-->

Jumat, 17 Juli 2026

Bupati Kembang Bantu Tuntaskan Impian Rumah Layak Bapak Ali

JEMBRANA , BALI KINI – Di balik dinding bata yang baru setengah berdiri di Kelurahan Loloan Barat, tersimpan harapan besar seorang kepala keluarga untuk memiliki hunian yang aman dan nyaman. Harapan itu dirasakan langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat turun langsung meninjau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah tersebut pada Jumat 17/7/2026.

​Program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) senilai Rp20 juta per unit ini sejatinya menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, bagi Bapak Sugeng Ali Purnomo, perjalanan mewujudkan rumah impiannya tidaklah mudah. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia sempat terbentur tembok kesulitan; tabungannya belum cukup untuk merampungkan bagian atas rumah khususnya kap dan genteng agar keluarganya bisa segera berteduh dari hujan dan terik matahari.
Mendengar langsung keluh kesah dan melihat perjuangan warganya, Bupati Kembang Hartawan tidak tinggal diam. Dengan penuh kehangatan, beliau mengulurkan bantuan spontan berupa dana tunai senilai Rp2,5 juta untuk menutup kekurangan biaya pembelian genteng, lengkap dengan 2 paket bingkisan sembako untuk mencukupi kebutuhan pangan harian keluarga Bapak Ali.

​Bupati Kembang menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar tentang membangun fisik rumah, melainkan tentang membangun kembali semangat dan martabat sebuah keluarga.
"Semoga setelah rumahnya selesai, Bapak Ali memiliki tempat yang layak dan bisa lebih semangat untuk mencari nafkah bagi keluarganya," harap Bupati Kembang dengan senyum hangat.

​Rasa haru sekaligus lega terpancar jelas dari wajah Bapak Ali. Baginya, kehadiran dan kepedulian nyata dari pemimpin daerahnya adalah berkat yang luar biasa di tengah kebingungannya menyelesaikan pembangunan rumah.
"Terima kasih banyak atas bantuan Bapak Bupati Jembrana atas kekurangan biaya dari pembangunan rumah saya, semoga Bapak Bupati sehat selalu," ucap Bapak Ali tulus, menyalami erat tangan Bupati.

​Kini, dengan atap yang segera terpasang, Bapak Sugeng dan keluarga bisa menatap hari esok dengan senyum yang lebih lebar dan rasa aman yang selama ini mereka impikan.

Aktif Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Budaya, Gubernur Koster Diundang jadi Pembicara Nusa Dua Forum

DENPASAR , BALI KINI– Gubernur Bali Wayan Koster menerima undangan resmi untuk menghadiri dan menjadi pembicara dalam Nusa Dua Forum 2026, forum investasi internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 17 Juli 2026.

Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Publisher & Chief Executive SCMP Tammy Tam dalam Audiensi yang dilakukan di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (16/7).

Forum eksklusif ini dirancang sebagai jembatan strategis yang menghubungkan pusat-pusat modal utama Asia, khususnya Hong Kong dan kawasan Greater Bay Area (GBA), dengan pasar-pasar berkembang di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia.

Tam menyebut Nusa Dua Forum 2026 sebagai inisiatif investasi swasta unggulan yang mempertemukan pemilik kelompok usaha keluarga, generasi penerus bisnis, investor institusional, sovereign wealth fund, hingga pengambil keputusan investasi dari berbagai negara Asia untuk membangun kolaborasi investasi jangka panjang di Indonesia.

Kehadiran Gubernur Wayan Koster dinilai penting mengingat Bali saat ini menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi hijau. Di bawah kepemimpinan Koster, Bali juga telah menjadi tuan rumah berbagai forum internasional yang mempertemukan pemimpin dunia, investor, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas isu pembangunan global.

Forum yang hanya diikuti sekitar 80 hingga 100 peserta terpilih ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting dunia usaha dan investasi. Di antaranya Deputi Sekretaris Kehakiman Pemerintah Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR) Horace Cheung, anggota Executive Council HKSAR Jeffrey Lam, Chief Executive Officer Blue Pool Capital Oliver Weisberg, CEO Hong Kong Investment Corporation Clara Chan, Presiden dan Co-Founder Gaw Capital Kenneth Gaw, serta sejumlah pemimpin investasi lainnya dari kawasan Asia.

Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah dikonfirmasi hadir antara lain CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia Rosan Roeslani, Deputy CEO MNC OTT Network Clarissa Tanoesoedibjo, serta pimpinan sejumlah perusahaan nasional terkemuka.

Penyelenggaraan Nusa Dua Forum 2026 di Bali dinilai sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025-2125. Haluan tersebut merupakan fondasi pembangunan Bali yang menempatkan Pulau Dewata sebagai pusat peradaban dunia yang berlandaskan nilai-nilai budaya Bali, berdaya saing global, serta berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Di bawah visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali", Gubernur Wayan Koster terus mendorong transformasi ekonomi Bali agar tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga berkembang pada sektor ekonomi kreatif, ekonomi digital, investasi berkualitas, energi bersih, pertanian modern, industri berbasis budaya, dan penguatan sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis seperti pembangunan infrastruktur terintegrasi, pengembangan energi bersih, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, penguatan ekonomi kerakyatan, digitalisasi pelayanan publik, hingga program pengelolaan sampah berbasis sumber yang kini menjadi perhatian berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional.

 Gubernur Koster juga menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Bali harus sejalan dengan prinsip pembangunan yang menjaga keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sesuai filosofi Sad Kerthi. Karena itu, forum internasional seperti Nusa Dua Forum menjadi momentum penting untuk memperkenalkan arah pembangunan Bali kepada para investor global sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam agenda forum, peserta akan mengikuti berbagai sesi strategis yang membahas masa depan investasi dan transformasi ekonomi kawasan Asia. Salah satu sesi utama adalah keynote bertajuk "Bridging Mandates: What Sovereign Capital and Private Wealth Can Learn From Each Other", yang membahas sinergi antara modal negara dan kekayaan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Forum juga akan menghadirkan sesi pleno bertema "Capital Crossroads – Sovereign Capital as Catalyst: How Southeast Asia's State-Directed Funds Are Redrawing the Investment Map", yang menyoroti peran dana investasi negara dalam membentuk peta investasi baru di kawasan.

Berbagai panel diskusi lainnya akan membahas peluang investasi Indonesia bagi keluarga-keluarga investor Asia, perkembangan industri kecerdasan buatan (AI), pembangunan rantai pasok baterai dan industri digital, pengembangan ASEAN Power Grid, serta peran generasi penerus dalam mengelola dan mengembangkan modal keluarga di Asia.

Penyelenggara menilai forum ini menjadi kesempatan langka bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para pembuat kebijakan Indonesia, mengakses peluang investasi melalui pipeline Danantara Indonesia, serta membangun jejaring dengan pengelola modal keluarga terbesar dan investor terkemuka di kawasan Asia.

Acara akan  dirancang sebagai ruang diskusi informal antara investor, pengambil kebijakan, dan pemimpin dunia usaha.

Kehadiran forum internasional tersebut semakin memperkuat posisi Bali sebagai pusat pertemuan global (global meeting hub) yang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai ruang dialog strategis untuk membahas investasi, ekonomi hijau, transformasi digital, dan masa depan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.(*)

Hadiri IIC 2026, Gubernur Koster Harapkan Kualitas Kepastian Hukum Investasi Semakin Meningkat

Denpasar , Bali Kini  - Gubernur Wayan Koster menyampaikan saat ini Pemerintah Provinsi Bali tengah bergerak maju dalam mewujudkan Visi Pembangunan Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru". Visi yang  mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, niskala-sekala. Visi ini menjadi landasan dalam menjaga Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali secara utuh dan berkelanjutan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Indonesia Insolvency Conference (IIC) 2026, di The Meru Sanur, Kamis (16/7).

Disampaikan Gubernur Wayan Koster bahwa Bali memiliki kekhasan dalam cara pandang terhadap pembangunan karena pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keberlanjutan, dan tata kelola yang baik, serta keharmonisan sosial. 

Dalam kerangka visi pembangunan daerah, Bali berkomitmen mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui prinsip-prinsip keberlanjutan, penguatan tata kelola, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal. 

Karena itu, ketika konferensi internasional ini membahas restrukturisasi dan kepailitan lintas batas, Pemrov Bali melihatnya sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas kepastian hukum, memperkuat efektivitas penegakan dan koordinasi antar lembaga, serta memperluas kesiapan Indonesia termasuk Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi untuk berkontribusi dalam mewujudkan standar praktik internasional.

Sesuai tema pada hari ini "Embracing the UNCITRAL Model Law on Cross-Border Insolvency as a Roadmap for the Future of Restructuring & Insolvency Practice". Tema ini sangat strategis, karena pada kenyataannya aktivitas bisnis saat ini bergerak semakin maju lintas negara. Persoalan tentang restrukturisasi dan kepailitan pun tidak lagi dapat dipandang sebagai urusan lokal semata, melainkan membutuhkan standar yang kooperatif, terprediksi, dan efisien agar tercipta kepastian hukum serta kepercayaan para pemangku kepentingan.

Dalam wawancaranya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan saat ini sedang disusun regulasi dalam bentuk Undang-Undang, sehingga pemerataan dan pergeseran pembangunan ke wilayah Bali Utara, Bali Timur dan Bali Barat dapat dilakukan,  karena investasi hotel dan property di Bali sangat tinggi, dan tentu saja dalam kegiatan ini terdapat potensi permasalahan yang harus di tangani lintas negara. Sehingga Bali sebagai tuan rumah yang dipilih dapat member peran yang aktif dan bermanfaat bagi pembangunan ke depan.

Kerangka UNCITRAL (United Nations Commission on Internasional) Model Law, pada dasarnya hadir untuk memberi jawaban pada masalah yang selama ini menjadi tantangan sebagaimana untuk memastikan proses restrukturisasi dan insolvency di satu negara dapat dipahami, dikoordinasikan, serta yang paling penting adalah dapat berjalan dengan kepastian hukum yang lebih baik ketika menyangkut keterkaitan para pihak dan aset lintas negara.

 Konferensi ini bukan sekadar pertemuan ilmiah atau diskusi teknis tetapi merupakan bagian dari upaya besar untuk memastikan bahwa sistem hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa bisnis mampu menjawab kebutuhan zaman seperti ekonomi yang semakin terkoneksi, transaksi yang lintas negara, serta jaringan kreditur, aset, dan kepentingan yang tidak lagi berada dalam satu yurisdiksi negara saja.

Melalui semangat "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" memiliki komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan kehidupan sosial kemasyarakatan. Dalam konteks itu, Pemprov Bali memandang penguatan sistem restrukturisasi adalah bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif karena dunia usaha membutuhkan proses yang jelas, penanganan perkara yang profesional, serta mekanisme penyelesaian yang memberikan kepastian bagi kreditor, investor, debitor, dan seluruh pihak terkait.

Sepakat dengan Gubernur Bali, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Todotua Pasaribu menyampaikan bahwa kegiatan yang di prakarsai oleh Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) ini sangat penting, bahwa Indonesia harus membuka diri terkait bagaimana pelaksanaan putusan kepailitan yang bisa diterima di berbagai Negara, dan Indonesia juga mulai menyesuaikan hukum itu, dan ini adalah salah satu forum komunikasinya dengan berbagai organisasi kepailitan di Asia Pasifik.

 Sehingga dengan diterapkannya UNCITRAL (United Nations Commission on Internasional) Model Law di Indonesia kepastian hukum berbisnis di Indonesia sangat mendukung dan bisa meningkatkan nilai investasi dan meningkatkan harapan pemerintah Indonesia.

 “Yang kita butuhkan dalam iklim investasi adalah konteks yang berkaitan dengan kepastian, kepastian dalam pelayanan perijinan, dan juga kepastian dalam hal legalisasi serta hukum saat investor menjalankan bisnis di Indonesia, termasuk Bali”, ungkapnya.

Oleh sebab itu, aspek sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan menjadi sangat penting, karena perubahan kerangka hukum akan dapat efektif bila ada kesiapan standar prosedur, kemampuan teknis, dan budaya kerja yang mendukung kerja sama.(*)

PETANI SUBAK ABANG ALAMI GAGAL PANEN AKIBAT SERANGAN HAMA TIKUS

Laporan Reporter: Gusti Ayu Purnamiasih

Karangasem, Bali Kini – Petani di Tempek Andong, Subak Abang, Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, kembali mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Hama tersebut menyerang tanaman padi saat berusia sekitar 40 hari dengan cara menggigiti batang padi hingga tanaman mati dan tidak dapat menghasilkan bulir padi,Jumat (17/7/2026).

Akibat serangan hama ini, para petani mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta per petani. Kerugian tersebut meliputi biaya pembelian bibit, pupuk, serta ongkos pengolahan lahan yang telah dikeluarkan selama masa tanam.

Salah seorang petani, Made Dugdug, mengaku telah tiga kali mengalami gagal panen di lahan garapannya. Ia mengelola dua bidang sawah seluas 20 are dan 30 are yang kini sama-sama mengalami kerusakan akibat serangan tikus.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan populasi hama, termasuk menggunakan racun tikus. Namun, cara tersebut dinilai tidak efektif karena jumlah tikus justru semakin banyak dan serangannya semakin parah.

Made Dugdug, Petani Subak Andong
“Sudah tiga kali gagal panen. Dulu sudah pernah pakai racun tikus, tapi sekarang tikus malah semakin banyak dan semakin ganas menyerang padi.”

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya dialami dirinya. Sejumlah petani lain di Subak Andong juga mengalami nasib serupa dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi.

Para petani berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun instansi terkait untuk mencari solusi pengendalian hama tikus secara terpadu. Mereka khawatir apabila kondisi ini terus berlanjut, produktivitas pertanian di wilayah Abang akan terus menurun dan berdampak pada pendapatan petani. (Ami)

Tutup MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar, Sekda Eddy Mulya Paparkan Tentang Keadaban Digital Citizenship

Ket. Foto: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat, (17/7) siang.

Denpasar, Bali Kini - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjadi narasumber bagi siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar pada Jumat, (17/7) siang. 

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya mengajak seluruh siswa peserta MPLS SMK PGRI 5 Denpasar untuk memdalami keadaban digital atau yang populer dengan istilah digital citizenship, yang merupakan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.


Kehadirannya di berbagai sekolah pada MPLS ini, kata Eddy Mulya menjadi komitmen dan kewajiban guna memproklamasikan, mengedukasi, dan menyampaikan bagaimana kita menciptakan sekolah dengan basis budaya yang aman, sehat, dan nyaman. 

Lebih lanjut Eddy Mulya menekankan satu topik penting lainnya. Yakni, seluruh siswa saat ini berada di era adaptasi perubahan, era globalisasi, dan era digitalisasi. Seperti pesan sering disampaikan, kata Eddy Mulya, pihaknya mengajak untuk menghadapi proses globalisasi dan digitalisasi ini dengan sangat bijak, termasuk di dalamnya aspek-aspek digitalisasi.

“Pada sore hari ini, saya ingin mengajak Adik-adik semua, Mari kita jadikan SMK PGRI 5 Denpasar ini sebagai percontohan keadaban digital (digital citizenship)," ungkapnya.

Eddy Mulya kemudian memaparkan, definisi keadaban digital ini sebenarnya sangat mudah dan ringan. Ketika kita berhadapan dengan era dan arus globalisasi ini, keadaban digital dapat dijadikan sebuah pendekatan atau kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Agar pemanfaatan teknologi digital ini menjadi sangat efektif, lanjut Eddy Mulya, para siswa  harus bisa menerapkannya di sepanjang waktu persekolahan, di rumah, di masyarakat, dan di mana saja berada. "Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menggunakan teknologi digital seperti gawai (HP), laptop, komputer (personal computer), hingga iPad secara bijak," tegasnya.

Lebih jauh, Eddy Mulya juga berpesan, manfaatkanlah berbagai media sosial dengan bijak. Begitu pula saat para siswa berada di kelas nanti, baik dalam menggunakan e-learning, menyusun PowerPoint, maupun aktivitas digital lainnya. Pihaknya sangat berharap semuanya dimanfaatkan dengan bijak. 


“Saya menitipkan topik keadaban digital ini secara khusus kepada Ibu Kepala Sekolah dan kepada guru Teknologi Informasi (TI/IT) di sekolah ini. Dengan demikian, kita semua dapat bergerak cepat memanfaatkan teknologi terkini, namun tetap mempertahankan identitas bahwa SMK PGRI 5 Denpasar adalah sekolah percontohan keadaban digital," katanya. 

Sekolah ini lanjutnya, akan menjadi sekolah yang teristimewa ketika mampu menjadi pelopor keadaban digital, serta menjadi percontohan bagi sekolah dengan budaya yang Sehat, Aman, dan Nyaman (BASN). Salah satu poin penting dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman tersebut adalah melalui penerapan keadaban digital.

“Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) SMK PGRI 5 Denpasar resmi ditutup. Saya berharap Adik-adik sekalian mendapatkan kesan teristimewa di sekolah ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan siap untuk memasuki tahun ajaran baru pada minggu depan”, ujar Eddy Mulya.

Sementara Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati mengucap terimakasih sebesar-besarnya atas kesediaan hadirnya Sekda Denpasar Eddy Mulya untuk memberikan motivasi dan menutup kegiatan MPLS di SMK PGRI 5 Denpasar.

"MPLS SMK PGRI 5 Denpasar diharapkan dapat melahirkan generasi yang selain unggul dalam bidang akademik, juga berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman khususnya di keadaban digitalisasi," ujarnya. (Ays).

Ketua POKJA PAUD, Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Hari Terakhir MPLS

Ket foto : Ketua POKJA PAUD, Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Hari Terakhir MPLS, Tekankan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

Denpasar, Bali Kini - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses transisi siswa dari jenjang PAUD ke jenjang SD berjalan dengan lancar, nyaman, dan menyenangkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyoman Andika dan Bunda Paud Kelurahan Pemecutan, Ny. Komang Ayu Widiani Kusumajaya.

Dalam kunjungannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut serta dalam kegiatan MPLS seperti senam bersama dan bernyanyi, serta memberikan pesan moral kepada anak-anak agar belajar menjadi pribadi mandiri , serta terbentuk rasa yang aman, tenang, dan nyaman saat berada di sekolah.

"Kegiatan peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan MPLS berjalan lancar. Dalam kesempatan ini juga kami memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mengemas MPLS dengan berbagai kegiatan edukatif yang bersifat non-akademik, seperti pengenalan lingkungan sekolah melalui permainan, bernyanyi, dan aktivitas kreatif lainnya. Sehingga nantinya para siswa yang baru akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya serta terciptanya rasa aman, nyaman, dan bahagia saat berada di sekolah," ujar Ayu Kristi

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar melalui Pokja Bunda PAUD dalam memastikan transisi anak usia dini menuju jenjang pendidikan dasar berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.

Kepala Sekolah TK Sila Dharma, Ni Made Suci Purwani, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolahnya telah berjalan dengan baik dan sesuai pedoman, diawali dengan senam bersama, doa pagi, dan pengenalan lingkungan sekolah.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 11 Pemecutan, I Gusti Nyoman Sri Artini yang juga menyatakan bahwa meskipun sekolahnya pada tahun ini menerima 64 murid baru, MPLS tetap dilaksanakan dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

"​Kami di sekolah berkomitmen untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar merasa senang berada di sekolah. Selama masa MPLS ini, kami fokus pada pembangunan karakter dan pengenalan lingkungan melalui metode bermain. Kami memastikan anak-anak tidak merasa terbebani dengan ekspektasi akademis yang berat di hari-hari pertama mereka, sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan teman baru," ujarnya
(Wah)

Wali Kota Jaya Negara Buka Turnamen Tenis Meja Hari Pajak 2026.

Ket foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa saat secara resmi membuka Turnamen Tenis Meja Hari Pajak Tahun 2026 di Graha Yowana Suci, Denpasar, Jumat (17/7).


Wujud Sinergi dan Kolaborasi, Tekankan Pajak Rakyat untuk Kesejahteraan Rakyat.

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Turnamen Tenis Meja Hari Pajak Tahun 2026 di Graha Yowana Suci, Denpasar, Jumat (17/7). Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pajak tersebut akan berlangsung hingga Sabtu (18/7). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa pajak merupakan fondasi utama pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, serta undangan lainnya. Usai pembukaan, Wali Kota Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Arya Wibawa dan para undangan mengikuti pertandingan ekshibisi.

Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha, menjelaskan bahwa peringatan Hari Pajak tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar. Menurutnya, turnamen tenis meja dipilih karena mencerminkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi yang selaras dengan semangat membangun kepatuhan pajak.

Alit Adhi Merta menambahkan, turnamen berlangsung selama dua hari, yakni 17–18 Juli 2026 di Graha Yowana Suci, dengan mempertandingkan kategori beregu desa/kelurahan, ganda perwakilan desa/kelurahan, serta kelompok pelajar putra dan putri U-13 hingga U-19. Sebanyak 304 peserta ambil bagian, terdiri atas 258 peserta dari desa/kelurahan dan 46 peserta pelajar. Seluruh pertandingan menggunakan peraturan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) dan dipimpin oleh wasit berlisensi guna menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme.

"Kami berharap Turnamen Tenis Meja Hari Pajak ini dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong, kolaborasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik," ujar Ida Bagus Alit Adhi Merta.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa Hari Pajak merupakan momentum penting untuk mengingat kembali peran strategis pajak dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah. Menurutnya, pajak menjadi tulang punggung pembiayaan berbagai program pemerintah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar yang terus meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak. Kesadaran dan ketaatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan merupakan wujud kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Denpasar yang kita cintai," ujarnya. 

Di sisi lain, kata Jaya Negara penyelenggaraan Turnamen Tenis Meja Hari Pajak ini juga menjadi wahana pembibitan atlet serta ajang menjaring atlet-atlet berprestasi yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Denpasar. Terlebih, tenis meja merupakan olahraga yang sangat dekat dan dikenal luas oleh masyarakat sehingga memiliki potensi besar dalam melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi. 

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa ke depan Pemerintah Kota Denpasar akan terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan pajak yang semakin efektif dan efisien sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Denpasar yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

Wali Kota Jaya Negara juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Pajak Tahun 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak.

"Dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam serta tema 'Pajak Rakyat untuk Kesejahteraan Rakyat', saya berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat mampu mewujudkan fiskal yang kuat demi keberlanjutan pembangunan dan terwujudnya Denpasar Maju," ujarnya.
(Ags).

Walikota Jaya Negara Terima Study Tiru Bupati Paser

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima kunjungan study tiru Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dipimpin Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/7). 


Denpasar Jadi Rujukan Penanganan Kemiskinan


Denpasar, Bali Kini -  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan study tiru Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dipimpin Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/7). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai strategi penanggulangan kemiskinan, dengan Kota Denpasar dipilih sebagai daerah pertama yang dikunjungi Kabupaten Paser untuk mempelajari berbagai inovasi dan kebijakan dalam menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli beserta rombongan diterima langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Turut mendampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata, Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar, Made Yudyani Putri, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Fahmi Fadli mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat Pemerintah Kota Denpasar. Menurutnya, keberhasilan Denpasar menekan angka kemiskinan ekstrem hingga sekitar 0,03 persen menjadi inspirasi bagi daerah lain. Karena itu, Kabupaten Paser ingin mempelajari secara langsung berbagai kebijakan, inovasi, serta pola kolaborasi lintas sektor yang diterapkan Pemkot Denpasar agar dapat diadaptasi sesuai kondisi daerahnya.

"Kami datang ke Denpasar untuk belajar bersama. Penanganan kemiskinan di Kota Denpasar sangat baik, terutama dalam menekan kemiskinan ekstrem yang kini hampir mencapai nol. Terima kasih atas penerimaan dan kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan kepada kami," ujar dr. Fahmi Fadli.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Paser yang telah memilih Kota Denpasar sebagai pusat study tiru. Jaya Negara menjelaskan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari sinergi seluruh pihak serta dukungan kondisi Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali dan daerah pariwisata. "Dengan jumlah penduduk sekitar 762,48 ribu jiwa yang tersebar di empat kecamatan, 27 desa, dan 16 kelurahan, Denpasar terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu menggerakkan UMKM," ujar Jaya Negara.

Jaya Negara menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar saat ini mencapai sekitar Rp. 2,2 triliun. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Kota Denpasar juga terus mengalami penurunan. Dari 2,14 persen pada tahun 2020, angka tersebut sempat meningkat akibat dampak pandemi, namun kembali menurun secara konsisten hingga mencapai 2,16 persen pada tahun 2025. Capaian ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Bali.
Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan, Pemkot Denpasar menjalankan berbagai program terpadu dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan, di antaranya program bedah rumah senilai Rp.100 juta per unit yang didukung CSR BUMN, Perumda, serta berbagai pemangku kepentingan. Selain menyediakan hunian yang layak, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik, salah satunya melalui pelaksanaan uji coba Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital). "Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan data yang terintegrasi," ujar Jaya Negara. (Pur)

Kamis, 16 Juli 2026

Walikota Jaya Negara Ngaturang Bhakti Penyineban di Pura Luhur Uluwatu.

Ket foto : Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).


Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

"Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu," ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan Melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam.

Sementara, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan  masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

"Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana," ujar Jaya Negara. (Ays).

PP Kompetensi Numerasi Guru, Pemkab Bangli Tutup Pelatihan Metode GASING dan Gelar Seminar Bersama Prof. Yohanes Surya

BANGLI , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) resmi menutup rangkaian Pelatihan Guru Pandai Berhitung dengan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) Tahun 2026. Acara penutupan ini dirangkaikan dengan Seminar GASING nasional yang menghadirkan tokoh pakar numerasi terkemuka Indonesia, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., bertempat di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, pada Kamis (16/7/2026)

Rangkaian program peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekolah dasar ini telah berlangsung secara intensif sejak tanggal 30 Juni 2026 hingga 16 Juli 2026. Program strategis ini terselenggara berkat kerja sama sinergis antara Pemerintah Kabupaten Bangli dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya dengan tujuan utama untuk mentransformasi metode pembelajaran matematika tingkat dasar agar lebih interaktif, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi anak-anak di Bangli.

Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar dalam kesempatannya menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, salah satunya melalui peningkatan kompetensi para tenaga pendidik secara berkelanjutan. Beliau meyakini bahwa pondasi utama untuk mewujudkan kemajuan daerah berakar dari kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi muda. "Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru. Kami meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Bangli yang maju, berdaya saing, dan sejahtera," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wayan Diar menyampaikan bahwa metode pembelajaran matematika yang inovatif seperti GASING ini diharapkan mampu mengubah paradigma belajar anak, dari yang semula menakutkan menjadi proses yang menyenangkan. Keberhasilan pelatihan ini pun ditegaskan tidak hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, melainkan dari dampaknya secara nyata saat diimplementasikan di ruang kelas. "Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bangli. Melalui Metode GASING, kita berharap pembelajaran matematika tidak lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan, melainkan menjadi proses belajar yang mudah dipahami, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik," tambahnya.

Puncak acara penutupan hari ini diisi dengan Seminar GASING yang dipandu langsung oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Dalam pemaparannya, Prof. Yohanes Surya menjabarkan bagaimana teknik visualisasi dan pendekatan logika sederhana dari metode GASING mampu menstimulasi kemampuan berhitung anak dengan sangat cepat tanpa membebani mental anak secara akademik.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Bangli, perwakilan instansi vertikal, serta ratusan guru perwakilan se-Kabupaten Bangli.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Bangli optimistis rapor mutu pendidikan daerah, khususnya pada indikator numerasi literasi, akan mengalami lompatan positif signifikan ke depan demi menyongsong generasi emas Bangli yang cerdas, unggul, dan kompetitif.(*)
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved