Diguyur Hujan Senderan Pura Dalem Pingit Jebol - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Minggu, 08 Oktober 2017

Diguyur Hujan Senderan Pura Dalem Pingit Jebol

Bangli,Balikini.Net - Kabupaten Bangli sejak Jumat (06/10/2017) diguyur hujan selama dua hari berturut-turut mengakibatkan jebolnya senderan Pura Dalem Pingit milik  Banjar Adat Kawan,Kelurahan Kawan,Kecamatan Bangli  Pura yang diempon oleh 209 KK , senderan yang baru selesai dibangun sekitar  satu minggu lalu ambrol .Jebolnya senderan sekitar pukul 16.30 wita, berdampak tiga bangunan hancur yakni Pelinggih Petirtaan,Pelinggih Bilang Bucu dan Balai Pesamuan.

Pantauan Balikini di lokasi, senderan  jebol sepanjang 15 meter dengan ketinggian 5 meter itu ambrol ke arah barat hingga  material  longsor  jatuh menimpa 3 bangunan Pura.  Senderan dengan menggunankan batu kali itu  hancur lebur, batu tampak berserakan.

Menurut Kalian Adat  Kawan,I Ketut Ardana didampingi,Kelian Dinas Banjar Kawan I Nengah Sujena,Babin dan Bhabinkantibmas Kelurahan Kawan saat dikonfirmasi, Minggu(08/10/2017)  mengatakan terjadinya longsor di areal Pura Dalem Pingit , Banjar Adat Kawan,dipaparkan longsor terjadi sekitar pukul16.30 wita. “Sebelum ambrolnya senderan yang baru selesai dikerjakan seminggu lalu merupakan Bansos dari Pemprov .Sebelumnya memang sudah diguyung hujan yang melanda Kota Bangli”jelasnya.

Dikatakan pula , soal penyebab longsor, kata dia, terjadi akibat banyak factor. Salah satunya,curah hujan yang begitu tinggi dan meresbesnya air sawah yang ada diatasnya”katanya

Pasca musibah senderan   menghabiskan dana Rp.150  juta,dimana Bansos dari Pemprov Rp 75 juta sisanya dari partisipasi masyarakat pengempon, namun dalam musibah ini diperkirakan mengabiskan dana nanti lebih dari Rp. 150 juta,dalam musibah ini pihak prajuru sudah melaporkan ke instansi terkait  yakni BPBD Bangli “Kalau aturan memperbolehkan, kita berharap  pemerintah membantu sehingga  bisa meringankan beban warga " harapnya.

Ditambahkan pula untuk kedepannya pihak prajuru akan minta pemilik lahan yang ada diatasnya tidak lagi menanam pagi, namun  dijadikan tegalan agar tidak ada air yang merembes kebawah,apalagi pemilik lahan juga pengempon Pura dan sebagai  petugas kebersihan di Pura Dalem Pingit setempat”pungkasnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net