pemantauan dan verifikasi BPK, serta 7 rekomendasi atau 0,58 persen dinyatakan tidak dapat ditindaklanjuti dengan alasan yang sah.

“Dalam setahun kami dua kali melaksanakan monitoring dan evaluasi, yakni semester satu dan semester dua. Jadi temuan-temuan yang belum selesai sebelumnya, di sana kami lakukan penyelesaian,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa prosentase tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 capaian berada di angka 86,36 persen, meningkat menjadi 86,56 persen pada 2022, kemudian 88,91 persen pada 2023, naik lagi menjadi 91,32 persen pada 2024, dan pada 2025 mencapai 94,90 persen.

Untuk mempercepat penyelesaian rekomendasi BPK, Inspektorat telah melakukan berbagai langkah, di antaranya inventarisasi dan identifikasi seluruh rekomendasi yang belum selesai, koordinasi dengan perangkat daerah terkait, pelaksanaan rapat koordinasi dan desk bersama OPD, hingga verifikasi dokumen tindak lanjut yang disampaikan perangkat daerah.

Dalam sidak tersebut, anggota Komisi I DPRD Karangasem, Made Ruspita, mempertanyakan kendala utama yang menyebabkan masih adanya rekomendasi BPK yang belum terselesaikan.

Menanggapi hal itu, Wayan  Wendra menjelaskan bahwa kendala yang paling banyak dihadapi berada pada persoalan aset.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Karangasem, I Nengah Karwayan, mengatakan pihaknya akan melaksanakan rapat lanjutan guna membahas berbagai persoalan yang ditemukan dalam sidak tersebut, termasuk percepatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.  (Ami)

Gusti Made Tusan Berikan Tali Asih kepada 29 Calon Jemaah Haji Karangasem

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Sebanyak 29 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Karangasem siap diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026. Menjelang keberangkatan, para jemaah terlebih dahulu bertemu tokoh Karangasem, I Gusti Made Tusan di Jalan Ahmad Yani, Amlapura, Selasa (5/5).

Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Made Tusan juga memberikan tali asih kepada seluruh calon jemaah haji sebagai bentuk dukungan dan doa agar perjalanan ibadah berjalan lancar.

Keberangkatan rombongan dikoordinasikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Ahmad Sadat Kadar Usman. Selain 29 jemaah, keberangkatan juga didampingi dua petugas yang bertugas membantu kelancaran perjalanan dan pelaksanaan ibadah selama di Tanah Suci.

“Sebanyak 29 calon jemaah haji yang akan berangkat mendaftar tahun 2013 dan tahun 2014,” jelas Ahmad Sadat Kadar Usman.

Ia mengatakan jumlah jemaah tahun ini lebih sedikit dibanding tahun 2025 yang mencapai 52 orang, menyesuaikan jumlah pendaftar pada tahun tersebut.

Rencananya, para jemaah akan berangkat menuju Surabaya menggunakan bus pada Jumat (8/5), kemudian melanjutkan penerbangan menuju Jeddah pada Minggu (10/5). Selama di Arab Saudi, jemaah dijadwalkan tinggal di Mekkah selama 30 hari dan melanjutkan ibadah di Madinah selama 9 hari.

“Harapan kami, jemaah calon haji yang menunaikan ibadah haji agar selalu sehat selama di tanah suci, dan kembali ke Karangasem juga dalam keadaan sehat,” harapnya.

Ahmad Sadat Kadar Usman juga menyampaikan bahwa para petugas nantinya akan mendampingi jemaah sejak tiba di Surabaya hingga selama berada di Mekkah dan Madinah.

Dari data jemaah, calon haji tertua tercatat atas nama Ahmad Nung berusia 81 tahun asal Lingkungan Telaga Mas. Sementara jemaah perempuan tertua yakni Hanimah berusia 75 tahun dari wilayah yang sama.

“Saya berangkat bersama istri, mendaftar tahun 2013,” ujar Kamarudin.

Sementara itu, Hanimah mengaku berangkat bersama anaknya, Saifudin. Jemaah lainnya, Ahmad Nung berusia 81 tahun asal Lingkungan Telaga Mas, Kelurahan Subagan, juga berangkat bersama istrinya, Sitirah.

I Gusti Made Tusan turut mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji.

“Sehat saat berangkat, dan sehat sekembali ke Karangasem. Saya harap agar pintar menjaga kondisi, karena di Mekkah suhu alam cukup panas,” ujar I Gusti Made Tusan.

Seluruh rangkaian ibadah haji diharapkan berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur. (Ami)

Rabu, 06 Mei 2026

masyarakat sehingga masyarakat lebih mudah mengadukan persoalan sosial yang dihadapi.

Tabanan , Bali Kini - Ketua TP PKK Kecamatan Kerambitan, Ny. Ratmini Supraja, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bunda Rai kepada masyarakat Kerambitan. Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap masyarakat di Kecamatan Kerambitan. Beliau tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat terus berlanjut menjadi motivasi bagi kader PKK dalam menjalankan tugas dan fungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Penebel, Ny. Asri Manik, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ungkapnya.(*)

Bunda Rai Hadirkan Taman Ramah Anak di Pura Luhur Batukau


- Hangatkan Kedekatan dengan Generasi Emas - 

Tabanan , Bali Kini – Suasana hangat penuh keceriaan menyelimuti kawasan Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin (4/5), saat Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai hadir meresmikan Taman Ramah Anak dan Ruang Baca Bunda PAUD. Tak sekadar seremoni, kehadiran Bunda Rai selaku Bunda PAUD Kabupaten Tabanan terasa begitu dekat dengan masyarakat, terutama anak-anak yang menyambutnya dengan antusias dan penuh tawa.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, dan dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Perwakilan Dinas PU, Camat Penebel, Bendesa Adat Desa Wongaya dan Perbekel Desa Wongaya, jajaran pengurus PKK Kabupaten Tabanan dan Bunda PAUD Kecamatan Penebel, serta anak-anak PAUD dan TK setempat yang menjadi pusat perhatian dalam kegiatan tersebut. Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bunda Rai, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung Taman Ramah Anak dan Ruang Baca. 

Fasilitas ini dirancang sebagai ruang alternatif bagi masyarakat yang datang bersembahyang bersama keluarga, agar anak-anak tetap memiliki ruang bermain dan belajar yang aman dan menyenangkan. Di ruang tersebut tersedia berbagai fasilitas edukatif seperti buku bacaan anak, ayunan, mainan perosotan, jungkat-jungkit, hingga mangkok putar.

Kehadiran taman ini menjadi wujud nyata perhatian Bunda Rai terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak di ruang publik berbasis budaya dan spiritual. Momen paling hangat terlihat saat Bunda Rai yang juga selaku Bunda Literasi Kabupaten Tabanan menyapa anak-anak PAUD dan TK yang hadir. Dengan penuh kasih, ia duduk bersama, membacakan cerita (story telling), serta mengajak anak-anak berinteraksi secara langsung. 

Tawa riang dan respon polos anak-anak mencerminkan kedekatan emosional yang kuat antara Bunda Rai dan generasi usia dini tersebut. Tak hanya itu, Bunda Rai juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berisikan susu bubuk dancow, susu cair ultra milk, biskuit regal, buah apel fuji dan telur rebus kepada 50 anak sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan gizi anak, dan juga bingkisan alat tulis untuk hadiah interaksi sesi tanya jawab dengan anak-anak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama di Beji dan Pura Luhur Batukau, menambah nuansa spiritual dalam rangkaian acara.

Dalam sambutan singkatnya, Bunda Rai mengungkapkan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan anak-anak dan para guru. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar meresmikan fasilitas, tetapi juga untuk melihat langsung perkembangan anak-anak di wilayah tersebut. Hari ini sangat berbahagia sekali, terutama melihat anak-anak di sini, tempatnya sudah semakin bagus, tamannya sudah bunda resmikan,” ujarnya dengan penuh haru.

Pesan penting kepada para orang tua juga disampaikan Bunda Rai agar lebih bijak dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya dalam penggunaan teknologi. Ia mengajak untuk membatasi penggunaan gadget bagi anak-anak dan mendorong mereka lebih aktif bermain serta membaca. Sekarang tamannya sudah bagus sekali, kalau bisa dimanfaatkan taman ini, tidak harus saat sembahyang saja, ini bebas dibuka jam berapa saja. Hanya saya berpesan kepada semua yang ada di sini agar bersama-sama menjaga, dijaga alat permainannya, dijaga buku-bukunya, semua harus dijaga bersama biar tidak cepat rusak,” pintanya. 

Sebagaimana diketahui bersama, kehadiran Taman Ramah Anak dan Ruang Baca ini bukan hanya menjadi fasilitas fisik semata, tetapi juga simbol kepedulian dan kedekatan Bunda Rai sebagai Bunda PAUD dengan masyarakat. Melalui sentuhan langsung dan interaksi hangat, ia terus menanamkan nilai pentingnya pendidikan sejak usia dini dalam suasana yang ceria dan menyenangkan. (*)

Anjing Liar Makin Banyak, Vaksin Belum Capai Target


Denpasar , Bali Kini - Cakupan vaksinasi rabies di Denpasar hingga akhir April mencapai 33,27 persen. Demikian ditemukan dua kasus rabies di wilayah Denpasar Barat pada anjing liar.  Berdasarkan data di Distan Kota Denpasar tercatat, hingga 29 April 2026 sebanyak 28.068 ekor anjing telah divaksinasi atau sekitar 33,27 persen. 

Adapun target cakupan vaksinasi mencapai 92,65 persen dari total populasi anjing di Denpasar yang mencapai 84.369 ekor. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, mengatakan, dua kasus positif rabies yang terkonfirmasi berasal dari anjing liar, memicu kewaspadaan terhadap potensi penularan. 

Diakuinya, upaya percepatan vaksinasi terus digencarkan untuk mengejar target kekebalan populasi. “Vaksinasi menjadi langkah utama dalam memutus rantai penularan rabies, terutama pada populasi anjing yang berisiko tinggi,” kata drh. Suparmi.

Menurutnya, selain sulit dijangkau, mobilitas anjing liar yang tinggi berpotensi memperluas penyebaran virus. Distan Denpasar kini mengintensifkan strategi jemput bola melalui vaksinasi door to door, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan, termasuk memastikan vaksinasi rutin.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) serta menghindari kontak dengan anjing liar. Langkah cepat dinilai krusial untuk mencegah rabies berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang lebih luas.

"Dengan capaian vaksinasi yang masih jauh dari target, percepatan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Denpasar tetap menuju status bebas rabies," Urainya, Rabu (06/05).

Bansos Sistem Digitalisasi, Terkendala Warga Tak Punya Ponsel Pintar

Denpasar , Bali Kini - Pelaksanaan program piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Denpasar telah siap. Hanya tinggal menunggu pelatihan untuk melakukan uji coba. Jika sudah berjalan dimungkinkan terkendala banyaknya warga yang tidak memiliki Ponsel Pintar. 

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengungkapkan Denpasar sudah melakukan sosialisasi termasuk penyiapan fasilitator desa. "Agen juga sudah. Sekarang proses IKD dari Dinas Capil untuk desil 1 sampai 5," kata Laxmy.

Kata dia, saat ini pihaknya masih menunggu pelatihan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang difasilitasi Pemprov Bali. "Dinas Sosial Denpasar,  belum berani uji coba karena belum ada pelatihan, rencana minggu depan pelatihannya," Akunya.

Laxmy menambahkan, untuk aktivasi IKD, juga akan didampingi masing-masing agen, dengan penggunaan IKD akan menjadi lebih transparan dan warga tak bisa berbohong. "Sekarang wajib IKD, jadi bisa saja yang sebelumnya desil 5 berubah jadi desil 6 karena lebih transparan," Jelasnya.

Ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, seperti warga meninggal tapi tak mengurus akta kematian, pindah, dan ada juga yang tak memiliki ponsel pintar. Dari data Dukcapil, untuk di 43 desa/kelurahan ada sebanyak 38.437 penduduk yang masuk desil 1 sampai 5.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, menyebut, dari jumlah itu sebanyak 441 orang terdata telah meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, baru 1.332 penduduk atau 7 persen yang telah melakukan aktivasi IKD. Sehingga jika dikurangi data penduduk yang telah meninggal, ada 35.129 penduduk yang akan dikejar untuk aktivasi IKD. 

"Baru satu desa yakni Peguyangan Kangin yang penduduknya masuk desil 1 sampai 5 sudah 100 persen melakukan aktivasi IKD," Jelas Dewa Gde Juli, Rabu (06/05).

Dalam aktivasi IKD ini, pihaknya mengalami beberapa kendala seperti ada penduduk yang tak tinggal di alamat yang tertera. Diketahui sebanyak 153 orang tidak tinggal di alamat yang tercantum. Sementara ada data sebanyak 941 penduduk yang tidak memiliki ponsel pintar, bagi warga yang belum memiliki ponsel pintar, akan dibantu oleh petugas. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan aktivasi IKD untuk 85 orang agen pendamping dari Dinas Sosial Denpasar.
Untuk memperluas jangkauan aktivasi IKD, Dukcapil Denpasar menerapkan strategi integrasi layanan. Saat ini, setiap warga yang melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) akan langsung dipandu untuk mengaktivasi IKD di tempat. "Selanjutnya akan berkoordinasi dengan desa/kelurahan untuk mempercepat target aktivasi IKD," Tutup Dewa Gde Juli.

Bupati Kembang Hartawan Canangkan BBGRM dan HKG PKK ke-54 di Pantai Keramat: "Gotong Royong Adalah Nafas Bernegara ,,

JEMBRANA , BALI KINI  – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna secara resmi membuka Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Jembrana. Acara yang sarat akan nilai budaya ini dipusatkan di Pantai Keramat, Banjar Melaya Pantai, Kecamatan Melaya, pada Rabu (6/5/2026).
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul secara serentak, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi lingkungan berupa penanaman pohon mangrove di pesisir pantai.
​Dalam sambutannya, Bupati Kembang menekankan bahwa gotong royong harus dimaknai lebih dalam, bukan sekadar aktivitas fisik rutin.
"Gotong royong tidak hanya sebatas bersih-bersih dan menanam pohon. Ini merupakan cerminan hidup kita dalam berbangsa dan bernegara. Mari kita terapkan pola gotong royong dalam semua gerak kehidupan kita bermasyarakat," ujar Bupati Kembang di hadapan para undangan dan warga.

​Kepala Dinas PMD PPPA PPKB Kabupaten Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa kegiatan ini mengacu pada hasil Rakernas X PKK Tahun 2025. Beliau menjelaskan bahwa BBGRM merupakan wahana untuk memperkuat integrasi sosial serta meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah.
Penyelenggaraan tahun ini difokuskan pada empat bidang utama:
• ​Bidang Kemasyarakatan: Menggerakkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan melalui aksi gotong royong.
• ​Bidang Ekonomi: Mempromosikan kemandirian desa melalui pameran produk olahan unggulan asli Desa Melaya.
• ​Bidang Sosial Budaya & Agama: Pemberian bantuan sembako secara simbolis sebagai wujud kepedulian terhadap para lansia.
• ​Bidang Lingkungan: Pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove secara bersama-sama.
​Peringatan HKG PKK ke-54 yang dilaksanakan bersamaan ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat pemberdayaan keluarga. Melalui gerakan PKK, pemerintah berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera, sehat, dan mandiri, sebagai unit terkecil namun paling krusial dalam pembangunan bangsa.
​Acara diakhiri dengan peninjauan stan pameran produk unggulan desa, penyerahan paket sembako untuk warga kurang mampu dan aksi nyata penanaman mangrove oleh Bupati beserta jajaran OPD Kabupaten Jembrana.

Salacca Hub: Spot Healing Baru di Sibetan dengan Glamping & View Laut yang Bikin Nagih

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Karangasem kini punya alasan baru untuk dikunjungi. Di atas perbukitan Sibetan, hadir Salacca Hub—destinasi wisata alam modern yang menggabungkan pengalaman menginap, nongkrong, dan menikmati panorama laut dalam satu tempat. Bukan sekadar tempat singgah, ini adalah ruang untuk rehat, terkoneksi, dan merasakan Bali dari sisi yang lebih tenang dan autentik.

Bayangkan bangun pagi di tenda glamping dengan udara segar pegunungan, lalu sore hari duduk santai dengan secangkir kopi atau matcha sambil menikmati sunset menghadap laut. Suasana yang sederhana, tapi terasa mewah.
Mengusung konsep “hub”, tempat ini dirancang sebagai titik temu—mulai dari wisatawan, komunitas, hingga pelaku bisnis dan travel. Cocok untuk healing, kerja santai, hingga ngobrol ide-ide baru di tengah alam.

Keunggulan utama Salacca Hub ada pada lokasinya di kawasan Bukit Pemukuran. Dari sini, pengunjung disuguhkan pemandangan perpaduan laut biru dan perbukitan hijau khas Karangasem yang jarang ditemukan di tempat lain. Ini bukan cuma view—ini pengalaman.


Ke depan, Salacca Hub akan menghadirkan:
Tiga unit glamping eksklusif
Area nongkrong estetik dengan konsep outdoor. Sajian kopi, matcha, dan menu comfort food
Spot sunset yang siap jadi favorit baru di Bali Timur. Owner Salacca Hub, Bagus Salacca, menyebutkan bahwa tempat ini tidak hanya dibangun sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi.

“Salacca Hub kami hadirkan sebagai tempat bertemu—antara alam, manusia, dan peluang,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Dengan konsep yang menyatu antara alam, gaya hidup, dan koneksi, Salacca Hub siap menjadi hidden gem baru di Karangasem. Tempat di mana orang datang bukan hanya untuk melihat, tapi untuk merasakan.

Coming soon. Tapi rasanya, ini akan jadi tempat yang sulit untuk ditinggalkan. (Ami)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved